Kembali dari perantauan dan berhasil meraih impiannya menjadi Dokter. Aldo begitu bahagia, dia akan segera melamar kekasih hatinya.
Namun bukan kebahagiaan yang ia dapat, justru sang kekasih telah menjadi istri kakak kandungnya.
Rasa tidak terima membuatnya berniat merebut kembali kekasihnya, namun siapa sangka ia justru bertemu masa lalu ketika berada diperantauan. Apa yang sebenarnya Takdir mainkan pada mereka?
Bagaimana kelanjutan kisah Mereka?
Ini karya pertamaku, mohon maaf apabila banyak kesalahan dan membosankan.
Cover : By Instagram
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AfkaRista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Tak Terduga
Hari ini Aira dan Fela tengah bersiap untuk menghadiri pernikahan teman SMA mereka. Seperti biasa dia akan pergi dengan Fela karena suami Fela sedang dinas. Setelah menempuh perjalanan 25 menit, dia sampai dirumah Fela.
"Beb, udah nunggu dari tadi ya, maaf tadi ketiduran, hehhehe, ucap Aira sambil nyengir".
" Udah lumayan Ai, betis aku pegel banget tau, jawab Fela manyun".
Aira hanya tersenyum, lalu mereka berangkat ke tempat acara pernikahan. Sampai di Hotel xx, sudah banyak mobil mobil berjajaran.
"Kok rame amat ya Fel?, tanya Aira sedikit heran
"Kamu ini gimana sih, ya jelas rame lah suami Ririn kan polisi, Ririn juga suster dirumah sakit Medika, jawab Fela.
"hah, kok aku g tahu?, jawab Aira sambil cengengesan".
"Au ah yuk masuk aja, jawab Fela".
Mereka berdua masuk ke dalam gedung, didalam sudah banyak tamu tamu lain. Fela mengajaknya untuk makan dulu sebelum menyalami kedua mempelai. Namun tiba tiba saat akan berjalan menuju meja makan, seorang pelayan tak sengaja menyenggol Aira. saat hendak terjatuh, Aira merasa ada yang memegangi bahunya, dan saat menoleh ternyata...
"Kak Al, ucap Aira terkejut".
Aldi hanya tersenyum, sambil membentulkan posisinya.
"Apa kabar Ai?, tanya Aldi
"a..a..ku baik kak, jawab Aira gugup. ia tidak menyangka akan bertemu Aldi disini.
"Ai kamu ga apa apa, tanya Fela khawatir".
"G apa apa Fel, jawab Aira"
" emh, makasih kak Al, ucap Aira".
Sebelum menjawab Aira, tiba tiba Nina muncul
"Al, ada apa?, tanya Nina pada Aldi".
"G ada apa apa, jawab Aldi dengan senyuman".
"Oh, dokter Nina, sapa Fela".
"Hai,Fela, kamu disini juga? tanya Nina".
"Iya dok, kebetulan Ririn teman kami, jawab Fela".
"Oh, baiklah kami kesana dulu ya, ayo Al, ajak Nina pada Aldi. Nina menggandeng lengan Aldi. Mereka berlalu meninggalkan Fela Dan Aira. Sementara Aira hanya diam memandang kepergian Aldi dan Nina.
"Kenapa Ai, tanya Fela.
" G apa apa Fel, ayo. ajak Aira".
Mereka pun mengambil makanan lalu duduk di meja yang sudah disediakan. Disisi lain tak jauh dari sana, Aldi tengah memerhatikan Aira, sudah 2 bulan dia tak berjumpa dengan Aira, niat awal ingin melupakan Aira namun rasa cinta pada gadis itu justru semakin besar. Dan Aira terlihat lebih cantik dari sebelumnya. Tanpa sadar bibir Aldi tersungging ke atas. Sementara Nina yang berada disamping Aldi sempat keheranan. Lalu mengikuti arah pandang Aldi, Dia melihat ada Fela dan Aira.
"Al, kamu liatin siapa sih? serius banget, tanya Nina".
"Bukan siapa siapa Nin, jawab Aldi".
Nina terdiam, Ia masih heran kenapa aldi memandangi dua gadis itu, kalau Fela tidak mungkin karena wanita itu adalah salah satu pasiennya dan tengah hamil. Atau mungkin gadis yang bersama Fela, Ya nina tau kalau gadis yang bersama Fela adalah Aira karena minggu lalu dia yang mengantar Fela kontrol kandungan. Berbagai pikiran muncul dalam kepala Nina, apa mungkin Aldi mengenal Aira, bathin Nina.
"Fel, sudah jam 9 malam, ayo kita pulang lagipula kita juga sudah menyalami mempelai, ajak Aira pada Fela.
"Iya ayo Ai, jawab Fela.
Mereka berjalan menuju parkiran dan lagi lagi Aira melihat Aldi, laki laki itu tengah membukakan pintu mobil untuk Dokter Nina. Entah kenapa dadanya terasa nyeri melihat hal itu. Namun ia tak mau memikirkannya dan lebih memilih untuk pulang.
Aldi dan Nina sudah sampai didepan rumah Nina.
"Makasih ya Al, sudah nganterin aku pulang, ucap Nina.
"hm, sahut Aldi".
"Kamu ga mau mampir dulu, ajak Nina".
"Sudah malam Nin, besok juga aku shif pagi, jawab Aldi.
"Ya sudah kalau gitu hati hati di jalan.
Aldipun melajukan mobilnya menuju rumah. Selama perjalanan senyum selalu menghiasi bibirnya, entah kenapa dia merasa senang sekali karena bertemu Aira, dan tak sengaja menolong gadis itu. Ia juga teringat ketika menahan bahu Aira agar tidak jatuh, wangi tubuh Aira selalu terngiang dalam otaknya. Tanpa terasa sampai masuk dalam rumahpun ia masih tersenyum.
"Pa, lihat si kakak kok senyum senyum begitu, apa dia udah ga waras, tanya Anita pada suaminya.
"Hus, mama ini anak sendiri kok dibilang ga waras, jawab Hendra.
"Lihat aja tuh, tunjuk Anita pada Aldi".
ehem.......
Deheman Hendra membuyarkan senyum Aldi.
"Eh, papa mama belum tidur?, tanya Aldi".
"Belum kak, jawab Hendra".
Sedangkan Anita sudah dalam mode menyelidik menatap Aldi. Aldi yang sudah tahu tatapan mamanya itu langsung membuka suara
"Apa sih ma?, tanya Aldi".
"Kenapa senyum senyum, tanya mamanya".
"Senyum itu ibadah ma, jawab Aldi asal".
"Ais, mama tahu kakak lagi seneng kan? tanya Anita".
"Mama mesti kepo deh,, jawab Aldi sembari meninggalkan kedua orang tuanya.
"Pa, apa mungkin Aldi sudah menyukai Nina?, kan tadi mereka berangkat bersama, tanya Anita.
"Papa ga tau mau, itu urusan anak muda, kita hanya bisa mendukung, jawab Hendra.
Mereka berdua akhirnya menuju kamar untuk istirahat.