NovelToon NovelToon
Mutiara Di Balik Lumpur

Mutiara Di Balik Lumpur

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:272.7k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Season 1

Di sebuah Kota yang dimana banyak para penjudi, pemabuk, bahkan prostitusi bertebaran, hidup seorang gadis bernama Bian Almeta yang harus menjaga dirinya dan juga kehormatannya dengan menutupi seluruh tubuhnya menggunakan arang hitam supaya Pamannya tidak menjadikan wanita bayaran.



Season 2
Mengisahkan sahabatnya Bian yang juga di jadikan jaminan atas kekalahan judi oleh ayahnya dengan menjadikannya wanita pelayan pria hidung belang.

Apakah gadis itu mampu menjaga kehormatannya? atau, dia akan melakukan apapun demi orang yang mereka sayangi?

Yuk, ikuti kisahnya hanya di sini.

Ig : @ai.sah562
FB : Mmah Abidah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Meski bingung, Bian mengambil kartu nama itu dan kembali melanjutkan langkahnya menuju rumah. Jarak walmart ke rumah tidak terlalu jauh sehingga dia memutuskan untuk berjalan kaki.

Sedangkan Nathan, pria itu melajukan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi. Amarahnya masih menguasai jiwa. Ketika sedang di perjalanan, dia tidak sengaja melihat orang yang ia benci. "Si hitam murahan," kata Nathan mengepalkan tangannya.

Pria itu melihat genangan air dan ia sengaja melindas genangan tersebut sampai airnya muncrat membasahi tubuh dan wajah bagian kanan Bian.

Bian terkejut membelalakkan mata. Lalu dia memejamkan mata menahan emosinya. "Mobil sialan!" umpatnya kesal sambil mengibas-ngibas pakaian.

Nathan memberhentikan mobilnya, lalu memundurkan ya dan berhenti tepat di depan Bian. Bian mengernyit kenapa ada mobil berhenti di dekatnya.

Nathan membuka jendela kacanya, tawanya meledak bisa mengerjai wanita itu. "Hahahaha emangnya enak. Sudah hitam, jelek, di ciprat air lumpur tambah jelek kau, hahahaha."

Bian menggeram kesal, dia tak dapat lagi membendung kekesalannya terhadap pria bad boy itu. "Ooh, jadi kau yang sudah menjalankan mobil dengan ugal-ugalan? Ck, tampang boleh ganteng, kaya, tapi kelakuanmu minus," sergah Bian kesal menendang-nendang mobil Nathan dan juga salah satu kakinya ia injak-injakan ke mobil itu sampai terlihat kotor.

"Heeei, apa yang kau lakukan, hah?" Nathan menggeram kesal sampai ia turun untuk melihat apa yang di lakukan Bian. Matanya terbelalak melihat mobilnya kotor dan ada goresan, semakin marah saja pria itu.

"Kau..! Berani-beraninya kau mengotori mobilku? ganti rugi!" Pekik Nathan menunjuk Bian menatap tajam penuh kekesalan.

Bian menepis tangan Nathan secara kasar dan juga menatap tajam mata pria itu. "Kalau aku tidak mau kau mau apa? mau teriak? mau lapor polisi? aku tidak takut!" sergahnya tak gentar sedikitpun.

"Kau...!" Nathan semakin kesal, pria itu mencengkram lengan Bian lalu memaksa menyuruhnya masuk.

"Hei...! Kau mau bawa ku mana? lepaskan!" Bian memberontak ingin melepaskan tangan Nathan. Nathan malah semakin keras mencengkram nya dan ia sedikit mendorong tubuh Bian masuk mobilnya. Diapun masuk lalu melajukan mobilnya.

"Kau mau bawaku kemana, hah? turunkan aku!" Bian menggedor-gedor pintu mobil.

"Diam! Tak perlu banyak tanya!" sergahnya lalu mengambil pergelangan kedua tangan Bian dan mencekalnya supaya wanita itu tidak bisa berontak.

Bian memberontak sehingga sulit membuat Nathan menjalankan mobilnya. Pria itu bahkan kebingungan sendiri ketika salah satu tangannya mencekal tangan Bian. "Bagaimana caranya oper gigi?" batinnya. Nathan pun melepaskan cekalan tersebut lalu meluncur.

Bian malas untuk berdebat, wanita itu lebih baik diam daripada banyak melawan yang ada dirinya kehabisan tenaga. Bahkan hari semakin petang dan Bian tidak tahu pria di sampingnya akan membawa dia kemana?

Nathan sendiri bingung kenapa wanita di sampingnya malah diam tidak seperti tadi ngoceh marah-marah.

"Kenapa dia malam diam? setidaknya kalau dia berisik aku bisa membuatnya kesal." Nathan malah menjadi kebingungan. Pasalnya dia bukan pria yang mudah marah tapi karena kekesalan pada Papanya membuatnya ingin marah-marah.

"Batalkan perjodohan ini dan aku akan memberikanmu uang 1 milyar sebagai ganti uang yang telah Papaku berikan!" kata Nathan menoleh sebentar lalu kembali menatap ke depan.

"Tidak bisa!" tolak Bian tegas masih fokus menatap ke depan.

"Hei, aku tahu kau pasti menginginkan uang sampai rela menukar tubuhmu dengan uang!" sindir Nathan mengira jika Bian menggunakan tubuhnya mengingat darimana asal Bian.

"Ck, aku tidak serendah itu Tuan. Meskipun ku hitam, dekil, kucel, dan miskin, aku tidak mungkin menukar tubuhku demi uang." Bian tak terima pria di sampingnya bicara seperti itu.

"Hahahaha kau bilang tidak mungkin? lalu apa yang kau lakukan sampai menyetujui pernikahan ini kalau bukan demi uang? dan itu sama saja kau menukar tubuhmu, kau murahan hitam!" sergah Nathan menekan kata murahan.

Bian menghelakan nafas, apa yang di katakan pria itu ada benarnya juga. Itu sama saja dia menjual harga dirinya demi uang. Tapi ia melakukan itu demi Ibunya, apa salah?

"Kau benar, aku memang murahan. Saking murahannya ku tergiur menerima tawaran Papamu untuk menikah denganmu. Bukankah itu jauh lebih baik daripada menjajakan tubuhku di tempat club malam? mending ku melayani suamiku daripada melayani pria hidung belang." Bian menoleh menatap genit pada pria di sampingnya. Sebenarnya dia tidak mau melakukan itu tapi mau bagaimana lagi semua ia lakukan agar pria ini semakin tidak menyukainya karena Bian tahu jika calon suaminya sudah mempunyai kekasih.

"Ck, kau terlalu berharap Nona. Aku tidak akan pernah tergoda olehmu meskipun kau telanjang di depanku." Nathan mencebikkan bibirnya menatap sinis wanita hitam di samping.

Bian tak menggubris, dia malah memperhatikan sekeliling tempat dimana tempan itu terlihat sepi bahkan hujan kian turun. Seketika Bian menjadi khawatir jika Nathan akan membuangnya di tengah jalan dan tiba-tiba mobil yang di kendarainya berhenti.

"Turun!"

"What?! turun? kau menyuruhku turun di tempat sepi di saat hujan lebat begini? kau gila!" pekik Bian terkejut apa yang dipikirkannya akan kejadian.

"Aku tidak peduli!" Nathan keluar mobil kemudian membuka pintu bagian yang di duduki Bian.

"Buruan keluar! Ku tak sudi menikah denganmu jadi ku akan membuangmu di sini!" Nathan tersenyum menyeringai. Dia tahu jika wanita ini tidak akan tahu jalan pulang dan ini adalah kesempatannya untuk membuat Bian tersesat.

"Aku tidak mau! Jangan turunkan ku di sini!" Bian beneran takut di tempat sepi apalagi ada hujan bercampur kilat membuat tubuhnya gemetar takut hal-hal negatif terjadi.

Nathan tak menggubris, pria itu menyeret paksa Bian turun dari mobilnya lalu menghempaskan tubuhnya ke jalan dan dia segera masuk menjalankan mobilnya. "Akhirnya, aku terbebas dari pernikahan ini."

"Hei.. jangan tinggalkan aku! Aku takut disini sendirian!" Bian mengejar mobil Nathan di bawah guyuran hujan. Dia memiliki trauma akan tempat sepi dan hujan.

"Ku mohon jangan tinggalkan aku!" teriaknya ketakutan, bahkan air matanya sudah merebes membasahi wajahnya bercampur air mata.

Mobil Nathan semakin melaju jauh tak terkejar. Nathan sempat menoleh kebelakang dan ia tertawa pernikahannya pasti tidak akan terjadi.

Bian menatap sekeliling tempat, jauh dari pemukiman dia berjalan mundur ketakutan, bayangan pelecehan yang sempat ia alami membuatnya semakin gemetar takut.

"Tidak, Ibu.. tolong aku! Ibu.. Ayah.. aku takut!"

Bian berlari menerobos hujan itu sampai air hujannya menghapus warna hitam di tubuhnya menyisakan warna kulit putih yang asli. Suara petir berbunyi mengagetkan dirinya sampai dia repleks menutupi mata dan menutup kedua telinganya.

"Ibuuu...."

Tiiiiiddddd....

*********

Praang....

Gelas yang berada di atas meja tak sengaja Rebecca senggol sampai pecah. Tangannya tiba-tiba memegang dadanya merasakan khawatiran yang luar biasa. "Bian, kau dimana Nak? ini sudah malam kau belum pulang juga?"

Bersambung....

1
Devi Novita
kyk dr Indonesia ke Amerika aja 19 jam 😂 kyknya pesawatnya bolak balik berhenti deh mknya 19 jam
juwita
mampir
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
lah daddy sendiri datang k pusat pelacuran... bagaimana ngak memberi contoh... 🤭
Yanti Yanti
Luar biasa
Indah Maya Sari
orang tia serakah .. seperri hartax dia bawa mati saja, 🤭
Putri Minwa
Dibalik kesetiaan Nayla mampir ya thor
Def-rehanQu
lanjut
Daniela Whu
jangan" bapkx kandung x bian ini
Unknown
Nevada itu Amerika Thor hahaha, lu kira Nevada itu Meksiko
Unknown
apa bedanya las Vegas sama Amerika serikat Thor 🥴🥴🤣🤣 soalnya las Vegas juga USA
Ashraf Syafikah
wow banyaknyaaaa
Novianti Ratnasari
harus nya Anggelia jangan.mau melakukan hubungan suami istri klw blum nikah
Novianti Ratnasari
kaya nya kekasih nya Sean lg hamil ank orang
Novianti Ratnasari
cinta belum kelar
Novianti Ratnasari
knp ya laki2 pd takut am kecoa ketimbang tikus.
Novianti Ratnasari
tinggal Sean yg nikah am Mila
Novianti Ratnasari
Billi keren
Novianti Ratnasari
jangan2 Aiden mantan nya Nathan
Novianti Ratnasari
gila si Austin.bukan nya menjaga dn melindungi istri ini malah di jadikan pelacur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!