NovelToon NovelToon
Cinta Mantan Suami

Cinta Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Berbaikan / Selingkuh / Cerai
Popularitas:87.3k
Nilai: 5
Nama Author: istia akhtar

Deswita Adriana, wanita tiga puluh tahun itu terpaksa harus banting tulang demi mencukupi kebutuhannya dan sang putra, Kelan Sudarma. Pasca perceraiannya dengan Andika Sudarma, kehidupan Wita berubah seratus delapan puluh derajat. Kemewahan yang tadinya identik dengan dirinya, terpaksa ditanggalkan.

Kehadiran Amira Widani yang menjadi pemicunya. Andika terpaksa memenuhi permintaan Wita untuk bercerai, sebab lelaki itu khilaf telah menghamili Amira.

Sayangnya, hati Andika tetap terpaut pada mantan istrinya itu, hingga hari-hari Andika, tak pernah absen merecoki kehidupan Deswita. Mampukah Deswita membunuh mati cinta mantan suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istia akhtar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Menghadapi Andika.

"Ini? Mobil calon suami aku. Jadi, tolong kamu jangan ganggu aku terus!" seru Wita, menjawab dengan ketusnya, membuat Ardian yang mendengar dari dalam rumah, mendadak seperti jantungan.

Calon suami?

Apa? Ardian tak menduga, Wita yang dulu anggun dan berhasil memikat hatinya, kini seolah berubah drastis menjadi pemberani pada lelaki.

Ardian semakin menajamkan rungunya, mengintip Wita yang kini berada di depan rumahnya, tengah bicara dengan Andika. Sedikit bunga dalam hatinya, bermekaran karena Wita mengakui dirinya sebagai calon suami.

Jantung Dian serasa semakin berdebar cepat.

"Secepat itu kamu menemukan pengganti saya, Wita?" tanya Andika dengan raut wajah datar. Nada bicaranya pun lebih dingin dari sebelumnya.

"Wajar. Aku rasa wajar jika aku cepat dapat pengganti kamu, mas. Toh sebelum kamu berpisah dari aku saja, kamu cepat menggeser saya dari hati kamu, menggantinya dengan Amira Widani," kali ini balik Deswita yang bicara dengan suara datar juga.

Sejujurnya, hati Wita tak sekuat itu. Cintanya pada Andika Sudarma bahkan masih sebesar dulu, sekalipun dirinya disakiti hingga sedemikian rupa oleh Andika. Hanya saja, Wita tidak mau terlihat bodoh dengan memperlihatkan, bahwa dirinya masih butuh Andika.

Berkhianat, tak akan mendapatkan toleransi sedikitpun dari Wita, terlebih dari perselingkuhan itu menghasilkan anak dari Andika dan Amira. Sakit rasanya.

"Jaga bicara kamu, Deswita!" seru Andika.

"Kamu yang harusnya jaga bicara kamu. Udahlah, lebih baik kamu pulang. Aku nggak mau kalau nantinya, kamu merusak perkenalan Kelan dengan papa barunya," tandas Wita, membuat ego dan harga diri Andika merasa terluka.

Dian yang berada dibalik jendela, membeku tak percaya. Lelaki itu layaknya remaja yang baru jatuh cinta, dan mendapat ungkapan cinta dari gadis idamannya.

Gila!

Hati Dian bergetar.

"Wita. Jangan melabuhkan hati pada siapapun. Tunggu sampai saya selesai urusan dengan Amira, saya akan bawa kamu dan Kelan pulang kembali ke rumah segera," ungkap Andika, mencoba menurunkan egonya.

"Dan kamu mau meninggalkan Amira demi aku? Nggak perlu, aku nggak suka kamu membuang Amira setelah kamu memakainya. Kamu sudah dosa terhadapku, mas. Jangan sampai kamu mengulang kebodohan dengan mencerai Amira gitu aja," Wita melipat kedua tangannya di depan dada.

"Tapi yang Amira kandung, bukan anak saya!" tegas Andika, membuat Deswita mematung tak percaya.

"Persetan sama itu semua. Mau itu anak kamu atau bukan, yang jelas kamu sudah sering tidur sama Amira," sahut Wita sebelum berbalik pergi meninggalkan Andika.

Wita tidak enak hati, meninggalkan Dian terlalu lama di ruang tamu seorang diri. Mungkin bisa jadi bagi Wita, Ardian mendengar perdebatan singkatnya dengan Andika.

Andika segera kembali memasuki mobil, tanpa berniat masuk ke dalam rumah Wita sekalipun lelaki itu penasaran akan sosok lelaki yang ada di dalam rumah mantan istrinya itu.

"Maaf, Dian, aku ninggalin kamu terlalu lama," ungkap Wita merasa tak nyaman, "kalau kamu mendengar apapun yang aku katakan ke mantan suamiku, aku minta maaf sekali, aku sengaja bohong supaya dia berhenti mengusik hidupku," sambung Wita.

Wita duduk di sofa, menatap tak enak hati pada Dian yang tengah menyeruput teh buatan Wita. Sayangnya, meski terlihat tenang, namun, Ardian merasa dag-dig-dug tak karuan.

"Its okay lah, nggak masalah. Oh ya, ngomong-ngomong, boleh aku berbincang dan akrab dengan Kelan?" tanya Dian sembari meletakkan cangkir tehnya.

"Boleh, dong. Tentu saja boleh. Tunggu bentar, aku panggil Kelan dulu," Kata Wira seraya berlalu masuk ke dalam kamar.

Senyum simpul terbit di bibir Ardian. Rasanya sangat bahagia di hari ini. Tak sia-sia, Dian mencari alamat rumah Wita. Rasa penasarannya membuahkan hasil rupanya. Semoga saja, usaha Dian dalam mendekati dan meraih hati Wita, berhasil dan sukses.

Kelan keluar dari kamarnya bersama ibunya, dengan membawa mainan robot Transformer berwarna kuning sesuai dengan warna favoritnya. Anak laki-laki itu demikian senang, mendapat banyak mainan baru hari ini.

"Kelan, kenalin sayang, ini om Dian. Om Dian ini teman Mama saat sekolah dulu," tatapan mata Wita lantas beralih pada Dian, "Dian, ini Kelan anakku," sambungnya.

"Hai, Kelan. Apa kabar, ganteng?" tanya Dian kemudian.

"Baik, om Dian. Aku Kelan," sahut anak itu.

Lumayan baik respon Kelan. Anak enam tahun itu begitu ramah menyambut kedatangan teman Mamanya dengan baik.

Mereka bertiga, larut dalam perbincangan hangat saat ini. Ada sebuah niat baik yang Dian miliki untuk Wita, sekalipun dirinya baru bertemu saat ini dengan Wita, setelah perpisahan lama terjadi.

**

Andika pulang dengan rasa heran tak tertahankan. Lelaki itu merasa suntuk bukan main di rumah, namun juga ia tak mungkin terus menunggu Wita bersama lelaki lain. Beruntung Kelan ada di rumah Wita, membuat Andika bisa sedikit bernapas lega sebab tak khawatir Wita akan berbuat hal tak senonoh dengan lelaki itu.

Senonoh?

Diam-diam Andika tersenyum getir mengingat kata itu. Andika sadar, harusnya kata itu pantas disematkan untuknya dan Amira. Dia yang berkhianat, dia pula yang tak terima mantan istrinya itu bersama lelaki lain.

Setibanya di rumah, Andika segera masuk ke dalam rumah. Pemandangan pertama yang Andika temui adalah Amira. Wanita itu tengah duduk di taman kecil, yang ada diantara garasi mobil dan halaman rumah.

Andika tidak peduli, dan lebih memilih berlalu melewati Amira begitu saja untuk masuk ke dalam kamar utama. Dalam pikiran yang terasa pening, Andika tak mempedulikan Amira yang tengah memanggilnya. Ia juga tak peduli sama sekali, saat istri keduanya mengekori dirinya.

"Mas, tunggu. Kamu dari mana? Aku pengen bicara sama kamu," ungkap Amira seraya mengejar Andika.

"Jauhi saya, Amira. Saya sedang tidak ingin di ganggu," tegas Andika tanpa menoleh Amira di belakangnya.

"Kamu selalu begini, mas. Menjauhi aku tanpa mikir perasaan aku. Aku juga istri kamu. Aku berhak dapat perhatian kamu, kan?" tanya Mira menghentikan langkahnya.

Andika diam tak menyahut, dan lebih fokus melanjutkan langkahnya. Suasana hatinya tak cukup baik, hingga membuatnya menghindari Amira, sebab tak ingin berbuat kasar dan lepas kendali pada wanita hamil itu.

"Mas, kamu tunggu aku bisa, kan?" tanya Amira lagi, menarik lengan Andika, hingga Andika berbalik padanya.

"Apa mau kamu, Amira?" tanya Andika dengan tatapan dingin.

"Aku mau bicara, sebentar saja," ungkap Amira kemudian.

"Katakan," perintah Andika kemudian.

"Ibuku sakit di kampung, dan aku butuh sedikit uang untuk mengirimnya pada Ibu," jawab Amira kemudian, dengan kepala menunduk.

"Kamu yakin?" tanya Andika, membuat Amira mendongak menatap suaminya.

"Kenapa kamu tanya gitu?" tanya Amira kemudian.

"Karena saya tidak yakin jika Ibu kamu benar-benar sakit. Bisa saja, yang menyuruh kamu meminta uang saya bukan ibu kamu, melainkan selingkuhan kamu itu. Oh bukan selingkuhan, tapi kekasih lama kamu sedari kamu belum menikah dengan saya!" tandas Andika, membuat Amira membeku di tempatnya.

Menghadapi Andika, tak semudah yang orang bayangkan. Amira sungguh nyaris angkat tangan karenanya.

**

1
Daulat Pasaribu
lanjut thor
Happy Kids
biar aja andika jd bujang lapuk. wita sama ardian dlu. nikah. ntah abis brapa taun ardian meninggal gpp deh.
Happy Kids
fiks amira adik wita. kl gini pasti wita ga mau balikam sama andika
Happy Kids
jgn bodoh. awal mula dia kejebak knp? krn andika buka jalan. dia jg mau main main
Happy Kids
paling kl mira ga hamil lanjut terus hubungan selingkuhnya🤭
Happy Kids
pas flirty flirty mikir cinta ga.🤣
Happy Kids
manusia NPd
Happy Kids
well yg ngundang brt bukan amira. tp andika sendiri krn dia ug buka celah goda godain anak orh
Happy Kids
pret. bulshit
Arcila Putri
biarkan Amira yg asuh anaknya Thor egois x si Andika ini padahal sama" salah enak diandikanya ding
Arcila Putri
kok kasihan ya Amira padahal sama" salah dipisahkan dari anak itu sakit
Arcila Putri
Andika mulutnya seenaknya saja kalo ngomong kamu juga salah jgn cuma nyalahin Amira egois banget Lanang ini
Arcila Putri
mampir y Thor👍
Kasma Aisya
pantes aja Rudi selalu membela Amira, kayaknya mereka ada main d belakang andika
Kasma Aisya
pantes aja Rudi selalu membela Amira, kayaknya mereka ada main d belakang andika
Lee Mba Young
kapan kena karma si amira, semoga anak amira bukan anak andika gk rela harta andika di bagi pd anak amira. pingin amira hidup blangsak ma anak Haram nya itu. kl pun itu anak andika dan perempuan kl hamil sebelum nikah sah andika tak berhak jd wali nya dan anak amira tdk berhak atas warisan andika.
semoga anak amira nnti yg kena karma ibunya greget aku amira wanita sundal pelakor macak korban.
Iyah Chomel
geram jg sama si Amira ulat bulu tu
pingin aku BG racun tikus sekaliyan
Lee Mba Young
pinter manda gercep, cpt kirim ke andika biar cpt selesai sidang cerainya.
Arya akhtar
wah seru si WITA ini
Helen Emeli
wita kamu benar"egois dan tdk pernah mau memberi kesempatan itk ngobrol dg dika baik"tanpa bersilang agumen yg saling memojokan dika,berapa besarkah ke sombonganmu itu yg hrs dika butuhkan ampunan atas kesalahan krn terjebak dr amira ?????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!