Tadinya berjudul OTW Soleha- dibenarkan sesuai KBBI dan novel cetaknya Ayoo beli.
Hidup adalah pilihan, namun takdir adalah sebuah ketetapan. Bukankah kita tidak bisa memilih dari rahim siapa kita akan dilahirkan ? Begitulah yang selalu membuat Bening tidak pernah menyesali hidup yang di jalaninya
Dia besar dan tumbuh di pemukiman lokalisasi prostitusi, Jauh dari pendidikan moral,tata krama, apalagi agama. Yang dia tau, dia dan Ibunya adalah seorang Muslim. Tanpa dia pernah tau apa kegunaan agama itu sendiri hidupnya.
Dia selalu punya rumus berdamai dengan takdir, itu yang membuatnya mampu melewati lingkungan sosial yang menghina, mengucilkan dan selalu menganggapnya "Anak Haram".
Bening remaja mampu melewati badai kepahitan dan membalas semua hinaan dengan senyuman bangga. Bening berada di puncak karirnya sebagai seorang Fashion designer di usia belia.
Sampai pada satu titik balik yang membawanya jatuh dan hampa, sehingga dia mencari apa penyebabnya. Apakah takdir selalu berbaik hati mengiringi perjalanannya mencari jati diri ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nela Kurniaty Idris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ANAK ROHIS
Hari Jum'at di SMKS GLOBAL
Bening dibantu oleh satpam sekolah untuk meletakkan bungkusan besar yang berisi alat shalat yang akan diletakkan di mushola.
Setelah itu, dia ikut berkumpul bersama anggota ROHIS di ruang rapat pengurus ROHIS. Jum'at pagi setelah kegiatan keagamaan. Para siswa berkegiatan sesuai ekstrakulikuler yang dipilih. Ini pekan pertama Bening bergabung bersama ekstrakulikuler ini.
Setibanya di depan ruangan besar yang sudah tersekat sebuah pembatas kayu dengan roda penggeser dibawahnya. Bening membuka sepatu dan langsung ikut duduk bersama pengurus perempuan yang posisi duduknya di sisi sebelah kiri.
Sebelah kanan sekat tinggi itu adalah para pengurus laki-laki. Seorang pemimpin rapat pula duduk di depan, tepat di diantara keduannya agar baik kelompok lelaki maupun perempuan dapat melihat dan mendengarkan dengan jelas arahan dari pemimpin rapat, tanpa bisa melihat kiri-kanan.
Pembina ROHIS di sekolah ini memperhatikan batas-batas pergaulan laki-laki dan perempuan sampai hal-hal terkecil.
Formasi rapat umum memang sengaja di susun seperti ini, guna menghindari curi-curi pandangan yang mungkin terjadi diantara mereka.
Hal itu meminimalisir terjadinya campur-baur dalam setiap aktivitas para aktivis.
Yang pertama kali Bening rasakan saat berada diantara para pengurus ini adalah "risih". Entah kenapa dia begitu tak tenang dan merasa sangat asing. Sesaat kemudian baru dia tersadar, dirinya berada dianatara para wanita yang menutup auratnya secara sempurna. Hanya dirinya sendiri yang tidak menggunakan penutup kepala.
Tapi tak ada satu orangpun yang memandang miring dan mengucilkan Bening disana, semua tampak memaklumi. Saat petugas membacakan susunan acara rapat, Bening mulai beringsut keluar ruangan perlahan-lahan.
Dia benar-benar merasa malu sendiri, Bening merasa salah mendaftar ekskul. ROHIS Bukan rumahnya. Namun sebuah tangan menahan bahunya dengan lembut saat Bening baru akan berdiri menuju pintu keluar.
"Ukh, mau kemana?" Sapa gadis itu.
"Em, anu...aku,mauuu,ke..." Bening malu mengakui niatnya untuk kabur diketahui orang lain "Mau ke mushola kak, mau ambil mukenah. Aku malu, karna gak pake jilbab masuk kesini" Bening tertunduk mengakui.
"Ahh. Astaghfiurllahaladzim. Maafin aku ya udah salah sangka, tadinya aku fikir kamu mau pergi ninggalin rapat. Ternyata cuma mau ambil mukena?"
"Heheheh. Tadinya sih iya gak mau balik lagi kak" Cengirnya pelan, "Aku benar-benar malu kak, dan memang gak bawa jilbab ku juga"
"Ohh. Kenapa gak bilang aja?" Gadis itu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Sebuah pashmina panjang berwarna putih. "Tadinya ini buat ganti setelah mata pelajaran olahraga nanti, tapi ini kamu pakai dulu aja ya" Mereka berbicara berbisik-bisik agar tak mengganggu pengurus lain.
"Eh, ng-ngga usah deh kak, biar aku ambil aja ya ke mushola? Nanti aku bakalan balik lagi kok. Janji."
"Tidak masalah Ukhty, pakai ini saja!" Menyerahkan pashmina instan beserta ciput dan sebuah bross kecil "Yuk sini sekalian aku pakaikan" Mulai memasangkan ciput merapikan rambut Bening.
Selama hidupnya, ini yang pertama kali Bening merasa dirinya sebagai wanita berharga yang sama seperti wanita lainnya. Bening hanya bisa diam memandangi wajah gadis yang sedang memasangkan pashmina itu dari jarak yang dekat. Awalnya dia mengira perempuan-perempuan aktivis ROHIS ini sangat ekslusif dengan hijab lebarnya.
Bening mengira dirinya yang berkubang dosa akan sangat kontras berada diantara jelmaan malaikat tak bersayap ini. Ternyata, genggaman tangan mereka memang benar-benar lembut dan kebaikan hati mereka pula yang menahan Bening untuk tetap berada diruangan itu.
"Nah, sudah rapi. Ahh MasyaAllah makin cantik deh kamu. Namanya siapa sih? Kita belum pernah ketemu sebelumnya" Ucap gadis itu setelah selesai memakaikan pashmina untuk Bening.
"Namaku Bening kak, Kelas Sebelas Tata Busana A"
"Oh , kamu Bening Ivanka yang mewakili LKS Tata Busana tingkat provinsi itu?"
"Hehe. Iya kak. Alhamdulillah"
"Wah,selamat! Barakallah!, kenalin aku Anneda. Kelas dua belas Tekhnik Komputer Jaringan"
"Dua belas TKJ?Satu jurusan sama Kak Tomy Ahmad Fauzan?"
"Iya,sekelas malah. Tuh dia udah mau mulai mimpin rapatnya. Yuk Ning, kita kedepan lagi"
Di hari jum'at semua siswa mengenakan seragam baju kurung melayu. Baju kurung melayu SMKS Global berwarna hijau stabilo. Biasanya para siswa lelaki mengenakan peci hitam dan para siswi mengenakan jilbab putih. Namun bukan hal yang wajib mengingat tak semua siswa beragama islam.
Rapat pesiapan acara pesantren kilat ramadhan berjalan lancar, Para peserta rapat sibuk mencatat hal-hal yang disebutkan oleh pimpinan rapat yang langsung ditulis oleh sekretaris rapat pada papan tulis kecil, kecuali Bening.
Dari belakang, dia hanya duduk cantik berpangku tangan menikmati pemandangan indah di depan sana. Suara serak-serak basah Kak Ahmad menyebutkan namanya membuat dia tersadar dari lamunan.
"Oh iya, hampir lupa. Kita kedatangan tambahan satu anggota baru dari gurp akhwat. Alhamdulillah. Ukhty Bening, nanti bisa berkenalan lebih lanjut di kelompok mentoringnya ya" Ucap Ahmad.
Bening terkesiap saat barisan akhwat yang ada di depan reflek menoleh ke arahnya mengikuti arah pandangan mata Ahmad. Mereka memberikan senyuman kepada Bening.
Mereka hampir berada di ujung rapat, saat sekretaris rapat membacakan ulang kesimpulan dari hasil rapat pagi itu.
Tak lupa menyebutkan satu persatu nama-nama pengurus yang mendapat amanah langsung menjadi panitia. Bening tak tau entah sejak kapan namanya sudah menjadi salah satu disana. Namanya ada dalam daftar panitia seksi konsumsi.
"Baiklah, sebelum rapat ini kita tutup, barangkali ada diantara teman-teman yang ingin bertanya atau mengajukan keberatan?" Ucap Ahmad sebelum mengakhiri rapatnya.
"Saya kak !" Entah pertanyaan apa yang ada di kepalanya, Bening mengacungkan tangan.
"Iya, silahkan." Tanpa melihat ke arah Bening.
"Kak Ahmad sukanya kue apa?" Pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulutnya.
krik krik krik krik
Semua peserta yang hadir terdiam, masing-masing seperti menahan nafas mendengar pertanyaan polos itu. Termasuk Ahmad.
"Eh bukan bukan, maksud saya, menurut kak Ahmad, sebaiknya untuk acara pembukaan nanti kita beli kue apa? emm, begitu kak" Wajah Bening sudah merah menahan malu. Hari pertama menjadi anak ROHIS, sikap kepo,agresif dan tidak terbiasa menjaga lisan sangat sulit dikendalikan.
Kemudian seluruh peserta rapat seolah kembali menghembuskan nafas lega mendengar Bening meralat pertanyaanya. Termasuk Ahmad.
"Hal-hal tekhnis seperti itu nanti silahkan di diskusikan saja dengan tim konsumsi yang lainnya ya" Jawabnya lurus dengan pandangan yang masih ke arah lain.
Sebenarnya Bening merasa sedikit tersinggung. Padahal kemarin malam saat di gedung Ahmad memberinya selamat layaknya teman. Mengapa jadi berubah lagi saat berada di sini.
"Baiklah saya rasa rapat hari ini cukup. Setelah doa dan salam, silahkan kembali ke kelas masing-masing ya"
Semua peserta rapat mengadahkan tangan saat Ahmad sendiri yang memimpin doa penutup majelis. Walau belum faham dengan doa yang dia baca, Bening tetap khidmat mengaminkan apapun yang keluar dari mulut Ahmad.
***
Usai kegiatan ekstrakulikuler pagi, semua siswa kembali mengikuti dua jam mata pelajaran terakhir sebelum pulang. Di kelas Tata Busana seharusnya mata pelajaran Sejarah, namun tadi baru saja mereka satu kelas melakukan selebrasi sederhana saat ketua kelas mengatakan bahwa guru yang besangkutan tidak datang.
Namun tetap saja ada tugas salinan catatan yang harus diselesaikan. Sambil menyalin tugas ke buku latihan, mulut Bening juga tak berhenti mengunyah cemilan.
"Donn ssst, Donna!"
"Hm, apasih Ning?"
"Gue sedih Donn"
"Ha??"
"Kak Ahmad, padahal kemaren malam dia santai aja dong nyamperin gue ngucapin selamat abis menang kontes. Eh tadi pas Ekskul tiba2 jadi dingin dan cuek lagi kaya kemaren-kemaren. Padahal gue udah bela-belain daftar ROHIS"
"Lo daftar ROHIS cuma pengen caper sama kak Ahmad doang?"
"Hehehe. Ya itu salah satunya sih"
"Ih Bening lo agresif abis, sumpe deh. Yakali Kak Ahmad mau ama cewe petakilan begini Ning. Lo cantik sih, tapi kayanya bukan gini deh yang Kak Ahmad cari"
"Yahhhh Donna, emang gue gak pantes ya bersaing dengan para calon kandidat bidadari surga?"
"Aamiin Ning Aamiin, gue aamiinin nih. Lagian elo, kak Ahmad kan kemaren malam cuma ngucapin selamat doang bukan nyatain perasaan. Makannya jangan baper, nanti hati lo mudah hancur kayak wafer" Tegas Doni sambil menggigit ujung wafernya dengan begitu dramatis.
"Jahat lo Donaaaaaaaaa" Bening mendorong keras pundak Donni hingga hampir jatuh bersama bangkunya.
***
Sebelum masuk waktu shalat jum'at, Bening sudah sampai dirumahnya. Mengganti pakaian,makan,dan mulai membaca modul yang Ibu Jusma berikan untuk persiapan lomba berikutnya.
Sebuah notifikasi masuk dari ponsel Bening yang masih berada dalam tas sekolah. Bening segera memgambil benda itu dan memeriksa pesan yang masuk.
Aku sukanya kue lapis pelangi ,- Tommy Ahmad Fauzan.
Betapa girangnya hati Bening membaca pesan itu. Kak Ahmad mengirimkan pesan menjawab pertanyaan tak sengaja yang Bening ajukan dalam rapat tadi pagi.
"OMG Mamiiiiiii....."
Nangis terharu aku kak enka baca novel terindahmu, serasa aku diposisinya, semoga bisa menjadikan kita hamba yg selalu mencari jalan untuk selalu taat kepada Sang Pemilik Jiwa&Raga ❤
bern kakanya bening? 😯