NovelToon NovelToon
Di Nikahi Calon Kaka Ipar

Di Nikahi Calon Kaka Ipar

Status: tamat
Genre:Romansa / Angst / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: R.F

"Aku memang sanggup untuk menghapus namanya dan menggantikannya dengan nama suamiku di hatiku, tapi apa aku sanggup terus mempertahankan rumah tanggaku tanpa cinta dari suamiku? Yang selalu enggan untuk menyentuhku untuk lebih intim?" batin Suci

"Sampai kapan kamu tidak mencintaiku? Sampai kapan kamu akan terus belajar mencintaiku? Apa perlakuan manisku tidak bisa menggerakan hatimu walau pun sedikit saja Uci?" batin Arkan

"Bunda mohon nak, jadikan kakamu istri ke dua Arkan." ucap Anisa

Akan'kah rumah tangga Arkan dan Suci tetap utuh di saat Bunda dari Suci meminta Suci untuk menyutujui kakaknya menjadi istri ke dua dari suaminya?

Akan'kah Suci merelakan suaminya untuk kakanya sendiri di saat ia sudah mengandung benih dari suaminya karena menikah dengan dua wanita bersaudara kandung adalah haram? Atau Suci tetap mempertahankan rumah tangganya karena kakanya yang membatalkan pernikahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 9 Tangisan Suci

Setelah kepergian Gus Ali dan Abinya, kini Suci memutuskan untuk ke kamar, ia ingin menangis di pojokan kamarnya untuk menangkan hatinya yang sangat hancur, terutama saat mendengar ucapan Gus Ali tadi

"Kenapa Neng tidak bilang kalau neng pulang akan menikah juga? Kalau neng bilang dari awal, neng tidak akan merasa tidak enak hati sama saya. Cinta adalah fitrah, kalau neng sudah memilihnya, saya akan berusaha untuk ikhlas, walau pun sangat berat."

Ucapan Gus Ali mampu membuat Suci lebih sakit, sakit saat mendengar Gus Ali akan berusaha mengikhlaskannya, seharusnya ia senang saat Gus Ali mengatakan akan mengikhlaskanya, tapi ia bahkan seperti tidak rela di lupakan oleh Gus Ali. Anisa tau kalau putrinya sedang tidak baik-baik saja, sebelum putrinya menaiki tangga, ia langsung mengelus lembut punggung putrinya.

"Nak, kamu tidak apa-apa?"

"Uci tidak apa-apa Bun, Uci ke kamar dulu."

"Iya nak."

Suci langsung menaiki tangga dengan berjalan pelan dan tangan kirinya memegang pegangan tangga, karena tubuhnya terasa lemas. Suci sampai di kamar, ia langsung membuka cadar dan hijabnya, duduk di pojokan dengan merangkuh ke dua pahanya untuk menenggelamkan wajahnya yang sudah penuh dengan air mata. Suci menangis sambil memanggil nama Ayah, karena ia mengingat betul ucapan dari Ayahnya di masa lalu

"Ayah, ternyata benar apa kata Ayah, kalau kita belum siap menerima kekecewan dalam percintaan ternyata sangat sakit yah, dada Uci sakit yah." batin Suci

Flashback on

Suci setiap hari bermain dengan Ayahnya, senyuman Suci tidak pernah pudar setiap bermain bersama Ayahnya. Sekarang Suci dan Ayahnya yang bernama Ardi Septian sedang duduk di taman.

"Nak, Ayah hanya berpesan padamu, karena Ayah takut tidak bisa menunggumu sampai kamu menikah. Jangan sekali-kali mengenal yang namanya kata cinta, kalau kamu belum siap untuk menerima segalanya. Kata cinta, memang terdengar indah, tapi jika kita mendalamminya cinta itu tidak seindah yang seperti kita bayangkan."

"Maksud Ayah apa? Uci cinta Ayah, lelaki pertama yang Uci lihat adalah Ayah? Cinta anak dan Ayah sangatlah indah Ayah."

Ardi mengelus lembut pucuk kepala putrinya yang saat itu usia Suci baru saja 15 tahun.

"Bukan cinta yang seperti itu yang Ayah maksud sayang."

"Lalu cinta seperti apa yang Ayah maksud? Atau cinta seperti Ayah dan Bunda? Tapi cinta Ayah dan Bunda juga indah."

"Mingkin kamu belum mengerti nak tentang masalah percintaan, maka dari itu Ayah akan menjelaskan tentang dalamnya isi Cinta. Cinta tergantung bagai mana kita membawanya. Cinta bisa membuat kita khilaf dan melakukan dosa besar yang tidak pernah di ampuni oleh Allah, yaitu dalam artian Zina, tapi ada juga cinta yang tulus dan agar tidak ada kata Zina yaitu mengikat cinta dalam pernikahan. Nak, Ayah harap kamu bisa mengikuti jejak Ayah, mencintai sesaorang saat sudah makhromnya, Ayah harap kamu bisa menjaga hatimu dengan bersih tanpa ada memiliki kata cinta sebelum halal, tapi kalau sampai kamu mencintai sebelum menikah, Ayah harap kamu tidak seperti Bunda. Cinta Bunda di masa lalu sangat menyakitkan, Bunda mengalami rasa kecewa, benci, marah, sakit hati dan penghianatan, itu rasanya sangat sakit nak. Walau pun Ayah belum pernah mengalami hal itu, tapi Ayah bisa merasakannya. Ayah hanya minta padamu nak, kalau belum siap dengan resikonya, jangan pernah mengenal kata cinta, karena sangat menyakitkan."

Ardi memang tidak pernah mengel kata cinta sebelum menikah, walau pun ia tidak terlalu mengerti dengan agama, tapi ia paling anti yang namanya cinta, dan ia juga mencintai Anisa setelah sah mejadi suami Anisa, karena dulu ia menikahi Anisa dengan semata-mata untuk menolong Anisa yang terpuruk dalam masalah percintaannya, hingga akhirnya lambat laun ia mencintai Anisa sepenuh hati dan jiwa raganya.

Suci menghayati semua cerita dari Ayahnya, sambil terus berpikir, apa sebegitu mengerikannya kata cinta itu hingga bisa membuat kita merasakan sakit hati yang mendalam?

"Ingatlah ucapan Ayah, jangan sekali-kali mengenal cinta kalau belum siap menerima resiko di dalamnya."

Suci mengangguk paham dengan ucapan Ayahnya, ia juga berharap seperti Ayahnya yang merasakan jatuh cinta setelah menikah.

"Jika kamu benar-benar mengikuti jejak Bunda, jangan pernah kamu sesekali melakukan apa yang pernah Bunda lakukan, yaitu mencoba untuk bunuh diri, itu tidak akan menyelsaikan masalah, tapi kamu harus mengabil wudhu, sholatlah dan curahkan semua yang menjadi beban pikiranmu, insya Allah, akan ada rasa ketenangan yang kamu dapatkan."

Ardi langsung memeluk tubuh mungil putrinya, ia merasa tenang setelah menceritakan segalanya pada putrinya, karena ia takut kalau suatu saat putrinya mengambil jalan yang salah, terlebih ia juga tidak tau sampai kapan nafasnya akan terus bernafas, apa lagi penyakitnya yang sudah semakin parah, jadi ia berharap kalau ia meninggalkan ke dua putrinya nanti, putrinya sudah memiliki bekal kata-katanya.

"Ayah, kenapa Ayah bilang takut tidak bisa menunggu Uci sampai menikah? Ayah mau tinggalin Uci?"

"Tidak ada seorang Ayah yang mau meninggalkan putrinya, terkecuali ada sesuatu yang terjadi yang terpaksa harus meninggalkannya. Ayah juga ingin menunggu sampai kamu menikah, tapi umur tidak ada yang tau, kalau suatu saat ada sesuatu sama Ayah, ingatlah, jangan pernah mengenal cinta kalau belum siap dengan resikonya, karena cinta tidak akan terus indah. Ayah harap kamu bisa seperti kakemu, yang memiliki pendirian dan tegad yang kuat, yaitu tekad untuk menjadi orang yang baik. Satu hal lagi pesan Ayah, jangan pernah buat orang lain menangis, kalau ada orang yang menangis dan kamu bisa membantunya, maka bantulah dia, meski harus mengorbankan kebahagiaanmu, karena kebagian yang sesungguhnya adalah membuat orang lain bahagia."

"Akan Uci ingat semua Ucapan Ayah."

"Kamu memang putri Ayah yang sangat baik."

Flashback off

Suci terus saja menangis dadanya semakin sakit, ia tidak mengingat pesan ke dua sang Ayah agar membantu orang lain walau pun harus mengorbankan kebahagiaannya sendiri, ia melakukan itu hanya dari hati dan meyakinkan diri kalau ia tidak ingin membuat orang menangis, ia akan mengorbankan kebahagiannya, tapi nyatanya ia tidak sekuat dan setegar itu.

"Maafin Uci Gus. Hiks... Hiks... Maafin Uci, Uci juga cinta sama Gus, tapi semua terjadi begitu saja Gus, Uci percaya kalau Gus bisa mendapatkan yang lebih baik dari Uci Hiks... Hiks..."

Tangisannya semakin pecah, semakin malam tangisan Suci semakin terdengar di setiap kamar, jalas-jelas sekarang jam sudah menujukan pukul 00.00WIB, tapi Suci masih terus menangis.

"Hiks... Hiks... Kenapa sesakit ini dada Uci, kenapa Uci tidak bisa menerima ucapan yang Uci katakan, kenapa kata ikhlas itu hanya ada di mulut Uci, tapi hati Uci tidak semudah itu untuk mengikhlaskan semua yang telah terjadi."

Tangisan Suci terdengar hingga ke kamar Anisa dan Sulis, mereka berdua menghela nafas di kamar masing-masing.

Sulis yakin kalau adiknya telah menolak lamaran dari Gus Ali dan memilih Arkan, hanya saja ia tidak habis pikir kenapa adiknya mengorbankan kebahagiaannya demi untuk membantu Arkan agar bangkit dari keterpurukan.

1
juwita
Luar biasa
juwita
hama dmn2
julia sorong
Luar biasa
julia sorong
Buruk
Just Reader ^-^
rumah apa hotel thor?
Just Reader ^-^
ak padamu uciii
syifa
karya yang menguras emosi
..
bagus
🍒Nungma🍃
assalamualaikum kak author
ceritanya bagus kak,,,,,alurnya menarik gak membosankan,, and maafken kak aku gak komen per bab,, aku lebih suka komen setelah tamat baca ceritanya,,, yok kak lebih semangat lagi yokk😉😉😉
R.F: wa'alaikumsalam
terima kasih kak
total 1 replies
Cia Sanu
novel yg sangat bagus
R.F: terima kasih kak
total 1 replies
Maya Jutsu
👍👍👍
R.F: mksh kk
total 1 replies
Juan Sastra
ibu yg tidak berakhlak,,
Juan Sastra
keberatan dengan kata iya thorr,,
umpama,, bertanya, "tempat pendaftarannya dimana ya ? gitu thorr !!
bukan di mana iya ?..🙏🙏🙏
Juan Sastra
asal jangan mengecewakan aja thorr karyamu misalnya poligami gitu,,karena sibnosis di depan kayak ada berbagi cinta gitu..nyesek aja jika harus berbagi suami
Qilla
namen lagi
Qilla
namen lagi namen lagi
R.F: tinggal baca aja ribet, enggak suka iya enggak usah baca
total 1 replies
Susy Qween
ya Allah rumahna kaya gedung aja 15 lantai😁
Nurmiati Aruan
ngomong langsung dong....biar istrinya tau...
Nurmiati Aruan
salah paham maning...hadeeehhh...🤦
Nurmiati Aruan
ampun deh ini mereka berdua...bikin gemes...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!