NovelToon NovelToon
HIDUPKU

HIDUPKU

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Persahabatan / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:688.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: ina corlet

Novel ini adalah karya pertama yang saya yakini bikin kepala pusing disebabkan typo, alur membagongkan, hal hal diluar nurul, dan cerita klise yang freak. saya sangat ingin merevisi karya ini tetapi rasa malas ini menguasai tubuh tanpa ampun. jadi maafkan cerita yang memusingkan ini rakyat ku!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ina corlet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saran

"Untuk apa kau mencariku?"

Kiara menatap tajam, berusaha terdengar tegar.

"Dapatkah saya masuk, Nyonya? Ada hal penting yang harus saya sampaikan," kata Hans, tetap sopan.

"Kalau tidak penting, pergilah. Aku sedang tidak ingin diganggu."

"Saya Hans, sekretaris pribadi Tuan Ilyas Gunawan. Silakan panggil saya sesuka Anda."

Kiara diam. Ia menelan amarahnya pelan-pelan, lalu memberi isyarat agar Hans masuk.

"Jadi, Yas yang menyuruhmu?" tanyanya datar.

"Benar, Nyonya. Beliau berharap Anda menerima uang yang diberikan kemarin."

"Hanya karena uang itu?" Kiara menyeringai sinis.

"Sebaiknya Anda menerimanya, Nyonya. Agar saya tidak perlu kembali."

"Walau Kak Tomi yang meminta, aku tidak tertarik. Apalagi kalau kau yang membawa. Uang itu ingin sekali kubakar di depanmu."

"Jangan keras kepala, Nyonya. Menerima ini akan menghindarkan Anda dari masalah."

"Masalah? Justru dia yang membuatku begini, lalu sekarang merasa bersalah?"

"Tuan Yas hanya tidak ingin ada yang dirugikan atas kejadian malam itu."

Kiara tertawa hambar. "Lucu sekali. Sekarang dia peduli?"

"Nyonya… Tuan Yas benar-benar ingin semuanya selesai dengan baik. Setidaknya terimalah uang ini agar beliau tenang."

"Oh, jadi akhir-akhir ini dia gelisah? Bagus. Biar dia merasakannya."

Hans tertegun sesaat sebelum bertanya, "Apakah Anda… menginginkan Tuan Yas menikahi Anda?"

"Tidak. Walau harus membesarkan anak ini sendiri, aku tidak akan meminta belas kasihnya. Jangan paksa aku menerima uang itu."

"Baik… tapi saya mengingatkan, Nyonya. Tuan Yas bisa bertindak apa saja."

"Hei, aku bahkan belum tahu apakah aku benar-benar hamil. Ini baru sepuluh hari. Tapi jika anak ini benar-benar hidup… apa Yas akan mengakuinya? Atau justru media yang akan berbicara? Banyak saksi malam itu. Termasuk wanita itu. Kau tahu apa yang akan terjadi kalau semuanya memihakku?"

Nada Kiara berubah tajam, seperti sengaja melempar peringatan.

"Saya rasa cukup untuk hari ini," ujar Hans akhirnya. "Hati-hati dengan ucapan Anda. Saya hanya ingin Anda tetap hidup tenang."

Kiara tidak menjawab, hanya memalingkan wajah acuh.

Hans pergi tanpa pamit, pikirannya berkecamuk.

Apa sebenarnya yang gadis itu inginkan? Uang sebesar itu pun ditolak… bahkan pernikahan pun tidak. Apa ia benar-benar akan membuka suara ke media?

Setiba di kantor, Hans melapor pada Yas, termasuk rekaman suara Kiara.

"Berani sekali dia," gumam Yas. "Dia mengancamku."

"Apakah Tuan ingin memberi peringatan?" tanya Hans hati-hati.

"Peringatan seperti apa?"

"Agar dia berhenti menolak dan mengancam. Agar dia tidak berani bicara tentang Anda."

Yas melirik tajam. "Apa rencanamu?"

"Buat perjanjian. Atau… menikahilah dengannya."

Yas tertawa sinis. "Wanita mana yang menolak aku? Tapi dia berbeda. Dan aku sedang tak ingin dekat dengan perempuan mana pun."

Hans sempat salah paham dan panik. "M-maaf, Tuan, saya tidak bermaksud—"

"Sudah! Jangan berpikir aneh-aneh tentangku. Kau tahu apa yang terjadi malam itu. Itu bukan sepenuhnya salahku."

Hans menunduk. "Baik, Tuan. Saya lanjutkan.

Menikahlah secara resmi. Buat perjanjian rahasia—hanya kalian yang tahu. Jika tiga bulan lagi dia tidak benar-benar hamil, dia harus tampil di depan publik dan mengaku bahwa dialah yang menjebak Anda. Para saksi… bisa kita bungkam."

"Dan jika dia memang hamil?" tanya Yas sinis.

"Tidak perlu bicara kepada media. Cukup tes DNA. Jika benar anak Anda, setelah menikah Anda bisa menceraikannya dan memberi aset atau saham. Media akan menganggap semuanya pernikahan normal."

Senyum puas muncul di wajah Yas.

"Bagus, Hans. Jika aku menikahinya, semua orang akan meremehkannya. Dan aku… bisa mempermainkannya sesukaku. Dia akan menyesal pernah mencoba mengancamku."

Bagi Yas, rencana itu terasa seperti kemenangan.

"Hans, lakukan semuanya sesuai rencana. Buat dia mau menikah denganku. Biar permainan ini semakin menarik."

"Baik, Tuan."

Entah apa yang akan terjadi pada Kiara nantinya. Gadis itu sendirian—bebannya terlalu besar untuk ditanggung, tetapi ia tidak punya pilihan selain bertahan.

Bersambung…

1
Aulia Hayalan
satu kata untukmu Tiara" bodoh"
Yusria Mumba
bagus kiara pergi yng jauh, daripada, dsiksa,
Yusria Mumba
ceritanya sedih banget,
Yusria Mumba
puny suami tapi hidup kagura sensarah
Yusria Mumba
kasiang kiara tertekan terus,
Yusria Mumba
semangat kiara,
Yusria Mumba
kasiang kita, ny
Yusria Mumba
yang sabar kiara,
Yusria Mumba
kasiang kiana,
Yusria Mumba
kasiang,
Masri Masri
paling yas termakan oleh kebucinanya sendiri
samara
Luar biasa
Jeankoeh Tuuk
apakah itu Kiara
apa Kiara hilang ingatan
Jeankoeh Tuuk
penasaran....
apa
kelakuan deff
Jeankoeh Tuuk
cinta Yas mulai tumbuh
Jeankoeh Tuuk
Yas mulai sadar ....
Jeankoeh Tuuk
luluhnya suatu kebencian
Jeankoeh Tuuk
begitu cemburunya yas
Jeankoeh Tuuk
ada kemajuan
Jeankoeh Tuuk
hati Yas tersentuh melihat kesedihan Kiara istrinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!