Aisyah, seorang gadis cantik dari keluarga yang sederhana. Diumurnya yang ke 17 tahun, ia harus menerima kenyataan bahwa kedua orang tuanya harus bercerai, dan itu sangat melukai hatinya. Sangat sulit baginya untuk mencerna apa yang telah terjadi kepada kedua orang tuanya.
Diumur Aisyah yang terbilang masih remaja kecil, Aisyah harus memikul beban yang sangat berat. Ia harus menjadi tulang punggung keluarganya.
Bagaimanakah nasib seorang anak seumuran dia harus memikul tanggung jawab seberat ini?
Simak terus kisahnya hanya di Noveltoon.
Follow ig author ya
@rafizqi0202
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9 Bertemu pasca bercerai
Beberapa hari kemudian, Aisyah sudah bersekolah seperti biasa, dengan membawa beberapa jajanan untuk dijual.
Walaupun beberapa hari yang lalu Aisyah sempat tidak masuk, dan banyak teman-temannya yang juga menanyakan kabar dirinya, Aisyah hanya bisa mengatakan bahwa dirinya hanya sakit.
Bukan tidak ingin bercerita, hanya saja bebannya itu terlalu menyakitkan bila diceritakan. Dan hanya Yummi lah yang tau segalanya tentang Aisyah. Karena Yummi adalah salah satu sahabatnya yang paling dekat dengannya.
Walaupun begitu, kabar perceraian kedua orang tua Aisyah pun masih bisa terdengar oleh guru-guru disekolah dan teman-temannya.
Tidak sedikit yang merasa iba, dan bahkan ada juga yang bersikap biasa-biasa saja dan tidak perduli.
Beruntung, Aisyah memiliki seorang guru muda yang sangat tampan yang selalu memperhatikan Aisyah. Bahkan kue yang Aisyah bawa kesekolahan pun selalu ia borong setiap harinya. Walaupun Aisyah tidak terlalu memperhatikan guru tampan itu, yang terpenting baginya adalah jualannya habis dan menghasilkan uang untuk ibunya.
Hari pun berlalu.
Aisyah dan adik-adiknya sudah mulai terbiasa tanpa kehadiran ayahnya disisi mereka. Hari-hari yang mereka lewati pun sudah mulai kembali membaik, walaupun masih menyisakan luka, namun kita sudah seharusnya mengiklaskan dengan apa yang sudah terjadi serta mengikhlaskan mereka yang sudah pergi.
“Aisyah” Buk Hesti menyeru dengan sedikit berteriak.
“Ayo nak kita ke pasar! Beberapa bahan sudah habis dan harus dibeli” Sambung Buk Hesti lagi. Kebetulan ini adalah hari minggu, maka ini adalah kesempatan Buk Hesti untuk mengajak Aisyah belanja untuk keperluan jualan mereka yang biasa mereka lakukan setiap satu minggu sekali.
“Iya bentar buk” Aisyah keluar dari kamarnya setelah beberapa saat mengganti pakaianya dengan yang lebih panjang.
“Ayo buk!” Ajak Aisyah. Mereka pun berlalu pergi dengan kecepatan sedang menuju pasar dengan mengendarai motor metic bewarna Pink.
Sesampainya disana. Aisyah segera memarkirkan motornya ditempat parkiran, Lalu dengan setengah berlari menghampiri ibunya yang sudah memasuki area pasar.
“Buk, kita beli apa dulu?” Tanya Aisyah dengan sangat antusias.
“Kita cari sayuran dulu, baru habis itu kita belanja tepungnya” Jelas Buk Hesti dengan terus berjalan.
Tanpa melihat arah jalan, tiba-tiba seorang wanita berbalik badan dari arah kiri Buk Hesti dan menabrak tubuh buk Hesti dengan keras.
Bruuakkkkkkkkkk.
Dua wanita saling bertabrakan satu sama lain.
“Ehhh, maaf buk” Ucap Buk Hesti cepat, tangannya langsung meraih plastik belanjaan ibu itu yang berhamburan karena menabrak dirinya seraya membantu wanita itu untuk bangun dari jatuhnya.
“Sayang kamu gak apa-apa?” Suara seorang pria yang begitu familiar datang mendekat, Buk Hesti dan Aisyah langsung menoleh kearah suara dengan mata yang melebar sempurna dengan sudah berkaca-kaca.
“Ayah” Lirih Aisyah terkejut. Matanya membulat sempurna, menatap ayahnya dengan wajah yang tidak percaya. Belum lagi melihat perut besar wanita itu, tentu membuat dada buk Hesti dan Aisyah menjadi sesak karenanya.
“Aisyah”
“Hesti”
Pak Wawan baru menyadari keberadaan Aisyah anaknya dan mantan istrinya disana. Karena merasa khawatir terhadap istri mudanya yang terjatuh, ia dengan cepat menghampiri Mauriza yang sekarang sudah menjadi istri keduanya tanpa memperhatikan orang disekitarnya.
“Jadi dia perempuan yang telah membuat mu tergila-gila mas? Sehingga kamu tega meninggalkan kami semua” Ucapan Buk Hesti dengan mata yang sudah memerah.
Hal itu berhasil mengalihkan perhatian semua orang dan menatap sinis kepada Pak Wawan dan juga seorang wanita yang sekarang menjadi istri barunya itu.
“Wah, cantik-cantik kok merebut suami orang, malu-maluin banget ya”
.
.
.
.
.
Bersambung.
aku di tinggal ayah dan ibu semenjak berpisah aku dan sodara" ku di rawat nenek kakek dari ibu singkat cerita aku sudah berumah tangga dan punya anak dua lalu ayah ku datang sudah sakit keras gagal ginjal aku rawat di bawa ke rumah sakit bergantian sama sodara" ku yg sekota kadang adik ku yg bawa ke rumah sakit untuk cuci darah seminggu dua kali kalou pulang bapak tetap mau ke rumah ku ga mau tinggal di anak yg lain terus yg 2 lagi kakak dan adik laki" ku tinggal nya di Kalimantan
kakak dan adik ku ngirim uang buat keperluan bapak kita gotong royong saling menjaga bapak..
aku suka kesel kalou ingat ibu tiri dan anak dari bapak mereka semua membuang bapak ku ketika bapak sakit keras😭 ko ada yah perempuan sekejam ibu tiri ku kirain di novel saja😂 sebelum bapak menghembuskan napas terakhir nya beliou mengaku bahwa menyesal karna telah menelantarkan kami anak" nya kalou inget bapak sekarang saya cuman bisa berdoa
bapak belum lama pergi belum ada 100 hari Al-Fatihah buat bapak ku🤲😭🙏