NovelToon NovelToon
Limerence

Limerence

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Septira Wihartanti

Yah, ganteng sih... tapppiiii pekerjaan pacar kamu kan Office Boy. Memangnya kamu ngga bisa cari yang lebih baik?

Disaat yang sama Boss Besar mengirimkan rangkaian bunga dan kalung berlian sebagai apresiasi pekerjaannya sebagai sekretaris.

Jadi, siapa yang harus dipilihnya?

Si Tampan Office Boy, atau si Milyuner Big Boss?

Gals, Yuhuuu..
Novel ini secara teknis sebenarnya sudah tamat di Bab 47, tapiiiiiii karena kesalahan teknis yangvtidak bisa dihapus, tampilannya jadi berantakan. Jdi diriku usahakan membuat cerita extra sampai Bab 65 yaaaa.

Terimakasih Yang Sudah Vote!!
Cup Cup Muahh deh, semoga semua yang Vote dan memberi diriku tips (hehe) hidupnya makin sukses dan selalu bahagia.
Aamiin...

hihi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jobdesk

Wanita bijak seperti angsa diatas air. Anggun walau tetaplah bekerja serta tetaplah tegar walau terluka (Unknown)

Sambil berdandan di balik meja sekretaris Aku terus memikirkan Lucas. Kemarin akhirnya dia pamit pulang siang-siang setelah memastikan Aku baik-baik saja. Seketika seharian Aku merasa pertama kalinya dalam hidupku, ingin ada yang mendampingiku.

Aku berpikir untuk pulang ke rumah orangtuaku di Jawa Timur kalau Aku resign, tapi Aku malas menghadapi omongan orang-orang disana kalau Aku datang tapi tidak membawa calon suami. Apalagi terakhir kali aku kabur dari rumah karena mau dijodohkan Bapakku dengan Pak Lurah, jadi istri ke tiganya untuk melunasi hutang Bapak. Sekitar 2 tahun lalu aku sempat pulang ke rumah tapi dengan sembunyi-sembunyi karena Ibu mengirimiku surat butuh dana untuk biaya melahirkan adikku. ATM terdekat jaraknya 10 kilo dari rumahku, jadi sekalian menengok ibu dan adikku aku membawakan uang 50juta. Sayang sekali hanya sebentar karena takut kepergok Bapak.

"Six, morning..." Andre mendatangi mejaku dan tersenyum. Ia memang biasa datang paling pagi sebelum jam kantor dimulai. "Leon calling me this morning, he said there will be announcement for the top secretary that will serve Big Boss when he is ready to based here."

Aku mengangkat alisku.

"Oh, Big Boss also need a secretary? Don't he already have Leon and Bara?" tanyaku.

"Maybe he need another insider..." sahutnya. “Someone who has work here long enough and knows the company quite well.”

Aku hanya berharap bukan Aku yang ditunjuk menjadi sekretaris Big Boss. Kapan Aku dapat lepas dari belenggu ini kalau Aku sampai terpilih.

“Six...” panggil Andre lagi, kali ini dia menatapku tajam. Aku sudah merasakan firasat ngga enak terhadap tatapannya.

Aku hanya menatapnya dengan pandangan bertanya.

“For all woman i know in this place, i pay more attention to you. I noticed that you are quite... closed with Leonard. Maybe... i wonder is he the reasons you never accept my invitation for lunch? Hm?”

Ceile, Aku pikir masalah apa...

Karena sedang malas memikirkan percakapan dengan bahasa Inggris Aku menjawab dengan bahasa. “Leon dan Saya pernah punya hubungan cinta, tapi itu sudah berakhir. Dan saat ini ada seseorang yang Saya suka, namun jelas itu bukan Anda, Pak Andre.” Aku menatapnya tajam, menantang. Lagipula plis deh Pak Andre, dirimu sudah 2 tahun di Indonesia apakah pernah berpikiran untuk belajar Bahasa agar lebih membaur?! “Anyway, Miss Gloria called this morning for an appointment at lunch, she has called 20 times to confirm the time...” Aku mengalihkan perhatian.

Andre berdecak...

“Make it 50 calls, then i want to meet her...” sahutnya sambil berjalan ke ruangannya di ujung.

Buaya kadut... serapahku dalam hati.

-----

Lucas mengambil seragam OBnya di loker pantry. Apa rencananya hari ini? Dia tidak dalam suasana hati yang baik. Kemarin Bara mengabarkan kalau ujicoba firewall yang baru berhasil dan tidak terdeteksi Icarus. Belum sampai 1 jam ada investor masuk untuk mendanai pembuatan versi 2 dan 3 nya, jadi Lucas harus meninggalkan rumah Bianca dan berjalan ke ujung komplek dimana supirnya menunggunya. Namun malamnya Icarus kembali menembus sistem keamanannya. Ia harus membuat firewall baru untuk mempertahankan investor yang baru masuk. Itu salah satu tujuannya melakukan adegan menyamarnya. Terus terang, ia tidak percaya dengan karyawan yang direkrut ayahnya, mungkin kecuali Leon dan Bara tapi itu juga karena ibunya menitipkan kedua orang itu secara khusus padanya sebelum beliau koma. Lucas bahkan tidak terlalu mengenal mereka. walaupun amanah ibunya, belum tentu juga Leon tidak berkhianat, apalagi pria itu pernah memiliki hubungan dekat dengan Bianca.

Saat ini ia harus meneruskan memimpin perusahaan yang ayahnya dirikan, jadi sebelum memulai kebijakan baru ia ingin mengetahui seberapa baik kondisi perusahaan... atau seberapa buruk? Yang mana saja pastinya ia tidak percaya siapapun saat ini. Ia juga merencanakan akan melakukan penyempitan pegawai. Tidak peduli seberapa lama karyawan bekerja, kalau tenaganya tidak berguna akan ia keluarkan. Itu sebabnya ia menyamar menjadi seorang OB.

Dalam hierarki kerja, seorang OB memiliki posisi yang paling rendah. Bisa jadi lebih rendah dari Driver dan Security. Sehingga memungkinkan Lucas untuk menyusup ke berbagai sudut karena saat ini ia dianggap bukan ancaman. Seringkali bahkan mereka menunjukan sifat aslinya hanya di depan Lucas, itu memudahkannya untuk bergerak mencari celah. Ditambah lagi, perusahaan ini, Beaufort Bank dan Beaufort Finance, diketahui disusupi oleh peretas ilegal. Mungkin kerugiannya tidak seberapa, hanya ratusan juta, tapi menurut Lucas suatu saat dalam waktu dekat jumlah uang yang tersedot akan bertambah. Si hacker sangat cerdik dan selalu bisa menembus pertahanan. Tim IT yang dipimpin salah satu asisten ahlinya, Bara, sudah belasan kali mencoba dengan firewall baru, namun si peretas - dia menamakan dirinya Icarus - sangat licin. Jadi ia dan Bara berbagi tugas. Bara mengurusi sistem, dan Lucas melakukan pengintaian manual.

"Nih, cuci besok! Jangan lupa taplak di meja Bu Susi juga disikat!" sahut Rapto, rekan sesama OB. Ia menyerahkan seragam bau keringat kepada Lucas.

Lucas mengerutkan keningnya. Hanya karena ia dianggap anak baru, seniornya ini menyuruhnya mencucikan seragamnya? Dan lagi setau dia bukannya Bu Susi menyuruh Rapto untuk membersihkan taplak yah... kenapa malah jadi dia sekarang?

"Ya, Mas..." desisnya.

"Habis Ashar angkut meja buat ruang meeting besar ke lantai 5, Kas! Kamu sama Jepri aja Aku mau pulang tenggo, capek pegel-pegel!" Kata Rapto lagi.

Angkat meja? Berdua aja? dan dia pulang tenggo...karena apa? Karena capek?!

Sial...

"Aku kemungkinan dateng agak malem soalnya ada data buat Big Boss yang harus diantar ke pusat, mas."

"Halah bisa ditundalah! Sepenting-pentingnya diperjuangin kesana juga gaji kita ngga naik-naik!!" omel Rapto.

"Iya tapi kalo ngga diantar kan Aku bisa disalahin..."

"Jangan sok kegantengan Kamu! Sok penting mentang-mentang kenal banyak orang di Gedung Pusat, angkat meja aja ngga mau kebanyakan alasan! Aku ngga mau tahu, nanti diangkat!! Udah tak bilangin ke Jepri juga!" Rapto keluar dari pantry sambil mengalungkan handuk kecil di bahunya.

Lucas membuang seragam OB itu ke tempat sampah, cuci tangan, lalu mengambil troli suratnya.

"Kas! Lucas!!" Pak Haris dari Bagian Umum memanggilnya. "Beliin bubur yang biasa, ya. kalo Kamu mau, sekalian aja Kamu beli pake uang Saya." ia menyerahkan 15 ribu ke Lucas. Sedangkan bubur semangkok harganya udah 10rb...

"Ya Pak... Saya antar surat dulu yah, paling 10 menit baru Saya bisa jalan."

"Jangan lama-lama, laper!"

Lucas berjalan lagi, ke bagian Akunting.

"Mbak Mutia... ini transaksi dari cabang-cabang."

"Lucas!" Mutia kelihatan panik. "Lo...lo liat bungkusan hitam di bawah meja gue ngga?"

Lucas mengernyit, ya pasti lihat lah yang isinya muntahan kan? bener-bener dah lagi hamil muda muntah di meja tapi maen pulang aja ngga dibuang ke tempat sampah. "Udah kubuang mbak..."

Mutia menatap Lucas dengan pandangan ngga enak... "Aduh, sori banget Kas... gue lupa banget kalo gue muntah di sini, mual banget ngga kuat ke toilet kemarin..." ia mengaduk-aduk kantongnya. "Nih buat lo, beli yang lo suka dah, rokok kek, kopi kek, soriiii banget pasti lo jijik yah! Ngga lagi-lagi deh kemaren itu beneran lupa!"

Lucas melihat tangannya yang diselipin kertas dari Mutia. 100rb.

Lumayan.

Okelah dimaafkan.

Lalu pria itu mengambil sesuatu dari trolinya. Sebungkus plastik kecil.

"Buat Mbak Mutia..." Sahutnya.

Mutia terpekik senang.

"Tapi jangan lupa dibuang ke tempat sampah ya mbak."

"Aduhhh Lucas... tengkyu buangeeet!!"

Lucas meletakkan transaksi cabang di meja Mutia, lalu kembali berjalan untuk ke bagian lain.

Dalam waktu 10 menit, kerjaannya meningkat menjadi : memperbaiki mesin fotokopi karena ada streples tersangkut, menyikat taplak meja Bu Susi, membuang karangan bunga setelah disortir yang masih segar ditaruh di pot untuk dipajang di operator, ia berpapasan dengan Jono, OB yang lain yang tugasnya bagian dapur (menyiapkan minum untuk semua karyawan dan memastikan galon selalu terisi), kecuali catering untuk para sekretaris dan urusan beli-beli makanan macam Pak Haris, itu jadi urusan Lucas.

"Bro, Dispensernya rusak lagi... gue mau beli ketel listrik dulu ke swalayan, titip dapur ya bentar." sungut Jono.

"Bukannya baru yah dispensernya."

"Gue ngga ngerti gimana sih orang-orang pake dispensernya, perasaan yang di rumah gue 5 taon baru rusak, itupun kaga separah ini...ngga ngerti gue bro. Yang ini sistem pemanasnya rusak dan airnya bocor..."

Setelah Jono pergi, Lucas memeriksa dispenser.

Ini sih... bekas dibanting orang.

Lucas menatap dinding di sekitar itu. Ada noda kehitaman dan sedikit retak di belakang meja dapur.

Dan ada bau alkhohol.

Ini orang-orang kerjaannya apa sih, kok bisa-bisanya pesta mabok-mabokan di dapur... Lalu Lucas melihat sesuatu terselip dibelakang meja.

Kain tipis renda berwarna merah. Ia berdecak kesal. Ia mengambil amplop bekas, memasukan potongan kain kedalamnya, lalu cuci tangan pakai sabun 2 kali.

Sekitar 10 menit ia tiba bagian yang ia suka, lantai 10, ruang Direksi.

Bianca...sedang berbicara dengan Pak Andre. Wajahnya seperti biasa, suram.

Tapi sangat cantik.

Lucas menyeringai ke arah Bianca dan wanita membalas tatapannya dengan lembut, namun dengan wajah masih sejudes biasanya.

"Cuma ada proposal untuk Big Boss, sudah ditandatangan direksi. Lalu draft offering letter diantar ke Pak Leon untuk dia baca dulu. " Bianca mencondongkan tubuhnya ke Lucas dan berbicara dengan suara rendah. "Bilang ke Pak Leon, fokus ke Affirmative statement, direksi maunya ini langsung ke Big Boss tapi menurutku lebih baik disortir dulu sama Pak Leon. Aku ngga ingin terlalu membebani Big Boss untuk urusan remeh temeh."

Lucas mengangkat alisnya.

"Jadi direksi taunya ini langsung diantar ke Big Boss?"

Bianca mengangguk.

"Ngga papa Mbak Six ambil tindakan yang diluar jobdesk macam begini?" tanya Lucas.

Bianca mengangkat bahunya.

"Yah, sebagai bonus untuk perusahaan yang udah menanggung hidupku selama 10 tahun, ini bentuk loyalitasku." kata wanita itu. "Kamu pasti udah tau dari 4 Direksi background mereka langsung pegang jabatan. Ngga ada yang mulai dari bawah, jadi prinsip kehati-hatian mereka kurang terasah. Aku merasa ada kejanggalan di statementnya, jadi Aku minta bantuan Leon dulu sebelum sampai ke meja Big Boss..."

Lucas mengangguk mengerti.

"Udah kabarin Pak Leon kan ya Mbak? Aku langsung aja ke ruangan Pak Leon kalo gitu..."

Bianca mengangguk sambil menyerahkan dokumen.

Lucas ke meja Number Seven.

"Ganteng..." sapa  Seven. "Aku nanti titip yang biasa yah... Minta 2 dus." wanita itu menyelipkan uang dibawah dokumen.

"Persediaan sebulan Mbak?"

"Enggak lah... itu seminggu." Number Seven mengerlingkan mata sambil menyeringai nakal.

Lucas memaksakan senyumnya dibuat semanis mungkin padahal ia sedang menahan jijik. Ia harus lebih seksama membersihkan ruangan Pak Bima nanti.

"Kalau Kamu mau gabung, kesempatan masih terbuka loh..."

"Makasih tawarannya mbak, Aku pass dulu ya..." sahut Lucas.

Pria itu ke meja Number Eight.

"Say, bilang ke OB yang tugasnya bersih-bersih tolong PC Aku dilap yah, kemarin banyak semutnya. Sama ini daftar belanjaku..."

Lucas membaca daftar belanja.

Gimana caranya dia bawa-bawa popok bayi 6 plastik pake motor...?! Sudahlah suruh driver aja...

"Ini bilyet yang sudah ditandatangan Pak Wisnu..." kata Number Eight.

"Siap Mbak..." desis Lucas sambil berjalan ke arah meja Number Nine.

Lucas menyerahkan amplop coklat ke Number Nine.

Wanita itu mengintip isinya lalu menepuk dahinya.

Gstring warna merah. Miliknya.

1
amilia indriyanti
*Khotmil Qur'an ke- 471 Alumni FU 98, (Rabu - Kamis, 29 Juli - 5 Agustus 2026) ba'da magrib*

DOA TAHTIM/KHATAMAN SETIAP MALAM JUMAT

_Juz_

1. Ali. M🚣🏻🎣
2. Ali. F💫
3. Yazid🤲🤲🤲
4. Imam/ Diryono🕋
5. Fitri 🕋
6. Amel/ Umami
7. Elya 🕋❤️
8. Yoyok/Afifah🕋🫰
9. Ipeh🕋
10. Zainu🕋
11. Tri' 🥰🕋
12. Jarot😎😎😎
13. Indarti /Inayah
14. Tarom/Anik🌻
15. Asfurin🇲🇨🇲🇨🇲🇨
16. Mawar 🕋
17. Khuzaenal🕋
18. Karwati/Yossy🕋
19. Wahyudin🎓
20. Iftah🕋
21. Taufiqi 💯
22. Zaenal 🕋
23. Tutik 🕋
24. Rofi'i🌽
25. Zaini/Samsul
26. Umi Hanik✅
27. Suryanti🕋
28. Haris🕋
29. Dewi/ Kodriyah 🕋
30. Qoif 🕋🕋

*Bagi yang berhalangan bisa menghubungi yg belum dapat juz atau segera mencari yg badali terima kasih*🙏
*Mohon dibaca sesuai waktunya, kalau memang tidak bisa segera laporan biar bisa digantikan yang lain, terima kasih 🙏*
meimei
kangen novel ini heeehe
Kᵝ⃟ᴸ _ᵉᵖʰᶦ
puncaknya ini Novel dibab REVEALED... kalau baca ulang biar tahu kata kuncinya
MARWAH HASAN
bukan cuma quite close lagi..
malah mantan😉
LOVE U TOO¹
aku disini lagi ya ampun..
kalo stag gak nemu novel baliknya kesini lagi kesimu lagi..
Cicak Speed
sesayang itu Alex sama Almira
Reni Otta
sama jangan kan Bianca aku juga suka thor kalo Alex jadi Lucas habis lucu kalo Lucas...🤭
Reni Otta
sumpah seru banget baca nya Thor deg deg ka...👍
Sha_riesha
ceritanya buagus. penulisannya enak dibaca.
Khairul Azam
aku klo baca novel ada kisah anak seperti rumi ini bener gak tega buat baca aku sekip aja meski sebagus apa novelnya
Khairul Azam
gimana sih bapak kaya gitu masih diturutin minta uang
Khairul Azam
koplsk koplak 🤣🤣🤣🤣
Khairul Azam
itulah lelaki habis manis sepah dibuang
Khairul Azam
bima aria andre mereka emang bejad tp krisna lebih lebih dan lebih bejad
Khairul Azam
kacau kacau
Khairul Azam
ini kantor kq berantakan begini yak
Khairul Azam
aku jg begitu suka minder suka gak percaya diri 🤭🤭🤭 maluan apa itu yg bikin gak pernah deket sama laki laki 🤭🤭
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Madam ini paling update, berita blom booming madam udah bikin novel nya. novelnya juga keren , kisah yg serem saat diberita , monoton kadang pas di denger... dikemas dlm novel yg menarik & bahasa yg enak dibaca .
kayak kisah Jihan pacarnya baratadhika , ada di dunia nyata habis diperawanin pacar digilir temen²nya bedanya di dunia nyata sampai meninggal si cewe. sekarang juga lagi viral fantasi cinta sed4rah seperti di novel nya bang Sena. atau seperti kisah Kayla nya Zaki.
aku sabar madam menanti update nya novel ongoing... mungkin madam lagi cari inspirasi, sukses dan sehat selalu madam Septira ♥️

balek lagi ke Andre....
grusah grusuh Andre kiii😔 bawa Dimas yg pinter siasat kek , apa Alex atau pak Sebastian yg kolega nya banyak , apa minta bantuan nenek nya Gerald bagaswirya yg punya bolosewu . pasti dah gengster tanpa disentuh pun mati.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
emang suara Andre bisa bikin org hamil kah Isabel 🤣
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
bener kata siapa kemaren tuh di novel nya Axel Rio, apa pak Damaskus ya yang bilang ... klo owner-nya beaufort labil🤣🤣🤣 cekatan dlm mengambil sikap soal perusahaan tapi kekanan Kanakan masalah perasaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!