Sungguh Erick tidak sengaja melakukannya, tapi apa mau dikata Vellin sudah hamil.
Mereka menikah tanpa landasan cinta, Erick sang superstar dan Vellin guru biologi. Apakah seiring berjalannya waktu semua akan berubah?
Bagaimana dengan murid Vellin yang bermasalah, apalah dia mampu menyelamatkannya?
Ini bukan hanya tentang kisah cinta yang menyebabkan baper semata, tapi juga sebab akibat nafsu yang tak terkendali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ka Umay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Erick sayang janin
Bapak Vellin adalah kepala sekolah, sementara ibunya pemilik kantin. Kakak Vellin satu-satunya, Mbak Silvy merupakan pagawai kelurahan. Mereka semua orang sibuk dan disiplin, maka dari itu setelah sarapan tidak ada orang di rumah, Eric juga sebentar lagi kembali ke Jakarta untuk persiapan lamaran.
"Hati-hati," ucap Vellin ketika mengantar Eric sampai di depan rumah.
Eric yang akan membuka pintu mobil pun kembali menghampiri Vellin.
"Jangan tertekan, jangan stres, kalau ada apa-apa langsung telpon saya. Mengerti?" tanya Eric terlihat khawatir meninggalkan Vellin sendirian.
"Aku bukan anak kecil, udah berangkat sana. Ntar kalo kesiangan malah macet."
Eric mendekat dan mencondongkan tubuhnya tepat di depan tubuh Vellin, tangan kekarnya mengusap perut yang masih rata itu.
"Appa berangkat dulu ya, nanti malam kita bertemu lagi. Jangan susahin oemma mu, oke?" Eric berbicara seolah-olah janin itu dapat mengerti ucapannya.
"Ini bukan di Korea, kenapa manggilnya Appa sama oemma? Lebih baik bapak sama ibu," protes Vellin.
"Sembilan tahun saya hidup di Korea jadi wajar kalau masih terbawa suasana di sana. Kita pikirkan panggilannya nanti, saya pergi dulu."
Eric meninggalkan pelataran rumah setelah melempar senyum untuk Vellin. Tanpa sadar gadis itu mengamati mobil Eric sampai tak terlihat lagi.
Ada rasa penasaran yang mendalam di hati gadis itu tentang sikap Eric yang jauh dari bayangannya, selama enam tahun menjadi fangirl, gadis itu tahu sifat sang idola. Eric Shi terkenal dingin dan cuek pada wanita selain fans, sampai para paparazi menyerah untuk mencari tahu siapa pacar Eric selama ini. Akan tetapi sikapnya pada Vellin dan janinnya begitu hangat, sampai Vellin merasa Eric memang benar-benar menyayangi janin yang tidak diharapkan kehadiarannya itu.
Sementara mobil Eric tidak langsung menuju Jakarta melainkan singgah ke rumah sakit jiwa, setelah menggunakan masker dan kacamata hitam, pria itu menemui seorang pasien wanita.
Ada nyeri di dadanya ketika melihat mata wanita itu menatap kosong ke depan, ia berjongkok dan memegang tangan pasien itu.
"Kakak, Eric datang," bisiknya.
Mata pasien itu tetap tak menghiraukan kedatangan Eric.
"Eric sebentar lagi punya anak, kenapa kakak tidak sembuh dan melihat Eric menikah? Ini sudah terlalu lama Kak, jangan buat Eric semakin merasa bersalah."
Walaupun terlihat tidak mendengarkan tapi air mata pasien wanita itu mengalir, jatuh tepat di tangan Eric yang menggenggam tangannya.
"Berbeda dari pria brengsek itu, Eric akan menjaga anak Eric dan ibunya. Cepatlah sembuh dan pulang ke rumah," ucap Eric sembari menghapus air mata pasien di depannya.
Acara lamaran berjalan lancar, Gibran sebagai kakak Eric yang mengetahui kehamilan Vellin meminta maaf berkali-kali atas kelakuan adiknya. Tentu saja saat itu badan Eric babak belur karena dipukuli sang kakak yang marah besar.
Pernikahan dilaksanakan seminggu kemudian dengan mengundang orang-orang terdekat. Bukan hanya fans yang terkejut dan patah hati tetapi juga Hasa, murid di kelas Vellin yang dua bulan lalu menyatakan cinta pada wali kelasnya itu.
Para fans sebagian mendukung pernikahan Eric dan Vellin, tapi sebagiannya lagi mencaci maki bahkan membully Vellin di media sosial. Terutama Fans yang berasal dari Korea, pasalnya mereka lebih mendukung Eric bersama Lee Ae rin. Lawan mainnya di drama yang sempat viral beberapa bulan lalu. Mereka terlalu patah hati sampai tidak bisa menerima pilihan sang idol dan membully pasangannya yang dianggap tidak layak.
semahal apapun ikan, tetep aja ujung²nya di penggorengan 🫕🫕🫕