Cerita ini menceritakan tentang kehidupan seorang mahasiswa baru di sebuah Universitas di Indonesia.
Seorang gadis broken home yang sederhana, yang memiliki sifat arogan, jutek, dan enggan dekat dengan laki-laki. Sejauh ini, dia selalu menghindar dari para lelaki yang mendekatinya. dia tidak ingin dekat dengan lelaki2 itu. Hal ini, disebabkan karena dia sangat kecewa kepada papanya yang telah meninggalkan dia dan mamanya demi wanita lain. Hingga dia menutup rapat hatinya, untuk menghindari lelaki-lelaki yang mendekatinya. Dia memasang wajah arogan dan sangat jutek. sebenarnya, dia sangat manis apalagi kalau tersenyum. Sayangnya, senyuman itu hanya berlaku untuk orang terdekatnya
di sisi lain, ada seorang pria tampan yang selalu menganggap semua wanita itu sama. mengejar pria hanya memandang harta dan rupa, yahh karena selama hidupnya para gadis yang mendekatinya hanya selalu memikirkan wajah tampan dan kekayaannya saja. Baginya, hanya Maminya lah wanita yang berbeda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Avralia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bos?
Setelah Talia pergi dari meja Ken dan Ann, Ken melihat Ann yang terus memerhatikan Talia
"Ann, gue tau apa isi otak lo" Peringat Ken
"Hehe, lo emang sahabat gue" Ann menjawab dengan tampang watados nya itu
"Ann, kayanya dia cewek baik-baik dan gue peringatin ke lo, jangan rusak dia"
"Wow bro, apa lo suka sama cewek itu?" selidik Ann
"Gue gak suka sama Talia, kita aja baru kenalan tadi. Gue cuman gak mau lo ngrusak anak orang. Gue lihat dia masih polos, lugu gitu, jangan samain dia sama jalang-jalang lo itu"
"Iye iye Ken, buset dah. Tapi ya gak tau kalo gue khilaf Hahahahaha"
"Serah lo deh"
"Eh btw, Rey kemana dah lama bener tuh bocah"
Ya, mereka sedang menunggu Rey. Tadi, sebenernya mereka mau pergi bersama ke cafe Rey, tapi tadi tiba-tiba Rey menghilang dan menyuruh mereka berangkat lebih dulu.
-Di dapur cafe-
"Lunaaaaaa" Talia menghampiri Aluna, sambil memegangi pipinya yang memanas
"Nape lu?"
"Gue ketemu pujaan hati gue tau nggak?"
"Pujaan hati? siapa?"
"Kak Ken"
Aluna mengernyitkan dahinya
"Ken? Siapa? kok gue gak tau"
"Gue ketemu Kak Ken, tadi di kampus pas gue mau ngejar lo terus Sesil jatoh dan disitu ada Kak Ken yang nolongin Sesil juga, terus kita kenalan deh"
"Oh" Jawab Aluna singkat
"Ihhh lo itu gaasik tau gak"
"Udah kerja dulu sana"
Aluna dan Talia kembali mengerjakan pekerjaannya
Setelah pesanan Ken dan Ann selesai dibuat, Talia meminta pada teman kerjanya agar dia yang mengantar
"Eh mbak, biar aku aja yang anter"
"Serius kamu?"
"Iya mbak"
"Yaudah nih"
-Di meja Ken dan Ann-
"Eh cewek cantik lagi" Celetuk Ann, yang dijawab senyum manis oleh Talia. Dia masih fokus pada pujaan hatinya, Ken.
"Silahkan Kak" ucapnya sopan
"Makasih ya" Ujar Ken sambil tersenyum manis
"Sama sama kak, gue permisi dulu"
"Iya" "Eh tunggu!!" Ucap Ken dan Ann bersamaan
"Ann!!" Peringat Ken
"Sssttt"
"Ada apa kak?" Tanya Talia
"Lo kan udah kenal sama Ken, masa lo gak mau kenalan sama gue?" Tawar Ann
"Ah iya, gue Talia" Talia memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan yang disambut Ann dengan senang hati
"Anress, lo bisa panggil gue Ann. dan btw apa lo gak pernah tau gue sama temen gue ini , secara kita bertiga terkenal di kampus haha" Narsis Ann, sedangkan Ken? dia hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu
"Emm.. gue pernah lihat kalian kok kak, waktu kalian dikerubungin sama fans kalian. tapi gue gak tau nama kalian waktu itu, hehe. dan beruntung banget gue bisa kenalan sama pangeran kampus" Jelas Talia antusias membuat Ann dan Ken terkekeh
"Pangeran kampus?" tanya Ken
"Iyaa.. kalian bertiga kan pangeran kampus, oh iya kenapa cuma berdua? Kakak yang satu lagi mana?" Tanya Talia polos
"Temen kita yang satunya baru mau dateng kesini" Jawab Ann
Tidak lama mereka mendengar para karyawan menyapa bos mereka
"Selamat siang, Tuan Rey" ucap karyawan yang di depan pintu
"Nah.. itu dia" Ken menunjuk ke arah Rey
Sedangkan Talia? dia melongo. benar benar takjub dengan keindahan Allah yang satu ini. Dia memang pernah melihat mereka bertiga, tapi dia tidak pernah melihat mereka dari jarak yang sedekat ini
'Ternyata bener-bener trio prince' batin Talia
"Rey!!" Ken dan Ann teriak memanggil sahabatnya itu. Rey melirik sekilas dan melihat Talia, yang dia sudah tau kalau Talia adalah sahabat dari gadisnya.
Gadisnya? Rey terlalu percaya diri ya. Haha
"Ruangan gue" Ucap Rey , lalu berjalan pergi
"Eh cantik, kita masuk dulu ya" Pamit Ann
"Eh kak tunggu!!" ucapnya menghentikan langkah Ken dan Ann
"Emm Kakak itu tadi kenapa disapa gitu disni?" Tanya nya heran, kenapa semua karyawan tertunduk hormat pada Rey, tidak seperti pada pelanggan lain
"Lah? Lo gak tau siapa bos lo disini?" tanya Ann pada Talia dan dijawab gelengan yang membuat Ann dan Ken terkekeh
"Dia bos lo, Reynanda Putra Kusuma" jelas Ken
"Hah? Bos? Kusuma?" Talia lagi-lagi terkejut, dia sangat tau siapa keluarga Kusuma di negara ini.
"Yauda kita pergi dulu" Ucap Ken, dan keduanya meninggalkan Talia yang masih setia dalam raut muka terkejutnya itu
-Di ruangan Rey-
"Lama banget sih lo" omel Rey pada kedua sahabat nya
"Heh nyadar dong bego! siapa yang nunggu daritadi" Maki Ann tidak terima
"Diem lo!" Ucap Rey, lalu meraih gagang telfon untuk menghubungi karyawannya
"Bawakan saya minuman seperti biasa, minta karyawan baru yang bernama Aluna untuk mengantar ke ruangan saya" Tanpa menunggu balasan Rey menutup telfonnya. sedangkan, kedua sahabatnya tengah bingung
Aluna? Siapa?
"Apa gue sama Ken melewatkan sesuatu?" tanya Ann
Rey hanya menjawab dengan menaikkan sebelah alisnya
"Oh God, apa cewek itu yang bikin lo senyum senyum sendiri?" tanya nya lagi. Ken masih diam dan menyimak
"Menurut lo?" Rey balik bertanya
Kemudian Ann dan Ken saling pandang kemudian tersenyum
"Akhirnya, ada juga yang mendobrak pertahanan hati manusia batu" Ann berkata sambil melakukan sujud syukur
"Cih, lo terlalu berlebihan" cibir Rey
"Oke bro, katakan. gadis macam mana yang bisa mendobrak pertahanan lo itu?" kali ini Ken yang bertanya
"Nanti kalian juga tau"
Tok..Tok..Tok..
"Masuk!"
"Permisi Tuan, saya..." Ucapan Aluna terpotong saat melihat makhluk yang selalu membuatnya badmood
"Lo?"
"Hai" Rey menyapa cewek yang sedang mematung di hadapannya. Aluna memutar bola matanya malas
"Ngapain lo disini?" Aluna membentak
Ken dan Ann melotot tidak percaya, bagaimana bisa ada seorang wanita membentak sahabatnya yang duplikat dari pangeran es ini. Dan sekarang mereka berdua paham, kenapa cewek ini bisa menerobos masuk ke dalam hidup sahabatnya itu. karena, dia memang berbeda.
"Lo gak lihat? gue duduk dimana?"
Aluna baru tersadar kalau cowok menyebalkan ini sedang duduk di kuris bos
"Jadi Lo?"
"Yup, benar nona Aluna. Gue bos lo disini, dan lo tau? lo harus nurutin semua yang gue perintahkan tanpa ada bantahan. karena gue gak suka dibantah, paham?" ucap Rey sambil berjalan mendekati Aluna. Bukannya takut, Aluna semakin menajamkan mata hitamnya itu
"Gue gak sudi kerja sama lo, tunggu surat pengunduran diri gue secepatnya" ucap Aluna melangkah pergi, tetapi terhenti karena ucapan Rey
"Haha silahkan saja, mungkin lo lupa kalo lo udah tanda tangan kontrak. disana tertulis lo gak bisa berhenti tanpa persetujuan gue. kalo lo tetep berhenti lo harus bayar denda 100 juta ke gue, lo inget?" Rey memang sengaja menyuruh bawahannya merubah isi kontrak milik Aluna agar beda dengan yang lain. Karena dengan ini Aluna akan terikat dengannya
"Terserah. Gue bakal bayar" Keras kepala memang Aluna ini
Rey sedikit terkejut, tapi dia bisa menguasai suasana
"Gue gak nyangka, kalo lo gak profesional. mencampur urusan pribadi ke pekerjaan"
Aluna menghela nafasnya panjang
"Oke fine lo menang, permisi" Aluna meninggalkan ketiga pangeran itu sambil mengumpat
sedangkan Rey? tersenyum penuh kemenangan
TBC