NovelToon NovelToon
Perselingkuhan Suamiku

Perselingkuhan Suamiku

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Beda Usia / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reni t

Alena mengorbankan usia mudanya dengan menikahi Aviano. Dia menikah di usia yang terbilang masih sangat muda yaitu 18 tahun. Dirinya bahkan mengubur dalam-dalam impiannya untuk berkuliah dan lebih memilih menjadi ibu rumah tangga. Mengurus rumah dan 2 buah hatinya adalah pekerjaannya sehari-hari.

5 tahun pernikahan mereka, hal yang mengejutkan pun terkuak, Alviano suaminya ternyata diam-diam memiliki wanita lain. Dia telah mengkhianati kesetiaan, ketulusan bahkan semua pengorbanan yang telah di lakukan oleh istrinya selama ini.

Akankah Alena bertahan demi kedua buah hatinya, memaafkan dan memberi kesempatan kedua kepada suaminya itu? Atau, dia akan memilih mundur dan mengejar cita-citanya yang sempat dia kubur dalam-dalam?

"Perselingkuhan Suamiku"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memberi Pelajaran

Alena menganggukkan kepalanya samar. Buliran air mata itu masih deras membasahi wajah cantiknya itu. Dadanya terlihat naik turun manahan rasa resak. Suara tangis itu dia tahan sedemikian rupa, tapi tidak dengan air matanya yang bergulir semakin deras saja kini.

"Kamu serius? Suami kamu selingkuh?" Fazril mengulangi pertanyaannya, rasanya sulit sekali untuk mempercayai hal itu.

"Iya, Bang. Mas Alvian selingkuh, hiks hiks hiks!" Alena kembali menutup wajahnya dengan telapak tangan.

"Brengsek! Dasar laki-laki kurang ajar. Biar Abang hajar suami kamu itu," geram Fazril berbalik dan hendak pergi.

"Tunggu, Abang mau ke mana?" tanya Alena, menarik pergelangan tangan sang kaka mencoba untuk menahan kepergiannya.

"Ke mana lagi? Abang bakalan kasih pelajaran sama suami kamu itu. Brengsek, dasar laki-laki tidak tahu diri. Berani sekali dia selingkuh dari kamu?"

"Jangan, Abang. Aku mohon ..."

Fazril memejamkan kedua matanya. Kedua telapak tangannya mengepal sempurna, dia merasa tidak terima adik kesayangannya ini di sakiti dan khianati. Alena telah mengorbankan segalanya untuk laki-laki itu, bahkan kedua orang tua mereka sempat menentang keinginannya untuk menikah muda kala itu. Apa yang telah dilakukan oleh laki-laki bernama Alviano itu benar-benar keterlaluan. Fazril merasa geram tentu saja.

"Abang memang tidak ingin ikut campur dengan urusan rumah tangan kamu, Len, tapi kalau suami kamu sudah selingkuh Abang gak terima. Abang gak bisa diam saja. Biarkan Abang kasih pelajaran sama si Alviano bajingan itu!" geram Fazril dengan nada suara berapi-api.

"Jangan Abang, aku mohon. Biarkan aku menyelesaikan masalah ini sendiri. Lagi pula, apa yang akan di katakan sama ibu dan ayah kalau mereka sampai tahu bahwa rumah tangga aku bermasalah seperti ini? Aku belum siap untuk melihat mereka kecewa. Aku mohon, Abang. Hiks hiks hiks!" Alena kembali mengiba dan memohon.

"Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang? Kamu akan memaafkan dia dan menerima dia kembali? Gila kamu Alena. Sekali suami kamu selingkuh, maka dia akan melakukannya lagi, selingkuh itu seperti sebuah penyakit! Gak ada obatnya."

"Aku tahu, Abang. Aku tahu betul akan hal itu, tapi jangan bertindak gegabah seperti ini. Jangan apa-apain Mas Vian, itu hanya akan memperburuk keadaan."

"Brengsek! Haaaaaa!" teriak Fazril merasa kesal.

Dia tidak menyangka bahwa Alviano akan mengkhianati adiknya, membagi cinta tulus sang adik dengan wanita lain. Padahal, laki-laki itu begitu serius ketika meminta izin untuk menikahi Alena 5 tahun yang lalu.

Adiknya baru saja lulus Sekolah Menengah Atas kala itu. Dia memutuskan untuk menikah dan menolak untuk berkuliah seperti keinginan orang tua mereka. Bukankah sangat menyakitkan jika kemudian dia di khianati, setelah Alena mengorbankan masa mudanya dan memilih untuk menjadi ibu rumah tangga?

"Aku mohon, Abang. Jangan memperburuk keadaan dengan melakukan kekerasan. Biarkan aku tenang dulu, biarkan aku menjernihkan pikiranku terlebih dahulu. Aku janji akan mengambil keputusan nanti setelah aku yakin dengan keputusan apa yang akan aku ambil," lirih Alena, tatapan matanya terlihat sayu. Jelas sekali terlihat kalau dia begitu kelelahan.

Lagi-lagi Fazril memejamkan kedua matanya. Dirinya akan menekan emosinya sekuat yang dia bisa. Semua ini adiknya tercinta. Dia pun berharap bahwa Alena bisa mengambil keputusan yang tepat.

"Baiklah, Abang gak akan melakukan apapun sama si Alviano, tapi Abang harap kamu bisa mengambil keputusan yang tepat. Laki-laki kayak gitu tinggalkan saja. Lihat, kamu itu masih muda. Masa depan kamu masih panjang, saran Abang tinggalkan suami kamu dan mulailah kehidupan kamu yang baru," lirih Fazril, suaranya sudah sedikit melemah.

"Lalu, bagaimana dengan anak-anak aku? Mereka masih kecil, Lani dan Lian masih membutuhkan kasih sayang ayahnya."

"Abang tahu itu, Abang juga kasihan melihat mereka berdua, tapi Len ... Jangan sampai kamu mengorbankan perasaan kamu demi anak-anak, menahan rasa sakit demi mereka berdua."

"Aku tahu, Bang. Perasaan aku masih kacau sekarang. Aku tidak terima cintaku di duakan rasanya sakit sekali, tapi--" Alena tidak meneruskan ucapannya. Dia menggigit bibir bawahnya keras. Ada banyak tapi yang sulit dia ungkapan dengan kata-kata.

"Abang mengerti bagaimana perasaan kamu, Len. Lebih baik kamu tenangkan diri kamu dulu sekarang. Beri waktu kepada hati juga tubuh kamu untuk beristirahat. Abang tahu kamu lelah karena harus mengurus anak-anak tanpa bantuan baby sister."

Alena hanya menganggukkan kepalanya. Dia pun mengusap wajahnya kasar. Benar apa yang dikatakan oleh sang kaka, beban yang dia pikul terasa berkurang setelah dia menceritakan masalah besar yang dia hadapi itu.

"Terima kasih karena telah menjadi pendengar yang baik, Bang. Aku sedikit merasa lega sekarang. Masalah bagaimana rumah tangga aku ke depannya, biarkan takdir yang menentukan. Sekarang, aku hanya ingin tenang dulu. Menata hati dan pikiran, setelah itu baru aku akan mengambil keputusan."

"Apa maksud kamu, Lena? Ada apa dengan rumah tangga kamu?!" Tiba-tiba terdengar suara sang ibu berdiri di depan pintu.

BERSAMBUNG

...****************...

1
Sri Endang
jodoh si Dos kilerr. 🤣🤣🤣
Sri Endang
Pak Dosen nanya status lagi. 🤣🤣🤣
Sri Endang
Duhh, salah besar si suami, selingkuh. istri klg Tajir. yah milih cerai donk, dari mkn hati. 🤭🤭🤭🤭
Sri Endang
cerita bagus, utk pelajaran pasangan suami, istri. Ank 2 yg jadi korban.
Sri Endang
jgn sok jadi wanita Super, di kerjain semua urusan rmh. berhias diri, jgn dasteran mulu. byk Pelakor 3 segar bugar di luar rmh. 🤣🤣🤣🤣
Sri Endang
itu lah 18 thn udh nikah, bkn sklh dulu. he he he🙏🙏
Amiera Syaqilla
assalamualaikum author🤗
Vina Tamaela
Dasar Ibu murahan baru aja cerai sibuk aja sama yg baru gak mikirin perasaan snak2 yg sering
Sri eka Ningsih
cerita ya Sagat bagus
Vina Tamaela
Kok cepat sekali thor padahal perceraian baru seumur jagung udah ketemu baru bukannya lagi masa penyembuhan dan trauma perceraian tolong thor jgn sampai alena jadi wanita yg mudah jatuh cinta dia harus dibuat serius dalam menggapai cita cita dan mengurus buah hati soal pengganti itu nanti aja dulu syapa tau daddy nya anak2 udah benar-benar tobat dan masih mencintai dan ingin rujuk di kemudian hari buat masing-masing menahan diri setelah bercerai jgn mudah cari baru lagi
Vina Tamaela
Jangan luluh Alena berikan dulu sedikit penyiksaan hati bagi si pengkhianat itu biar dia tau gimana rasanya ditinggal,,, berikan sedikit pelajaran 😭
Anonim
Alfian lakilaki egois
Wati Anja
semoga Alena bahagia dan bertemu dengan kali" yg lebih baik dari pada mntan suaminya❤❤❤
Wati Anja
Gsayang banget abangnya ❤❤❤
Murai Ateng
kurang tegas tokoh Alena y seharus ngambil prinsif tega jgn menla mencele
Wayan Sucani
Punya orang tua kaya... knapa gga nyari pembantu.. suami jg mapan... knapa gga dimanfaatkan utk mempercantik diri..
cm utk alasan berbakti?
Sunarmi Narmi
KAMU HARUS TEGAS ALVIAN..TIDAK KATAKAN TIDAK JGAN RAGU" KALO NIAT KAMU MAU BERUBAH..TPI KLO TETAP INGIN BERTAHAN DGN PENGHIANATAN YA SANA..MEMANG ALENA LEBIH BAIK PERGI
Sunarmi Narmi
semoga saja Alviano berubah..beri kesempatan Len...bila dlm 3 sampai 6 bln dia berulah berarti itu memang penyakit..bila tdk berulah mungkin memang khilaf...
Ki Ki
laki" udh sukses y bgini
Kembarr Kembaarr
beli mobil aja langsung bisa kenapa gak bisa sewa orang buat nyari anak dn cucunya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!