Zein Aditya Atmanegra seorang pemilik Perusahaan terbesar dan seorang Putera Mahkota dikeluarganya harus berhadapan dengan wanita yang sangat menyebalkan yang bernama Karren Puteri Pratama seorang Puteri dari keluarga yang sama kayanya dengan Zein.
Zein tidak menyadari kalau Karren adalah anak gendut yang selalu mengganggu dan mengikutinya dulu.
Bagaimana keseruan Zein dan Karren yang selalu tidak pernah akur ketika bertemu,akankah akhirnya mereka saling jatuh cinta?sementara keduanya saat ini sama-sama sedang menjalin hubungan dengan pasangan masing-masing.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sandiwara Cinta
👑
👑
👑
👑
👑
Karren pun segera meninggalkan Perusahaan Daniel dengan perasaan dan hati yang hancur,tega-teganya selama ini Daniel manfaatkan Karren demi kemajuan Perusahaannya.
Karren melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,air matanya terus saja mengalir dipipinya.
"Apa semua laki-laki hanya menginginkan hal seperti itu dari seorang perempuan?kenapa kita tidak bisa menjalin hubungan yang bersih tanpa dibumbui dengan semua itu," ucap Karren dengan emosinya.
"Dasar bajingan lo Daniel,selama satu tahun ini lo menjalin hubungan sama gue hanya pengen manfaatin gue doang,berarti selama ini lo ga pernah benar-benar cinta sama gue,dasar brengsek lo Daniel," teriak Karren dengan memukul-mukul stir mobilnya.
Sementara itu Zein kali ini pulang lebih awal karena merasa pikiran dan otaknya benar-benar tidak singkron hari ini.
"Mampir dulu ke mini market,beliin gue minuman dingin," seru Zein.
"Ok Bos."
Romi tidak banyak bertanya kali ini karena melihat raut wajah Zein yang lagi uringan-uringan seperti itu membuat Romi bergidik ngeri.
Sekali saja Romi membuat kesalahan,bisa-bisa dia di makan hidup-hidup sama Zein.Romi memarkirkan mobilnya di pinggir jalan karena dia pikir hanya sebentar cuma membeli minuman dingin saja.
Romi pun turun dari mobil dan segera masuk ke mini market,sementara Zein menunggu di dalam mobil dengan menyandarkan kepalanya sembari memijat keningnya yang terasa berdenyut.
Tiba-tiba,mobil Zein ada yang menabrak dari belakang sehingga membuat Zein terpental kedepan dan keningnya terbentur untung tidak terluka hanya benjol saja keningnya.
Romi yang sedang membayar di Kasir sangat terkejut dengan kejadian itu,dengan cepat Romi berlari keluar melihat keadaan Zein.
Mobil yang menabrak mobil Zein itu ternyata Karren,karena saking terlukanya Karren terus menangis sehingga dia tidak menyadari kalau didepannya ada mobil yang sedang terparkir.
Dengan emosi yang memuncak,Zein segera keluar dari mobilnya.Zein menggebrak kaca mobil Karren dengan kerasnya sehingga Karren sangat terkejut.
"Keluar lo," bentak Zein.
Karren tampak menelan salivanya,dia sangat takut melihat tatapan membunuh dari pria yang ada dihadapannya itu.Perlahan Karren turun dari mobilnya dengan menundukan kepalanya.
"Ma--maafkan sa-saya Tu--tuan," ucap Karren dengan terbata-bata.
"Lo ga punya mata ya,kalau lo ga bisa nyetir jangan bawa mobil lihat tuh mobil gue hancur dan kening gue benjol kaya gini gara-gara kelakuan lo yang ga becus bawa mobil," bentak Zein dengan amarahnya yang memuncak.
"I--iya sa-saya minta maaf," sahut Karren.
"Maaf lo bilang,gampang banget lo ngomong maaf emangnya lo pikir mobil gue ini murah apa?pokoknya gue ga mau tahu,mobil gue lo benerin sampai bagus seperti semula lagi,dasar cewek ga punya otak," bentak Zein.
Seketika emosi Karren mulai naik ke ubun-ubun mendengar Zein memakinya dengan sebutan cewek ga punya otak.
"Hei,Tuan yang terhormat dari tadi gue sudah berusaha ya minta maaf sama lo dengan baik-baik tapi omongan lo makin lama makin nyebelin,gue bakalan benerin mobil lo jadi lo ga usah khawatir bahkan gue bisa beli mobil lo ini dan gue ganti dengan mobil baru," Karren membalas dengan bentakan juga.
"Memangnya lo sanggup beli mobil gue?" tanya Zein dengan ketusnya.
"Sanggup,bahkan harga diri lo juga gue sanggup membelinya," Karren balik menantang Zein.
Zein benar-benar emosi,dia menghampiri Karren dan menatapnya dengan tatapan membunuh sementara Karren tak mau kalah dia juga tampak membusungkan dadanya dan membalas tatapan Zein.
Romi yang melihat kelakuan Zein dan Karren hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar,kemudian perlahan Romi menyusup ditengah-tengah antara Karren dan Zein.
"Maaf-----"
"Diam lo..." bentak Karren dan Zein bersamaan.
Romi yang mendapat bentakan dari keduanya langsung menutup telinganya.
"Astaga telinga gue pengeng gini,gue harus periksa ke Dr.THT besok takutnya gue budeg," ucap Romi.
"Rom,bawa mobil gue ke bengkel dan pastikan wanita ini ikut kita dan bertanggung jawab kalau perlu ambil KTP nya ditakutkan dia kabur lagi," seru Zein dengan ketusnya.
Dengan geramnya Karren mengambil dompetnya dan memberikan KTPnya kepada Zein.
"Tuh KTP gue,jangan takut gue ga bakalan kabur."
"Ok,jalan Rom."
Akhirnya Zein dan Karren pun masuk kedalam mobil mereka masing-masing,didalam mobil Zein terus saja menggerutu sementara Romi terlihat menahan tawanya karena melihat kening Zein yang sekarang mulai terlihat benjol.
Mobil Zein mengikuti mobil Karren dari belakang,tidak lama kemudian Karren pun memarkirkan mobilnya di bengkel langganannya.
Sepertinya pegawai bengkel itu sudah mengenal betul dengan Karren sehingga mereka langsung menghampiri mobil Karren.
"Waduh,kenapa nih Bos mobilnya hancur begini?" tanya salah satu pegawai bengkel.
"Gue barusan nabrak mobil orang,tuh mobilnya," tunjuk Karren.
Dua pegawai itu sampai membelalakan matanya saking kagetnya.
"Ya ampun Bos,kenapa sampai pada ancur begini mobilnya."
"Pokoknya kalian perbaiki mobil gue dan mobil orang itu,gue bayar berapapun itu," seru Karren.
"Tapi Bos,mobil yang onoh biayanya mahal," bisik salah satu dari mereka.
"Lo ngeremehin gue,cepetan perbaiki gue bayar berapapun itu," ucap Karren.
"Asiap Bos."
Semua pegawai bengkel itu langsung bekerja memperbaiki mobil Karren dan Zein,Zein tampak duduk di kursi sembari menunggu Romi yang mengambil mobil kerumahnya.
Sementara Karren tampak pergi menyebrang jalan,entah apa yang akan dia lakukan Zein hanya meliriknya sekilas.
Karren menuju Apotek yang kebetulan tidak jauh dari bengkel tersebut,Karren membelikan obat untuk memar dan benjol dikeningnya Zein.Tidak lama kemudian Karren pun kembali dan menyodorkan bungkusan obat itu kedepan wajah Zein yanh sedang mengotak-ngatik ponselnya itu.
"Apa ini?" tanya Zein ketus.
"Bom,buat meledakkan kepala lo," jawab Karren asal.
"Apa lo bilang?" ucap Zein marah.
"Lagian,lo ga lihat apa ini obat tadi gue beliin obat buat kening lo gue ga mau disebut tidak bertanggung jawab lagi," ketus Karren.
"Pakaikan obat itu."
"Apa?" Karren tampak kaget.
"Katanya lo mau tanggung jawab,kalau lo mau tanggung jawab jangan setengah-setengah," sahut Zein ketus dengan terus mengotak-ngatik Ponselnya.
Dengan kesalnya Karren membuka salep untuk kening Zein,tapi dia bingung mau mengoleskannya karena Zein menundukan kepalanya.
"Hai Tuan sombong,bagaimana mau ngobatin lukanya kalau lo terus saja menundukan kepala," ketus Karren.
Dengan cepat akhirnya Zein pun mendongakan kepalanya,wajah mereka tampak begitu dekat sampai-sampai hembisan nafas Zein terasa menyapu wajah Karren.
Sejenak mereka saling pandang,hingga akhirnya jantung Karren begitu terasa dag dig dug dan berdetak tak menentu.Zein mengerutkan keningnya dan dengan refleks Zein meniup wajah Karren sehingga Karren tersadar dari lamunannya.
"Ngapain malah bengong,buruan," sentak Zein.
"I--iya."
Karren pun mengoleskan salep ke kening Zein yang tampak benjol dengan tangan yang sedikit gemetar.
"Kenapa gue serasa kenal ya sama tatapan mata itu,tapi siapa?" batin Karren.
Karren pun selesai mengobati kening Zein,tidak lama kemudian Romi pun sampai dengan membawa mobil Zein.
"Zein mau pulang sekarang?" tanya Romi.
"Ya iyalah,emangnya lo pikir gue mau nginep disini," jawab Zein ketus dan langsung pergi masuk kedalam mobilnya.
"Astaga,salah ngomong lagi gue," seru Romi dengan mengacak-ngacak rambutnya.
"Mari Nona,saya duluan."
"Oh silahkan," jawab Karren.
Romi pun dengan cepat menyusul Zein kedalam mobilnya dan langsung melajukan mobilnya pulang kerumah Zein.
"Angkuh banget sih tuh orang," gumam Karren.
Karren pun memesan taxi online dan pulang menuju rumahnya.Sementara itu Milly dan Darren baru selesai makan dan mengantarkan Milly pulang.
"Terima kasih ya Mill sudah mau menemani aku makan," seru Darren.
"Iya sama-sama."
"Eh iya,ngomong-ngomong Orang tua kamu kerja apa Mill?" tanya Darren.
"Orang tuaku seorang Dokter."
"Wow hebat banget,dulu aku juga punya cita-cita ingin menjadi Dokter tapi setelah mengenalmu cita-citaku berubah."
"Lho kok bisa?" tanya Milly bingung.
"Iya,setelah mengenalmu cita-citaku jadi ingin membahagiakanmu," ucap Darren dengan senyuman khasnya.
"Astaga Darren,gombal mulu kerjaannya," sahut Milly dengan mendelikan matanya.
"Hehehe,habisnya kamu itu susah banget dideketin."
Tidak lama kemudian Darren pun sampai didepan rumah Milly.
"Makasih ya Darren."
"Sama-sama cantik,tapi aku ga diajak mampir nih?" celetuk Darren.
"Lain kali saja ya,soalnya aku belum pernah bawa laki-laki kerumah," jawab Milly.
"Oh gitu ya,ya sudah kalau begitu aku pulang dulu bye."
"Bye."
Darren tampak bahagia hari ini karena sudah bisa makan bareng dengan Milly,walaupun dia harus berbohong demi dekat dengan Milly.
Sesampainya dirumah,ternyata Darren dan Karren sampai bersamaan,bedanya Darren sedang bahagia sementara Karren tampak cemberut dan sedih.
"Lho kok pakai taxi online,mobil lo kemana Nyet?" tanya Darren.
Tapi Karren berjalan begitu saja melewati Darren tanpa menjawab pertanyaan Darren.
"Wah ada yang aneh sama nih anak," gumam Darren.
Darren pun berlari menyusul Karren sampai le kamarnya,Karren menjatuhkan tubuhnya dengan posisi tengkurap dan membenamkan wajahnya keatas bantal.
"Woi,lo kenapa?ditanya bukannya dijawab malah melengos gitu."
"Gue ga kenapa-napa,sana pergi keluar dari kamar gue," teriak Karren.
"Ok gue keluar."
Darren pun lebih memilih untuk keluar dari kamar Karren.Darren tahu kalau kembarannya itu sedang ada masalah tapi Karren tidak pernah mau cerita tentang masalah yang dialaminya.
Meskipun Darren dan Karren tidak pernah akur dan selalu bertengkar,tapi mereka berdua itu saling menyayangi apalagi Darren dia paling benci melihat Karren menangis.
Disisi lain,seperti biasa Zein menyuruh Romi untuk membawa mobilnya dan menjemputnya keesokan harinya.
"Sayang,mobil kamu kenapa?tadi kata Romi mobil kamu masuk bengkel?" tanya Mommy Kinan.
"Iya Mom,tadi dijalan ada wanita gila yang menabrak mobil Zein," sahut Zein.
"Wanita gila,maksudnya?"
"Iya Mom,wanita gila kalau wanita itu waras ngapain dia nabrak mobil Zein yang sedang terparkir dipinggir jalan," ketus Zein.
"Kok kamu ngomongnya jadi kasar gitu sih Sayang?jangan gitu ah,kali aja wanita itu lagi ada masalah makannya dia nabrak mobil kamu," sahut Mommy Kinan.
"Tahu ah Mom,Zein capek Zein mau mandi terus istirahat," seru Zein yang langsung berlalu menuju kamarnya.
"Dad,lihat kelakuan Puteramu dingin sekali," adu Mommy Kinan.
Daddy Zidan hanya mengangkat kedua bahunya,dia tidak tahu harus berbicar apa Puteranya memang seperti itu angkuh dan dingin.
Zein segera membuka bajunya dan masuk kekamar mandi,dia ingin sedikit berendam supaya otaknya sedikit fresh tidak mumet lagi.
"Ah..segarnya," gumam Zein dengan memejamkan matanya.
Tapi anehnya disaat Zein memejamkan mata,tiba-tiba bayangan Karren muncul di otaknya sehingga membuat Zein tersentak.
"Kenapa gue jadi ingat sama tuh cewek,tapi tatapan tuh cewek serasa gue kenal tapi siapa dan dimana?" gumam Zein.
Zein dengan cepat menepis bayangan Karren dan kembali mepanjutkan mandinya.Setelah puas berendam,Zein serasa segar setidaknya pikirannya kembali fresh.
Tiba-tiba Ponsel Zein berbunyi,dilihatnya nama kekasihnya Siska tertera dilayar Ponsel Zein.Awalnya Zein tidak mau mengangkatnya tapi lama kelamaan Zien berpikir kalau dia juga butuh penjelasan.
"Hallo."
"Hallo Sayang,aku kangen banget sama kamu malam ini kita ketemuan yuk aku tunggu kamu di Restoran xxx," ucap Siska dengan manjanya.
"Ok."
"Ya sudah kalau begitu aku tunggu kamu jam tujuh malam,ok Sayang miss you."
Siskapun langsung mengakhiri percakapannya.Zein pun segera siap-siap karena saat ini sudah menunjukan pukul 18.30.
"Dad,Zein pinjam mobil Daddy ya," seru Zein.
"Kamu mau kemana Zein?Mommy kamu sudah masakin makan malam," sahut Daddy Zidan.
"Zein mau bertemu dengan Siska Dad,nanti sekalian Zein makan malam diluar saja."
"Tuh kuncinya ada diatas meja,kamu hati-hati jangan pulang larut malam," ucap Daddy Zidan.
"Ok Dad,Mom Zein pergi dulu ya."
Zein pun segera pergi untuk menemui kekasihnya itu.
"Kenapa Mom,kok cemberut begitu?" tanya Daddy Zidan.
"Aku ga suka Zein berhubungan dengan Siska Dad,menurut perasaan Mommy Siska itu bukan wanita baik-baik deh,profesinya sebagai Model membuat pergaulannya itu bebas," sahut Mommy Kinan.
"Sayang,kok kamu jadi menilai orang sembarangan sih tidak semua kehidupan Model itu bebas,lagipula Putera kita itu sangat mencintai Siska Mom,apa kamu tega memisahkan mereka berdua?" seru Daddy Zidan.
"Tidak juga sih,bagaimana pun juga kebahagian Putera kita tetap nomor satu tapi tidak tahu kenapa aku serasa ga sreg saja sama Siska," ucap Mommy Kinan.
"Ya sudahlah,semuanya kita serahkan saja kepada yang Maha Kuasa kalau memang Siska itu yang terbaik untuk Zein mudah-mudahan tidak ada hal yang menghalangi mereka tapi kalau Siska bukan yang terbaik untuk Zein semoga saja Siska dijauhkan dari kehidupan Zein," sahut Daddy Zidan.
"Amin."
Mommy Kinan memang tidak pernah suka kepada Siska,karena Siska menurut Mommy Kinan penuh dengan kepalsuan.
👑
👑
👑
👑
👑
Hai-hai ketemu lagi dengan Author yang kece badai,,jangan lupa selalu berikan dukungannya dan biasakan sehabis membaca selalu tinggalkan jejak🙏🙏😘😘
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU💜💜💜
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
aku mau baca berurutan sesuai yg disarankan. supaya ga bingung baca novel berikutnya.