NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Abang Ipar

Menikah Dengan Abang Ipar

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Menantu Pria/matrilokal / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:512.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sonata 85

Aresya seorang wanita cantik punya saudara kembar setelah ia meninggal adik kembarnya menggantikan menikah dengan suami. apakah dia akan diterima?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sonata 85, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pisah Kamar

Pisah Kamar

Alisa berlari setelah keluar dari taxi, ia langsung menuju kamar si kembar.

Farel berdiri di sisi ranjang berpagar, milik si kembar.

“Apa yang mas lakukan?” Wajah Alisa berkeringat dan napas terengah-engah saat tiba di kamar si kembar.

“Kenapa?

Apa aku tidak bisa melihat mereka?”

tanya Farel, tatapan itu jelas tatapan kemarahan.

“Tidak, Mas tidak pernah mau melihat mereka, lalu kenapa sekarang-”

“Apa kamu menuduh ku!” teriak Farel membuat kedua anak kembar itu menangis, karena terkejut mendengar suara keras Farel.

“Mas, apa yang kamu lakukan?”

Alisa menggendong Akmal dan Desi menggendong Aminah.

“Justru aku yang harus bertanya itu padamu,

dari mana kamu?”

tatapan itu membuat Alisa terkejut.

‘Apa Mas Farel tahu kalau aku bertemu dengan lelaki itu tadi?’

Alisa membatin.

“Kenapa diam?”

“Mas bisa tidak gak usah teriak-teriak, anak-anak jadi menangis mendengar suara Mas.”

Alisa memberikannya pada Bu Retno, wanita yang membantu merawat kedua baby kembar itu, lalu Alisa mengajak Farel untuk bicara di kamar.

“Ha, sekarang katakan, kamu dari mana?

Apa kamu punya selera yang sama dengan kakakmu, sama-sama suka selingkuh atau kalian berbagi satu lelaki?”

“Apa?

Mas menuduhku?"

“Ini bukan tuduhan, tapi lihat ini,”

Ia menunjukkan pada Alisa. Tetapi Alisa sedikitpun tidak terkejut, karena ia tidak melakukan kesalahan.

“Aku kasihan pada kamu Mas, kamu ini orang yang gampang di Pengaruhi, kamu hanya menilai orang dari segi sudut pandang kamu sendiri.

Dengan Mas menuduh seperti ini, aku merasa kasihan sama Mbak Ratna, mungkin Mas melakukan hal yang sama padanya."

“Iya, kamu akan membelanya karena kamu adiknya, tapi kalau kamu orang lain, kamu tidak akan melakukan itu.”

“Aku percaya pada Mbak Ratna kalau dia tidak akan melakukan hal yang hina seperti yang kamu tuduhkan, dan keluargamu tuduhkan kepadanya,

tapi coba pikirkan tuduhan mu padanya.

Apakah sudah tepat?

Apa kamu sudah menyelidiki dan sudah mencari tau?

aku pikir tidak, karena kamu juga menuduhku, hanya karena teman polisi mu itu tadi melihatku di pemakaman.

Sedikit aku katakan padamu mas, aku yakin, teman polisi yang mengirim ini padamu pasti orang yang tidak menyukaimu, kalau ia temanmu dia tidak melakukan itu padamu, harusnya kamu tahu, dalam pekerjaan itu selalu ada persaingan dan saling menjatuhkan, aku berharap Mas Farel tidak terperangkap dalam dua hal itu,"

ujar Alisa.

“Tidak usah menceramahi ku, aku tahu mana teman baik dan mana yang tidak,”

ujar Farel masih mempertahankan sikap egonya.

“Baiklah, aku senang mendengarnya, tetapi aku tidak senang jika Mas menuduhku melakukan hal yang macam-macam dengan lelaki lain, harusnya kamu bertanya dulu dan mencari tahu dulu sebelum menuduh.”

“Aku rasa tidak perduli aku mencari tahu, karena aku memang tidak perduli, walau kamu berselingkuh dengan pacar kakakmu.”

Alisa merasa sangat geram dengan tuduhan yang di lakukan Farel, tetapi ia tetap bersikap sangat tenang dan bisa mengendalikan emosinya.

“Baiklah Mas, iya silahkan dengan prinsip mu, aku terima, bukannya seharusnya kamu tidak usah marah, aku jalan dengan siapa saja, dan bertemu dengan siapa?”

“Iya aku tidak perduli, tetapi jangan selingkuh dengan pria itu, kamu boleh melakukan dengan semua pria di muka bumi ini, tapi jangan lelaki itu," ujar Farel.

“Oh baiklah,"

jawab Alisa santai.

“Satu hal lagi … jangan tidur satu ranjang denganku,” ucapnya seperti anak kecil.

“Ok Baik nanti aku akan membeli satu ranjang."

“Jangan tidur satu kamar denganku," ucap Farel lagi.

“Ok," jawab Alisa masih dengan sikap santai.

Entah kenapa Alisa merasa senang saat Farel yang meminta agar tidak satu kamar dengannya, karena sejujurnya ia tidak pernah ingin tidur satu ranjang dengan mantan kakak iparnya.

Tadinya, ia ingin meminta tidur beda ranjang saat pertama ia datang di rumah itu dua bulan yang lalu.

Tetapi, ia takut Farel marah makanya ia menahan diri, tetapi, selalu ketakutan saat tidur dengan Farel, karena ia belum siap untuk melakukan tugasnya sebagai istri, ia belum siap melayani Farel sebagai suami, apa lagi melihat sikap egois Farel, Alisa semakin tidak suka.

‘Iya ampun, baguslah kalau kamu memintaku beda kamar, itu yang aku inginkan selama ini’

ucap Alisa dalam hati, ia merasa senang.

Sesuai permintaan Farel, Alisa tidur di kamar yang terpisah, ia memilih kamar si kembar jadi kamarnya, dengan begitu ia lebih leluasa menjaga dan menghabiskan banyak waktu bermain dengan kedua bayi lucu yang mengemaskan itu.

Alisa juga tidak begitu merasa tertekan lagi, kalau ibu mertuanya selalu mengoceh setiap kali ia ikut makan bersama dengan keluarga itu, maka Alisa tidak mau makan bergabung dengan keluarga suaminya, ia malah makan di luar.

Bahkan sudah hampir satu minggu ia tidak pernah bertatap muka dengan Farel, karena ia banyak menghabiskan waktu di kamar bermain dengan si kembar.

Sebelum Farel bangun, Alisa sudah berangkat, saat Farel pulang kerja, kamar Alisa sudah terkunci dan tidur dengan si kembar.

Pagi itu ibu mertuanya kembali bikin darah tingginya naik, saat Alisa memasukkan kedua bayi itu ke kereta dorong dan ingin membawa jalan-jalan pagi.

“Kamu percuma datang ke rumah ini sebagai istrinya Farel, kamu tidak mengurusnya, kamu tidak ada bedanya sama Ratna kakakmu, bisanya hanya menghabiskan gaji suami.”

“Farel yang minta Bu, dia tidak mau aku urusi,”

ujar Alisa dengan suara lembut dan sopan.

“Masa iya kalau suamimu minta seperti itu kamu langsung setuju, terus kamu apa gunanya jadi istrinya, apa tugasmu hanya mengurus anak kakakmu?”

“Ibu, anak itu cucu ibu juga, kan?”

“Tidak, mereka bukan cucuku, sampai kapanpun aku tidak akan menganggap mereka jadi bagian keluargaku.”

“Terserah Ibulah, akan aku buktikan tuduhan kalian pada Mbak Ratna hanya Fitnah, dia bukan tipe wanita seperti itu.”

“Iya lakukan, jika hal itu kebenaran aku menendang mu dan kedua anak itu dari rumah ini,”

ucap Ibu mertuanya dengan kejam.

“Iya, akan aku buktikan, aku yakin mbak Ratna bukan orang yang seperti kalian tuduhkan.”

“Satu hal lagi, aku akan mencarikan wanita untuk mengurus putraku, karena kamu tidak bisa melakukannya.”

“Lakukanlah, tetapi satu hal yang aku ingin katakan pada Ibu, jika ibu melakukan itu, karier dan harga mas Farel akan di pertanyakan nantinya," ucap Alisa, ia selalu mengelus dada setiap kali bicara dengan ibu mertuanya.

Bersambung....

Hai kakak... Tolong bantu ya dengan cara like komen karya ku ini,biar makin semangat menulisnya,dan baca juga karyaku yang lain,mudah mudahan kakak suka dengan semua karya ku..

Terima kasih...

1
Hartini May
Lumayan
Anneke Saralaa
thor kenapa ceritanya sudah tidak beres padahal endingnya bagus tapi sayang diakhir ceritanya ngawur.. masa dikatakan Alisa masih perawan jadi waktu hamil&melahirkan haikal hantunya Ratna🤣😂🤣😂🤣miris 😭😭😭
N Wage
ngaco kamu thor!!!!
itu si haikal gimana cara ngadonnya kalau si alisa gak diperawani si dimas.?
kan ada bab hot marihotnya si alisa ma si dimas,trus bab hamilnya jg ada.
di bab2 akhir,kasihan si haikal gak pernàh dibahas othor lagi,cuma ada si kembar doang.
N Wage
kakak,bukan intruksi yg mulia...tp interupsi yang mulia.
N Wage
jadi farel ini belum jadi operasi plastik?
belum jadi operasi wajahnya?
trus operasi apa yg dijalani oleh farel?operasi jantungnya?

satu yg agak mengganjal ni ya thor,selepas menceraikan alisa kemudian langsung meminta dimas utk menikahi alisa. kan belum masa selesai masa idah.
walau memang farel belum menyentuh/berhubungan suami istri dg alisa.tp konsepnya di sini kan dimas gak tau.
kemudian ketika dulu farel menceraikan alisa dg talak 3? krn disini diceritakan pak brata meminta farel utk menikah dulu dg yg lain.dan dia bisa mengatur semuanya dg mudah.
dan jg ketika alisa menikah (kembali) dg farel as diego apa sdh selesai masa idah?
N Wage
kan alias lg dtg bulan thor.
N Wage
apakah dimas sdh selesai pendidikan di jerman?
dan apa hubungan dimas dg pak brata?
N Wage
sebagai seorang polisi apakah gatel sdh menyelidiki semua kebenaran ttg kabar perselingkuhan istrinya.
Neneng Maryani
terlalu jahat sy g suka peran faisal
Aliya Jazila
waduuhh tanggung thor
Erli Ana
thor buat alisa balek sm di mas buat kelurga parel tersiksa
Mawar Erika
semoga farel dan Alisa di persatukan kembali dan hidup bahagia untuk selamanya dan untuk dokter faisal berhenti merusak rumah tangga farel dan alisa
Sri Anum Arsusi
cerita yg berat, perasaan kita terasa di aduk aduk. salut dengan idemu Thor
Sri Anum Arsusi
kesana kemari perasaan kita di seret seret thor. tadinya kesal sama farel sekarang dibalik
Akbar Akbar
bagus keren
Iim Siti
aduh jafi gagal paham ni thor gimana ceritanya Alisha belum melakukan hun suami istri sama Dimas sedangkan Alisha hamil dan melahirkan Haikal... apalagi ian ada bab pas mereka malam pertama juga ini jadi rancu begini ceritanya ga ada penjelasan detailnya langsung tamat
Hasrie Bakrie
Loh koq bisa Alisa dan Dimas tdk prnh hubungan badan sedangkan wktu ma Dimas, Alisa hamil dan lahir deh Haikal. Bingung deh ceritanya skrg
azam muhamad: iya saya jg bingung
total 1 replies
Hasrie Bakrie
Bingung deh koq tiba" alur ceritanya berubah, perselisihan Alisa dan Dimas msh tanda tanya tiba" jdi berubah alurnya,gmn sich thor
Hasrie Bakrie
SaMaWa hingga ke Jannah-Nya Dimas & Alisa
Hasrie Bakrie
Next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!