NovelToon NovelToon
MENJADI ADIK MADU

MENJADI ADIK MADU

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Poligami / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:140.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Tiba-tiba mereka datang padaku, menawarkan diri untuk menjadi bagian dari keluarga.

Masalah ekonomi membuatku menerima tawaran itu dengan harapan tak hanya bisa meringankan beban keluarga tapi juga bisa meraih surga meski jadi yang kedua.

Tapi pernikahan ini ternyata tak seperti pernikahan yang kubayangkan. Kalau belum siap dengan kehadiran yang kedua, kenapa menghadirkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HARUSKAH BERPISAH DENGAN YUMNA?

Di kamar berukuran dua meteran yang biasanya aku tempati bersama Yumna, Uni Siti dan keponakanku yang masih kecil-kecil, aku berdiam diri sendiri. Uni Siti sudah kembali ke dapur, membantu ibu dan para tetangga menyiapkan hidangan untuk acara besok. Sementara Uni Dewi katanya mau ke pasar dulu mencari beberapa peralatan yang masih kurang.

Krek. Suara pintu kamar di buka. Rupanya emak. Ia tengah menyibak tirai pintu, begitu kami saling tatap, Emak meminta izin masuk padaku.

"Kapan datang Mak? Kan emak belum sehat benar, kakinya masih sakit? Kalau ada apa-apa harusnya panggil Mila saja ke sana." kataku, sambil menyongsong kedatangan emak, membimbing perempuan yang sudah sepuh itu masuk ke dalam.

"Emak pengen bicara, Mil. Kemarin rasanya masih ada yang mengganjal hati emak. Lagipula, emak pengen ngomong banyak sama kamu sebagai ibu mertua dan menantu. Kalau nunggu nanti-nanti, keburu kamu jadi istri orang lain, jadi menantu orang lain juga." ucap Emak sambil menghela nafas panjang.

"Ya Allah Mak, kan sudah Mila katakan. Sampai kapanpun Mila akan tetap jadi menantu emak, jadi anak emak. Maafkan jika keputusan Mila tidak sesuai dengan apa yang emak harapkan."

"Bukan Mil, emak nggak melarang kamu untuk menikah lagi. Sungguh. Bahkan emak senang, akhirnya kamu bisa bangkit juga dari keterpurukan setelah kepergian Hasan. Kamu masih muda, berhak untuk melanjutkan hidup yang lebih baik lagi. Emak selalu berdoa agar kamu bahagia. Hanya saja ...." Emak tampak berat. "Mil, ada sesuatu yang mengganjal pikiran emak. Ada yang emak inginkan dan emak harapkan kamu bisa mengabulkannya."

"Apa Mak? Katakanlah. Kalau Mila mampu, Mila akan sanggupi."

"Mil, sebelumnya emak sudah bicara dengan ayah dan ibumu. Mereka tak bisa memutuskan meski mereka setuju dengan emak, sebab itu adalah hak kamu secara penuh."

"Memang emak mau apa dari Mila?"

"Mil, setelah pernikahan kamu nantinya kan mau pindah ke Jakarta. Tempat yang bagi emak sangat jauh sekali dan rasa-rasanya tak mungkin emak bisa berkunjung ke sana meski hanya sekali seumur hidup emak. Sementara kamu tahu, emak sudah tidak punya siapa-siapa lagi selain Yumna sebagai peninggalan Hasan. Jika kamu tak keberatan, Mil, bolehkah kamu ke Jakarta tidak membawa Yumna? Bisakah ia tinggal di sini saja bersama kami? Kedua orang tuamu tak keberatan jika Yumna tinggal bersama mereka. Emak juga berharap sekali bisa merawat Yumna. Melihatnya setiap hari adalah semangat hidup dan kebahagiaan untuk emak. Tapi kalau ia jauh rasanya ada yang hilang dari diri emak. Bagaimana Mil? Bisakah kamu mengabulkan permohonan emak yang sudah tua ini? Usia emak sudah tak akan lama lagi, Mil. Palingan hanya bertahan beberapa tahun lagi, atau mungkin malah hanya beberapa bulan. Tolong ya Mil, jangan pisahkan Emak dengan Yumna. Toh kamu masih muda Mil, masih bisa punya anak lagi. Boleh ya Mil." Emak menggenggam kedua tanganku.

Berpisah dengan Yumna? Badanku langsung bergetar. Bagaimana aku bisa melakukannya? Berpisah dengan putri kandungku. Darah dagingku yang selama ini selalu bersamaku.

"Mak," aku menggeleng kepala..berat mengabulkan pinta emak meski aku paham ia pun berat jika harus berpisah dengan cucu satu-satunya yang dimiliki.

"Tolonglah emak, Mil!" Emak memohon padaku.

"Jangan begitu Mak, emak kan tahu bagaimana arti Yumna untuk Mila. Mila tak akan sanggup hidup berpisah darinya."

"Hanya beberapa tahun, Mil. Setelah emak tiada kamu bisa membawanya. Emak sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Emak benar-benar sendirian, Mil. Apa kamu tega membiarkan emak mati dalam kerinduan pada cucu emak.. setelah Hasan tiada, kamu dan Yumna lah yang membuat emak semangat hidup. Tolonglah nak." Emak terus memohon hingga aku kehabisan kata-kata.

Kami berdua kini saling peluk dalam tangis. Aku kian merasa berada dalam situasi yang serba salah. Penyesalan menerima lamaran itu kian menjadi-jadi. Andai saja waktu bisa ku putar, aku akan menolak untuk bertemu dengan keluarga mas Ilham, menolak menjadi istri keduanya. Sebab banyak masalah yang harus ku hadapi karena itu semua.

"Mila nggak sanggup Mak, lebih baik Mila batalkan saja pernikahannya." kataku.

"Kamu bicara apa, Mil?" tiba-tiba ibu sudah masuk dalam kamar. "Mil, ibu ngerti kamu dilema, tapi semua sudah disiapkan. Sekarang kalau kamu mau mundur sama saja menggali kubur sendiri. Sebelumnya kan ibu sudah mewanti-wanti agar kamu berpikir natang-matang, jangan ikuti ego sendiri, semua harus kamu pikirkan. Sekarang, setelah semua dipersiapkan, sudah tak ada pilihan mundur untuk kamu, Mil. Kita sudah banyak menelan pil pahit atas keputusan kamu, jadi jalanilah. Kamu harus belajar berkorban..setiap sebab pasti ada akibatnya!" tegas ibu.

"Ya Allah," tubuhku langsung terasa lemas ketika mendengar pernyataan ibu yang benar-benar tidak membelaku. Tapi aku paham, apa yang dikatakan ibu benar. Membatalkan rencana pernikahan ini sama saja menggali kubur sendiri. Tangisku langsung pecah, terbayang wajah Yumna, putriku satu-satunya..gadis kecil itu, bagaimana aku bisa jauh darinya?

"Kamu tak perlu khawatir. Yumna akan tinggal di sini. Ayah dan ibu sudah setuju. Sesekali ia akan tinggal di rumah emak. Ia akan baik-baik saja, toh ada sepupu-sepupunya juga yang biasa menemani hari-harinya. Ibu yakin Yumna tak akan kesepian." ungkap ibu.

Yumna, mungkin ia akan baik-baik saja. Berpisah denganku, mungkin hanya beberapa hari ia merasa berat, tapi bagaimana denganku? Apa aku bisa melewati hari tanpa putriku? Aku menggelengkan kepala.

"Mil, lagipula kamu belum tahu bagaimana kondisi di sana. Apa Yumna akan nyaman bersama orang-orqng asing di sekitarnya, juga di tempat asing yang jauh dari orang-orang yang biasa bersamanya?" kata ibu.

"Tapi kan ada Mila, Bu." kataku.

"Mil, kamu akan jadi istri kedua di sana. Kamu juga harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru yang ibu sendiri belum yakin semuanya akan baik-baik saja. Sebagai seorang ibu, feeling ibu berat Mil. Tolong pikirkan lagi..jangan sampai Yumna dibawa dalam suasana tidak nyaman..toh kamu ingin memberi yang terbaik untuk putrimu, berkorban lah untuknya. Nanti, kalau kamu sudah yakin semuanya baik-baik saja, ibu tak keberatan kamu membawa Yumna." ungkap ibu yang disetujui emak.

Ya Allah. Linangan air mata semakin deras. Aku tak tahu harus berkata apa. Tapi yang dikatakan emak itu benar bahwa membawa Yumna ke tempat asing dengan suasana baru yang aku sendiri belum bisa memastikan bisa-bisa hanya akan jadi beban untuknya. Tapi jauh darinya justru malah menjadi beban untukku. Kenapa pilihannya harus seberat ini dan kenapa juga tidak terpikirkan olehku sebelumnya.

1
Siti Nur
ego ayu terlalu tinggi GK mau d poligami tp nyuruh suami poligami..sepertinya obsesinya jadi pengurus yayan atau ada yng lain ..lanjut rhoor
Siti Nur
nyesek rasane dadaku
Araa
Smgt ka
Agustina Fauzan
Luar biasa
Hera sasuwe
Luar biasa👍🏻👍🏻👍🏻
Vita Lestari
huuhhh..kenapa sih GK cerai saja si Mila nya..benci aku ..gregettttt...aku benci Mila thorrr
Vita Lestari
ihhh..aku benci kamu Mila..klo kmu merasa bukan pelakor.pergi lahhhhh😡
Vita Lestari
ihhh..aku benci Mila pelakorr😡😡😡
♡Ñùř♡
gak ada bonus chapter kah thor🤭
♡Ñùř♡
suka
♡Ñùř♡
duh nangis aq bacanya 😭
♡Ñùř♡
Aku baru mampir...
dan ku kasih vote untuk mu thor
Emi Widarti
mewek aq
Faat Nasyiruddin
baru aja su'udzon sama Ayu. udah dibuat sedih 😭😢
Faat Nasyiruddin
Ayu kaburnya yang lama dong
Faat Nasyiruddin
sebentar lagi Ayu tiap hari percobaan bunuh diri 😁😁😁😁
Faat Nasyiruddin
pengen cepetan baca sampai tuntasssss
Faat Nasyiruddin
Ilham punya banyak anak tapi nggak ngerti bagaimana rasanya kalo anak sakit 😢😢😢😢
Faat Nasyiruddin
Umiiii 😭😭😭😭
Faat Nasyiruddin
Mila sabarnya tumpah tumpah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!