Di bumbui Cerita 21++
Tak kusangka aku bisa mencintaimu.
Semenjak kejadian yang menimpanya malam itu. Arana harus kehilangan kesuciannya yang telah Ia jaga selama 23 tahun.
Karna kejadian yang meningpanya malam itu Arana harus menerima kenyaatan pahit. Kekasih yang sangat Ia cintai pergi meninggalkannya begitu saja.
Arana di perkosa oleh seorang
pemuda yang tidak Ia kenal.
Apakah Arana bisa menemukan pemuda yang telah merampas kesuciannya?...
Dan apakah Arana bisa membalas cinta orang yang telah merampas semuanya darinya? ketika pemuda itu mengatakan Aku Mencintaimu Arana.
Ikutin terus ya Cerita Cinta Manisku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9. Steven dan Arana 2
Arana melihat wajah Steven yang kini tengah tersenyum
seperti merencanakan sesuatu. Arana pun berkata.
“Stev, apa yang akan kamu lakukan di dalam? Kamu jangan
melakukan hal yang aneh-aneh ya? Ingat kita baru saja saling mengenal, aku
tidak tau kamu." memperingati "Dan kamu tidak tau mengenai diriku. Oke.” Arana menjelaskan
karna dia tak ingin ada salah faham yang nantinya akan terjadi.
Mendengar ucapan Arana, Steven pun tersenyum sambil berkata,
“Okey, kalau begitu ayo kita masuk.”
Setelah itu Arana dan Steven, berjalan berdampingan menuju
pintu masuk perusahaan baru tersebut. Namun sebelum masuk ke dalam ruangan
dimana para tamu saat ini tengah berada Steven menghentikan lankahnya.
Melihat Steven berhenti berjalan Arana berkata. “Kenapa
berhenti?” Arana melihat ke arah wajah tampan Steven, dan tampa di sengaja
kedua mata mereka saling bersitatap, namun dengan segera Arana melihat ke arah
lain karna merasa tidak nyaman melihat tatapan mata elang Steven.
Sementara Steven merasa pernah melihat tatapan mata itu, dan
itu membuat jantung berdetak dan bergemuruh tak karuan. Namun untuk
menghilangkan semua itu dengan segera Steven berkata.
“Ara, pegan lengan aku dong. Biar kita seperti pasangan
begitu.” Steven mulai membentuk bahunya agar tangan Arana melingkar di bahunya
itu.
Mendengar ucapan Steven yang mengiginkannya memegan di bahu,
dengan segera Arana berkata. “Ih, enggak banget deh. Aku tidak mau!” Arana
meolak keinginan Steven.
“Benar ngak mau?” Steven mendekatkan wajahnya di wajah
Arana, karna tinggi Arana dan tinggi Steven sangatlah jauh berbeda tinggi Arana
cuman sampai bahu Steven saja, dan itu membuat Steven menundukkan wajahnya.
Melihat wajah Steven mendekat di wajahnya dengan segera
Arana memundurkan wajahnya sambil berkata.
“A--apa yang ingin kamu lakukan?” Arana terlihat begitu
sangat gugup.
Mendengar perkataan Arana, Steven menarik wajahnya kembali
ke posisi semula, lalu kembali berkata.
“Benar kamu tidak mau? Ngak menyesal nantinya? Kita kan
pengen membuat mantan dan saudari tirimu itu menyesal.” Steven berkata pelan
dan santai ketika mengatakan itu.
“Memangnya kamu ingin melakukan apa di dalam?” Arana
terlihat bingun dengan tingkah Steven saat ini.
“Kamu ikutin saja permainanya.” Steven menaikkan ke dua
alisnya melihat ke arah wajah Arana.
“Iya, udah.” Melinkarkan tangannya di bahu Steven “Tapi di
dalam kamu jangan melakukan hal-hal yang aneh ya?”
“Baik Tuan Putri Arana.” Steven tersenyum ketika mengatakan
itu.
Mereka berdua melangkah masuk ke dalam ruangan yang di
penuhi oleh para tamu-tamu. Arana mulai merasa risi ketika semua orang mulai
melihat ke arahnya, Arana mulai menarik tangannya dari lengan Steven namun
dengan segera Steven memegan erat tangan Arana, sambil berkata.
“Tenang kamu bersikap santai saja.” Berbisik “Biarkan mereka
melihat kita. Dan coba lihat ke arah saudari tiri dan mantan kmu itu, dimana
mereka saat ini, berhubung aku tak mengenal mereka berdua sekarang kamu
beritahu aku di mana mereka saat ini.” Steven masih berbisik di telinga Arana.
Mendengar semua ucapan Steven, Arana mulai menampakkan
senyuman manisnya, karna mulai mengerti dengan semua rencana Steven.
Arana mulai melihat sekelilin dalam ruangan mencari
keberadaan Michel dan juga Aditya. Namun Arana kembali terlihat sangat sedih
ketika melihat Aditya kini tengah Asyik berdansa bersama Michel di atas panggun
yang telah di siapkan sebelumnya. Banyak para tamu yang mulai berdansa dengan
pasangannya, dan Michel dan Aditya salah satu diantara mereka.
Melihat wajah Arana yang terlihat sedih, Steven memegan dagu
Arana lalu berkata.
“Ada apa? Hem.” Steven menatap lembut wajah Arana yang kini
terlihat sedih.
“Aku tidak kenapa-napa.” Arana melihat ke arah lain ketika
mengatakan itu pada Steven.
Steven melihat arah pandang Arana, lalu melihat sepasang
kekasih yang tengah berdansa di atas panggun. Melihat itu Steven tau kalau
mereka berdua adalah mantan dan saudari tiri Arana.
Steven melepaskan pegangan tangan Arana, dari lengannya,
lalu melingkarkan tangannya di pinggul langgul rampin Arana.
Dan itu membuat Arana merasa sangat terkejut dengan apa yang
tengah Steven lakukan terhadapnya. Arana melihat ke arah Steven lalu berkata.
“Apa yang kamu lakukan? Aku merasa tidak nyaman dengan
tanganmu itu.” Arana terlihat tidak senang dengan apa yang tengah Steven
lakukan padanya.
“Ah, tenang saja. Aku tak akan melakukan lebih dari pada
ini. Ok.” Steven mengedipkan matanya melihat ke arah wajah Arana “Dan sekarang
ajak aku bertemu dan berkenalan dengan kedua orang tuamu, aku juga ingin
melihat reaksi ibu tirimu itu setelah melihatku.”
Setelah mendengar ucapan Steven yang ingin mengenal kedua
orang tuanya, Arana pun mengajak Steven berjalan ke arah di mana orang tuanya
saat ini.
Mereka berdua pun berjalan menuju arah orang tua Arana yang
kini tengah duduk santai sambil melihat ke arah panggun, melihat Michel dan
Adutya yang kini tengah berdansa bersama.
Dengan senyuman menawan, Steven berjalan di sampin, sambil
merangkul pinggul Arana. Sea yang melihat putranya tengah merangkul seorang
gadis yang ia kenal, merasa sangat senang, karna mengira kalau gadis itu adalah
kekasih Steven.
Setelah sampai di depan meja, di mana ke dua orang tuanya
tengah duduk santai, Arana pun berkata.
“Ayah.” Arana memanggil Ayahnya yang tengah melihat ke arah
panggun.
Mendengar suara putrinya memanggil, Wirawan melihat ke arah
putrinya yang kini tengah di rangkul oleh seorang pemuda yang datang
mengundangnya ke kantornya tadi pagi. Namun Wirawan tak pernah tau kalau pemuda
itu adalah putra satu-satunya dari pemilik peusahaan yang tengah di resmikan
saat ini.
Wirawan pun berdiri di ikuti oleh Wilda ibu tiri Arana.
Wilda menatap penampilan pemuda yang tengah merangkul mesra pinggul Arana,
mulai dari atas hingga ke bawah, lalu berkata.
“Arana, pemuda ini siapa?” menatap sedikit sinis ke arah
pemuda tampan yang ada di sampin Arana.
Namun di dalam hati Wilda berkata. "Wao, penampilan pemuda ini sangat cool,
tampan dan juga keren, pasti pemuda ini anakorang kaya terlihat jelas dari
caranya berpakaian, jas yang di kenakannya terlihat sangat mahal.
*darimana lagi Arana menemukan pemuda setampan ini? apa karna pemuda ini Arana *
*putus dari Aditya?" Wilda *Beragrumen dengan pemikirannya sendiri.
Mendengar pertanyaan ibu tiri Arana dengan segera Steven
berkata. “Kenalkan tante, Om.” Mengulurkan tangan “Nama saya Steven, kekasih Arana.” Steven
tersenyum menyakinkan setelah mengatakan itu
Arana membulatkan
matanya melihat ke arah Steven, tak percaya ketika mendengar kata yang keluar
dari dalam mulut Steven yang mengatakan kalau dia adalah kekasinya.
Pemuda ini benar-benar tidak waras. Arana membatin.
Melihat mata Arana membulat melihat ke arahnya, tampa
berkata apapun Steven tersenyum sambil mengedipkan matanya melihat ke arah wajah
arana.
ika widya
alhasil skrg menderita hati dah 🤪🤪
aq dah baca sinopsis, MW mau ralat dikit ya Thor🤭
usia kuliah S1 itu kalo dari tamat SMA itu rata2 18-22 tahun. kl udah 23 berarti mahasiswa abadi 😂