NovelToon NovelToon
Yang Hilang Bukan Kamu, Tapi Aku

Yang Hilang Bukan Kamu, Tapi Aku

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: nita.mamitha

Aku pikir bertahan adalah bentuk paling tulus dari cinta.
Sampai aku sadar…
aku tidak sedang memperjuangkan hubungan,
aku hanya sedang menahan luka yang terus berulang.
Ini bukan cerita tentang kehilangan seseorang.
Ini cerita tentang
bagaimana aku perlahan kehilangan diriku sendiri
di hubungan yang tidak pernah benar-benar memilihku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nita.mamitha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dilihat, Tapi Tidak Diakui

Aku mulai menyadari satu hal yang tidak pernah aku pikirkan sebelumnya

kadang, kebenaran tidak datang dari apa yang kamu lihat sendiri…

tapi dari apa yang orang lain lihat,

ketika kamu masih mencoba menutup mata.

“Kemarin kamu dianter dia lagi?”

Pertanyaan itu mulai sering aku dengar.

Dari teman-temanku.

Awalnya, aku menjawab dengan santai.

“Iya,”

atau

“Kadang.”

Tapi semakin sering mereka bertanya,

semakin aku merasa… ada sesuatu yang tidak beres.

“Kamu yakin?” tanya salah satu dari mereka suatu hari.

Aku mengernyit.

“Maksudnya?”

Dia saling pandang dengan teman yang lain,

seolah ragu untuk melanjutkan.

“Aku sering lihat dia…”

Dia berhenti sejenak.

“…sama cewek itu.”

Aku diam.

“Di depan kantor,” lanjutnya pelan.

“Kadang pas kantor udah tutup.”

Dadaku terasa sedikit sesak.

Tapi aku tetap mencoba terlihat biasa saja.

“Oh… mungkin temannya,” jawabku cepat.

Mereka tidak langsung membalas.

Hanya saling melihat,

lalu kembali menatapku dengan cara yang berbeda.

“Kamu hati-hati ya,” kata salah satu dari mereka.

Aku hanya mengangguk kecil.

Tapi di dalam hati,

pikiranku mulai tidak tenang.

Hari itu, aku kembali menunggu di depan kantor.

Tempat yang dulu terasa penuh karena ada dia,

sekarang justru terasa semakin sepi.

Aku duduk cukup lama.

Menatap jalan yang sama.

Menunggu seseorang yang dulu selalu datang tanpa diminta.

Tapi kali ini…

aku tidak tahu apakah dia benar-benar akan datang.

Ponselku tetap diam.

Tidak ada pesan.

Tidak ada kabar.

Sampai akhirnya, aku melihat sesuatu dari kejauhan.

Sosok yang sangat aku kenal.

Raka.

Tapi dia tidak sendiri.

Dia bersama perempuan itu lagi.

Mereka berhenti di depan kantor yang sudah tertutup.

Tempat yang sama…

tempat aku sering menunggunya.

Aku berdiri tanpa sadar.

Tidak tahu harus apa.

Mendekat?

Pergi?

Tapi kakiku seperti tidak mau bergerak.

Aku hanya bisa melihat.

Melihat mereka berbicara santai.

Melihat dia tersenyum…

dengan cara yang dulu hanya aku kenal untukku.

Waktu terasa berjalan lebih lambat.

Setiap detik terasa panjang.

Dan di saat itu,

aku akhirnya mengerti apa yang teman-temanku maksud.

Ini bukan sekadar “teman”.

Ini sesuatu yang lebih…

atau setidaknya,

sesuatu yang tidak lagi sama seperti yang aku pikirkan.

Aku tidak mendekat.

Aku memilih mundur pelan.

Pergi tanpa suara.

Karena aku tahu…

kalau aku mendekat saat itu,

aku mungkin tidak akan siap dengan apa yang akan aku lihat lebih jelas.

Malamnya, seperti biasa, dia menghubungiku.

“Kamu dimana?”

Aku menatap pesan itu lama sekali.

Ironis.

Karena beberapa jam sebelumnya,

aku tahu persis… dia ada di mana.

“Di rumah,” jawabku singkat.

“Tadi aku ke tempat saudara,” tulisnya lagi.

Aku hampir tertawa…

tapi tidak ada yang lucu.

Hanya ada rasa sakit yang perlahan mulai terasa nyata.

Aku bisa saja membongkarnya.

Bisa saja mengatakan bahwa aku melihat semuanya.

Tapi aku tidak melakukannya.

Aku hanya membaca pesannya…

dan membiarkan kebohongan itu tetap berdiri di antara kami.

Karena mungkin,

bagian paling sulit bukanlah mengetahui kebenaran…

tapi menerima bahwa seseorang yang kamu percaya,

memilih untuk tidak jujur kepadamu.

Dan lebih menyakitkan lagi

aku tetap di sana,

tetap menjawab,

tetap bertahan…

seolah semuanya masih baik-baik saja.

Padahal jauh di dalam hati,

aku sudah mulai kehilangan sesuatu

yang bahkan tidak pernah benar-benar aku miliki.

1
Hariyanti
kisah yg TDK biasa menurutku🤔 berat dan butuh renungan. mungkin ini ttg perjalanan orang yang introvert dlm berinteraksi dan menjalin hubungan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!