NovelToon NovelToon
EDITOR GANTENG DARI ALAM BAKA

EDITOR GANTENG DARI ALAM BAKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Enemy to Lovers / Cinta Beda Dunia
Popularitas:145
Nilai: 5
Nama Author: Na-Hyun

Dori terpaksa hidup bersama arwah sastrawan bernama Matcha yang terperangkap di dalam laptop bekas miliknya.

Awalnya mereka sering berselisih paham karena gaya penulisan Dori dianggap buruk, namun ikatan batin perlahan terbentuk hingga Matcha bisa muncul dalam wujud fisik. Kehidupan mereka yang manis berubah mencekam saat muncul saingan dan organisasi gelap yang mengincar kekuatan mereka.

Rahasia besar akhirnya terkuak saat ingatan Matcha kembali. Ia menuduh Dori sebagai orang yang membunuhnya di kehidupan lampau.

Akankah cinta mereka mampu bertahan menghadapi kenyataan pahit itu, atau mereka harus berpisah selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na-Hyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sentuhan Nyata

"Jangan! Jangan sentuh lagi! Aku belum siap!"

Matcha mundur teratur, wajahnya panik setengah mati sambil melindungi dadanya dengan kedua tangan.

Ia menatap tangannya sendiri dengan tatapan tak percaya, seakan ada benda asing yang menempel di tubuhnya.

"Apa yang terjadi?! Kenapa energinya memadat jadi daging?!" batinnya berteriak kacau.

Dori yang berdiri di depan, masih menempelkan telapak tangan di udara tempat lengan Matcha berada sedetik lalu.

Jantungnya berdegup kencang bukan main. Sensasi hangat, halus, dan kokoh itu masih terasa jelas di ujung jari-jarinya.

"Kamu ... beneran jadi nyata, Cha," bisik Dori pelan, matanya berkilat aneh antara kaget dan antusias.

"Jangan panggil nama itu sekarang! Situasi kritis!" sergah Matcha tajam, tapi suaranya terdengar sedikit bergetar.

Ia mencoba melayang seperti biasa, tapi kali ini kakinya justru menginjak lantai dengan suara yang nyata. Ia terhuyung sedikit, belum terbiasa dengan gravitasi yang menariknya ke bawah.

"Aneh! Berat! Tubuhku terasa berat sekali!" keluhnya, mencoba menyeimbangkan posisi berdiri.

"Coba sini, biar aku cek lagi," ajak Dori mendekat perlahan.

"JANGAN DEKAT! Nanti kau ketularan aneh atau kena kutukan!" Matcha mengangkat tangan melarang, wajahnya sangat serius.

"Kutukan apa sih. Kamu kan bukan hantu penunggu pohon beringin," celetuk Dori santai.

Ia terus maju, dan kali ini Matcha tidak lari. Ia terpaku di tempat, tubuhnya tegang seperti tali busur. Dori mengulurkan tangan, lalu dengan berani menyentuh pipi sosok di depannya.

Daging yang hangat. Kulit yang mulus. Dan denyut nadi kecil yang berdetak kencang di bawah jari telunjuknya.

Dup-dap! Dup-dap!

"Kamu ... jantungmu berdetak," Dori ternganga. "Hantu kan nggak punya jantung?"

"Itu ... itu karena sistem adaptasi! Karena aku terlalu banyak menyerap energimu dan energi makanan!" dalih Matcha cepat, matanya menatap lekat-lekat ke mata Dori.

Ia tidak berani berkedip. Jarak mereka sekarang hanya beberapa senti. Aroma tubuh Dori yang wangi menyeruak masuk ke hidungnya, jauh lebih kuat dan nyata daripada sebelumnya.

Kepala Matcha terasa pening. Sensasi ini... sungguh memabukkan dan membingungkan.

"Jadi ... karena kita sering bareng, kamu jadi bisa wujud fisik gitu?" tanya Dori menyimpulkan.

"Mungkin ... ikatan batin kita makin kuat. Energi kita saling terhubung," jawab Matcha pelan, suaranya turun jadi lembut.

Wajah garang dan sombongnya perlahan luntur. Kini yang terlihat hanyalah pemuda tampan yang sedang salah tingkah karena disentuh lawan jenis.

"Kalau gitu..." Dori tersenyum miring, ide jahil muncul lagi. Ia tiba-tiba mencubit pipi putih itu pelan lalu menariknya sedikit.

"Ehh?! Sakit! Apa yang kau lakukan?!" Matcha memekik kaget, tangannya otomatis memegang pergelangan tangan Dori yang masih menempel di pipinya.

"Gemoy banget sih! Siapa sangka hantu galak bisa se-kenyal ini!" Dori tertawa lepas, sangat menikmati momen langka ini.

"LEPAS! Ini tidak lucu! Aku bangsawan! Jangan diperlakukan seperti mainan!" Matcha protes, tapi tangannya justru makin erat memegang tangan Dori, tidak mau melepaskan.

Ia menyukai sensasi ini. Menyukai rasanya memiliki tubuh yang bisa bersentuhan langsung dengan orang yang ia ... eh maksudnya muridnya.

Suasana jadi sangat hangat dan canggung. Dua dunia yang tadinya terpisah, kini benar-benar bersentuhan tanpa batas.

Tapi tiba-tiba... Wajah Matcha berubah pucat. Ia menatap tangan mereka yang saling menggenggam.

"Aduh ... ada yang salah."

"Apa? Kenapa?"

"Berat ... badanku makin berat. Dan pandanganku mulai kabur," ucapnya lemah.

Cahaya di sekitar tubuhnya mulai berkedip-kedip tidak stabil. Warnanya dari padat perlahan jadi sedikit tembus pandang lagi.

"Tidak! Jangan hilang lagi! Aku belum puas main!" Dori panik mencoba menahannya.

"Bukan kemauanku ... energinya habis. Terlalu cepat terkuras." Matcha tersenyum kecut, tubuhnya mulai melayang naik perlahan menjauhi lantai.

"Aku harus kembali ke dalam layar sebentar untuk isi ulang daya. Tapi..."

Ia mendekatkan wajahnya lagi untuk terakhir kali sebelum benar-benar memudar.

"Besok ... aku akan coba lagi. Aku ingin... merasakan ini lagi." Suaranya halus, penuh harap, dan sangat manis.

"Janji ya?" bisik Dori.

"Janji."

Zupp!

Sosok itu menghilang masuk ke dalam laptop, menyisakan layar yang berkedip biru sebentar.

Dori berdiri sendirian di ruangan, masih memegang tangannya sendiri di dada. Sensasi sentuhan itu masih terasa membekas. Hangat dan nyata.

"Gila ... kita bukan cuma teman biasa lagi kayaknya..." gumamnya sambil memegang pipi yang tiba-tiba panas.

Tapi wait ... tadi saat Matcha mau hilang, Dori sempat melihat tulisan aneh di layar sebentar.

[Peringatan: Jika wujud fisik bertahan lebih dari 1 jam, ikatan jiwa akan terkunci permanen. Hati-hati!]

Dori melongo. "Terkunci permanen?!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!