NovelToon NovelToon
Sebait Doa, Sekeping Asa

Sebait Doa, Sekeping Asa

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Alvinoor

"Tuhan!, tidak banyak yang ku pinta, hanya kuatkan hati ku, bimbing langkahku, agar aku selalu sabar dan ikhlas dengan semua kehendak dan ketentuan mu ini".

Kisah perjuangan hidup seorang anak manusia, seorang remaja miskin, putra dari seorang penderita odgj bernama Kaenan.

Hinaan, caci maki, fitnah dan perundungan bahkan kekerasan fisik, sudah menjadi lauk makan sehari hari.

Meskipun hidup dalam kemiskinan dan tak punya siapa siapa, satu hal yang masih di yakini Kaenan, dia masih punya Allah dan doa doa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvinoor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

"Sudahlah kek, itu bukan jasa tapi memang kewajiban saya, jangankan kakek, seandainya pengemis saja yang mengalami hal itu, pasti saya akan melakukan hal yang sama kok, tidak ada hutang Budi segala kek, itu sudah kehendak dan ketentuan dari Allah kek" ujar Kaenan mengelak.

"Tetapi tetap saja kakek merasa berhutang nyawa nak, kau tahu?, akhir akhir ini, kakek jadi selalu mengingat mati setelah kejadian itu, kakek sekarang sudah rajin sholat nak, dan setiap sholat, kakek berdoa, memohon kepada Allah agar jangan dimatikan terlebih dahulu, sebelum bertemu nak Kaenan, Alhamdulillah, Allah mengabulkan semua doa doa kakek" ujar kakek Sasongko menghapus beberapa bulir air mata nya.

"Alhamdulillah kek, semoga kakek mendapat hidayah Allah, bisa naik haji, atau paling tidak umrah" ujar Kaenan.

"Kalau pergi kerja, biasanya naik apa?" tanya kakek Sasongko.

"Biasa kek!, alat transportasi yang paling umum menurut kata si Abah Anis" jawab Kaenan.

"Apa?, gojek?" ....

"Tidak kek!, kan kata si Abah Anis, alat transportasi yang paling umum itu adalah kaki kek!" ujar Kaenan nyengir.

"Ha, ha, ha, ha!, ada ada saja nak Kaenan ini, biarkan orang lain gila, asal kita tidak ikutan gila" ....

Sebenarnya kakek Sasongko sangat ingin bicara berlama lama sama Kaenan, namun handphone nya berbunyi, dia harus kembali ke kantor nya lagi.

Akhirnya pembicaraan hari itu berakhir sampai disitu saja, dengan janji dari Kakek Sasongko, bahwa kelak mereka akan ngobrol banyak lagi.

Kaenan kembali bekerja sebagai mana biasa nya, tak ada yang berubah, tidak ada pula yang istimewa.

Karena rajin dan gampang disuruh suruh tanpa membantah, hampir semua rekan kerja menyukai nya.

Pada hari Jum'at, kafe tutup jam sebelas siang, lalu buka kembali jam dua hingga jam empat sore, saat terjadi pergantian ship.

Karena waktu istirahat yang cukup panjang, Kaenan berinisiatif untuk kembali ke kontrakan nya, untuk mandi dan pergi ke mesjid terdekat dari kontrakan itu.

Namun baru saja Kaenan bermaksud mandi tiba-tiba pintu kontrakan di ketuk dari luar.

Di luar, berdiri tiga orang pria, satu orang pria paruh baya, dan dua orang pemuda, serta sebuah motor MX King.

"Maaf kami dari dealer Motor, mau mengantarkan motor ini kepada saudara Kaenan, apa benar ditempat ini?" tanya pria paruh baya itu.

Kaenan bingung mendengar ucapan pria paruh baya itu, "maaf om, saya memang Kaenan, tapi saya tidak pesan motor kok" ujar nya kikuk dan bingung.

"Ini motor hadiah dari tuan besar Sasongko, sudah dibayar lunas, ini faktor dan surat menyurat nya atas nama saudara Kaenan" ujar pria paruh baya itu menyerahkan bungkusan berkas didalam map plastik transparan.

Setelah menandatangani surat serah terima, ketiga pria itu pamit kembali ke tempat kerja mereka, sementara itu, Kaenan berdiri bengong, seperti seekor bangau yang sedang berjemur di tengah sawah.

Kaenan menatap kearah motor baru yang dibelikan oleh kakek Sasongko, motor dengan on the road, alis siap jalan, segala plat dan STNK sudah selesai, entah dari mana tuan besar Sasongko mendapatkan semua data data pribadi Kaenan yang baru memiliki KTPA (KTP untuk anak anak, karena usia nya belum tujuh belas tahun) dan belum boleh memiliki SIM.

Saat Kaenan menghidupkan kunci kontak nya, terlihat indikator BBM nya menunjukan full.

Kebetulan jika siang hari, kontrakan itu sunyi sepi, karena orang orang lebih senang beristirahat di tempat kerja ketimbang pulang.

Kaenan buru buru menyimpan kunci kontak motornya, lalu bergegas mandi dan bersiap siap pergi ke mesjid.

Kaenan pertama kali merayen motor nya dengan pergi ke mesjid, untuk menunaikan kewajiban umat Muslim setiap hari Jum'at nya.

"Bismillahi tawakal Alallah!" Kaenan pergi ke mesjid dengan mengendarai motor baru nya.

Selesai sholat Jum'at dan berganti pakaian, Kaenan kembali ke kafe dengan naik motor baru nya.

Di kafe, Basir, Maya dan Tari geger melihat Kaenan datang menunggangi motor baru nya, hanya Dedo yang nampak tidak bereaksi apa apa, hanya diam memandang.

Meskipun mereka semua nya sudah memiliki motor masing masing, tetapi tetap saja, hari ini khusus Kaenan saja yang menjadi bahan gurauan mereka.

Hari Selasa berikutnya adalah tanggal merah, kantor libur, sementara kafe tetap buka dengan hitungan lembur.

Pukul delapan pagi, bu Mira datang berbicara dengan pak Hendardi beberapa lama, lalu saat melihat Kaenan muncul dari dapur, wanita cantik itu berjalan menghampirinya.

"Bagai mana?, senang kerja di sini?" tanya bu Mira tersenyum.

"Senang bu!" ....

"Sudah bertemu dengan papah kan?" tanya bu Mira lagi.

"Kakek Sasongko?, sudah bu, Alhamdulillah beliau sehat sehat saja, senang melihat beliau masih sehat, segar bugar" ujar Kaenan.

"Papah sudah cerita semua nya tentang kamu, bahkan jauh sebelum kita bertemu, senang Tuhan mempertemukan kita, terimakasih atas pertolongan nya ya Kae!" ....

"Sama sama bu, itu sudah kewajiban saya, tidak perlu dibesar besarkan" ....

Seorang gadis cantik berlari memasuki kafe itu, dan langsung memeluk bu Mira.

"Mom!, mommy sudah tiba duluan ya?" teriak gadis itu.

"Wah celaka, kuntilanak datang!" gumam Kaenan ingin buru buru pergi dari tempat itu, namun karena gumaman nya terlalu nyaring, membuat gadis itu menoleh.

"Eh rupanya manusia kera ada ditempat ini, mau kemana lo?" teriak Violetia sambil menarik rambut Kaenan dari belakang.

"Maaf non, saya mau kerja lagi, kalau tidak kerja, nanti gaji saya akan dipotong ibu!" ujar Kaenan.

"Kaga perduli, tadi lo ngomong apa ayo, ngomong Lo sekarang!" ....

"Maaf non, saya tidak ngomong apa apa, lepaskan saya, saya mau kerja!" Kaenan memohon kepada Violetia.

Bu Mira tersenyum menatap kelakuan putri nya dan Kaenan, mirip Tom and Jerry

"Tia!, lepaskan Kaenan , kasihan dia mau kerja, ayo cepat lepaskan" ujar bu Mira menyuruh putrinya melepaskan rambut Kaenan. Tapi gadis itu tetap memegang rambut Kaenan dengan erat.

"Tia! Kalau kau tidak melepaskan nya, mommy minta Poppy menikahkan kalian saja!" ancam bu Mira.

"Ish!, najis!" Violetia buru buru melepaskan tangan nya yang sedang memegang rambut Kaenan.

Dia menggosokkan tangan nya, tapi bukan nya di wastafel, tetapi pada baju Kaenan, membuat bu Mira menggelengkan kepala nya melihat tingkah abstrak sang putri.

"Mom!, kenapa sih mommy menerima orang macam ini kerja?" protes Violetia pada mommy nya.

"Memang nya kenapa sih?, salah?, kau tahu? Sekarang usianya berapa?, belum genap lima belas tahun, dan dia sudah lulus SMA, itu prestasi yang luar biasa kan? Kau saja sudah hampir delapan belas tahun, baru kelas dua belas" omel bu Mira lembut namun tegas.

Violetia terdiam, dia sangat tidak senang mendengar mommy nya justru membela anak muda yang di benci nya, bukan nya malah membela diri nya.

Tanpa menjawab lagi, Violetia berlalu naik ke lantai dua, ke ruangan mommy nya sambil menghentakkan kakinya di lantai sebagai tanda ketidak sukaan nya.

Begitulah selalu, setiap dua anak manusia ini bertemu, pasti akan terjadi masalah, jika tidak tindakan fisik, pasti perang mulut. Kebiasaan, Violetia lah yang terlalu aktif, memancing permasalahan dengan Kaenan.

Tidak terasa, enam bulan kembali berlalu, semenjak Kaenan bekerja di Kafe Clarizon, tidak ada peristiwa istimewa untuk author ceritakan, hanya terkadang Violetia datang ke kafe dan sengaja mengerjai Kaenan, dengan menyuruh mengantarkan pesanan nya langsung, tanpa boleh diwakilkan, dan tidak pula boleh dibantu oleh siapapun juga.

Namun Kaenan meladeninya dengan kesabaran, tanpa ingin bermasalah dengan putri dari majikan nya itu. Mungkin hal itu yang justru membuat Violetia semakin merasa tertantang dan suka mengerjai anak muda itu.

Bahkan pernah Kaenan disuruh bolak balik hingga puluhan kali dengan berbagai alasan yang sengaja di buat buat oleh nya.

Pernah satu ketika, gadis itu sengaja datang ke kafe dengan empat orang gadis cantik anggota geng nya.

Baru saja tiba, Violetia langsung memesan makanan dan minuman yang cukup banyak dan meminta Kaenan untuk mengantarkan ke salah satu ruang privasi di lantai dua.

Maya dan Tari tahu, jika saat itu mereka tidak boleh membantu Kaenan, meskipun mereka kasihan, tetapi ancaman PHK justru lebih mengerikan dari pada sekedar rasa simpati dan kasihan saja.

Dengan rak dorong, Kaenan bolak balik membawakan pesanan dari Violetia.

Setelah selesai, ternyata Kaenan belum boleh bernafas lega, dia masih disuruh pergi ke minimarket terdekat untuk disuruh membelikan minuman kaleng dan beberapa camilan oleh Violetia.

Sepeninggal Kaenan pergi ke minimarket, teman teman Violetia mulai pada berisik, ada yang berbisik bisik.

"Ndri!, lihat tuh pramusaji itu ganteng, meskipun agak kurus, tapi mirip opa opa Korea" bisik Ocha pada Indri yang duduk didekat nya.

"Iya sih, cukup lama juga kaga kemari, eh tau nya ada cogan, nanti nanti kemari lagi ah!" sahut Indri tersenyum penuh misteri.

"Iya!, tapi jangan sampai Tia tau, bisa bisa kita disemprot nya!" bisik Ocha.

Sebenar nya Violetia bukan nya tidak mendengar, dia jelas mendengar karena kedua sahabat nya itu berbicara didekat diri nya, hatinya tiba-tiba merasa tidak suka bila Kaenan menjadi buah perhatian teman teman nya.

Namun karena rasa egois dan harga diri gadis itu terlampau tinggi, sehingga dia pura pura tidak mendengarkan omongan kedua teman nya itu.

Entah mengapa, semakin teman teman nya memperhatikan penampilan Kaenan, semakin timbul dihatinya rasa tidak senang, dan rasa ingin memberi pelajaran pada anak muda itu.

Akhirnya masa penerimaan mahasiswa Baru pun dimulai.

Siang itu, Kaenan tiba-tiba di suruh menghadap pada bu Mira di ruangan nya. Karena kebiasaan jika tidak ada kesibukan di kantor nya, bu Mira akan datang ke kafe pada siang hari, namun jika ada kesibukan pada siang hari, maka dia akan datang pagi pagi.

Setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk, Kaenan pun segera memasuki ruangan kerja bu Mira.

"Maaf bu, kalau boleh tau, ada masalah apa ibu memanggil saya?" tanya Kaenan setelah duduk di sofa.

Bu Mira bangkit dari kursi di belakang meja kerja nya, berjalan kearah Kaenan dan duduk disamping anak muda itu.

"Rencana kuliah mu bagai mana?" tanya wanita cantik itu duduk sambil menumbangkan kaki kanan diatas kaki kiri nya

"Jadi bu, saya sudah mempersiapkan semua berkas nya, rencana nya Senin saya mau ijin dulu, mau daftar kuliah" sahut Kaenan.

"Eeeh begini Kae, ibu sudah mendaftarkan kamu di universitas Kencana, di Fakultas ekonomi dan bisnis, ini juga atas usulan dari papah, beliau memberikan beasiswa prestasi untuk mu sampai lulus, kau hanya menyerahkan surat menyurat yang diperlukan saja, datanglah malam ini selesai sholat isya, papah mengundang makan bersama, jangan lupa bawa berkas yang diperlukan semua nya" ujar bu Mira.

Kaenan ingin menolak, namun tidak enak dengan kakek Sasongko, beliau sangat baik hati sekali kepada nya.

...****************...

1
Was pray
muncul nama Aqmal... 🤭🤭
Was pray
buah simalakama buat kae, nurutin keinginan caesya tapi tiada cinta tulus dihati kae, tau menolak keinginan terakhir caesya gak sampai hati... selamat puyeng kae... 🤣🤣
Night Watcher
nyambut kaenan, tp yg dipanggil alif... 😇😇😇🤭
Was pray
pria Sholeh dan wanita Sholehah bukan berarti harus pasrah pada takdir, muslim/muslimah sejati adalah orang yg mau memperjuangkan. anugrah yg telah Allah berikan, ridho Allah diberikan pada umat yg berdo'a, berikhtiar kemudian tawakal
Was pray
harapan tanpa usaha ibarat kapal berlayar tanpa angin, berdo'a adalah usaha secara batiniah , bertindak adalah ikhtiar lahiriah, berharap tanpa usaha seperti orang ingin kenyang tapi gak mau menyuapkan makanan ke mulut, kehausan tapi gak mau minum , pasrah tanpa berusaha adalah pemalas
Was pray
mengapa harus memutus hubungan komunikasi dengan keluarga kyai Nurudin kae? kalau kamu ingin menjaga jarak dengan keluarga kyai Nurudin langkahmu salah. itu artinya kamu memutus tali silaturahmi dalam ajaran Islam memutus silaturahmi adalah perbuatan dosa. dan cara pandang kamu bahwa kamu tidak pantas untuk Aisyah karena beda status adalah pandangan ygsalah besar. kamu paham agama tapi kamu merendahkan martavatmu sendiri, itu artinya kamu menyalahkan takdir Allah, Allah memandang derajat manusia bukan dari harta dan tahta, tapi dari takwanya. ingat itu kae
Was pray: itulah kehidupan kae yg melakukan sesuatu secara terburu buru, kae ibarat kacang lupa kulitnya, dan selama bertahun -tahyn jae juga gak ada niat untuk berkunjung ke pesantren, nilai plus kae karena kecerdasannya luntur karena akal budinya yg kurang, Allah tidak memandang umat dari tingkat kecerdasannya, tapi dari akal budinya apa gunanya cerdas tapi akal budinya rendah, orang pintar lebih sukses daripada orang xerdas
total 2 replies
Was pray
cinta dalam diam, bagai menyimpan bara di lemari pendingin, dari luar tampak adem ayem tapi di dalam panas bagai Vara yg tak kuasa untuk menyala , cinta dalam diam bagai menyimpan racun terbungkus madu , manis terlihat mata tapi hancur didalam
Night Watcher
bab ini typo berat gaesss
Night Watcher
pasti typo ini, harusnya yg disuruh pulang beni, bkn heru
Night Watcher
tuh keluar dr klrg kaya raya tp penuh nafsu keserakahan, mlh ketemu org2 baik yg tdk sombong..
Night Watcher
nah ini yg kuharap kae...
seperti yg ku pertanyakan td, ternyata lebih besar mudharatnya..
Night Watcher
kae mengira hny dia sendiri yg akan menderita, tak lg peduli dgn derita yg akan dirasakan ayi, wanita yg sllu ada saat dia menderita.
padahal dia tau yg diperjuangkan adalah perdamaian 2 klrg yg berebut harta.. harta!!!!
apakah itu termasuk "manfaat"?
atw "MUDHARAT"
kesel aku ahirnya.. sok pahlawan tp bodoh dgn dalih yg gak jelas..😠
Night Watcher
pingin mulia, rela berkorban demi 2 klrg walau dia sendiri menderita. padahal dia hny akan dimanfaatkan, bahkan jd tumbal keserakahan.
dan masih akan dibodohi lg oleh perempuan kotor yg akan dijodohkan dgnnya.😇😇😇
Night Watcher
oowh gitu ya hukumnya, ngerti deh skrg.
cuma emang masih tabu aja nikahin sepupu🤭🤭
Night Watcher
ada hitungan hukum mahram gak ya??😇
Was pray
tertawa karena bahagia dan bahagia karena tertawa dua penggalan kalimat yg sering terjadi di lingkungan kita, diposisi manakah kita ?
Was pray
takdir ada dua mubram dan mualaq, ada takdir yg sudah tidak bisa diubah karena itu sudah ditulis sejak zaman azali, itulah nasib, sedangkan adapula takdir yg bisa diubah , karena Allah tidak akan merubah nasib manusia kecuali manusia itu mau mengubah nasibnya sendiri, Allah sudah menentukan Rizki setiap makhluk Nya tinggal makhluk itu mau mengambilnya atau tidak?
Night Watcher: terimakasih ..🙏🙏🙏
total 3 replies
Was pray
buah berasa manis dan pahit serta asam tumbuh dari tanah yg sama, ketulusan hati juga bisa tumbuh dari semua manusia yg mempunyai nurani, banyak sidok manusia yg punya hati tapi tanpa nurani maka akan jadi buah yg asam bahkan pahit, tapi jadi buah yg manis jika sosok manusia itu punya hati nurani sehingga akan muncul empati tanpa menuntut untuk dihargai,, tetap jadi manusia yg punya nurani kae agar dirimu tetap jadi buah yg manis bagi siapa saja
Night Watcher
beda ya 'memaafkan' dgn 'melupakan' pebuatan kejam terhadap kita, walau bisa memaafkan blm tentu bisa melupakannya, bahkan bisa 100 X lipat sulitnya..
Night Watcher
lah, ternyata emaknya safea gila jg, tp suka ngatain kae anak org gila..😇😇
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!