NovelToon NovelToon
Aster Veren

Aster Veren

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:260.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fiane

Aster gadis kecil yang hidup sendiri setelah ditinggal pergi oleh ibunya diusia mudanya. Kini dia juga harus kehilangan sosok neneknya, satu-satunya keluarga yang masih dimiliki olehnya.

Lalu suatu hari dia bertemu dengan seorang pria asing dalam sebuah kecelakaan, siapa sangka pertemuannya dengan pria itu membawanya pada kehidupan yang lebih baik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fiane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 09

-Arsel-

Waktu sudah menunjukan pukul 08:35 pagi sekarang. Aster juga sudah berangkat sekolah dengan diantar oleh Eric, aku hanya ingin dia mengawasi Aster sampai dia kembali ke rumah selagi aku sibuk bekerja di rumah.

Ruang kerjaku benar-benar berantakan sekarang. Batinku melihat beberapa gulungan kain yang berceceran dilantai bersama dengan beberapa kertas yang ikut bertebaran dilantai.

Ting tong...

Suara bel rumah menarik perhatianku, dengan malas aku pergi dari ruang kerjaku untuk memeriksa siapa yang datang sepagi ini. Rasanya belakangan ini banyak sekali tamu yang begitu mengganggu.

"Ya, tunggu sebentar!" Teriak ku saat mendengar bel rumahku kembali dibunyikan. Kemudian tangan kananku segera meraih knop pintu rumah dan membukanya.

"Kenapa lama sekali?" Tanyanya menyadarkanku yang sempat mematung melihat sosok kakak ku yang datang bertamu ke rumahku sepagi ini.

"Ka–kakak? Kenapa? Kapan pulang? Kenapa tidak memberi kabar padaku?" Tanyaku sambil berbalik badan dan mengikuti langkahnya yang sudah melengos masuk ke dalam rumahku.

"Aku datang kemarin malam, ibu terus menggangguku beberapa hari ini karena kau membatalkan perjodohanmu dengan Michelle. Lalu ku dengar kau juga mengadopsi seorang anak, apa itu benar?" Jelasnya sambil menghempaskan tubuhnya keatas sofa di ruang tamu.

"Jadi kau datang untuk menceramahiku juga? Menggantikan ibu begitu?" Tanyaku mendengus kesal.

"Sebaiknya kau pulang ke rumah dan bicarakan semuanya baik-baik, dan untuk anak adopsianmu itu. Kau kembalikan saja dia ke panti asuhan." Tuturnya sambil melonggarkan dasi merah yang dikenakannya.

"Jangan seenaknya memerintahku! Lagipula anak itu tidak ku adopsi dari panti asuhan." Ucapku merasa kesal atas perkataannya.

"Jadi kau mengadopsi anak yang gak jelas asal usulnya?" Tanyanya lagi membuat kesabaranku habis.

"Aku tau asal-usulnya makanya aku mengadopsinya." Tegasku membalas tatapan tajam yang sudah dia suguhkan sejak memasuki rumahku.

Aku tau betul dia tak suka jika pekerjaannya terganggu. Dan lagi kakak paling tidak suka dilibatkan dalam masalah pribadiku dan ibu. Tapi kenapa dia harus repot-repot datang? Padahal tinggal mengabaikanku seperti biasanya saja.

"Apa maksudmu dengan mengetahui asal-usulnya?" Tanyanya mempertajam tatapannya itu.

"Bagaimana jika ku katakan anak itu adalah anakmu dengan kak Helen? Apa kau akan percaya padaku?" Jelasku sedikit berkeringat dingin.

"Apa yang kau katakan? Aku tak pernah memiliki anak dengan Helen, dan kau tau itu." Ucapnya setelah menghela napas lelahnya.

"Kau pikir aku bercanda?" Tanyaku.

"Terserah kau saja, aku tak akan ikut campur dalam urusanmu dengan anak asuhmu itu. Yang ku mau sekarang, kau pulanglah temui ibumu dan bicarakan semuanya baik-baik. Sampai jumpa." Tuturnya sambil bangkit dari posisi duduknya dan segera pergi dari rumahku tanpa banyak bicara lagi.

"Dasar kakak bodoh!" Umpatku merasa kesal sendiri.

Bagaimanapun caranya aku akan meyakinkannya ... surat! Kenapa aku tidak memperlihatkan surat itu padanya? Batinku saat mengingat surat dari kak Helen yang diberikan oleh bi Siti pada hari itu.

"Arrgh... aku tidak memikirkannya tadi." Geramku merasa kesal sendiri.

***

-Aster-

Bel pulang sekolah berdering dengan nyaring ke seluruh penjuru sekolah. Dengan cepat ku masukan semua peralatan tulis beserta buku catatanku kedalam tas sekolahku.

"Tunggu!" Suara Kalea menghentikan langkahku tepat diambang pintu kelas.

"A–ada apa Lea?" Tanyaku sedikit gemetar melihat manik biru yang tak bersahabat itu.

"Siapa suruh kamu pulang? Piket, bersihkan kelas dulu baru pulang." Jawabnya.

"Eh? Tapi hari ini bukan jadwal piketku ...." Tuturku tak berani menatap matanya.

"Sudah lakukan saja jangan banyak menjawab!" Ucap Nadin sambil mendorong tubuhku kedalam kelas.

"Nadin jangan terlalu kasar padanya, ingat? Dia tidak memiliki siapapun untuk dijadikan tempat berlindungnya." Tutur Kalea selalu membuatku tertekan dengan perbedaan yang ku miliki.

"Aku lupa, hehe ...." Tawa Nadin membuatku meremas ujung tali tas sekolahku.

"Sudahlah, kita tunggu di luar saja. Cepat selesaikan bersih-bersihnya! Aku ingin cepat pulang." Lanjut Kalea membuatku bergegas untuk membereskan kelas.

Mengangkat semua kursi keatas meja, lalu menyapu lantai dan mengepelnya. Sesekali ku alihkan perhatianku pada sosok Kalea dan Nadin yang sedang berbincang di depan kelas.

Ku lihat mereka begitu dekat dan sering kali membuatku merasa iri. Seadainya aku punya ayah, apa aku juga akan memiliki teman? Batinku.

"Sudah selesai?" Tanya Nadin sedikit berteriak di depan pintu kelas yang terbuka.

"I–iya sudah." Jawabku sambil menjinjing ember kecil bersama lap pel didalamnya.

"Kalau begitu ayo pulang sekarang." Ucap Kalea sambil menggeret Nadin bersamanya.

***

"Melelahkan ...." Gumamku sambil menyeka keringat dikeningku dan berjalan kearah gerbang sekolah.

"Saat kamu kelelahan cobalah untuk mengatur napasmu secara perlahan, jangan tunggu sampai sesak." Suara lembut ibu yang masih terngiang dalam ingatanku jika aku mulai kesulitan untuk bernapas.

Yah benar, atur napasmu perlahan Aster. Kamu harus ingat dengan kata-kata ibu .... Batinku berusaha mengatur napasku.

Lalu langkahku terhenti saat melihat Kalea yang dijemput oleh seorang pria dewasa, raut wajahnya benar-benar tampan dengan setelan jas yang dikenakannya. Tubuhnya juga sangat tinggi, mungkin lebih dari 165 cm.

Ku lihat pria itu meraih puncak kepala Kalea saat dia terjun kedalam pelukannya sambil tertawa renyah.

Enaknya .... Batinku kembali merasa iri padanya.

"Kenapa lama sekali keluarnya?" Suara paman Eric mengejutkanku, membuatku segera menoleh karahnya berdiri.

"Ah itu ... piket. Aku habis piket dulu hehe ...." Jawabku sambil menggaruk tengkuk ku.

"Kalau begitu mari pulang sekarang. Tuan sudah menunggu nona di rumah." Tuturnya sambil menggandeng tangan kananku dan membawaku ke tempat parkir.

"Pak supir kenapa paman? Kenapa paman yang antar jemput Aster hari ini? Padahal kemarin pak supir bilang akan mengantar jemput Aster setiap hari." Tanyaku sebelum masuk ke dalam mobil.

"Dia sedang ada urusan lain, jadi hari ini aku yang menggantikannya." Jawabnya sambil tersenyum hangat seperti paman merah.

"Aku sudah mendengar semuanya dari wali kelasmu soal acara besok. Kenapa nona menyembunyikannya dari tuan muda?" Tanya paman Eric setelah masuk kedalam mobil dan menyalakan mesinnya.

"Eh? Paman mencaritaunya?" Tanyaku melihat tatapan paman dari pantulan kaca spion mobil.

"Aster hanya tidak mau merepotkan paman merah lebih dari ini. Lagipula Aster ini orang asing bagi paman." Lanjutku sambil menundukan kepalaku.

Tidak boleh menangis lagi Aster! Jangan cengeng! Batinku berusaha menahan genangan air mata yang mengganggu penglihatanku. Namun detik berikutnya buliran bening itu malah jatuh ketanganku.

"Apa tuan muda pernah bilang nona Aster orang asing baginya?" Tanya paman Eric membuatku mengangkat kepalaku dan melihat sorot mata paman dipantulan kaca spion.

"Tidak ... paman bilang aku keluarganya." Gumamku mengingat perkataannya kemarin malam.

"Tuan muda pasti senang jika mendengar soal acara pentas seni besok. Aku juga yakin dia akan datang untuk menonton pertunjukan nona besok." Tutur paman Eric kembali tersenyum hangat.

.

.

.

Thanks for reading...

1
𝐁𝐈𝐍𝐓𝐀𝐍𝐆
♥️
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
woy secepat ini kah endingnya
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Time skip?😳
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Carel kangen ayang🤣
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
gue suka eps kali ini sama dua eps sebelumnya. Gila manis banget interaksi Aster sama Carel. Tu cowoknya keliatan perduli banget sama Aster, disisi lain gue malah ngira si Carel lagi ngasuh adeknya wkwkwk🤣
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
figuran yg sangat peka ya🤣
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Mungkinkah Carel berpikir Aster bakal lepas lagi darinya? Secara kan waktu itu Aster dalam bahaya waktu jauh dari Carel, terus Carel juga gk sempet datang tepat waktu buat nolong Aster.

Jadi secara naluri dia berusaha buat tetap jagain Aster dan gk mau jauh-jauh dari Aster. Jadi kalau ada apa-apa juga, Carel bisa bantu. Gitu kan? Kalau gitu gue paham kenapa Carel sampai sepanik itu waktu Aster lepasin genggaman tangannya dan lari jauhin dia🥲
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
berusaha menahan kesal ya🤣
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Apa ini apa ini?

Jadi Aster udh tau kalau Carel ngaku2 pacarnya dari temen2nya? Terus dia pura2 gk tau buat godain Carel gitu?

Eps kali ini banyak gulanya ye?
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
selamanya juga boleh, yakin tuh si Carel kegirangan karena dipeluk sama pujaan hatinya
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Termasuk gue sebagai pembacanya ye kan😌
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
ni anak gemesin banget woy. Karung mna karung >///<
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
ayo bahas biar Ansel ngamuk
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
sedang menggosipkan si Carel dan ketidakpekaanmu itu
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Ya berduaan denganmu itu maksudnya nak🤣
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
minga maaf karena udh naksir si Aster ya🤣
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Ternyata si Lea salah paham🤣

Rupanya si Aster sibuk mikirin ucapan si Carel toh.

Gue suka sih interaksi mereka disini. Apalagi Aster mulai memutuskan buat lebih terbuka sama Kalea. Berarti mulai dari sini hubungan pertemanan mereka bakal lebih dalam lagi kan? Mungkin🤔

Btw, gue ngerasa ada bau2 scene romance kedepannya. Apakah sudah waktunya Aster dan Carel mulai memasuki kisah mereka?
𝐌𝐄𝐆𝐀𝐍: lanjutkan👍
total 3 replies
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Nah iya, setuju gue. Sekali-kali Aster harus marah, jangan buat dia terlalu sabar😭
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Karena terlalu seneng sama hubungan pertemanan mu sama Aster itu.

Apalagi Asternya kelewat baik:')
𝐏𝐔𝐓𝐑𝐀
Oh jadi intinya si Ansel mau memperbaiki hubungannya dengan Aster dengan cara membuat batasan yg jelas sama si Kalea toh.

Ya sih, udh seharusnya tu anak berhenti nganggap Ansel sebagai bapaknya. Kan dia udh nemu bapak baru juga.

Disisi lain ni si Ansel pengen buat Aster seneng kayanya karena kedepannya cuma dia yang bisa manggil Ansel ayah😌
𝐁𝐈𝐍𝐓𝐀𝐍𝐆: Bapak baru🗿
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!