NovelToon NovelToon
SANG PERWIRA

SANG PERWIRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pengantin Pengganti
Popularitas:99.1k
Nilai: 5
Nama Author: Penapianoh

Memiliki jabatan perwira, wajah tampan, di gilai banyak wanita, dan juga terlahir dari keluarga konglomerat tak lantas membuat Aabid diliputi kebahagiaan dalam berumah tangga.

Bagaimana tidak, istri yang ia nikahi masih dalam hitungan hari itu, sedang bersama seorang pria di dalam kamar, kamar yang dipersiapkan untuk malam pertama Aabid bersama istrinya, yang rencananya akan mereka lakukan setelah Aabid pulang tugas, namun...

Penasaran dengan alurnya? yukk baca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penapianoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SANG PERWIRA 9

"Semua ada di sini, saya memang belum melihat semuanya, tapi saya tahu benar apa yang ada di dalamnya. Ambil beberapa karena saya tahu Anda akan mendapatkannya lebih dari satu. Dia tidak akan pernah menyangka kalau saya punya rekaman ini. Karena dia penghuni baru, dia tidak pernah tahu kalau rumah ini ada CCTV nya," ujar Aabid pada Pak Wira, sang pengacara sembari menyerahkan sebuah flashdisk berisi rekaman CCTV.

Rekaman yang tak pernah ia berani putar itu pun akhirnya ia pakai sebagai senjata di persidangan.

Beberapa bulan berlalu, beberapa persidangan pun

sudah Aabid lalui dengan keputusan yang tak pernah berubah lagi.

Pisah.

Sebagai seseorang yang berkecimpung di bidang hukum, ia tahu gugatan tak akan dikabulkan jika bukti tidak ia berikan mengingat betapa gigihnya pihak radina menyatakan bahwa dirinya hanyalah korban.

Namun adanya CCTV yang sebelumnya ingin dia lepas karena semenjak pernikahan baginya kamar menjadi ruang privasinya bersama istri itu membuatnya sedikit lega.

Setelah mbok utun dan sang atasan dipanggil sebagai saksi namun sedikit dipermasalahkan karena tidak tahu menahu kejadian bermula, lebih lebih tidak melihat radina dan kekasihnya itu berduaan.

"Jadi, Anda yakin tidak datang besok?"

"Ya, saya rasa bukti itu sudah cukup dan saya percaya dengan kemampuan Bapak," ujar Aabid penuh keyakinan, bukan tanpa sebab ia akhirnya menyerahkan semua pada pengacara, beberapa kali berhadapan dengan radina di persidangan membuat hatinya sedikit terenyuh.

kala melihat raut dan mata sembab yang selalu menghiasi wajahnya.

Ia tak ingin melihat yang lebih dari itu yang pasti akan terjadi ketika rekaman CCTV diputar di persidangan sebagai bukti.

Rekaman yang menunjukkan betapa bejatnya seorang istri perwira saat ditinggal bertugas oleh suaminya yang sudah barang tentu akan membuat radina beserta keluarganya malu setengah mati bahkan tumbang karena harga diri yang jatuh oleh ulah anaknya itu.

Sedangkan Aabid, ia tak mau mengasihani lalu luluh lagi, Aabid tak ingin terbuai dan terjerembab dalam pedihnya pengkhianatan dengan memberinya kesempatan lagi.

"Baiklah, Mas, saya akan pastikan sidang berjalan lancar dan keputusan akan segera diketuk oleh hakim."

"Hem, terimakasih."

Usai pertemuan dan semua dirasa cukup, Pak Wira pamit undur diri.

Aabid menghela napasnya dalam-dalam, detak jantungnya terus berdenyut membayangkan apa yang akan terjadi di persidangan nanti.

"Ini keinginanmu sendiri, radina. Seandainya kamu tidak bersikeras dan menolak. Pasti semua tidak akan serumit ini," batin Aabid berujar.

Jujur dalam hatinya ia tak mau masalah ini diperpanjang.

Namun, apa boleh buat, memaafkan tak bisa dengan mudah ia lakukan, karena nyatanya Aabid tetap tidak bisa melupakan apa yang ia lihat.

Sadar bahwa ia hanya manusia yang penuh dengan keterbatasan sementara ia terus meradang kala mengingat tubuh sang istri dijamah oleh pria lain dengan segala keridhoan. Maka kembali, bukanlah pilihannya semua ini.

"Iya, Pak, nanti saya akan transfer dana untuk gaji karyawan. Sekitar pukul sebelas, ya. Saya harus ke bank karena jumlahnya lumayan besar." Suara Arumi terdengar menyapa indera pendengaran. Aabid pun tersadar lalu menajamkan pendengaran.

"Makasih, Pak," tutup Arumi.

"Siapa, Ma?" tanya Aabid setelah Arumi menutup telepon.

"Oh, Pak Setya. Kepala hotel di Bandung yang mama ceritakan dulu," jawab sang mama sembari mendudukkan diri di sofa sebelah Aabid.

"Transfer uang? Sudah beberapa bulan apa belum ada perubahan?"

"Mama belum sempat ke sana. Kemarin Mama minta bantuan Papa, tapi juga belum ada waktu."

Aabid terdiam, rasa bersalah menelusup masuk ke dalam hatinya, selama ini ia tak begitu tahu apa yang terjadi dengan kedua orang tuanya.

Kini ia pun merasa malu, bagaimana bisa ia membiarkan sang mama berjuang sendirian. Sedangkan dia hanya memikirkan ego tanpa memikirkan beban apa yang dihadapi wanita yang selalu mendahulukan kepentingannya dibanding kepentingan sendiri.

Ya, Aabid tahu, sang mama tidak sempat memikirkan yang lain karena sibuk mendampingi dan menemaninya menghadapi sidang.

Sibuk menenangkan hati yang terus saja berubah-ubah bahkan sering terlihat begitu menyedihkan meski keputusan final sudah ia tetapkan.

"Ma, kalau nggak mampu mending dijual aja." Aabid mencoba untuk memberi ide, ia tak mau sang mama terus tergerus oleh masalah bisnis di usianya yang sudah tidak lagi muda.

Sementara bisnis bukan bidangnya sehingga ia tak bisa banyak berbuat untuk sang mama.

"Bagaimana bisa, itu hotel peninggalan Eyangmu, warisan mama."

"Lalu?"

"Sementara ini ya Mama minta bantuan keuangan dari papamu. Sampai Papa putuskan gimana caranya supaya tidak sampai terjual. Papa dan mama sudah sepakat."

"Mau sampai kapan?" Arumi terdiam.

"Sudah kamu nggak usah mikir itu, lebih baik kamu fokus sama perceraian kamu. Biar ini menjadi urusan mama dan papa."

"Aabid sudah menyerahkan sama Pak Wira sepenuhnya."

Kini topik pembicaraan mereka berubah.

"Kamu yakin?"

"Yakin, Ma."

"Ya sudah, kalau kamu yakin."

"Ma,"

"Ya, kenapa Sayang?"

"Cuti yang diberikan Pak Hakam masih ada, Aabid mau liburan. Menenangkan pikiran." Arumi diam, namun tak lama ia menganggukkan kepala beberapa kali.

"O ... tentu, nanti mama temenin. Kamu mau ke mana?Luar negeri atau ...."

"Nggak usah. Aabid bukan anak-anak. Biarkan Aabid sendiri," tolak Aabid.

Ia ingin menata hatinya dan ia tahu itu tidak akan bisa jika mamanya ikut dengannya. Sebab, bukan tenang yang akan ia dapatkan jika bersama sang mama, namun justru repot dengan segala kebutuhan dan keinginannya.

"Tapi, kamu kan sedang nggak enak hatinya. Mama nggak bisa."

"Ma, tolong, jangan seperti itu. Sifat mama membuat Aabid dipandang sebelah mata. Aabid polisi, Ma. Bisa jaga diri."

Arumi menghela napasnya. Jujur ia masih belum bisa berjauhan dengan sang putra mengingat kondisinya, tapi ia juga tak mau mengekang dan membuat Aabid semakin tak nyaman lalu frustasi.

"Emang kamu mau ke mana?"

"Bandung, Aabid mau suasana baru supaya bisa lupa dengan semua."

Arumi kembali terdiam, ia juga tercengang, ia tahu benar bahwa Bandung adalah tempat di mana Arumi dan kedua orang tua radina memperkenalkan anak-anak mereka dalam perjodohan.

Entah hanya perasaan Arumi yang berlebihan atau memang ada niatan Aabid yang ia tidak ketahui.

Namun, nyatanya hati Arumi merasa semakin tak tenang begitu mendengar kata Bandung.

"Ma," panggil Aabid sembari menyentuh punggung tangan mamanya dan seketika juga pikiran Arumi buyar.

"Iya, bid. Em, oke lah, kalau cuma Bandung aja mama ijinkan, tapi janji jangan neko-neko." Tak ingin membuat sang putra berubah suasana hati dan kembali menjadi sosok yang sulit ia mengerti, akhirnya Arumi mengiyakan.

Masalah bagaimana ia bisa terus mengikuti akan ia pikirkan lagi nanti. Namun, yang jelas ia tak akan membiarkan Aabid lepas dari pantauan.

"Hem, thanks, Ma."

1
aliyya
wallpaper nya foto spa y,,,?
trs d rmh selina ad tamu spa,,,? jd penasaran 🤔🤔🤔
Danny Muliawati
mksih Thor lumayan banyak update nya😄
Reni Anggraeni
udah unboxing aja 🤭
aliyya
akhirnya udh bisa menyatu selina dan Aabid,besok selina mo d boyong ke jakarta am Aabid,selina harus kuat dan sabar nanti takut ketemu radina yg akan bt ulah bt balas dendam,,,(sotoy)🤭🤣🤣🤣
Intan Nurwulan
Up ka othor
Price Nada
lanjut Thor
aliyya
ceee ileyyyy,,,
d tanya in tuh selina klo Aabid cinta sama selina gmn ,,,?
mau gak bikin generasi penerus,,,?
🤣🤣🤣🤣🤣
Reni Anggraeni
up LG kk
Siti Siti Saadah
sudah memang buat jujur
Danny Muliawati
semakin seruuuuuu semangat thor
raditya Sujana
ceriganya terlalu bertelele kk, udah waktunya abaid bicara jujur berihal hatinya, jangan terlalu monoton,, tp aku ttp suka, ttp penasaran juga,, 10bunga deh buat kk biar daubel update nya💪💪💪💪kk
Intan Nurwulan
Knpa pd gengsi ya,coba saling jujur kalo mrk sdh mulai ada rasa. Jd gemezzzz😁
Reni Anggraeni
kak kok kmarin up 1 tok
Intan Nurwulan
Double up ka othor
Kharisma Afifa
ayo kang aabid segerah beraksi👍😄
Yus Marni
selalu tambah penasaran aku thor,lanjutt
Siti Siti Saadah
dibandingkan Selina trauma aabid lebih parah. meskipun dia seorang polisi dalam hal jiwa dia belum mampu mengelola traumanya
Fazira Fazira
asyeeeek makin seruuu💪semangat ya Thor
aliyya
sabar y selina Aabid blm jujur sama km,krna Aabid msh sakit hati sama mantan istrinya yg sudah selingkuh,dan dia jg blm sadar klo skrg udah mulai jatuh cinta ke kamu,,,❤️
aliyya
tinggal dimas ini mo di apa in sm Aabid,,,,🤭
double up thor,,,🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!