Novel ini masih on going ya dan akan diupdate satu episode tiap hari nya.
Mohon dukungannya juga untuk vote, like dan komen ya Terimakasih ❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wasni Fania Imelda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berkunjung ke Rumah Ayah
Reyn dan Willy yang sedang dalam perjalanan menuju kantor, mereka hanya terdiam tidak ada yang berbicara satu katapun
Seperti biasa saat tiba di kantor, mereka di sapa oleh para karyawan.
Reyn dan Willy bergegas menuju ruang kepemimpinan.
Willy sibuk dalam mempersiapkan semua berkas dan dokumen yang dibutuhkan untuk meeting karena harus mengantikan Devan.
Sementara Reyn hanya duduk di kursi pimpinan dengan memperhatikan Willy dengan melamun, terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.
Hari ini , Vania berencana untuk menemui ayahnya saat pulang kerja nanti.
Sekitar jam lima sore, usai menyelesaikan pekerjaannya, Vania menunggu didepan cafe karena Reyn mengirimkannya pesan, agar Vania tetap menunggu didepan cafe.
Reyn berencana untuk menjemputnya.
Sambil menunggu, Vania menyibukkan diri dengan ponselnya.
Dua puluh menit berlalu, Reyn akhirnya tiba didepan cafe, tepatnya didepan Vania yang sedang duduk menunggu sambil menatap ponselnya.
..."Sudah lama menunggu? " tanya Reyn yang turun dari mobil untuk menghampiri Vania....
..."Lumayan, sudah dua puluh menit! " ucap Vania saat melihat jam dilayar handphonenya....
..."Kita cari makan dulu. "...
..."Kita langsung kerumah ayah saja, aku sudah memberitahu ayah bahwa kita akan ke sana, jadi ayah akan menyiapkan makan malam untuk kita. " ucap Vania...
..."Baik, ayo kita berangkat! " seru Reyn...
Reyn mengemudikan mobil menuju rumah William yang tak jauh dari tempat kerja Vania, hanya membutuhkan waktu kurang dari dua puluh lima menit.
Saat sampai di kedai makan, Reyn menghentikan mobilnya.
..."Ada apa? " tanya Vania...
..."Aku ingin beli sesuatu, kau ingin pesan? " tutur Reyn sambil melepaskan sabuk pengaman ditubuhnya....
..."Aku hanya ingin roti coklat, sosis goreng, kentang goreng, lumpia dan gorengan. " ucap Vania sambil tersenyum....
"Hanya itu? itu kebanyakan... " batin Reyn yang langsung menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan kasar.
..."Kau yakin akan makan semuanya? "...
..."Yakin! "...
"Ngidam atau doyan sih? " tanya Reyn dalam hatinya.
..."Tapi, aku gak punya uangnya, anggap saja itu sebagai nafkah untuk istrimu! " ucap Vania sembari tersenyum manis....
..."Baik , nona Vania! " ucap Reyn dengan nada suara yang dibuat selembut mungkin....
Vania tersenyum mendengar ucapan Vania, Vania menatap punggung Reyn yang sudah mulai menjauh.
Sekitar sepuluh menit kemudian, Reyn kembali dengan dua plastik besar di tangannya.
..."Ini pesananmu,anak manja! "...
Vania menerima sebuah plastik yang diberikan Reyn, matanya berbinar menatap isi kantong itu.
..."Wah.... " ucap Vania sementara Reyn tetap fokus menyetir mobilnya....
..."Kau tak ingin makan? " tanya Vania sambil mengunyah makanannya. ...
..."Tidak, untukmu saja. " jawab Reyn yang tetap fokuskan pandangannya ke jalanan. ...
Beberapa waktu kemudian, Reyn dan Vania tiba dikediaman Maverick.
..."Ayah........ " Vania berlari menghampiri William yang sudah menunggu mereka didepan pintu....
Vania langsung memeluk ayahnya dengan erat, begitu juga dengan William.
William menghentikan pelukannya saat Reyn menghampiri mereka.
..."Selamat malam, Yah! " sapa Reyn...
..."Malam nak Reyn, terimakasih karena kalian sudah datang. "...
Keduanya mengangguk sebagai tanggapan atas ucapan William.
..."Ayo masuk, ayah sudah sediakan makanan untuk kalian. "...
..."Wah... " Vania langsung berjalan menuju ruang tamu....
William menggelengkan kepalanya atas tingkah putrinya.
..."Nak Reyn, ayah harap kamu bisa sabar dengan tingkah Vania, semoga kamu berhasil melewatinya. "...
..."Iya ayah! " sahut Reyn...
Reyn dan William menyusul ke ruang tengah tempat Vania berada.
..."Ayah, kami bawakan sesuatu untuk ayah! " ucap Reyn sembari memberikan bungkusan yang dibawa nya untuk William....
..."Terimakasih nak, Reyn! " ucap William sambil menerima bungkusan tersebut yang diberikan oleh Reyn, menantunya itu....
Bersambung .........
Halo teman teman, jangan lupa dukung author terus ya dengan cara divote, like dan juga jangan lupa menambahkannya ke rak buku favorit kalian ya, Terima kasih atas partisipasinya ❤
Kritik dan saran dikolong komentar ❤