Kesialan dapat menimbulkan keajaiban??
Benarkah itu??
Kisah seorang gadis berusia 18 thn bernama Gaby Debbara Fernando, gadis yang diusir oleh ayahnya karena kesalahan yang entah apa itu. Kecelakaan yang membuatnya harus masuk rumah sakit, justru malah menimbulkan keajaiban dalam kehidupannya. Bagaimana tidak??
Kecelakaan yang dialaminya mungkin merupakan kecelakaan yang paling beruntung, sebab ia dapat bertemu dengan Ardiaz Sunjaya.
Ya...Pengusaha muda yang sukses bernama Ardiaz Sunjaya, siapa yang tidak mengenalnya. Ardiaz pria tertampan sedunia ini jatuh cinta pada seorang gadis biasa??
Begitu banyak gadis cantik dari kalangan atas, namun ia hanya jatuh cinta pada Gaby.
Penasaran dengan perjuangannya??
Langsung baca aja yak...
Jangan lupa like, vote, rate ya...
Kalo ada saran dan masukan silahkan ajukan di kolom komentar...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Sugairti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 9
BRAAKKK
Shany memukul meja dengan keras sampai membuat seisi kelas terkejut. Qilla mengusap dada sambil membuang nafas dengan lega. Ia kemudian mengusap bahu Shany berusaha menenangkannya, namun hal itu justru malah membuat Shany tambah marah. Qilla menurunkan kembali tangannya dan tak mau berdebat dengan Shany.
"Kurang ajar!!" Bentak Shany.
"Dia pikir dia siapa, berani sekali mengancamku. Toh dia hanya seorang gadis tak berguna!!" Lanjutnya sambil bertolak pinggang.
"Oh ayolah, Shany. Jangan membuatnya sampai marah, bisa-bisa kau kena masalah dengan tuan Ardiaz," ucap Qilla sembari mengangkat bahunya.
"Heh, apa kau pikir aku akan senang melihat dia merendahkanku?" Bentak Shany.
"Aku hanya memperingatkanmu," jawab Qilla dengan santai.
Shany berdecak kesal, ia keluar dari kelas dengan perasaan kesal. Saat sampai dihalaman sekolah, Shany melihat Gaby bersama seorang pria sedang duduk berdua.
"Ini saatnya aku membalas dendam," ucap Shany.
"Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Qilla.
"Tentu saja membuat tuan Ardiaz marah dengan tingkah Gaby. Bukannya Gaby gadis tuan Ardiaz?" Jawab Qilla.
"Aku akan membuat tuan Ardiaz cemburu lalu mengusir Gaby," lanjutnya dengan mimik wajah jahatnya.
Shany memotret keduanya kemudian ia sebar lewat akun media sosialnya.
Sementara itu...
Rapat telah usai 15 menit yang lalu, kini Ardiaz sedang mencatat dokumen. Kangjian datang ke ruangannya dengan tergesa-gesa sambil membawa ponselnya.
"Tuan ... tuan?" Panggil Kangjian.
"Ada apa?" Jawab Ardiaz singkat.
"Lihatlah ini!" Kangjian menunjukan ponselnya, disana terdapat sebuah foto Gaby yang sedang bersama pria lain.
Ardiaz merebut ponsel itu kemudian melihatnya dengan seksama.
"Pria ini tampan juga, dia juga keren. Tak sepertiku yang hanya biasa-biasa saja," ucapnya dalam hati.
"Ah mana mungkin, aku jauh lebih tampan dan keren," lanjutnya.
Ardiaz memberikan kembali ponsel Kangjian, kemudian ia duduk dan berpikir.
Tak lama kemudian...
"Ah ya, Gaby pulang jam berapa?" Tanyanya pada Kangjian.
"Nona pulang sekitar jam 4 sore, tuan" jawab Kangjian.
"Oh baiklah, aku akan keluar menjemputnya. Kau tolong urus pekerjaanku," perintah Ardiaz.
"Baik tuan," jawab Kangjian sembari membungkuk.
Pukul 4 sore kemudian.
BRRAAAKKK...
Shany memukul pintu dan menghalangi jalan Gaby. Sontak hal tersebut membuat Gaby terkejut.
"Hey bocah aneh, apa yang kau lakukan disana!?" Bentak Gaby.
"Terserah aku dong, aku mau dimana saja juga bukan urusanmu," jawab santai Shany.
"Cih, minggir kau menghalangi jalan kami!!" Ucap Gaby sembari menunjuk ke teman-temannya yang ingin lewat.
"Oh?, yang lain boleh pergi, tapi kau tak boleh lewat!!" Jawab Shany.
"Seenaknya kau memerintahku!!" Sahut Gaby tak terima.
Lantas Gaby mendorong tubuh Shany hingga jalan yang tadi terhalang dapat terbuka.
"Dengar ya, kau jangan berani berantem denganku sebelum kau benar-benar kuat!!" Ancam Gaby sebelum beranjak pergi.
"Aaargghh ... awas saja kau, sebentar lagi kau akan keluar dari rumahmu. Atau bahkan mati ditangan tuan muda Ardiaz," ucap Shany kesal, selepas itu ia tertawa membayangkan Gaby menderita karena diusir Ardiaz.
Gaby sampai dihalaman sekolah, ia menengok kekanan dan kekiri. Ia mencari Rony yang biasanya menjemputnya bila sudah pukul 4 sore. Namun hari ini ia tak kunjung datang. Sampai akhirnya sebuah mobil mewah berhenti didepan Gaby.
Gaby heran dengan mobil tersebut. Tak lama pemilik mobil tersebut keluar dan mengejutkan banyak orang, Gaby menganga tak percaya dengan apa yang ia lihat. Sesosok yang tak asing baginya namun hari ini berubah drastis.
Itu benar, Ardiaz Sunjaya merubah penampilannya menjadi sosok anak muda yang kekinian. Sosok Ardiaz yang terkenal dengan pakaian jas mahal kini berubah dengan celana jeans dan setelan pakaian anak muda kekinian. Model rambut yang ia ubah layaknya anak muda kekinian, tak seperti biasanya.
Ardiaz membuka kaca mata yang ia pakai. Sementara Gaby dan yang lain menelan ludah mereka karena tak percaya. Sontak siswa-siswi yang ada di kampus Gaby bersorak ria, bagaimana tidak hal tersebut sangat jarang dilakukan Ardiaz.
"Tu ... Tuan?" Ucap Gaby gugup.
"Hmm?" Ardiaz menjawab dengan berdehem.
"Ayo pulang," lanjutnya.
Gaby hanya mengangguk menyetujui permintaan Ardiaz, ia masih terkejut dengan penampilan Ardiaz yang berubah. Bahkan semua siswa-siswi dikampus Gaby pun terkejut melihatnya.
Ditengah perjalanan...
Suasana dalam mobil Ardiaz begitu hening, Ardiaz ingin berbicara namun agak gugup dan takut. Yah merubah penampilannya baru ia lakukan hanya saat bersama Gaby. Bahkan ia sampai rela memakai celana jeans. Ardiaz tak terbiasa dengan celana jeans.
"Ah, bagaimana penampilanku?" Tanya Ardiaz memecah keheningan.
"Hemm ... tuan sangat tampan dan keren seperti biasanya," jawab Gaby dengan senyum manis.
"Benarkah?" Lanjut Ardiaz.
"Ya, tapi kenapa tuan merubah penampilan tuan?" Pertanyaan dari Gaby adalah petir yang menyambar hati Ardiaz.
Mana mungkin ia jujur bahwa ia merubah penampilannya demi Gaby? Toh seorang CEO yang dingin tersebut mana mungkin menyatakan hal yang sebenarnya pada seorang gadis kecil.
"Ah, hmm ... itu ... bagaimana kalau kita jalan-jalan saja dulu," ucap Ardiaz mengalihkan pembicaraan.
"Hihihi...," Gaby tertawa kecil.
"Baiklah, tapi apakah tuan merasa nyaman dengan celana jeans itu?" Gaby menunjuk celana yang dipakai Ardiaz.
"Sebenarnya agak kaku," jawab jujur Ardiaz.
Memang benar, sejak awal ia memakainya memang terasa kaku. Namun ia lakukan hanya untuk membuat Gaby kagum.
"Huh," Gaby membuang nafas sebelum berbicara. Ia menatap keluar jendela.
"Jika tuan merubah penampilan hanya demi membuat saya kagum," ucap Gaby menggantung.
Gaby kembali menatap Ardiaz.
"Tuan tak perlu melakukannya," lanjutnya sambil tersenyum kecil.
"Saya lebih menyukai jika tuan memakai setelan jas yang rapi, dari pada tuan harus tersiksa dengan celana jeans itu," ucapan Gaby kembali mengejutkan Ardiaz.
"Hmm ... gadis ini sangat jujur," batin Ardiaz.
"Yah, jadi kau tidak suka jika saya memakai pakaian ini?" Tanya Ardiaz.
"Bukan begitu tuan," Gaby mengibas-ngibaskan kedua tangannya.
"Maksud saya adalah..." belum selesai Gaby bicara Ardiaz tiba-tiba memberhentikan mobilnya hingga membuat Gaby terkejut.
Sontak hal itu membuat Gaby takut.
"Apa aku salah bicara?" Ucapnya dalam hati.
"Aduh, bagaimana ini. Aku takut jika tuan Ardiaz marah," lanjutnya.
Ardiaz menatap Gaby dengan tatapan yang tak dapat diartikan.
"Lalu? Apa yang harus saya lakukan agar kau menyukaiku?" Tanya Ardiaz pelan.
"Eh?" Ucap Gaby bingung.
"Ma ... maksud tuan?" Lanjutnya.
"Hmm ... tidak ada!" Jawab Ardiaz.
Tak lama setelah itu Ardiaz melajukan mobilnya kembali.
"Aduh, kenapa harus keceplosan sih?" Pikir Ardiaz dengan mimik malu.
Gaby keheranan dengan tingkah Ardiaz, kemudian ia mengalihkan pandangan kearah jendela. Tiba-tiba Gaby meminta berhenti disebuah tempat.
"Kenapa?" Tanya Ardiaz dingin.
"Ah, kita masuk saja dulu," jawab Gaby.
Ardiaz keluar dari mobilnya dengan hati yang masih penasaran. Setelah Gaby keluar dengan reflex ia menggandeng lengan Ardiaz dan menariknya masuk kedalam.
"Ayo tuan," ucapnya sembari menarik Ardiaz.
Ardiaz tersenyum kecil, hatinya sangat berbunga-bunga melihat gadis yang diinginkannya tiba-tiba menggandeng lengannya.
Note: Ah, maaf semuanya. Akhir-akhir ini saya tidak pernah menuliskan kata "Bersambung" diakhir kalimat. Dan jika kalian bertanya kemana Arum, kalian akan menemukannya di eps selanjutnya.
Terima kasih sudah membaca Gadis Kecil Kesayangan CEO sampai eps 9 ini, semoga kalian gak pernah bosan yaa!