Sun Chen merupakan Raja Para Dewa berhasil menciptakan sebuah jurus yang dapat mengendalikan tata surya.
Namun hal yang tidak diinginkan terjadi, semua tata surya menjadi kacau baik di dunia rendah, dunia atas, dunia dewa semuanya tidak beraturan.
Semua dunia dan planet yang ada di tata surya bertabrakan dan hancur berkeping keping akibat ulah Sun Chen.
Dibalik kejadian yang memusnahkan seluruh makhluk hidup di tata surya itu, untung saja Sun Chen diberikan kesempatan untuk terlahir kembali.
Namun Sun Chen merasa aneh karena dia terlahir kembali di dunia yang bernama Bumi yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
Bagaimana kisah petualangan Sun Chen di tata surya baru itu? akankah Sun Chen dapat kembali mengibarkan sayapnya di puncak dunia?
Jangan lupa staytoon yah!
(Update 2 bab per hari)
ig @geelang11
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEELANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10 : Sebuah Taruhan!
Setelah makan malam, Zhou Jinfei berpamitan pulang, kini Yun Qinxi berlari ke kamar mencari Sun Chen.
"Sun Chen.." Yun Qinxi masuk dan membangunkan Sun Chen.
Sun Chen yang awalnya tidur kini terbangun, dan melihat Yun Qinxi menangis membangunkannya.
"Ada apa?" tanya Sun Chen dengan nada dingin.
"Maafkan aku.. Aku selama ini merahasiakan hubunganku dengan Zhou Jinfei, aku.. Aku tidak mau bercerai denganmu.." air mata Yun Qinxi jatuh dan menangis.
"Ohh ternyata kamu sudah mau jujur, baguslah, kalau begitu aku mau tidur, aku butuh istirahat," ucap Sun Chen yang kembali tidur.
"Sun Chen kumohon.. Aku masih mencintaimu.. Aku tau aku salah, tapi beri aku kesempatan satu kali lagi.." Yun Qinxi tentu tidak mau berpisah dengan Sun Chen, walaupun Sun Chen tidak berguna tetapi Sun Chen selama ini selalu baik hati dengannya bahkan sangat perhatian memberikannya kasih sayang yang begitu tulus.
"Besok aku akan pergi, aku hanya tidur disini terakhir malam ini," hanya itu yang diucapkan Sun Chen membuat Yun Qinxi menangis.
"His... His... Aku tau aku salah, maafkan aku.." Sun Chen lagi lagi tidak memperdulikannya.
Lama kelamaan Yun Qinxi menangis sampai ketiduran.
Keesokan harinya...
"Huf.. Pengkhianatan adalah hal yang paling kubenci, apalagi pengkhianatan rumah tangga."
Sun Chen kemudian bersiap siap membersihkan diri, lalu mengumpulkan barang barangnya didalam tas.
"Halo.."
"Tolong jemput aku, dan antarkan aku di toko obat obatan tradisional,"
"Baik master," ucap supir di telepon.
Sun Chen pun keluar membawa tasnya, awalnya ingin berpamitan tetapi dia membatalkan niatnya dan melanjutkan berjalan ke tempat janjinya dengan supir.
Beberapa menit kemudian supir tersebut pun dengan cepat sampai menjemput Sun Chen.
"Master Chen maaf membuat anda menunggu lama," ucap supir itu berkeringat dingin takut akan Sun Chen marah.
"Hahaha, kenapa kamu seperti itu? Apakah aku seperti suka memakan orang?, tidak perlu takut denganku, aku akan menghormati orang yg menghormatiku dan akan menghancurkan orang yang berbuat buruk kepadaku, jadi masalah kamu lama pasti kamu ada urusan kan?" ucap Sun Chen.
"Aha.. Iya master Chen di jalan lumayan macet," ucap supir tersebut sambil melajukan mobilnya.
"Ternyata master Chen orang yang baik! Untung saja tuan besar berteman baik dengannya jika tidak, aku takut master Chen akan berpihak kepada keluarga Liu," bathin supir itu.
"Master Chen, untuk apa anda pergi ke toko obat?"
"Aku ingin membuat sebuah pill untuk Lin'er."
"Ah, aku tau toko obat tradisional terkenal di kota ini, apakah tuan Chen mau kesana?" tanya supir.
"Baiklah, antarkan aku kesana,"
Sun Chen pun diantar ke toko obat tradisional yang diketahui oleh supir tersebut.
Beberapa menit kemudian..
Mereka pun akhirnya sampai di depan toko obat tradisional saran dari supir itu.
"Tuan Chen, toko ini yang aku maksud, ayo masuk," toko tersebut bisa dibilang toko yang besar di kota itu bahkan dijaga oleh seorang penjaga.
"Baiklah,"
Sun Chen pun masuk dan pergi menuju ke resepsionis.
"Ada yang bisa kubantu tuan?"
"Boleh aku melihat daftar jenis tamanan obat obatan disini?"
"Ehm tunggu sebentar tuan," wanita itu kemudian mencarikan Sun Chen sebuah daftar obat yang tersedia di tokonya.
"Ini tuan, silahkan dilihat,"
"Hum.. Sumber daya di dunia ini sangat tipis, untung aku dari dulu belajar alkimia pengobatan, dan jutaan jenis tanaman obat apapun itu pasti aku tau manfaatnya walaupun jenisnya berbeda. Tanaman ini begitu berbeda dengan dunia dewa.. Tetapi saat aku melihatnya maanfaatnya sama walaupun hasilnya tidak sepenuhnya sama," Sun Chen melihat tanaman obat yang dia lihat merupakan obat yang sangat rendah kualitasnya tetapi dengan kekuatan Sun Chen pasti pasti obat yang dibuatnya akan sangat manjur walau hanya bahan yang seadanya.
"Aku akan membeli ini.." Sun Chen menunjuk tanaman yang diperlukan membuat pill untuk Qin Lin.
"Qin Lin memiliki tubuh phoenix es, untung saja gejalanya baru baru ini muncul, dan dengan bahan bahan ini sudah cukup untuk membantunya, jika sudah para aku takut bahkan tanaman di dunia ini tidak ada yang bisa menyembuhkan Lin'er," bathin Sun Chen.
"Hum.. Aku juga beli ini.." Sun Chen menunjuk beberapa tanaman obat yang berbeda, dia berencana untuk membuat sebuah pill kultivasi agar cepat menerobos ke tingkat selanjutnya.
Beberapa menit kemudian, Sun Chen pun sudah membeli beberapa bahan dan sisa satu barang yang Sun Chen butuhkan yaitu..
"Apakah ada tungku pill yang anda jual?"
"Anda mencari tungku pill dengan kualitas yang bagaimana?," tanya wanita itu.
"Kualitas terbaik, aku menginginkan kualitas terbaik."
"Itu.. Baiklah, tolong ikuti aku ke belakang.."
Sun Chen pun menurut dan mengikuti wanita itu.
"Master, ada seseorang yang ingin membeli sebuah tungku penyulingan," ucap wanita itu membawa Sun Chen kepada master toko obat.
"Uhuk uhuk, bawa dia masuk!" ucap seorang kakek tua yang tampak kondisinya terlihat sakit.
Sun Chen pun masuk dan terkejut melihat begitu banyak tungku pill yang ada di ruangan itu.
"Tungku ini semua kualitas rendah, hum?" Sun Chen melihat ke arah tungku tepat yang digunakan oleh kakek tua itu.
"Maaf master, mengganggu anda, tapi pria ini ingin membeli sebuah tungku, master pernah bilang bahwa jika ada seseorang yang ingin membeli tungku, bawakan kepada anda, jadi aku membawanya kepada anda master," ucap wanita itu memberi hormat kepada kakek tua tersebut.
"Uhuk uhuk, anak muda kenapa kamu ingin membeli tungku? Pasti ada alasannya?" tanya kakek itu kepada Sun Chen.
"Pak tua, aku tidak tau anda siapa, tetapi aku hanya ingin membeli tungku saja kenapa harus repot repot dibawa kesini?" Sun Chen sudah tau alasannya, dia hanya berpura pura dan ingin melihat kondisi situasinya.
"Aha maafkan kakek tua ini, kalau begitu anda ingin membeli tungku yang mana?"
"Bolehkah aku membeli tungku itu?" ucap Sun Chen menunjuk ke tungku pill disamping kakek tua itu.
"Apa? Ini adalah tungku kuno! Ini kudapatkan di pelelangan dengan harga yang sangat tinggi! Bahkan aku saja sangat kesusahan menggunakannya."
"Benarkah? Kakek tua, bagaimana kalau kita bertaruh?" ucap Sun Chen menawarkan sebuah taruhan dengan kakek tua itu.
"Ohh? Memang kamu ingin bertaruh apa?" ucap kakek itu yang ingin menguji kemampuan Sun Chen.
"Aku melihat, bahwa tubuhmu sakit sakitan, itu disebabkan karena kamu memaksakan dirimu untuk membuat sebuah pill, jika aku bisa menyembuhkanmu apakah kamu mau memberikan tungku ini kepadaku?" ucap Sun Chen menawarkan.
"Hahaha baru kali ini aku melihat anak muda yang sangat bersemangat, bahkan sakitku ini sangat sulit aku sembuhkan, bagaimana caranya kamu menyembuhkanku?" ucap kakek tua itu meremehkan kekuatan Sun Chen.
"Kakek tua, aku benar benar serius," ucap Sun Chen dengan nada serius dan tidak main main.
"Huff, baiklah anak muda, jika kamu bisa menyembuhkanku, aku akan menganggapmu sebagai guruku, bagaimana? Jika kamu kalah kamu harus meminta maaf kepadaku? Bagaimana?"
"Deal!"
Mereka berdua pun setuju dengan taruhan tersebut.
"Pak tua, bolehkah aku meminjam tungkumu ini untuk membuat sebuah pill?"
"Haha gunakan saja, aku ingin melihat bagaimana caramu membual," ucap kakek tua itu meremehkan Sun Chen.
Sun Chen hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
"Nona tolong bawakan aku bahan ini.."
"Baiklah tuan," wanita itu pun pergi untuk mengambil bahan yang dibutuhkan Sun Chen.
"Huff masih ada juga orang yang bersikal sombong tentang dunia obatan di dunia ini, anak itu pasti akan mendapatkan akibatnya berani menantang master obat pemilik toko ini," bathin wanita itu meremehkan Sun Chen.
Tentu saja, karena di pikiran wanita itu, siapa lagi yang bisa membuat sebuah obat selain kakek tua itu, bahkan beberapa keluarga besar di kota ini pun tidak ada yang berani menantangnya, tetapi Sun Chen dengan gagah dan berani menantang.