Kak.. ih dipeluk kek adeknya!"
"Enggak!"
"Kakak nyebelin!"
"Bodo!"
Apa yang sering kali diharapkan seorang adik perempuan terhadap kakak laki-lakinya?
Rasa ingin dilindungi, disayang bahkan dimanja. Itu sangat wajar bagi seorang adik perempuan terhadap kakak laki-lakinya.
Sama halnya dengan Binar yang selalu ingin dekat dan dimanja oleh Surya. Layaknya seorang adik kakak pada umumnya.
Namun Surya justru terkesan cuek dan enggan berdekatan dengan Binar, sampai-sampai Surya memilih untuk tinggal di apartemen dengan alasan ingin belajar mandiri.
Ingin belajar mandiri atau justru ingin menjauh dari Binar?
Sampai hari dimana Binar mulai dekat dengan seorang laki-laki, Surya yang awalnya cuek justru berubah posesive.
Hingga sampai pada hari dimana Binar mengetahui sebuah rahasia besar, benang kusut pun perlahan mulai terurai.
Bahkan tanpa disadari oleh keduanya, ada sebuah rasa yang seharusnya tidak pernah ada.
Lantas bagaimana, apakah keduanya akan bersama? Atau justru sebaliknya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom alfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Di hari ke 4 Binar masih belum bisa untuk kembali bekerja di kantor, bunda melarang keras dirinya untuk bekerja sementara waktu sampai kondisinya benar-benar pulih.
Binar yang merasa bosan ahirnya diam-diam pergi ke ruang kerja pribadi milik ayahnya, di sana ia bisa melihat seluruh perjuangan ayahnya saat pertama kali membangun perusahaan hingga sesukses sekarang ini. Banyak ilmu yang bisa Binar dapatkan disana.
Binar menyusuri rak berisi buku-buku tentang bisnis serta sejarah perusahaan. Namun ia justru tertarik pada sebuah map berwarna biru diantara tumpukan berkas-berkas lama.
Mata Binar membola ketika membaca kata demi kata yang tertulis di sana, sebuah surat dokumen pengakuan anak atas nama Keanu Surya Dirgantara.
"Ya Allah.. jadi kak Surya..." Binar tidak bisa lagi melanjutkan kata-katanya. Tubuhnya merosot ke lantai, seiring dengan air mata yang mulai berjatuhan.
"Jadi ini alesan kenapa selama ini Kak Surya ngejaga jarak sama aku. Ya Allah.."
Pada lembar kedua, disana ditulis dengan jelas kronologi saat orang tua Binar menemukan Surya malam itu. Anak jalanan yang bahkan tidak tau asal-usul keluarga serta kedua orang tuanya.
Binar menangis membayangkan beratnya hidup Surya saat itu, seorang anak berusia 8 tahun yang dipaksa untuk mengemis di jalanan.
Bunda yang sejak tadi mencari keberadaan Binar pun ahirnya berhasil menemukan putrinya setelah diberi tahu oleh bibi Nur. Bunda langsung masuk ke ruangan dimana Binar berada tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Sayang.. kamu kenapa?" Bunda panik saat mendapati Binar menangis sesenggukan di lantai.
"Kamu sakit lagi?.." Bunda semakin panik saat Binar tidak menjawab dan malah memeluk bundanya.
"Kamu kenapa Nak..?"
"Kakak Bun.."
Bunda melepas pelukanya lalu memegang kedua lengan putrinya, "Kakak kenapa?"
Binar menunjukkan map yang ada di tanganya kepada bunda.
"Kenapa Bunda gak pernah cerita sama Binar?"
Bunda terdiam beberapa saat memandang map biru di tanganya.
"Karena bunda gak mau kakak kembali mengingat masalalunya Nak, bunda gak mau kamu menganggap kakak sebagai orang lain. Dan itu akan membuat kakak merasa sedih." lirih Bunda.
"Tapi kakak ngejauhin aku Bun.. selama ini aku terus bertanya-tanya kenapa kakak berubah. Tidak seperti dulu waktu kita masih sama-sama kecil Bun."
Bunda mendekap Binar dalam pelukanya, "Nak.. kakakmu itu orang baik, dia tidak ingin merepotkan ayah dan bunda selamanya, dan itu juga yang jadi alasan dia memilih untuk tinggal sendiri. Tapi walau bagaiamanapun, ayah sama bunda tidak pernah membeda-bedakan kasih sayang diantara kalian, Kami juga menyayangi kakak sama sepertimu. Tapi sepertinya kakak juga memiliki alasan lain yang ahirnya membuat dia memilih untuk tidak satu rumah dengan kita."
"Apa Bun.."
"Entahlah Nak, bunda belum yakin jika belum mendengarnya langsung dari kakak."
"Terus, apa kakak tau kalau dia bukan anak kandung ayah dan bunda?"
Bunda mengangguk sembari mengelus rambut Binar. "Kakak tau, kakak sudah cukup besar untuk bisa mengingat semuanya Nak, berbeda dengan kamu yang saat itu masih berusia 3 tahun."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Binar tersenyum saat mendapati pesan dari Dilla, gadis itu menanyakan tentang kondisi Binar saat ini. Meskipun belum lama saling mengenal namun banyaknya kesamaan diatara keduanya membuat mereka cepat akrab layaknya teman lama.
Dilla : Nar, gimana kondisi kamu, uda baikan.
belum? kapan kamu masuk kerja lagi?
Binar terkekeh saat membaca pesan yang dikirim oleh Dilla, anak itu kalo bertanya emang gak bisa satu-satu. Semua di borong sama dia.
Binar : Alhamdulillah aku uda baikan. Insyaallah besok uda masuk.
Dilla : Aku tuh kaget tau gak, kamu tiba-tiba pingsan di depan aku. Mana gak ada orang lagi cuma aku doang. Tapi syukurlah waktu itu tiba-tiba Pak Dylan keluar dan langsung gendong kamu.So sweet...🥰🥰
Binar : Orang pingsan kok malah so sweet..😄
Dilla : Ih seriusan Nar, aku tuh baru pertama kali loh lihat pak Dylan kaya gitu sama bawahanya. Uwuu banget tau gak.
Binar : Lebay kamu 😂😂
karya nya bgs bgt sukses trs buat KK ny buat hasil karya yg lebih menarik dan semangat buat KK ny, pasti semua nya gemar cerita nya 👍👍