Lara Griselda Ellworth gadis cantik berusia 22 tahun yang selalu di perlakukan layaknya seorang putri oleh orang tua dan kedua kakak laki lakinya. Selalu berada di bawah pengawasan sang ayah dan juga kakak kakaknya membuat Lara ingin merasakan hidup bebas.
Ethan Christoper Maverick pria tampan dan juga kejam yang sudah di tinggal pergi oleh sang kekasih sehari sebelum pernikahan mereka berlangsung 3 tahun lalu menyisakan kebencian untuk sang kekasih hingga sekarang. Hingga pertemuan kembali dengan orang di masa lalu nya...
Follow Ig : @rositta.li
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rositta Li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10 - My Princess
" Kau akan pulang ? ". Tanya Billy yang berpapasan dengan boss nya itu.
" Hmm.. ". Gumam Ethan
" Apa yang kau bawa ? ". Tanya Ethan
Melihat Billy membawa paper bag yang berukuran cukup besar.
" Makanan untuk Melisa ". Jawab Billy
" Kalian tidak perlu lembur hari ini.. ". Ucap Ethan dan berlalu dari sana meninggalkan Billy sendiri.
" Heh__ Kenapa tidak mengatakannya dari tadi ". Seru Billy dengan lantang
Ethan mengendarai mobil mewah nya menuju toko bunga yang di maksud oleh sang nenek.
Setelah sampai disan Etha keluar dari dalam mobil dan berdiri persis didepan toko bunga yang bertuliskan Lara Florist.
Ethan masuk kedalam saat dia membuka pintu terdengar lonceng yang menandakan jika ada yang membuka pintu.
" Selamat datang di Lara Florist... ". Ujar Maria dengan ramah saat melihat bahwa ada tamu yang datang.
" Ada yang bisa saya bantu tuan ? ". Tanya Maria
" Saya ingin mencari bunga ". Balas Ethan datar
" Anda ingin yang sudah jadi atau ingin yang baru di petik ? ". Tanya Maria seramah mungkin
" Baru di petik ". Dengan dingin Ethan melihat lihat sekeliling toko
" Kalau begitu mari ikut saya ". Ajak Maria dan membawa Ethan kehalaman belakang toko.
Saat mereka sudah sampai di ambang pintu yang menghubungkan antara kebun bunga dan toko Maria mendengar lonceng pintu berbunyi.
" Maaf saya harus melihat yang di depan... Anda bisa menghampiri wanita yang ada di sana ". Tunjuk Maria pada seorang wanita
Ethan melihat wanita yang di tunjuk Maria sedang membawa beberapa bunga yang menutupi sebagian wajah nya.
" Kalau begitu saya permisi tuan ". Pamit Maria
Ethan menghampiri wanita itu.
" Permisi ". Suara berat dan datar Ethan mengalun di telinga wanita tersebut
" Iya ? ". Jawab wanita itu
" Saya ingin mencari bunga ". Ujar Ethan datar
" Ahh__ iya maaf, saya akan menaruh ini dulu ". Ujar wanita itu dengan cepan menaruh bunga yang tadi dia bawa
" Jadi, bunga apa yang anda inginkan ? ". Tanya wanita itu sambil menghadap kearah Ethan
Untuk beberapa detik mereka pun saling menatap satu sama lain. Hingga, tiba tiba...
" LARAAAAA__". Teriak suara seorang wanita dengan nyaring
" Aku merindukanmu, maaf baru bisa menemuimu sekarang, aku terlalu sibuk ". Ujar wanita tersebut sambil memeluk Lara
Lara hanya terkekek kecil melihat kedatangan sahabatnya itu.
" Tidak apa apa aku mengerti ". Balas Lara tersenyum manis sambil menepuk punggung sahabatnya.
Sementara Ethan hanya memperhatikan dua wanita itu dengan ekspresi yang biasa saja.
" Kita akan lanjutkan lagi nanti, aku ada pelanggan sekarang ". Ujar Lara mengurai pelukan mereka
" Ohh...Maaf, apa aku menggumu ? ". Tanya wanita itu
" Tentu saja tidak Gwen ". Balas Lara dengan senyum manisnya
Lara pun beralih pada Ethan dengan tersenyum. " Maaf atas ketidak nyamanan tadi tuan ".
Wanita yang tadi di panggil Gwen pun ikut melihat kearah Ethan.
" Tuan Ethan ? Anda disini ? ". Tanya Gwen
" Hmm ". Ethan hanya membalasnya dengan gumaman saja
Gwen yang di balas seperti itu pun merasa jengkel.
" Lara aku akan menunggu di sana ". Tunjuk Gwen pada pohon besar yang ada meja dan kursi
" Oke ". Balas Lara
" Jadi bunga apa yang anda cari tuan ".
" Herbras ". Balas Ethan sambil melihat wajah Lara
Herbras atau Gerbera Daisy adalah bunga yang dikenal karena melambangkan kecantikan, kepolosan, dan kemurnian.
Bunga ini hadir dalam berbagai macam warna, yang memberi mereka arti keceriaan.
Bunga Herbras juga biasanya dipadukan dengan bunga lainnya agar terlihat semakin indah.
" Kalau begitu anda bisa tunggu sebentar, saya akan menyiapkan dulu bunga nya ". Pamit Lara
Ethan menunggu menghampiri tempat Gwen duduk sambil menunggu.
" Tuan ini bunga anda ". Ujar Lara yang datang menghampiri mereka
" Anda bisa membayar nya di krasir depan ". Katanya lagi
Setelah mendapatkan bunga dan menyelesaikan pembayaran Ethan pun pergi meninggalkan toko bunga milik Lara.
" Kenapa pria itu ada disini ? ". Tanya Gwen
" Tentu saja untuk membeli bunga ". Balas Lara menggelengkan kepalanya dengan pertanyaan sahabatnya itu
" Kau mengenal pria tadi ? ". Tanya Lara
" Tentu saja... Dia pemilik agensi tempatku bekerja, dia juga teman baik kekasihku ".
" Aku sesekali bertemu dengannya jika Sebastian mengajakku ke acara para pengusaha atau ke club... Tapi dia sangat menyebalkan menurutku dia seperti patung yang tidak pernah bicara ". Ujar Gwen
" Ohh iya, dia juga berteman dengan kakak mu... Kau tidak tau ? ". Ujar Gwen
Lara hanya menggeleng. " Aku tidak tau, lagian teman kakak ku banyak, mana aku tau semuanya ".
" Kau benar juga ".
_________
Setelah mengobrol dengan Gwen Lara dan Maria pun kembali ke rumah.
" Kau sudah makan malam ? ". Tanya Lara pada Emma
" Belum nona, saya menuggu anda dan Maria ".
" Saya juga sudah memasak untuk kalian ". Ujar Emma
" Kau tidak perlu repot repot, harusnya kau istirahat saja... Biar aku tau Maria yang akan memasak ". Jelas Lara
" Tidak apa apa nona, saya baik baik saja... Saya tida enak jika hanya berdiam diri disini tanpa melakukan apapun ". Ujar Emma
" Aku akan mandi dulu setelah itu kita makan malam bersama ". Ujar Lara dan memasuki kamarnya.
Setelah semuanya sudah beres, mereka pun mulai makan malam. Sesekali Emma akan menceritakan tentang dirinya lagi jika Lara ataupun Maria bertanya.
______________________
Satu minggu kemudian...
" Kau yakin mau mulai bekerja sekarang ? ". Tanya Lara
" Iya nona ". Balas Emma
" Apa kau sudah lebih baik ? ". Tanya Maria
" Tentu saja... Saya sudah baik baik saja ". Balas Emma dengan tersenyum
" Baiklah... Ayo ". Ujar Lara
Mereka pun memasuki mobil yang di kemudikan oleh Maria, seminggu yang lalu Lara memutuskan untuk membeli mobil agar mudah untuk mereka bepergian, walaupun bukan mobil mewah dan mahal asal nyaman untuk mereka.
" Kau sudah dapat oranh yang akan bekerja disini ? ". Tanya Lara
" Sudah... Katanya siang ini dia akan datang ". Balas Maria
Mereka pun mulai melakukan tugas masing masing.
Hari menjelang semakin siang dan matahari pun mulai terik.
" Nona, ini orang yang melamar tempo hari ". Ujar Maria yang memasuki ruang kerja Lara
" Terima kasih Maria ".
" Silahkan duduk ". Seru Lara pada seorang pemuda setelah Maria keluar
" Terima kasih nona ". Ujar pria itu dan duduk menghadap Lara
" Siapa namamu ? ".
" Noah ". Jawab pria tersebut
" Kau asli sini ? Sebelumnya kau bekerja di mana ? ". Tanya Lara
" Iya... Sebelumnya saya sempat bekerja di cafe, karna tidak cocok akhirnya saya berhenti ". Balas pria itu
" Kau yakin mau bekerja disini ? ". Ucap Lara dan di angguki oleh Noah
" Apa kau bisa tinggal disini ? Kau hanya perlu menjaga tempat ini dan mengantar bunga bunga ke pelanggan ". Jelas Lara
" Bisa nona ". Ucap Noah dengan yakin
" Baiklah... Kau bisa pindah setelah toko ini tutup ". Ujar Lara
" Terima kasih nona ". Ucap Noah dengan semangat
" Kalau begitu saya permisi, saya akan membereskan barang barang saya ". Pamit Noad dan keluar dari sana
Setelah berada cukup jauh dari toko bunga Lara Noah menerima telpon dari seseorang...