Kyalowng, nama dunia dari sebuah game petualangan online bernama Deep Dive.
Tak disangka ngototnya seorang pemuda tampan ketika harus mempertahankan gelarnya sebagai pemain terbaik pada game tersebut justru mengundang mala petaka. Tanpa diduga dia masuk ke dalam dunia milik Deep Dive.
Siapa yang membawanya ke sana? Bagaimana mungkin di dunia nyata, seseorang bisa masuk ke dalam dunia game? Tidakkah itu hanya mimpi semata?
Entahlah! Author tidak bisa membuat deskripsi dengan baik. Selanjutnya akan author sertakan nomor bab yang ada gelutnya, menghindari bosan terhadap cerita yang tidak jelas. Mohon dimaklumi. Thanks
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BaDiPra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemunculan Pria Angkuh (revisi)
Keesokan paginya, Natura terbangun dan langsung memberi buah untuk pakan monster batu berkristal itu sebab terlihat berusaha menunjuk saku celana.
"Aku akan mandi dulu di sungai. Jangan kabur. Jangan mat¡ di tangan orang lain, atau mat¡ dibonoh monster lain! Mengerti?!"
Monster itu mengaum seolah menjawab ucapan Natura.
Natura kini tidak berlari secepat sebelumnya. Pemuda bertopeng karung itu sadar jika orang-orang dapat menganggapnya 'Cheater' apabila dirinya berlari lebih cepat daripada kuda yang telah dipacu menggunakan 'stamina' atau 'mana'. Mungkin, dia hanya akan berlari cepat saat genting atau di tempat yang tak disinggahi.
Setelah mandi selesai, Natura langsung berlari lagi. Pemuda bertopeng karung itu sedikit menambah kecepatan lari ketika mendengar dua suara monster batu mengaum hampir bersahut-sahutan tanda akan bertarung.
Benar saja, monster batu lain menghampiri monster batu berkristal. Mereka hendak bertarung dan mulai adu bentur kepala.
Sebelum hal itu terjadi, si pengguna pedang besi pondasi melompat cepat dan menebas monster batu baru menggunakan pedangnya.
Gadis pemilik rumah makan begitu kaget sebab Natura dapat membonoh monster batu biasa itu hanya dengan 'serangan dasar' yang cepat selama tiga detik saja.
"Sungguh?" batin gadis itu heran sambil meletakkan kursi, mempersiapkan rumah makannya buka.
Natura begitu senang karena monster batu yang dia bonoh memiliki hadiah keping koin bertuliskan '30k'. Itu artinya Natura mendapatkan 30 koin kecil. Walau terhitung kecil namun itu adalah koin terbesar yang baru kali ini Natura dapatkan sebagai hadiah dari monster batu. Dia lalu pergi ke rumah makan untuk sejenak sarapan. Seperti hari sebelumnya, satu per satu orang berdatangan ke rumah makan itu karena tertarik ingin melihat kemampuan Natura yang sangat unik.
Diantara mereka banyak orang bertanya-tanya karena pemuda bertopeng karung itu belum kelihatan dan hanya ada monster batu berkristal saja di dekat rumah makan itu.
"Lihatlah pojok ruangan ini. Yang kalian cari sudah mirip seperti perilaku monster batu," ucap gadis kasir itu.
"Ternyata dia kini ada diantara kita. Ha ha ha ha." ucap pria berambut merah sambil tertawa. Dia adalah orang yang sangat antusias menyaksikan Natura.
Pria kekar bertubuh besar masuk ke rumah makan dan membuat suasana menjadi canggung. Di lihat dari armour kokoh dan pedang besar yang menempel di punggungnya, membuat semua orang tahu jika Pria kekar itu berlevel lebih tinggi daripada rata-rata orang.
Pria kekar itu lalu membawa pesanannya dan duduk di luar menghadap ke jalan.
"Cih, mengapa hari ini aku harus melihat orang itu?" gumam sepuh dengan wajah memperlihatkan ketidaksukaannya pada pria yang baru datang.
"Seperti ada awan hitam di tengah suasana pantai yang sedang dinikmati orang-orang," tanggap pria berambut merah dengan lirih.
Natura lalu keluar dari rumah makan itu dan kembali beraktifitas membersihkan debu pada kulit monster batu kesayangannya menggunakan sebilah besi pondasi.
Sang pria kekar bertubuh besar tersenyum sinis ketika menyaksikan sendiri Natura memang menyerang monster batu berkristal itu dengan gerakan yang sangat cepat, dan banyak serangan bervariasi. Serangan-serangan itu membuat siapa saja yang melihatnya akan terpukau tidak terkecuali dirinya.
"Sungguh menarik. Namun itu tidak berguna jika si kepala karung terkena serangan senjata lawannya," batin pria kekar.
Di lain sisi, Natura merasakan jika tatapan Pria kekar mengandung makna tertentu. "Siapa pria berbadan besar itu? Mengapa tatapannya seolah ingin membonohku?" batin Natura.
"Oi oi, apa kau dapat mendengar suara imutku?" Suara imut Ortuna terdengar di kepala Natura.
"Apa yang ingin kau sampaikan kepadaku?" tanya Natura memulai percakapan dalam batin.
"Bagaimana jika kau mendapatkan lencana terverifikasi supaya tidak dianggap sebagai Cheater?"
"Harus! Aku harus mendapatkannya!" tandas Natura. "Oi! Apa kau bisa mengajukan diriku sebagai topik rapat kalian. Sungguh aku keberatan dengan status karakterku ini. Aku bahkan belum tahu siapa raja Higen Bee's itu."
Ortuna tertawa indah mendengar ucapan si pengguna pedang besi pondasi itu. "Maksudmu, kau belum tahu raja 'It Can Be'?"
"Iya raja itu. Aku tidak tahu siapa dia. Terlebih sekarang aku juga hidup begitu damai seperti dunia ini adalah dunia simulasi bagi orang payah."
"Ulala. Kau terdengar seperti menantang sistem. BTW. sekarang kau sedang diawasi. Pemikiranmu dapat mengubah dunia ini. Berhati-hatilah!"
"Pergilah! Dan katakan kepada pembuat dunia ini bahwa aku butuh peningkatan status karakterku lebih cepat lagi!"
"Hi hi hi hi. Sekarang aku tahu mengapa namamu yang terdaftar adalah 'bis bersih alami'. A ha ha ha ha ha."
"Itu bukan urusanmu! Namaku sebenarnya bermakna 'Si Buas Kelas Tinggi Alami'!" teriak Natura tanpa sadar akibat tawa menjengkelkan Ortuna.
"Berjuanglah!"
Semua orang yang mendengar teriakkan Natura menjadi bingung. Mereka kini memikirkan hal lain tentang pemuda bertopeng karung itu. Hanya dalam legenda ada orang yang dapat berbicara dengan peri. Terlebih, legenda itu bahkan terkesan hanya karya tulis semata. Jika benar, maka Natura adalah orang yang istimewa.
Di meja lain, Pria bertubuh kekar menggurat senyum misterius penuh ambisi. "Si Buas Tingkat Tinggi Alami?" gumamnya.
Suara pedang berbenturan dengan batu yang dari tadi terdengar lirih kini telah berhenti. Orang-orang di rumah makan itu seketika mengarahkan pandangannya pada sang pemuda bertopeng karung. Pemuda itu terlihat mengukir senyum di bibirnya sambil mencari hadiah pada monster batu kristal langka yang kini telah terbelah menjadi dua.
"Bagai-bagaimana cara dia membonoh monster batu itu? Ayolah jawab pertanyaanku! Apakah ada dari kalian yang menyaksikannya?" tanya sepuh pada orang-orang sambil berdiri.
Tanpa berkata orang-orang pun berdiri untuk memperjelas celah pandang mengarah pada pemuda bertopeng karung itu.
"Dia menebasnya begitu saja tanpa memperlihatkan serangan dari 'skill' maupun 'ultimate-nya'," ucap gadis kasir rumah makan.
"Menarik! Sungguh sangat menarik!" ucap pria kekar bertubuh besar yang duduk di kursi luar sambil tersenyum menyeringai sampai tanpa sadar menggenggam gelas begitu erat hingga pecah. Pria kekar bertubuh besar itu lalu menghampiri Natura dengan senyum beringas.
Natura tidak memperhatikan sekitarnya dan larut akan suka cita sebab monster batu berkristal memiliki hadiah selain 1S, atau 1 koin sedang, yaitu kelereng seukuran bola mata yang bercahaya terang dengan banyak warna berkelap-kelip. Itu adalah hadiah langka yang tentu harganya cukup mahal.
Di saat Natura sedang membayangkan 'item' apa saja yang dapat dia beli menggunakan koin 1S dan kelereng bercahaya warna-warni itu, Pria kekar yang dati tadi memperhatikannya mengambil keduanya dari telapak tangan Natura yang menadah ke atas.
"Hadiah yang sangat menarik untuk istriku yang cantik. Aku dulu tak mendapatkan kristal ini ketika melamarnya," ucap pria kekar itu sambil memandang tajam mata Natura.
"Tuan, mohon kembalikan kepadaku atau tuan dapat membelinya jika mau. Aku butuh banyak koin untuk keperluan mendesak. Mohon kembalikan padaku jika tuan enggan membayar," ucap Natura.
"Sejak kapan hadiah dari monster batu langka itu menjadi milikmu? Sadarlah jika aku adalah orang yang membonohnya. Kau hanya aku beri sensasi untuk merasakan bagaimana membonoh monster batu langka. Kau tahu apa yang aku maksud, 'kan?" ujar pria kekar itu sambil tersenyum penuh ancam.
"Seharusnya tuan juga membantuku menyerangnya bila tuan memang menginginkan hadiah itu juga."
"Hah? Apa maksudmu? ... Kau pikir aku butuh bantuan orang lain? ... Bocah, lebih baik kau sadari betapa hebatnya aku. Bahkan orang-orang pun tahu jika kau-lah yang salah ... Apa kau tidak sadar jika mereka semua tidak menghukum atas kelancanganmu ini disebabkan karena mereka tahu jikalau kau akan langsung mat¡ ketika seseorang menampar kepala karungmu itu?"
Di sisi lain, orang-orang begitu khawatir terhadap Natura. Pria itu bukanlah pria baik-baik. Dari tatapannya saja dapat diketahui jika dia adalah orang yang berperilaku buruk.
"Paman, apakah pria itu adalah perampok yang dirumorkan seminggu lalu memeras pejalan kaki di desa sebelah?" tanya lirih pria berambut merah pada sepuh.
Sepuh itu mengangguk. "Ciri-cirinya benar seperti itu."
Suara benturan keras terdengar dari luar rumah makan dan memaksa orang-orang keluar.
Dari kabut debu yang semula sangat tebal, perlahan terlihat siluet pemuda berdiri dengan ujung pedang bekas menggurat tanah. Bersamaan hilangnya kabut debu itu, sosok pemuda bertopeng karung terlihat dengan noda darah bekas diusap pada tepi bibirnya.
"Aku mulai muak bersikap bagai pecundang." ucap sang pemuda bertopeng karung sambil tersenyum.
"Ha ha ha ha ha! Lihatlah dirimu sebelum berbicara seperti itu. Apakah aku terlihat memiliki kemungkinan mat¡ di tanganmu?" tanya pria kekar dengan senyuman penuh kemenangan.
Sang pria kekar lalu mengambil pedang besar yang ada di punggungnya dan diacungkan kepada pemuda di hadapannya. "Nak, apakah kau pernah merasakan pertarungan menggunakan kartu 'PVP'?" tanyanya sambil menyeringai.
Tiba-tiba muncul penghalang seperti kaca transparan berbentuk kubah yang berukuran cukup besar mengurung Natura serta pria kekar.
"Tamat. Sungguh tamat riwayat pemuda kepala karung itu," ucap sepuh mengomentari pertarungan yang akan dilakukan oleh Natura dan perampok itu.
Tanpa ada orang yang menyangka, Natura justru menyeringai. "Apakah kau mau menggunakan kartu PVP untuk berduel terus-menerus denganku? Baiklah, akan aku sanggupi semampu dirimu bertahan."
"Menarik juga ucapanmu."
Dan semoga novel2 tentang olahraga ranjang yg ikut nimbrung di genre ini bisa terpindah semuanya ☺
rya anda bagus👍
trus kata notifikesong nya lumayan mengganggu 🤭
di tambah setiap kata dari karakter MCnya yang pintar main game tapi tolol saat di dalam game gak masuk akal.. 👎