Kisah antara Deven dengan keluarganya yang telah membuang dirinya membuat dirinya berada di tengah tengah keluarga George dan Xeyla yang dipenuhi dengan musuh musuh
Selain kisah Deven disini juga ada kisah Clarine dan kedua saudara kembarnya yang terpisah dengan kedua orang tuanya karena salah satu musuh terbesar kedua orang tua nya yang iri akan usaha kedua orang tua nya yang sangat maju
Banyak pengorbanan dan air mata yang harus di lalui oleh Clarine untuk menyingkirkan satu persatu musuh musuh nya untuk mencapai kebahagiaan nya
Sedangkan Deven harus berjuang untuk menyingkirkan amarah dan kecewa di dalam hatinya untuk memaafkan keluarga nya yang telah membuang dirinya
Bukan hanya hal itu saja Deven harus menghadapi saudara kembarnya yang membencinya karena kehadirannya membuat perhatian keluarganya teralih
Bagaimana kah perjuangan satu keluarga untuk menggapai kebahagiaan?
Pastinya akan membutuhkan banyak pengorbanan untuk hal itu
Apakah mereka bisa menghadapi hal ini sampai selesai?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Liburan
Keesokan harinya
"Pagi Deven.... " ucap Clarine dan Helin bersamaan
"Aunty Clarine dan Aunty Helin kapan dateng... " tanya Deven
"Kemarin tapi kau sudah tidur... " jelas Helin
"Mana hadiah buatku... " tanya Deven
"Oh ini masih pagi... ayolah kenapa kau sudah meminta hadiah.. " ucap Laura
"Tante diem aja deh.. " ketus Deven
"Oh ini tidak adil... kenapa semua dipanggil Aunty dan aku sendiri yang dipanggil tante apa apaan ini.. " gerutu Laura
"Deven lebih baik kita sarapan dulu nanti kita liburan... " ucap Violin
"Wahhh... kemana... " tanya Deven antusias
"Kemana aja terserah Deven " ucap Clarine
"Aku mau ke... " Deven tampak berpikir
"Dufan... itu akan sangat menyenangkan.. " ucap Laura
"Nooo... aku yang menentukan.. " ucap Deven
"Kau lama jadi aku jawab saja itu.. " ucap Laura
"Hushhh... gk usah berantem.. " ucap Ilham menengahi
"Bali... aku ingin kesana" ucap Deven
"Ok nanti kita semua akan kesana.. " ucap Clarine
"Bukankah kau punya resort disana " tanya Gerald
"Dimana pun dia punya bahkan disana ada sepuluh atau duapuluh resort kita tinggal memilih" seloroh Sean
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di lain tempat tepatnya di Jakarta Selatan
"Papa mau kemana... " tanya Rafi
"Kenapa tadi aku dengar papa mau pergi emang kemana.. " tanya Rafi lagi
"Ke Bali... dia ada pekerjaan disana Raf.. " jelas Adnian
"Aku ikutt... aku ingin kesana juga.. " ucap Rafi
"Bolehkan pa.. " tanya Rafi memohon
"Boleh juga sekalian liburan keluarga bagaimana.. " ucap Ara
"It's okey... ajak tante Rifani juga" ucap Ray
"Dia tadi pagi pagi ada pekerjaan mungkin sebentar lagi balik.. " ucap Anna
"Assalamualaikum... "
"Nah itu dia barusan di omongin.. " ucap Maura
"Eh ada apa ada yang ngomongin aku ya" ucap Rifani
"Waalaikumsalam..." jawab Mario
"Heh... terlambat... " lirih Rifani
"Nanti kita akan ke Bali.. liburan keluarga.. yeyy" ucap Rafi bersorak
"What... kenapa mendadak" tanya Rifani
"Ya memang dadakan..." ucap Rey
"Berarti aku harus siap siap.. " ucap Rifani sambil berjalan menuju ke kamarnya
Sejak kejadian Rafa saat bayi semuanya tinggal satu rumah termasuk tante Rifani
"Eh... aku diajak kan.. " tanya Rifani sambil berbalik
"Tidak... " ucap Anna ketus
"Lah.. kakak... kok aku ditinggal aku juga ingin pergi ke Bali.. " rengek Rifani
"Ishhh udah gede juga..." ucap Anna
"Diajak kok te.. tante siap siap aja..." ucap Ara
"Aku sudah selesai sarapan dan aku akan siap siap... " ucap Adnian dan Mario bersamaan
"Aku juga.. " ucap Anna dan Maura bersamaan
Kini tinggal Ara dan Rey yang berada di meja makan
"Kau kenapa kenapa tiba tiba murung " tanya Rey
"Rafa... aku teringat dia... " ucap Ara
"Lupakan masa lalu ra kita akan menjalani kehidupan seperti saat ini" ucap Ray sambil mengusap tangan istrinya
"Tapi dia anakku bagaimana bisa aku melupakannya... " ucap Ara
"Itu sudah masa lalu sepuluh tahun sudah terlewati sayang..." ucap Ray
"Ingin sekali aku bertemu dengannya sekali saja... ya walaupun entah aku bisa mengenalinya atau tidak... " lirih Ara
"Mereka anak kembar namun memiliki wajah yang berbeda saat besar nanti..." ucap Ray
"Apakah aku selamanya aku tak akan bisa bertemu dia... " ucap Ara sambil terisak
"Tenanglah.. " Ray menghampiri istrinya dan memeluk nya
Menenggelamkan wajahnya pada dada suaminya menghantarkan sedikit ketenangan namun tak mampu untuk menghentikan air matanya
Tak terasa bulir bening menetes dari pelupuk mata Ray
Ray ikut sedih namun tak bisa menunjukkannya karena itu akan membuat istrinya bertambah sedih
Kesedihan yang terpendam tak mampu ia tahan sendiri
Namun apalah dayanya....
Kehilangan salah satu anaknya sangatlah berat seperti melihat maut anaknya sendiri
Hanya karena kesalahan yang ia lakukan anak dan juga istrinya harus terkena imbasnya
Kini dia merutuki kebodohan nya sendiri
"Percayalah keindahan dan kebahagiaan suatu saat nanti membutuhkan pengorbanan yang besar mungkin saat ini kita sedang menjalankan itu" ucap Ray mencoba menyemangati istrinya
-
-
-
-
-
**Jangan lupa like komen ya
Mohon dukungannya 🙏**
Atau otak ku yg cetek ya
Tp semangat buat author dah nulis
sekedar komen ya Thor
Thor, Sd apaan ya ☝️☝️☝️
dan Ray....hendaknya menepi, kalau memang ingin mengambil hp itu