NovelToon NovelToon
Kekasih Gelap Kakak Angkat

Kekasih Gelap Kakak Angkat

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:49.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Rahmatul Yulia

Andini Putri Azalia, seorang gadis cantik dan lucu yang baru saja tamat SMP dan akan segera masuk ke SMA. Dia memilih Sekolah berbasis agama di luar kota dan di terima di sana.

Beberapa hari menjalani kegiatan sekolahnya, dia mulai bisa beradaptasi dengan lingkungannya. Disitu pula dia berkenalan dengan seorang kakak kelas yang bernama Aidan. Awalnya mereka hanya berteman biasa, sampai akhirnya Andin menganggap Aidan sebagai kakak angkatnya, karena dia tak punya saudara di sana. tapi seiring berjalannya waktu, tumbuh cinta diantara keduanya.

Namun cinta mereka tak bisa bersatu begitu saja setelah kehadiran Nita sahabat Andin. Tak hanya Nita yang akan muncul, tapi akan banyak cowok dan cewek yang akan hadir meracoki hubungan percintaan mereka.

Bagaimana kelanjutan kisah mereka ke depannya yah?? apakah akan tetap menjadi saudara angkat atau malah jadi sepasang kekasih yang bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmatul Yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Selama proses pembelajaran berlangsung, mereka semua fokus mendengarkan guru menjelaskan di depan, karena mereka sadar yang memberi materi pelajaran adalah Bu Sinta, guru Matematika yang diam-diam menghanyutkan.

Yaah, memang benar kalau Bu Sinta terkenal sebagai salah satu guru killer di Sekolah itu. Dia tidak memarahi siswa secara blak-blakan, akan tetapi kalau dia sudah tidak tahan dengan perlakuan siswa nya, dia langsung memukul papan tulis, lalu berbicara sedikit, namun yang disampaikannya itu langsung mengena di hati. Jadi, selama pembelajaran berlangsung, kondisi kelas aman terkendali dan berjalan khitmat.

🌸🌸🌸🌸

Sedikit tentang Bu Sinta, dia adalah salah satu guru matematika yang susah untuk di tebak gimana orangnya. Kalau dia dapat jam mengajar di jam pertama, habis lah semua siswa yang belajar dengannya.

Dia selalu masuk kelas pada saat siswanya sedang melaksanakan apel pagi, dan membagi papan tulis ke dalam lima kotak, kemudian langsung menulis materi pelajaran yang akan disampaikannya. Parahnya lagi, kalau dia menemukan papan tulis dalam keadaan tidak bersih atau bekas pelajaran sebelumnya gak di hapus, dia akan tetap nulis di sana dengan kondisi tulisan yang sudah tidak jelas lagi karena sudah berdempetan hurufnya satu sama lain.

🌸🌸🌸🌸🌸

Pagi itu, kebetulan Bu Sinta berada di kelas Andin pada jam pertama, dan benar sekali, setelah selesai apel pagi, Andin dan teman-temannya langsung menuju kelas seperti biasa. Ternyata di dalam sudah ada Bu Sinta menunggu mereka dengan coretan penuh di papan tulis. Tanpa berkata apa-apa, mereka langsung duduk di bangku masing-masing.

Tak ada yang berani keluar lagi kalau sudah berada di dalam kelas, meskipun itu masih jam istirahat setelah apel pagi. Mereka semua takut, jika nanti bel tanda masuk berbunyi dan mereka masih di luar kelas, siap-siap saja akan berdiri di depan kelas atau tidak dibolehkan masuk sekalipun.

🌸🌸🌸🌸

Jam pelajaran pertama sudah habis, Bu Sinta segera meninggalkan kelas. Seketika semua bernafas lega dan bersorak seraya berkata,

Akhirnya Matematika ini berlalu juga.

Pergantian guru mata pelajaran pada setiap jamnya jarang terjadi secara on time, selalu saja molor. Itu semua terjadi bukan karena guru bersangkutan malas masuk kelas atau sengaja terlambat, tapi karena jumlah guru yang mengajar dengan kelas yang harus diajar tidak seimbang.

Kadang ada guru yang harus berlarian dari sudut kelas yang satu menuju ke ujung kelas yang lain. Kesempatan inilah yang dimanfaatkan siswa untuk bebas keluar masuk kelas. Meskipun demikian, tidak pernah ada kasus siswa yang cabut di saat jam pelajaran berlangsung.

🌸🌸🌸🌸

Terlihat di pojok kelas, ada Andin dan Nita yang sedang berbincang-bincang sambil menunggu guru masuk.

"Ndin, entah kenapa udah hari kesekian gue putus dari kak Aidan, tapi gue masih belum bisa move on sepenuhnya dari dia. Lho ada solusi gak?"

Andin yang mendengar celotehan sahabatnya itu, hanya membalas dengan senyuman kecil dari bibirnya.

Dia tak habis fikir, apa yang diperbuatnya akan begitu buruk bagi sahabatnya. Andin berusaha untuk menenangkan Nita,

"Nita, lho percaya karma gak? tenang aja semua yang menyakiti nanti akan merasa tersakiti juga! memang tak terlihat sekarang, tapi entah dimana dan dengan siapa, yang pasti dia akan merasakan apa yang lho rasakan sekarang! paham?"

Nita terheran-heran melihat raut wajah Andin yang begitu serius menjawab keluh kesahnya. Dia tak menyangka kalau sahabatnya yang dianggap kayak anak kecil ini bisa berfikiran se dewasa itu.

Menyadari kalau ada yang berbeda dari tatapan sahabatnya itu, Andin langsung menekuk kan kepala dan berfirkir.

Kenapa gue bisa ngomong kayak gitu ya? itu kan juga salah gue, berarti karma itu juga akan datang ke gue dong? aduh mati! salah ucap deh gue! semoga aja itu gak terjadi deh.

Nita tersenyum sembari berkata,

"Ok. Karena gue liat dari wajah lho yang begitu serius, kali ini gue percaya omongan lho, gue akan bangkit dan berjanji akan merubah sedih gue jadi tawa bahagia kembali."

Mereka berdua memang dua sahabat yang saling menguatkan baik dalam suka maupun duka. Hal ini terjadi sudah sejak awal mereka kenal.

🌸🌸🌸🌸

Tok ....

Tok ....

Tok ....

Tiba-tiba ditengah perbincangan mereka, terdengar suara ketukan pintu. Ternyata itu Pak Andi, guru piket yang memberitahukan kalau guru yang harusnya mengajar di kelas Andin tidak masuk karena ada urusan penting yang harus diselesaikannya. Pak Andi memanggil Hana, sekretaris kelas untuk mengambil tugas yang sudah di tinggalkan ke kantor.

Hana dan Pak Andi pun berlalu, seluruh kelas sepuluh satu tiba-tiba riuh karena mereka akan merasa bebas dalam berkegiatan apapun.

Tak lama kemudian, Hana masuk ke kelas dan menuliskan tugas di papan tulis yang harus mereka kerjakan. Tak ada sedikitpun penekanan kalau tugas harus dikumpul sehabis jam pelajaran. Hal itu membuat mereka semakin tak berkonsentrasi untuk mengerjakannya. Mereka semua sibuk dengan kegiatan masing-masing,tak terkecuali Andin dan Nita yang obrolannya sempat terputus tadi. Hanya beberapa orang yang terkenal rajin saja yang tampak sibuk mengerjakan tugas itu.

Di saat sedang asyik mengobrol, tiba-tiba mata Andin tertuju ke arah jendela kaca kelas nya. Dia melihat Aidan yang sedang berhenti di sana dan menatap ke arah mereka.

🌸🌸🌸🌸

Bel istirahat memang belum berbunyi, namun Andin berfikir sejenak untuk menghampiri Aidan. Dengan cepat dia melemparkan penanya ke atas meja agar terlihat seperti orang kebelet. Kemudian dia izin kepada ketua kelas sambil berlari. Nita sempat bertanya,

"Lho mau kemana Ndin?"

Sambil tetap berlari dia hanya menjawab,

"WC."

Kemudian Andin berlalu meninggalkan kelas. Aidan yang menyadari itu, dia segera beranjak menjauh dari kelas Andin dan duduk di bangku taman. Tak begitu lama, Andin datang menghampiri Aidan dan duduk di sebelahnya.

Andin dan Aidan saling menebar senyum, baru kemudian Andin membuka pembicaraan.

"Ngapain tadi kakak ngintip di jendela kelas aku?"

"Hehehe kangen! kakak kangen kamu ... dah berapa hari ini kita gak ada bicara."

Ya, memang semenjak putus nya Aidan dengan Nita, komunikasi mereka sedikit renggang. Andin sengaja menjauh karena rasa bersalahnya yang masih terasa kepada Nita.

"Kak ... maafin aku yaah, kayak nya kita gak bisa dekat kayak dulu lagi deh."

Duuoorr ....

Seketika Aidan kaget dan melongo menatap manik bola mata coklat Andin. Dia merasa heran, kok tiba-tiba tanpa angin tanpa hujan, Andin melontarkan kata-kata itu. Hal ini yang sebenarnya ditakutkan Aidan, dia sudah menduga dia akan kehilangan dua wanita bersahabat itu. Yang menyedihkan lagi, dia harus kehilangan orang yang benar-benar udah bisa buat dia jatuh cinta.

"Kenapa kamu jadi berubah gini dek? padahal semua ini kan kakak lakuin demi kamu juga! tapi sekarang kamu malah ninggalin kakak!"

"Jujur, dari kejadian yang dialami Nita, aku jadi takut kak, kalau nanti aku akan bernasib sama kayak Nita."

"Ya Allah dek, kamu itu beda sama Nita dan yang lain! kamu itu orang paling spesial buat kakak!"

"Kak tolong jangan ngomong gitu! kakak bilang aku spesial tapi sekarang aja kakak udah punya pacar. Spesial dari mana aku kak?"

Aidan serasa mendapat tamparan keras. Dia merasa bersalah atas tindakannya untuk punya pacar lagi. Jelas-jelas itu akan menyakiti perasaan Andin.

Aahh bodohnya aku! kenapa aku bisa-bisanya nyakitin hati perempuan yang aku sayangi. Gumam Aidan dalam hati.

Aidan terdiam, dia tak tau harus beralasan apalagi. Tak ada jalan lain selain dia harus merelakan wanitanya untuk pergi jauh dari kehidupannya.

Kemudian Andin berlalu meninggalkan Aidan yang masih termenung.

"Aku balik ke kelas kak."

Aidan hanya menatap punggung Andin yang semakin lama semakin menjahuinya."

🌸🌸🌸🌸😔

Sementara itu, Nita merasa ada yang aneh. Udah kurang lebih lima belas menit, tapi Andin tak kunjung kembali ke kelas. Padahal dia cuma bilang ke Wc sebentar, dan sebentar lagi udah waktunya istirahat.

Nita mulai merapikan bukunya yang berserakan di atas meja sekalian dengan buku Andin.

Nita bermaksud ingin menghampiri Andin, takut sahabatnya itu kenapa-kenapa. Namun, baru saja Nita sampai di pintu kelas mereka, tiba-tiba Andin masuk mengagetkannya.

"Haiii ...."

"Eehh ... Lho kemana aja? kenapa lama kali di Wc?" tanya Nita sambil terkaget.

"Hehehe ... tadi di Wc antri. Terus gue ngobrol dulu sama Fani ( teman mereka dari kelas lain)."

"Ooo gitu ... gue kirain lho pingsan di Wc."

🌸🌸🌸🌸🌸

Kring ....

Kring ....

Kring ....

Obrolan mereka terputus karena mendengar bunyi bel. Mereka segera meninggalkan ruangan kelas dan mencari jajanan seperti biasa. Sepanjang perjalanan mereka melanjutkan kembali obrolan yang sempat terhenti sejenak.

Tak sengaja, saat mereka melangkah dari teras kelas dua belas IPA satu, mereka berpapasan dengan Aidan dan teman-temanya.

Mereka semua saling melepas pandang. Andin dan Nita tetap menyapa teman-teman Aidan. Namun Aidan sendiri diacuhkannya. Hal ini menimbulkan kecurigaan teman-teman Aidan.

Bersambung....

1
Bu Fit
sini peluk akak je andin
Bu Fit
keren
Darah Biru (Bangsawan)
like like ❤️
Darah Biru (Bangsawan)
Assalamualaikum jejak dukungan 😇
Ig & fb : Karlina_Sulaiman
yaaah. pas di tp gak diangkat.. udah tidur baru angkat 🤦‍♀😆
Bu Fit
jan gitu aidan nanti andin ngga pintar2
Ig & fb : Karlina_Sulaiman
up setelah 1 tahun 🤭
🎯Pak Guru📝📶
LIKE
Sari Istiqomah
Assalamualaikum semangat berkarya thor

aku sudah boom like ya, mampir yuk keceritaku

Dia Untukku. Terimah Kasih.
🎯Pak Guru📝📶
semangat
Ig & fb : Karlina_Sulaiman
like 4 bab kak Yulia 😘
🎯Pak Guru📝📶
Keren sudah Update
🎯Pak Guru📝📶
LIKE
dkjl...
haii gaesss mampir yoo ke novel aku☺☺💖
nrasyaaaa
mampir dungs ke cerita2 ak msh baru bgt ni👉👈
Ev-
hallo kak aku mampir, jangan lupa feedback ya... salam ordinary life🙂
N-chen
halo kak udah saya like mampur juga ke "Kami Santri bukan Artis"minta dukungan, makasih
Hi Mel
Kapan up lagi kak? Udah gak sabar ini.
Mei
semangat thor
nrasyaaaa
Hai mampir ya ke cerita2 baru aku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!