NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cinta Seiring Waktu / Fantasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Jaena19

Tidak pernah terpikirkan oleh Sarah bahwa dirinya akan diberi kesempatan kedua untuk kembali hidup.
Seumur hidup, hanya ia habiskan untuk berfoya-foya dan mengajar cinta Marvin yang tak pernah ia miliki hingga akhir hayatnya. Tak segan Sarah mencelakai wanita yang dicintai Marvin, Kayla. Namun di kehidupan sebelumnya, meskipun Sarah sering membawa kesialan dan membuat hidup Marvin dan Kayla menderita, mereka masih berbaik hati memberi Sarah bantuan ketika gadis itu sedang menghadapi masalah ekonomi karena ayahnya yang bangkrut.
Di kehidupan kali ini, Sarah hanya ingin mencoba membahagiakan dirinya sendiri dan melepas cinta pertama yang begitu membekas bagi dirinya.
Tapi siapa yang sangka kehidupan keduanya ternyata lebih rumit daripada yang Sarah bayangkan. Ia ditimpa bertubi-tubi kenyataan yang membuat logikanya tidak lagi berjalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9

Marvin berbaring dengan tangan yang dijadikan sebagai bantal untuk kepalanya, dia menatap langit biru yang terlihat tenang dengan beberapa awan di sana. Semilir angin yang menyejukkan menerpa wajahnya.

Saat ini ia sedang berada di rooftop, tempat yang hanya dirinya seorang di sana sehingga menjadi tempat singgah saat ingin merasakan ketenangan.

Setelah beberapa saat, Marvin mengambil laptop yang berada di tasnya. Ia kemudian membuka laptop itu dan fokus terhadapnya. Baal Veer memiliki kelebihan di bidang IT, sehingga berputar dengan laptop adalah hal yang paling menyenangkan baginya. Entah apa yang sedang dikerjakan oleh laki-laki itu, hanya dia dan Tuhan yang tahu.

Saat sedang fokus dengan laptopnya, terdengar suara pintu rooftop terbuka. Marvin menoleh dan menemukan orang yang tidak terduga muncul.

"Marvin mana ya?"guman gadis itu yang masih terdengar di telinga Marvin.

Garis itu berjalan perlahan lalu terduduk. Saat ini ia sedang berangkat mencari keberadaan Marvin. Sepertinya gadis itu masih ketakutan saat berada di rooftop karena kejadian waktu itu,

"Vin? Lo ada di sini kan?"

Marvin memilih untuk mengabaikan gadis itu, ia kemudian melanjutkan kegiatannya. Namun bagikan suara gadis itu membuat Marvin terpaksa kembali mengalihkan atensinya pada gadis itu.

"Anjir, Siapa sih yang naruh batu kerikil di sini? Mana batunya tajam lagi!"

Sarah meniup-niup tangannya yang berdarah akibat tidak sengaja terkena kerikil tajam. Benarkan dugaannya, hari ini dia sangat sial.

"Lu ngapain di sini?"tanya Marvin yang sudah menghampiri gadis itu.

"Astaga!" Teriak Sarah yang terkejut karena Marvin tiba-tiba muncul entah dari mana.

"Lo nakutin gue, Vin!" Ucap Sarah kesal.

"Lu ngapain di sini?"tanya Marvin sekali lagi.

Sarah buru-buru berdiri, berusaha tetap fokus pada Marvin yang terlihat tampan. Cara segera menggelengkan kepalanya, fokus Sarah!

"Sarah, gue tanya sekali lagi lo-"

"Iya ganteng?"

Sarah memukul mulutnya yang tidak bisa diajak berkompromi. Melihat wajah datar Marvin dan gelagat laki-laki itu yang akan pergi meninggalkannya. Segera Sarah menarik seragam laki-laki itu.

"Sorry, jangan dulu pergi gue mau ngomong sesuatu." Ujar Sarah memohon.

Marvin pun menghentikan pergerakannya dan kembali menghadap ke arah gadis itu. Sarah segera melepaskan tangannya begitu laki-laki itu berbalik.

"Oke, pertama-tama gue mau ngucapin terima kasih karena tadi pagi lo udah bantu gue."

Cara menjeda ucapannya dan Marvin masih diam mendengarkan." Lalu, eum,,, gue mau minta lo jadi tentor matematika gue sampai ujian ku Rara minggu depan, ya?"

"Gak."

Setelah menjawab secara singkat Marvin pergi begitu saja meninggalkan Sarah yang lagi-lagi terpaku di tempat.

.....

Marvin melangkahkan kakinya dengan gontai menuju tempat tidur. Akhir-akhir ini ia merasa lebih lelah dari biasanya. Bagaimana tidak, selama dua hari berturut-turut Sarah kembali mengganggu kehidupannya, setelah satu minggu lebih gadis itu tidak mengejarnya lagi. Tapi yang berbeda alasan gadis itu mendekatinya kali ini bukan untuk mengajaknya menjadi pasangan, tetapi memintanya untuk menjadi tentor matematika. Entahlah, gadis itu mendekatinya dengan sangat agresif, rasanya iya seperti diburu oleh waktu sehingga ia menjadi pusing sendiri.

Marvin mengerikan dahi ketika merasa kantong celananya bergetar. Ia pun merogoh kantong celananya dan mengambil benda pipih tersebut.

"Apa?"

"Kenapa lo? Loyo banget bawaannya." Ujar laki-laki dari sebrang sana.

"Gak penting gue tutup teleponnya."

"Iya-iya, buset galak bener! Daffa nanya, Lo gak lupa kan buat balapan malam ini."

"Iya."

"Ke markas sini, udah pada kumpul kita. Biasanya Lo langsung ke sini."

Marvin melirik jam dinding di kamarnya yang sudah menunjukkan pukul lima sore."  Lima belas menit lagi gue sampai di sana."

Setelah mengucapkan itu Marvin menutup telepon secara sepihak. Ia pun bergegas mengganti pakaiannya dan segera mengambil kunci mobil kemudian pergi.

...

Sarah tersenyum puas melihat dirinya di depan cermin. Ia memakai crop top putih dipadukan dengan jaket kulit hitam dan celana jeans biru yang terdapat beberapa robekan di beberapa bagian, tak lupa dengan sneakers putih.

Hari ini adalah hari di mana Marvin akan melakukan kegiatan yang cukup ekstrem, yaitu balapan mobil. Sarah tentu saja tahu, karena Sarah ingat hari ini adalah pertama kalinya Sarah melihat seseorang mati tepat di hadapannya. Seseorang yang mati itu adalah orang yang selalu mengganggunya dan membela Kayla.

Ya, dia adalah Tamara.

Sarah tidak ingat jelas bagaimana kejadian naas itu terjadi, yang jelas mobil yang dikendarai oleh Marvin hilang kendali sehingga menabrak ke tempat di mana para penonton berdiri dan kebetulan Tamara menjadi korban tabrakan itu. Dan sejak saat itu, entah bagaimana, hubungan Marvin dan kedua temannya merenggang. Dan setelah kejadian itu hanya kain yang menjadi sandaran laki-laki itu satu-satunya.

Sarah menghela nafas, alasan ia ingin datang ke acara balapan itu adalah untuk mencegah kecelakaan itu terjadi. Dan alasan lain adalah untuk memaksa Marvin menjadi tentor matematikanya, karena ujian Bu Rara hanya tersisa 3 hari lagi. Jadi kali ini saya harus berhasil membujuk laki-laki itu.

....

Sorak sorai orang-orang yang berantusias menonton acara balapan ini membuat kepala Sarah menjadi pening. Dulu Sarah sangat suka ke ramaian, sekarang iya justru merasa lebih suka menyendiri. Sarah mengedarkan pandangannya, sayangnya dia tidak menemukan sosok laki-laki yang menjadi salah satu tujuan utamanya berada di sini.

Sarah terus berjalan hingga menemukan seseorang  bercanda bersama dengan teman-temannya. Cara menghampiri laki-laki itu sehingga membuat seluruh atasi teman-temannya mengarah ke arahnya.

"Aldo! Gue mau ngomong sama Lo." Sarah melipat kedua tangannya dan memberikan tatapan tajam pada laki-laki itu.

Aldo yang sedang merokok menetap gadis itu sesaat selalu melempar pandangannya ke arah teman-temannya. Laki-laki itu tiba-tiba tertawa membuat Sarah mengernyit bingung. Entah apa yang merasuki laki-laki itu sehingga dia tertawa tidak jelas.

"Lu mau ngomong apa sih, hmm?"

Sarah memutar bola matanya malas. " Ikut gue."

Aldo tersenyum miring, lalu membuang puntung rokoknya. Setelah memberi kode kepada teman-temannya dia mengikuti langkah gadis itu untuk pergi.

"Gue minta lo harus bareng gue malam ini." Ucap saraf setelah merasa sekitarnya cukup sepi untuk berbicara.

Aldo mengangkat sebelah alisnya, tertarik dengan arah pembicaraan Sarah." Ada apa nih? Kok tiba-tiba lo jadi agresif banget?"

Sarah melempar tatapan sinis." Lo gak perlu tahu alasan gue, pokoknya mah harus ada di samping gue sampai balapan ini selesai."

"Nggak bisa gitu dong, gue harus pergi. Besok aja gimana?" Tawar Aldo sambil tersenyum nakal.

"Kenapa gak bisa?"

"Kenapa Lo kepo?"

Sarah tersenyum miring kemudian ia berjalan mendekat ke arah Aldo." Gue tahu kok, kalau lo lagi rencana itu suatu kan? Jangan pikir gue nggak tahu apa yang bakal lo lakuin dengan benda ini."Sarah berjalan mundur setelah mengambil sebuah tang yang disembunyikan di saku jaket laki-laki itu.

Aldo terlihat terkejut saat Sarah berhasil mengambil tang yang disembunyikannya di balik jaketnya. Tatapan nakal Aldo berubah menjadi tatapan tajam, melihat perubahan ekspresi laki-laki itu membuat Sarah tersenyum puas.

"Balikin benda itu!"

"Eits,,tunggu." Cara menjauhkan tang itu dari Aldo, kemudian kembali menatap Aldo dengan tajam." Gue akan balikin bunda ini setelah balapan selesai. Kalau lo masih gak mau, gua bisa lempar benda ini ke got yang ada di sana!" Ancam Sarah.

Aldo mendengus kasar, kemudian dia menurunkan tangannya yang ingin merebut benda itu. Sarah yang melihat Aldo menyerah begitu saja sedikit curiga, namun apapun itu sepertinya rencananya akan berhasil.

Di kehidupan sebelumnya, Marvin akhirnya tahu bahwa penyebab kecelakaan itu bukan bumi kecelakaan tapi karena campur tangan orang lain. Dania orang lain yang dimaksud adalah Aldo. Ia melonggarkan klaim selang mobil Marvin sehingga membuat mobil itu hilang kendali dan semua yang dilakukan itu demi uang.

Jika Aldo ia tahan bersamanya sehingga balapan selesai, maka kecelakaan itu bisa dicegah. Sarah tersenyum membayangkan bahwa ia dapat menyelamatkan nyawa orang lain.

Tiba-tiba suara ramai teriakan dari arah lain membuat atensi Sarah teralih. Ternyata balapan akan segera dimulai.

"Ayok." Ajak Sarah lalu menarik tangan Aldo ke samping jalan. Laki-laki itu hanya dia mengikuti langkah Sarah.

Sarah berdiri di dekat garis finish, ia menengok ke arah kanan dan kiri. Tak jauh dari tempatnya berdiri, terlihat Tamara dan Kayla yang antusias melihat ke arena balap lebih tepatnya Tamara yang heboh sendiri sedangkan Kayla hanya mengikuti.

Pandangan Sarah kembali teralih kepada seorang laki-laki yang baru saja memasuki arena balap dengan mobil hitamnya. Sesaat tatapan keduanya bertemu dan diputus oleh Marvin yang fokus ke arah jalan. Sarah mengamit kedua tangannya berharap jika laki-laki itu akan baik-baik saja hingga balapan ini selesai. Sarah ingin sekali melarang laki-laki itu untuk mengikuti balapan ini, tapi dirinya sadar bahwa ia bukan siapa-siapa.

Teriakan penonton memakakan telinga saat balapan telah dimulai dan kedua mobil itu bergerak gesit di arena. Setelah empat kali putaran hingga putaran kelima yang menjadi penentu siapa yang akan memenangkan balapan ini.

Entah kenapa perasaan Sarah menjadi tidak enak, padahal Sarah sudah menahan Aldo di sampingnya. Ketika Sarah menatap ke arah Aldo firasat buruknya semakin menjadi. Senyuman remeh yang diperlihatkan Aldo kepadanya membuatnya sadar bahwa ada yang tidak beres. Pantas saja laki-laki itu sedari tadi hanya.

Sarah  beralih ketika suara dichitan ban mobil terdengar sangat jelas di telinganya. Nafas Sarah naik turun, sepertinya firasat buruknya akan terjadi dan benar saja terlihat mobil Marvin tidak terkendali.

Tanpa pikir panjang, Sarah segera berlari ke arah Tamara. Entah bagaimana bagi Sarah semuanya terasa melambat, suara degup jantung sangat terdengar jelas di telinganya, ketakutan menggerogoti hatinya. Sampai akhirnya ia berhasil mendorong Tamara dan Kayla jauh dari arena, namun anehnya Sarah merasa tubuhnya tiba-tiba melayang setelah sesuatu menghantamnya.

"Sarah!!"

1
Queen AL
baru satu bab, bab berikut2nya jangan pake gue lo thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!