NovelToon NovelToon
[RDY'S#1] LAA TAHZAN!

[RDY'S#1] LAA TAHZAN!

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Badboy / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: sugiatiidhln

[BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA! BUDAYAKAN PULA TINGGALKAN JEJAK!]

[FOLLOW AKUN IG; SUGIATIDAHLAN]

[NO PLAGIAT! SANKSI BERLAKU!]



Kisah tentang;


"Aku akan terus bersabar, bahkan sampai kesabaran itu sendiri mulai lelah dengan kesabaran ku."

@Annisa Az-Zahra

Bagaimana jika seandainya kalian adalah siswi berhijab satu-satunya di sekolah kalian? bagaimana jika seandainya kalian tidak sengaja melakukan tingkah konyol yang menjerumuskan kalian ke dalam masalah?


Hidup Zahra yang mulai di tumbuhi bunga-bunga berwarna-warni kini kembali terlihat hampa saat sebuah RAHASIA BESAR berhasil merubah segalanya.



®picturebypinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sugiatiidhln, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 9. Cowok Muka Datar

Dan di sinilah Zahra sekarang, membawa nampan yang isinya berbagai macam makanan. Bahkan, kedua tangannya tak cukup untuk membawa makanan yang dipesan, dan Zahra harus meminta tolong salah satu mbak-mbak kantin untuk membantu membawa pesanannya, ralat! tapi pesanan 3 pemuda itu.

Zahra melangkah dengan langkah Berat. Menghampiri meja Verrel, Daniel dan Deon yang sekarang tengah menunggunya.

"Bebeb Zahra udah datang," goda Daniel saat melihat Zahra berjalan mendekat ke arahnya.

Zahra mendelik dan memutar bola matanya jengah mendengar godaan Daniel yang unfaedah.

"Jangan panggil aku bebeb aku nggak suka," tolak Zahra mentah-mentah.

Daniel terkekeh, mendengar penolakan Zahra. Daniel sebenarnya hanya berniat sedikit usil dan tidak benar-benar berniat membuat Zahra marah.

Zahra menyimpan nampan di tangannya yang berisi berbagai macam makanan dengan muka di tekuk. "Ini pesanan nya tuan," ujar Zahra kesal.

Rasa kesal Zahra terhadap Verrel semakin menjadi-jadi, saat Verrel benar-benar menyuruh Zahra agar mengikuti apa kemauannya. Selama satu bulan? Zahra tidak tahu bakalan bertahan atau merengek kepada Raihan agar di pindahkan sekolah lagi.

Verrel tersenyum miring mendengar Zahra memanggilnya dengan kata 'tuan'. Verrel hanya ingin sedikit usil dengan gadis di depannya ini selama sebulan. Mungkin, menurutnya akan seru karena Zahra beda dari yang lain. Ada kesenangan tersendiri yang di dapatnya setelah membuat gadis itu kesal karenanya.

Verrel merasa sedikit terhibur dengan melihat wajah kesal Zahra. Bukan Verrel menyukainya, tidak! Verrel tidak akan mudah menyukai seorang gadis hanya dengan pertemuan-pertemuan singkat, selera Verrel sangat tinggi dan tentu jauh dari Zahra.

Verrel merasa aneh pada dirinya sendiri, saat membuat kontrak konyol. Entah apa yang ada di pikiran Verrel saat itu. Tetapi, tingkah Zahra yang mengejutkannya saat tertidur benar-benar tidak dapat di toleransi olehnya.

Mulai hari ini aku akan mengikuti kemauan tuan Verrel selama sebulan. Jika aku melawan tuan Verrel bisa mengeluarkanku dari sekolah ini.

Ttd,

Bocah pendek

Kontrak konyol formal ~aku~ mengikuti gaya bahasa Zahra. Verrel masih ingat jelas betapa marahnya Zahra saat di paksa menandatangani kontrak yang di buatnya. Bahkan, ia sampai merengek pada Audy tetapi di hiraukan oleh Audy.

"Bocah yang pintar," ledek Verrel saat Zahra menyimpan pesanannya di meja.

Zahra menatap Verrel dengan raut wajah kesalnya. "Aku kan udah bilang enggak sengaja, aku juga udah minta maaf, " Zahra mengatakan itu dengan nada sedikit memohon.

"Siapa suruh, lo bangunin singa yang lagi tidur?" beo Deon bertopang dagu menghadap Zahra.

Zahra mengerjapkan matanya dua kali, berusaha mencerna ucapan Deon barusan. "Aku nggak bangunin singa, aku cuman bangunin si cowok muka datar ini," cibir Zahra dengan polosnya.

Deon dan Daniel melongo mendengar ucapan ngawur Zahra. "Maksud Deon tuh, singanya si Verrel," seru Daniel.

Zahra terkejut dan refleks menjauhkan dirinya dari Verrel. Zahra melangkahkan kakinya ke kanan tiga kali agar jaraknya dan Verrel tidak terlalu dekat. Awalnya Zahra berdiri di dekat Verrel yang lagi makan, tapi mendengar ucapan Daniel kini Zahra berpindah tempat berdiri di dekat Deon, walaupun Zahra sebenarnya sudah panas ingin keluar dari kantin ini.

Verrel yang sedari tadi hanya menyimak, malas untuk ikut campur dan memilih menikmati makanan, kini menatap Zahra bingung. "Lo ngapain? Ngejauh gitu?"

"Benar apa kata Daniel, cowok ini singa nyeremin kampret kalo lagi marah," cibir Zahra membatin tak lupa umpatannya.

Tak ingin terlalu lama berada di tempat ini, Zahra pun berniat pergi.

"Baik tuan, sekarang aku mau balik ke kelas dulu!" pamit Zahra.

Saat Zahra berlari menjauh dari meja itu, ia hampir saja terjungkal kebelakang saat tangan kekar mencekal tangannya. Zahra membalikkan badannya dan menatap marah sang empu tangan tersebut.

"Lepasinn!!!" berontak Zahra dan langsung menepis tangan Verrel kasar.

Verrel mengangkat sebelah alisnya menampilkan ekspresi bingungnya. Biasanya, jika ada seorang gadis yang di perlakukan seperti itu oleh seorang Verrel Aryanka Radeya gadis itu malah keenakan dan mustahil untuk memberontak. Lalu, ada apa dengan Zahra yang malah tersulut emosi?

"Kamu bisa nyuruh aku apa aja, tapi kamu nggak bisa pegang tangan aku seperti itu!" marah Zahra.

Seketika Verrel mematung mendengar ucapan Zahra. Sekarang dia tahu bahwa Zahra adalah gadis yang benar-benar beda dari gadis yang lainnya, gadis kecil yang tidak akan tinggal diam jika ada yang memperlakukannya seperti itu. Verrel sempat sadar bahwa dia salah melakukan hal itu, tetapi Verrel tidak sengaja dia hanya refleks menarik tangan gadis itu.

Suasana kantin seketika sunyi, semua pasang mata mengarah ke sumber suara. Banyak tatapan tidak suka yang di dapatkan Zahra apalagi dari fans-fans Verrel yang menurutnya tidak Waras.

Baru saja Verrel ingin membuka mulutnya untuk meminta maaf, Zahra malah berlari keluar kantin membuat Verrel mengurungkan niatnya.

"Bangke lo Rel, ngerjain anak orang sampe segitunya," sembur Deon, sambil menatap punggung Zahra yang mulai menjauh.

"Kasian bebeb Zahra ku rel," rengek Daniel dramatis.

"Rel maksud lo apaan jadiin Zahra babu lo gini?" timpal Deon. Sebenarnya Deon sudah lama ingin menanyakan perihal ini, karena tidak biasanya Verrel menarik seseorang untuk ikut berkelana dalam hidupnya.

"Dan maksud lo apaan cekal tangan Zahra seperti tadi?" timpal Deon lagi.

Bukannya menjawab Verrel masih terdiam.

"Ya buat kesenangan doang lah Yon, lo kan tau Verrel belum bisa move-on dari Auryn," celutuk Daniel dengan santainya.

Deon menatap tajam ke arah Daniel membuat Daniel tersadar akan kalimatnya dan segera memukul-mukul mulutnya pelan yang berbicara seenak jidat.

Verrel mengubah kembali ekspresinya menjadi datar. "Gue emang belum move-on, tapi gue bakalan move-on, secepatnya!!" tukas Verrel yang di balas anggukan mantap oleh Daniel dan Deon.

"Dan waktu gue cekal tangan Zahra gue cuman refleks and gue nggak tau reaksinya bakal selebay itu! " lanjut Verrel, walaupun terbesit rasa bersalah dalam dirinya yang ia tepis jauh-jauh.

"Oh ya, tadi gue denger Zahra di lantik jadi waketos sama Farhan," seru Daniel mengalihkan pembicaraan sambil mengunyah makanan yang di pesannya.

"Lo yakin?" tanya Verrel memastikan.

"Iya gue denger sendiri, waktu Zahra cerita ke Audy."

Kening Verrel berkerut bingung. Bagaimana bisa Farhan menyerahkan posisi wakil ketua osis pada gadis yang tidak tau apa-apa seperti Zahra? Bahkan, kepintarannya pun hanya lumayan.

"Jadi Zahra terima?" tanya Verrel lagi, rasa penasaran itu tiba-tiba saja muncul dalam dirinya apalagi ini menyangkut soal Farhan.

Daniel meneguk habis minuman yang di pesannya sebelum menjawab pertanyaan dari Verrel. Ia yang menyinggung soal Farhan dan Zahra dan ia juga yang harus menyelesaikan nya. "Iya, Zahra terima orang dia bahagia banget kayak anak kecil di kasih ice cream," tutur daniel.

Verrel sempat menampilkan ekspresi bingungnya tapi sedetik berikutnya pemuda itu menyunggingkan senyum miring, membuat Daniel dan Deon saling melempar tatakan bingung.

####

"Baik anak-anak, jangan lupa kerjakan tugasnya," titah Pak Aan.

"Iya pak," jawab seisi kelas kompak.

"Nih kerjain tugas gue!!" suruh Verrel tak terbantahkan setelah Pak Aan belok di ambang pintu.

Zahra tersentak kaget, karena Verrel meletakkan buku di mejanya seperti orang yang sedang menggebrak meja. Sebenarnya gadis itu masih marah dengan kejadian di kantin. Bahkan, Zahra tidak ingin melihat wajah pemuda yang berdiri di sampingnya dengan gaya angkuh tanpa raut muka bersalah sedikit pun.

"Dasar Cowok muka Datar," geram Zahra dalam hati.

Zahra merasa sangat kesal menghadapi sikap Verrel. Pemuda yang semena-mena terhadap dirinya. "Nggak, tugas aku juga ada. Kamu lupa kita sekelas?" tolak Zahra mentah-mentah.

Verrel membulatkan matanya saat mendengar alasan tak masuk akal yang keluar dari mulut Zahra. Bagaimana bisa Verrel lupa jika mereka berdua sekelas, because Verrel duduk tepat di samping kiri Zahra.

"Kalo ... nggak," ancam Verrel sambil mengeluarkan selembar kertas dari sakunya.

Kertas bertuliskan kontrak konyol tersebut. Walaupun tulisannya sudah tidak terlihat jelas akibat tanda tangan Zahra yang ukurannya bahkan melebihi kertas itu, bukannya bertanda tangan, Zahra malah mencoret-coret kertas itu dengan amarahnya. Tapi tetap, Verrel menganggap itu sebagai sebuah tanda tangan.

Zahra menghembuskan nafas gusar. "Ya udah, nanti aku kerjain di rumah," pasrah Zahra.

Mendengar kata 'iya' dari mulut Zahra membuat Daniel dan Deon menatapnya berbinar. Buru-buru Deon dan Daniel mengeluarkan semua buku dari tasnya dan menyimpannya di depan meja Zahra dengan senyum sumringahnya. Membuat sang pemilik meja ingin menggaruk mukanya kesal.

"Kerjainn yah bebeb Zahra," ujar Daniel setelah menyimpan bukunya yang berantakan di meja Zahra.

Bahkan, bukunya tidak terlihat seperti buku Anak SMA melainkan terlihat seperti buku anak TK. Sampul depan bukunya bukannya di bungkus malas di coret-coret, gigi model cantik di buku itu di beri warna hitam, wajah mulus nya di coret-coret diberi kumis, janggut, dan jerawat dimana-mana dan lebih parahnya lagi, Zahra terkejut bukan main saat membolak-balik buku itu dan tidak terdapat secercah tinta pun disana.

Daniel dan Deon Ber tos ria. Ternyata tidak ada salahnya Verrel mengerjai Zahra karena mereka berdua pun ikut kecipratan untungnya.

"EKKHEEM!" Deheman kasar Verrel membuat Daniel, Deon, Audy bahkan Zahra menoleh.

"Ehh sahabat ku Verrel," rayu Daniel dengan semangat 45 yang di balas anggukan antusias oleh Deon.

Verrel memutar bola matanya jengah. "Ambil buku lo berdua yang nggak ada bagus-bagusnya itu!" suruh Verrel yang membuat mata berbinar kedua sahabatnya sendu seketika.

"Lo kok gitu sih kan sekalian?!!" imbuh Deon tidak terima.

"Tau lo Rel. Kita kan sahabat susah senang bersama, dapat rejeki tugasnya di kerjain juga harus sama-sama dong," timpal Daniel sedikit baperan.

"Sekalian apanya? Buku kalian berdua itu kosong nggak ada tulisannya sama skali. Lo mau bocah pendek kayak dia mati konyol cuman gara-gara nulis catatan?" tutur Verrel panjang lebar membuat Daniel dan Deon berdecak sebal. Sedangkan Zahra, menatap Verrel dengan tatapan berbinar lupakan tentang hinaan untuknya yang penting tugasnya berkurang.

"Kasian," ejek Zahra saat Daniel dan Deon mengambil buku di mejanya dengan terpaksa.

Daniel berdecak sebal. "Ini sama saja membuat kita terbang setinggi langit kemudian di hempaskan ke tanah begitu saja!!" pekik Daniel dramatis membuat seisi kelas menahan tawan.

####

KRING! KRING!

Bel pulang sekolah pun akhirnya berbunyi, membuat penghuni sekolah SMA TARUNA BAKTI mengucap syukur dan berbondong-bondong melangkah keluar area sekolah.

Zahra melangkahkan kakinya menuju halte yang jaraknya sedikit jauh dari sekolah. Zahra paling anti menunggu angkutan umum sambil berdiri karena akan membuat kakinya pegal. Makanya, Zahra lebih memilih untuk jalan ke halte dan duduk di sana sambil menunggu angkutan umum.

10 menit berlalu ....

Gadis itu masih duduk di tempat yang sama. Sesekali menghembuskan nafas bosan dan mengecek arloji biru miliknya. Menatap ke arah jalan dengan tatapan bosannya.

Ia ingin menghubungi Raihan untuk menjemputnya, tapi Zahra tidak boleh bersikap egois apalagi mengetahui bahwa Raihan bekerja untuk dirinya, untuk biaya sekolahnya. Mengingat umur Raihan yang hanya beda 2 tahun darinya membuat Zahra bersedh dan merasa dirinya hanyalah beban untuk kakaknya. Raihan seharunya kuliah dan nongkrong dengan teman-teman sebayanya bukan bekerja siang dan malam.

10 menit Zahra hanyut dalam pikirannya sendiri, hingga suara seseorang membuyarkannya.

"Zahra ...," seru seorang pemuda yang baru saja turun dari mobil lamborghini hitam miliknya. Dan berjalan menghampiri gadis yang duduk sendirian di halte dengan tatapan kosong ke depan.

"Eh, kak Farhan," sahut Zahra kaget setelah mendongakkan kepalanya, menatap Farhan yang berdiri tak jauh darinya.

"Lo nunggu angkot?" tanya Farhan tepat sasaran.

"Iya kak," jawab Zahra Kikuk, saking kikuknya Zahra meremas jemarinya.

"Lo mau nggak gue anterin?" tawar Farhan dengan senyumnya. Bukan senyum ramah yang biasa Farhan berikan kepada gadis-gadis yang menyapanya, senyum ini beda, berisi kehangatan yang mampu membuat siapa saja yang melihatnya meleleh. Zahra yang jauh dari gadis yang mengerti akan hal itu hanya bersikap biasa-biasa saja.

Tapi, tak menuntut kemungkinan Zahra pun sempat tertegun melihat senyum Farhan. Menurut Zahra Farhan sangat baik, dan beda dari pemuda yang lainnya, senyum ramahnya, tatapan hangat yang di pancarkan mata bernetra abunya yang tidak pernah di dapatkan Zahra, kecuali dari Raihan.

Dan seketika terlintas senyum miring dan tatapan datar dari pemuda lain yang membuat hari-hari Zahra terasa menyebalkan. Zahra bergidik ngeri saat pikirannya keseleo mengingat seorang pemuda yang tidak ada baiknya itu.

Farhan mengerutkan keningnya bingung dan duduk di bangku halte yang sama tapi tidak dengan jarak yang dekat ada jarak 1 meter di antara mereka.

"Lo kenapa?" tanya Farhan Bingung.

"Hah? Aku nggk papa kok," jawab Zahra cengengesan.

Ingin sekali Farhan mencubit pipi gadis di sampingnya dengan gemas, tapi ia tau batasan apa yang harus di jaganya jika berhadapan dengan gadis seperti Zahra.

Apalagi, saat Farhan menyaksikan sendiri adegan di kantin dimana Zahra dengan beraninya berteriak marah di depan Verrel, yang orang lain tidak berani untuk melakukannya.

"Lo beda Ra," gumam Farhan dalam hati .

Melihat tatapan mata Farhan yang hangat Zahra menunduk malu, dan berdoa dengan was-was semoga angkutan umum yang ia tunggu datang secepatnya. Jujur, Zahra tidak tahan jika di tatap seperti itu karena selama ini Zahra tidak pernah mendapatkan tatapan itu kecuali dari Raihan, Dan Farhan lah orang kedua.

"Ra ..."

"Angkot ...," panggil Zahra. Zahra bernafas lega karena angkot yang di tunggu-tunggunya datang tepat waktu.

Buru-buru Zahra menaiki angkot itu tanpa menatap ke arah Farhan yang masih duduk di bangku halte.

Saat Zahra sudah duduk di atas bangku angkutan umum, gadis itu segera membuka jendela dan melambaikan tangannya ke arah Farhan yang di balas senyum oleh Farhan.

1
alysa natalia_
kak ga ada niat buat di terbitkan?
jk_vn
aku baca lagi thor + kalo boleh tau author nya sekarang ada di lapak mana?
jk_vn
aku baca lagi thor + kalo boleh tau author nya sekarang ada di lapak mana?
Rifa Endro
kebangetan Lo, Ra !!! kebangetan polos dan lugunya🙈🙈🙈
Nenk NOER
ceritanya menarik Aku udah baca sesion 1 dan 2 nya...
Nenk NOER
Udah baca sesion 1 dan 2 semuanya menarik..penuh air mata.. semangat Thor..terus berkarya..💪💪❤️
Nana_sabil
blm move on baca lagi deeh😁
Maryam Renhoran
Endingnya sangat mngecewakan
Maryam Renhoran
jadi malas bacanya, yg tertindas makin tertindas
jk_vn
suka novelnya,,pas inget waktu sekolah
anak_ultramen
othor ini menolak happy ending
alysa natalia_
kapan novel nya di terbitkan?
hellonan.
kak Farhan 😍
Nacita
part ini gue scroll doank ga pengen baca sumpah 😭😭😭😭😭😭
Nacita
anjrit gue santet tuh s martin....
Nacita
aku gasuka verel deket sm cwe lain selain zahra😔
Nacita
aduh cahlaaaa cahla....
Nacita
sedih sangatttt....
Nacita
iyakan rumit 😔
Nacita
semua yg baca mengutuk kamu martin sialan.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!