NovelToon NovelToon
Santri Rock'N Roll

Santri Rock'N Roll

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi
Popularitas:425.3k
Nilai: 5
Nama Author: Green Aple

Santri Rock'n Roll..
Ricky Sanjaya adalah anak dari seorang pengusaha yang sukses, kehidupan mewah dengan segala fasilitas yang dia miliki membuatnya hidup tanpa aturan.

Ricky selalu membuat ulah dimanapun dia berada, bahkan dia sering berpindah-pindah sekolah karena kenakalannya.

Sang Ayah yang merasa sudah tidak sanggup lagi mengatur perilaku anak semata wayangnya, mencoba menitipkannya ke sebuah pondhok pesantren yang jauh dari rumahnya, dengan harapan Ricky akan mampu hidup mandiri dan bisa lebih menghargai orang lain.

Kehidupan pesantren yang penuh aturan nyatanya juga tidak membuatnya berubah, hingga dia dikeluarkan dari pesantrennya. Namun kehadiran sosok perempuan yang juga merupakan anak dari sang Kiai perlahan-lahan mampu mengubah hidupnya.

Bagaimana petualangan Ricky selanjutnya. Ikutu kisahnya yuk..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Green Aple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Ricky bertemu Syifa saat dalam perjalanan menuju ruangan Pak Kiai, sesaat pandangan mereka bertemu, namun tidak ada kata yang terlontar dari keduanya, hanya senyum Ricky yang terlihat mengembang.

Syifa mengernyitkan dahi saat melihat wajah Ricky yang tampak memar, tatapannya yang teduh tapi tajam membuat Ricky menelan ludah, dia merasa Syifa sedang memaksanya untuk menjawab sebuah pertanyaan, meski Syifa tidak mengatakan apa pun padanya.

"Assalamu'alaikum" Sapa Ricky yang tetap mempertahankan senyumnya, mencoba mencairkan suasana.

"Wa'alaikum salam" Jawab Syifa lembut sambil tersenyum mengangguk.

Syifa tampak memperhatikan sekeliling dan ketika tidak ada siapapun di sana, dia berjalan mendekati Ricky.

Seketika jantung Ricky berdegup tidak karuan saat Syifa mulai mendekatinya.

"Aku duluan ya" ucap Ricky setengah berlari meninggalkan Syifa yang baru setengah membuka mulut hendak mengatakan sesuatu padanya.

Syifa menutup mulutnya kembali, kemudian tersenyum sendiri sambil menggelengkan kepalanya pelan. "Wa'alaikum salam" jawabnya lirih, meski Ricky sudah jauh meninggalkannya.

Setelah dirasa cukup aman, Ricky pun menormalkan langkahnya kembali sambil mengatur nafas, dia merasa begitu panik saat Syifa mendekatinya tadi.

"Untung gue cepet-cepet kabur, Liat matanya aja jantung gue udah mau copot, apalagi kalo sampe harus jawab pertanyaan dia..bisa mati berdiri gue" Pikirnya sambil terus melangkah.

Tanpa Ricky sadari, dia kini sudah sampai di depan pintu ruangan Pak Kiai, dia pun mengetuk pintu sambil mengucapkan salam yang kemudian masuk setelah dipersilakan oleh seseorang dari dalam.

Di dalam ruangan, terlihat Pak Sugeng, Pak Jafar serta Pak Kiai tengah menunggunya.

"Pak Jafar bilang, kamu tadi habis berkelahi..apa itu benar?" Tanya Pak Kiai datar.

"Kenapa kamu diam saja?" Tanya Pak Jafar yang melihat Ricky hanya menunduk. "Ayo jawab!" Ucapnya lagi dengan sedikit tegas.

Pak Sugeng yang melihat emosi Pak Jafar mulai naik, mencoba menenangkannya, sementara Pak Yusuf hanya menggelengkan kepala pelan.

"Maaf Pak Kiai, saya hanya tidak tahu, bagaimana caranya membedakan antara berkelahi sama membela diri" Jawab Ricky yang masih menundukkan kepalanya. "Karena yang saya lakukan hanyalah membela diri, tidak lebih" sambungnya lagi.

Pak Yusuf mengernyitkan dahi, tampak berfikir saat mendengar penjelasan Ricky, sementara Pak Jafar dan Pak Sugeng hanya terdiam membisu.

"Apa maksud ucapan kamu, jelas-jelas kamu tadi habis berkelahi, masih mau menyangkal lagi!" Hardik Pak Jafar geram, menahan emosi.

"Kalau kamu memang hanya membela diri, itu artinya ada yang memulainya duluan, bukankah kamu masih terbilang anak baru di tempat ini..lalu siapa yang memulainya?" Tanya Pak Sugeng yang mulai mengerti penjelasan Ricky.

"Domba" Jawab Ricky singkat, yang membuat Pak Yusuf dan yang lain terkejut.

"Domba?" Tanya Pak Yusuf tidak mengerti.

"Ya..tiga ekor domba tiba-tiba menyerang saya tadi" Jawab Ricky santai yang membuat Pak Jafar kembali tersulut emosinya, kemudian bangkit dari duduknya.

"Ricky..jangan bercanda kamu!" Bentak Pak Jafar dengan geram.

"Sudah-sudah" ucap Pak Yusuf mencoba menenangkan Pak Jafar yang sudah mulai tidak terkontrol lagi emosinya. "Kita ini sudah tua, malu sama umur" sambungnya lagi.

"Dan kamu Ricky, saya dengar kamu juga tidak pernah ikut sholat berjama'ah..apa kamu punya penjelasan juga untuk itu?" Tanya Pak Yusuf pada Ricky.

"Jika Pak Kiai hanya mendengar, bukankah itu artinya Pak Kiai tidak melihatnya sendiri?" Tanya Ricky enteng.

Pak Jafar yang sudah mulai tenang mendadak emosi lagi mendengar jawaban Ricky.

Tapi saat dia hendak menegur Ricky, Pak Yusuf segera memerintahkannya untuk tetap tenang yang membuat Pak Jafar hanya diam saja, meski mukanya tampak memerah menahan emosi.

"Memang benar, saya memang tidak melihatnya sendiri..tapi ketahuilah bahwa sholat berjama'ah, selain nilainya lebih baik daripada sholat sendiri, juga merupakan salah satu peraturan bagi para santri yang ada di pesantren ini" Jawab Pak Yusuf datar.

"Dan karena kamu sudah melanggar peraturan di pesantren ini, kamu saya hukum untuk membersihkan seluruh kamar mandi yang ada di pesantren ini" ucap Pak Yusuf lagi.

Ricky pun pamit setelah dia di suruh untuk segera menjalani hukumannya, dia tidak membantah keputusan Pak Yusuf yang menghukumnya, karena dia merasa Pak Yusuf seperti tidak benar-benar ingin menghukumnya.

"Maaf Pak Kiai, kenapa Ricky hanya di hukum membersihkan kamar mandi?" Protes Pak Jafar yang merasa hukuman itu terlalu ringan buat Ricky.

Sementara Pak Sugeng tampak diam saja, sebenarnya dia ingin membela Ricky, karena bagaimanapun Ricky adalah anak dari bossnya Pak Edi, sahabatnya sejak kecil, namun dia juga tidak mau berdebat dengan Pak Jafar.

Mendengar pertanyaan dari Pak Jafar, Pak Yusuf menghela nafas panjang. "Ketahuilah, bahwa saya pun sebenarnya telah melakukan kesalahan karena sudah memberinya hukuman atas tindakan yang menurutnya benar" jawab Pak Yusuf sambil memejamkan matanya.

"Maksud Pak Kiai?" Tanya Pak Jafar yang tidak paham dengan ucapan Pak Yusuf.

"Pertama..dia hanya membela diri, dan apa yang salah dari membela diri, semua orang berhak untuk membela dirinya, entah dari apapun itu, dan yang ke dua..saya memang hanya mendengar dan tidak melihatnya sendiri, bahkan saya sendiri pun ragu dengan kebenarannya..lalu apakah saya pantas memberinya hukuman atas tindakannya yang saya sendiri tidak ketahui?" jawab Pak Yusuf panjang lebar.

Mendengar penjelasan dari Pak Yusuf, membuat Pak Sugeng dan Pak Jafar diam dan tampak fokus pada pemikiran masing-masing.

Hingga akhirnya suara ketukan pintu membuyarkan pikiran mereka.Tampak seorang santri perempuan berdiri di depan pintu dengan wajah yang pucat.

"Pak Kiai..ada santri laki-laki di kamar mandi perempuan" ucap santri perempuan itu dengan gugup.

"Astagfirulloh hal adzim" ucap Pak Sugeng dan Pak Jafar hampir bersamaan.

"Ulah siapa lagi ini" gerutu Pak Jafar sambil berjalan cepat menuju kamar mandi putri yang disusul oleh Pak Sugeng di belakangnya.

Sesampainya di kamar mandi putri, Pak Jafar sangat terkejut saat mendapati Ricky yang tengah asik menyikat bak mandi di sana, seakan merasa tidak terganggu dengan suasana yang semakin heboh.

"Ricky..ngapain kamu di situ!" Bentak Pak Jafar dengan penuh emosi.

"Bersihin kamar mandi lah, emang Bapak nggak liat" Jawab Ricky santai sambil mengangkat tangannya yang tengah memegang sikat. "Bapak lupa kalo tadi saya di hukum sama Pak Kiai buat bersihin kamar mandi?" Tanya Ricky polos.

Pak Jafar yang masih tampak geram segera menyuruh Ricky untuk keluar dari sana dan membawanya ke hadapan Pak Kiai.

"Pak Kiai..ini namanya sudah kelewatan, berani-beraninya dia masuk ke kamar mandi santri putri" adu Pak Jafar pada Pak Yusuf setelah mereka berada di ruangan Pak Yusuf.

Pak Yusuf yang melihat Ricky di hadapannya tengah memegang sikat, kemudian menghela nafas panjang sambil memejamkan mata, lalu tertawa pelan.

"Dia telah berbuat benar..saya yang salah" ucap Pak Yusuf yang masih tertawa. "Hari ini dia telah membuka mataku" lanjutnya lagi yang kemudian kembali tertawa.

***

Haiii readers ku yang budiman,kalo kalian suka sama novel baru ku,tolong bantu do'a dan dukungannya ya..

dengan cara vote..like..dan komen..😆😆

makasih🙏🙏

1
Anonim
/Good/
jangkaremas
seruuu..
karyaku: hi kak mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y kk
total 1 replies
jangkaremas
makin seru
jangkaremas
masih lanjut
jangkaremas
jejak/Facepalm/
Anonim
lanjut lagi Thor, jangan lama2 up-nya..penasaran nih/Frown/
Anonim
ceritanya ringan tapi banyak berisi ilmu, apalagi dikemas dengan nuansa komedi jadi lebih mudah dipahami. Terima kasih author.
then_must_nanang
syarat pak Kiai memiliki makna yg sangat dalam.
Ya begini ini cerita yg aku suka.
semangat buat authornya.
Siti Muniroh
baru juga awal awalan udah kocak,gimana kalau di jadiin filem
Dede Saputra Djaelani
lanjut thor
sudi mukti susila
mana up datenya Thor
dah lama banget
Adi Marhadi
mana nih up datenya.....??
Fauzan Bahri
lanjut thor meskipun aku bacanya telat yg lain baca dr tahun 2020 lah aku baru baca😀
sul sul
kapan up lagi
Dwi Ningsih
semangat...ricky..!!!!
yamink oi
nyimak...
bagus sanggar hurif
assalammualaikum
Fatur Rohman
kapan lanjutan nya nih...
arief budiman
belum ada sambungan cerita masih nunggu
Fatonah
👍🙏🙏💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!