NovelToon NovelToon
Doa Kutukan Dari Istriku

Doa Kutukan Dari Istriku

Status: tamat
Genre:Kutukan / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Vandra tidak menyangka kalau perselingkuhannya dengan Erika diketahui oleh Alya, istrinya.


Luka hati yang dalam dirasakan oleh Alya sampai mengucapakan kata-kata yang tidak pernah keluar dari mulutnya selama ini.


"Doa orang yang terzalimi pasti akan dikabulkan oleh Allah di dunia ini. Cepat atau lambat."


Vandra tidak menyangka kalau doa Alya untuknya sebelum perpisahan itu terkabul satu persatu.


Doa apakah yang diucapkan oleh Alya untuk Vandra?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Mata Alya membulat, napasnya tercekat sejenak ketika melihat sosok pria tinggi berambut pirang berdiri di depan pintu tokonya. Di tengah hiruk-pikuk jalan sore, dengan aroma kue hangat dan tawa anak-anak dari dalam toko, sosok itu seperti muncul dari masa lalu yang hampir ia lupakan.

“Philip ....” bisik Alya, hampir tak percaya. Pria yang pernah menjadi pemimpin PT ANGGORO, kini berdiri di hadapannya.

Pria itu tersenyum hangat, senyum yang sama seperti dulu, begitu tenang, sopan, tetapi punya wibawa yang membuat semua orang di sekitarnya menghormati. Ia melambaikan tangan kecil dan sapaan sederhana.

“Alya,” ucap Philip dengan suara bariton lembut.

“Sudah lama sekali kita tidak bertemu.” Alya membalas dengan senyum ramah. “Ayo, masuklah! Sudah berapa lama kamu di Indonesia?” tanyanya sambil mempersilakan masuk.

“Baru kemarin tiba. Setelah enam tahun di Jerman, akhirnya aku kembali.” Nada suara Philip terdengar sedikit nostalgik.

Pria bule itu melangkah masuk, matanya menyapu ruangan toko yang memiliki interior pastel, aroma butter lembut, etalase berisi kue-kue cantik. Ada kekaguman di sorot matanya.

“Tempat ini sangat menggambarkan diri kamu sekali ... hangat dan penuh kehidupan,” kata Philip sambil menatap Alya dengan senyum yang sulit ditebak.

Vero, yang sedari tadi mengintip di meja kasir, langsung berdiri dan menatap tajam ke arah pria asing itu. Anak laki-laki berusia hampir sepuluh tahun itu sudah terlalu sering melihat orang-orang datang dengan niat tidak baik kepada ibunya.

Sejak Alya menjanda, gosip dan fitnah seperti bayangan yang selalu mengikuti langkah mereka. Vero tidak ingin ada satu pun yang melukai hati bundanya lagi.

“Apakah dia ... Vero?” tanya Philip sambil melirik ke arah bocah itu dengan senyum lembut.

“Iya,” jawab Alya, suaranya lembut tapi bangga. “Dia Vero. Sekarang sudah besar.”

Philip menatap bocah itu dengan mata yang berkilat penuh kenangan. “Wah ... aku tidak menyangka. Bayi mungil yang dulu sering aku gendong di kantor, yang beberapa kali ngompol di jas kerjaku, sekarang sudah sebesar ini!”

Vero menaikkan alisnya. Ia tidak ingat sama sekali siapa pria bule itu, tetapi dari caranya bicara, ia yakin hubungan mereka bukan sembarangan.

Alya terkekeh, menahan tawa. “Kak, tahu nggak? Dulu waktu kamu masih bayi, Bunda mendapat izin untui bawa kamu ke kantor. Semua orang suka sama kamu. Dan ini ... bos bunda waktu itu, namanya Mister Philip. Dia yang paling sering minta gendong kamu.”

Philip menimpali sambil tertawa kecil. “Ya, kamu bayi paling lucu yang pernah aku lihat. Sekarang malah sudah jadi anak ganteng dan tangguh.”

Vero menunduk sedikit, wajahnya memerah. Tapi matanya tetap awas, seolah tak ingin kehilangan kendali atas situasi.

Dahulu, Alya sempat ingin berhenti bekerja setelah punya anak. Namun, dilarang oleh Philip. Jadinya, dia diizinkan membawa Vero ke kantor. Ruang kerja Alya dibuat senyaman mungkin, agar Vero bisa tenang.

Philip lalu menatap Alya lebih dalam. “Aku tidak menyangka kamu keluar dari perusahaan. Aku sempat mencari tahu, tapi tidak pernah dapat kabar jelas.”

Alya menarik napas pelan. “Aku keluar tiga bulan setelah kamu kembali ke Jerman.”

Philip terdiam sejenak. “Kenapa? Padahal kamu salah satu karyawan terbaik yang pernah aku punya. Perusahaan kehilanganmu, Alya.”

Alya tersenyum getir. “Aku ingin fokus ke keluarga waktu itu. Meskipun ternyata keluargaku sekarang justru hancur.”

Nada suaranya datar, tapi di balik ketenangan itu tersimpan sisa luka yang belum benar-benar sembuh. Philip memperhatikan wajahnya yang teduh namun menyimpan kekuatan besar. Ia tahu Alya bukan sekadar wanita biasa. Ia wanita yang bisa jatuh, tapi tahu bagaimana cara berdiri lagi.

“Jadi, suamimu yang bekerja di perusahaan itu sekarang?” tanya Philip hati-hati.

Alya menatap lantai sesaat, lalu menjawab lirih, “Tidak. Dia dipecat, setelah kasus perselingkuhannya viral.”

Philip spontan menatap Alya tak percaya. “Apa?” serunya. “Dia mengkhianati kamu? Alya, aku—”

Alya mengangkat tangan, mencoba menenangkan. “Sudah, Philip. Itu masa lalu. Aku sudah berdamai dengan semuanya. Ini takdirku.”

Philip terdiam. Wajahnya menegang sejenak. Ia menatap Alya lama, bukan dengan iba, tetapi dengan rasa hormat.

“Kamu perempuan paling kuat yang aku kenal,” kata Philip akhirnya.

Vero yang sejak tadi diam, mulai merasa situasinya janggal ketika Philip menatap bundanya terlalu lama. Ia bergeser mendekat, lalu duduk di sebelah Alya seperti ingin menunjukkan kalau ia penjaga kecil di rumah itu.

Philip tersenyum melihat tingkah bocah itu. Ia berjongkok di depan Vero, lalu dengan nada bercanda berkata, “Kalau begitu ... bolehkah aku jadi papa barumu?”

Alya yang sedang meneguk air mineral langsung tersedak. “Kau apa bilang barusan?” serunya sambil batuk kecil.

Philip tertawa kecil. “Maaf, bercanda. Tapi, aku sungguh kagum dengan kalian berdua. Kamu ibu yang luar biasa, Alya.”

Alya hanya bisa geleng-geleng kepala, meski senyum tipis sempat terselip di wajahnya. Namun momen itu tak berlangsung lama. Pintu toko terbuka lagi. Suara langkah kecil berlari cepat disusul suara seorang pria dewasa.

“Bundaaa!” teriak Ali dengan semangat.

Anak itu langsung memeluk Alya erat, sementara Albiruni muncul tak lama kemudian. Dia mengenakan kemeja biru, wajahnya tampak tenang tapi sorot matanya dingin. Tatapannya langsung tertuju pada Philip.

Philip berdiri, tersenyum sopan. “Hai, Pak Biru. Lama sekali tidak bertemu.”

“Ya, sudah lama,” jawab Albiruni singkat. Nada suaranya tenang, tapi ada ketegasan yang tak bisa disembunyikan.

Vero dan Ali saling berpandangan, seperti bisa merasakan ketegangan aneh di udara. Alya berdiri, mencoba menetralkan suasana. “Philip, ini Albiruni, teman dekat keluarga. Kamu tentu masih ingat dia.”

“Tentu,” jawab Philip cepat. “Kami dulu pernah hadir di konferensi bisnis yang sama. Dunia ini kecil, ya.”

“Kadang terlalu kecil,” sahut Albiruni dengan senyum tipis yang tak sampai ke mata.

Philip menatap Alya. “Aku kembali ke Indonesia bukan hanya untuk urusan perusahaan. Setelah enam tahun di Jerman, aku sadar ada sesuatu yang berharga kutinggalkan di sini.”

Ucapan itu membuat suasana mendadak hening. Alya menelan ludah, tak tahu harus membalas dengan apa.

Albiruni menatap pria bule itu tajam, seolah tahu arah kalimatnya. Sebelum suasana makin canggung, suara Ali memecah ketegangan.

“Bunda, malam ini kita makan malam bareng, ya?” kata Ali dengan wajah memohon.

Vero langsung menyahut, “Ayo! Aku mau ikut juga!”

Alya menatap anak-anak itu lalu tersenyum lembut. “Baiklah, malam ini kita makan bersama.”

Namun, sebelum Alya sempat menutup percakapan, Philip berkata ringan, “Kalau begitu aku juga ikut.”

Semua kepala menoleh bersamaan. Alya terpaku. Vero mengernyit. Albiruni memutar jam di pergelangan tangan perlahan, gerakan kecil itu cukup untuk menunjukkan ketidaknyamanan.

Philip tetap tersenyum manis. “Tenang saja, aku tidak makan banyak,” ujarnya santai.

Alya tahu itu bukan soal makanan. Ada sesuatu di balik senyum itu. Sesuatu yang bisa mengubah arah hidupnya lagi, entah menuju ke mana.

***

Sambil menunggu bab berikutnya, baca juga karya aku lainnya.

1
Ning Suswati
doa isteri langsung menembuh langit, mengalahkan doa ibu setelah anak laki2nya menikah, jgn menyalahkan alya, salahnya sendiri yg menginginkan, karena dia yg berbuat penghianatan
Ning Suswati
kalau bukan jodoh, tak akan ada peluangnya, tapi kalau sdh taqdir jodoh semuanya jadi lancar
Ning Suswati
🤣🤣🤣🤣🤣
kacian deh lho, segala cara sdh dilakukan sekalipun bermandikan lumpur dosa,masih aja belum sadar, akan dosa2 yg semakin menumpuk, terus aja bikin sensasi murahan
Ning Suswati
karma gk perlu diundang dia akan datang dg sendirinya, jadi laki2 kebanyakan cuma ada nafsu yg ada di otaknya, tdk perlu pakai perasaan.itu sdh taqdir cintaan tuhan
Ning Suswati
sdh tau anaknya dablek, mau2 nya mendengarkan aduan dari mulut anak yg sdh mempermalukan seisi dunia, masih aja mau di bela, otak nya gk digunakan, sdh jadi jalang juga masih mau dibelain, bukan anak kecil
Ning Suswati
asssyyyiiiiiik, diterima lamaran papa biru, jgn lama2 untuk segera di sah kan dong
Ning Suswati
semoga babang biru cepat dapat laporan kejadian dan dalang dari semua fitnah pada alya
Ning Suswati
makanya diurus gundiknya itu vandra, jadi laki gk ngaruh, apa yg dilakukan gubdiknya gk tau, kalau masih jual tanah kaplingan🤭
Ning Suswati
semoga babang biru segera dapat bertindak dan cari pelakunya, jgn kasih ampun lagi, gk perlu lapor polisi paling juga lepas lagi, hukum rimba aja babang biru
Ning Suswati
enakkan punya isteri muda yg pintar dan berhati iblis, rasakan tuh vandra, apa yg terjadi sekarang semua ulah isteri siri yg gila dan berhati daqjal
Ning Suswati
semua rencana erika sangat cocok dg kerjaan jalangkung, apakah nasib baik akan berpihak kepada manusia berhati iblis, aq rasa sekali ini albiruni akan segera bertindak utk melindungi alya
Ning Suswati
perasaan luka bathin tdk semudah itu akan sembuh, apalagi luka karena penghianatan dlm rumah tangga, tapi tdk semua laki2 bejat, berdamailah dg hati dan bahagia itu kita yg raih
Ning Suswati
kebanyakan sih laki2, tdk bisa menjaga dan melindungi anak2 nya sendiri demi perempuan pemuas nafsu syetan jalang
Ning Suswati
bagus deh, ada zara si preman sekaligus tante yg baik hati, tau yg benar dan baik untuk keluarga
Ning Suswati
baguslah ada yg ngawal vandra dan nek kunti
Ning Suswati
erika ibarat kerbau selalu berkubang dalam lumpur, dan ini lumpur dosa, disitulah tempanya yg bisa membuat kebahagiaan bermandikan uang keringat hasil dosa
Ning Suswati
semoga saja vandra siap2 menerima kenyataan, bertahn dg erika karena sdh tdk ada lagi pelabuhan dan rumah untuk pulang
Ning Suswati
hhhhh emang enak bikin susah sendiri dan karma tdk akan lalai dg tugasnya, semoga cepat katauan kerjaan lanjutan erika menjual diri
Nyai Klipang
vandra lidahnya selalu kelu kalo mau bicara, mending vandra di buat bisu sekalian👍
Ning Suswati
yg namanya jalangkung pastilah, masa mau hidup kismin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!