"Ini milikmu sekarang, jangan biarkan orang lain merenggutnya darimu."
Setelah kakek itu berkata demikian, bum! Tiba-tiba aku menjadi penyihir terkuat sedunia yang dibenci semua orang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon queenrexx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Arwah
Ada puluhan pasang mata yang mengikuti pergerakanku selama aku berjalan menuju kursi di sebelah Zack. Oke, ini agak mengintimidasi. Aku benci fakta bahwa kebanyakan orang yang menatapku (terlalu) intens ini adalah perempuan. Penggemar Zack? Salah satu kekasihnya? Kenapa aku harus peduli?
Zack menoleh ke arahku, melempar cengir tak berdosa selagi aku mendudukan bokong di atas kursi tepat di sampingnya.
"Kau punya banyak penggemar, aku punya banyak pembenci," candaku, tak bermaksud bercanda sama sekali. Zack terkekeh.
"Tenang. Abaikan saja dan mereka pasti berhenti menatap."
Mataku berkedut, senyumku pudar. Tenang? Tidakkah ia semestinya yang paling tahu bahwa aku sudah kelewat tenang sejak awal kemari? "Ah, akan aku usahakan, kalau begitu." Aku bahkan tak repot-repot menyembunyikan nada jengkel dalam suaraku.
Menyadari ada yang tak beres, sisa-sisa senyum Zack luntur seutuhnya. Ia mengernyit, tetapi memutuskan agar tidak bertanya lebih lanjut.
"Beruntung bisa makan bersama pemilik sihir hitam." Seorang lelaki di meja Zack berdiri tiba-tiba.
Tersentak, aku menengadah guna mencemermatinya. Ia tampak ... marah. Lelaki itu tampak marah entah untuk alasan apa. Kusadari iris matanya berwarna merah menyala, seolah ia tengah mengaktifkan suatu sihir,
Aku lekas memundurkan kursiku. Dia sangat mengerikan. Apa ... apa dia mau berusaha membunuhku sebagaimana arwah Adolf dan Snoka? Tidak, tidak boleh lagi. Tidak mungkin ... Semoga. Aku mendesah panjang dalam hati.
Zack melempar tatapan tajam pada temannya itu. "Aku harap aku tidak perlu pakai vectors untuk membuatmu duduk, Kevin."
Orang yang dipanggil Kevin itu tidak mengindahkan peringatan Zack, dia masih memfokuskan pandangan kepadaku. Jelas itu makin membuatku semakin risi, lama-kelamaan merinding.
“Cerdas sekali, Zack.” Kevin mendecakkan lidah. “Kau membawanya kemari untuk memancingku. Katakanlah, apakah kau sudah tahu?”
Aku dilanda kebingungan ketika mencoba memahami maksud perkataannya. Sedetik setelah itu, sesuatu yang mengerikan tiba-tiba terjadi; Kevin mendongakkan kepala lantas berteriak nyaring. Roh putih transparan memaksa keluar melalui rongga mulutnya.
Murid-murid menjerit panik, beberapa saling dorong dan berusaha meninggalkan meja makan masing-masing, ada pula yang sigap memasang badan untuk melindungi yang lain. Kemungkinan besar adalah para senior yang telah berpengalaman. Kulihat para guru juga mulai berdatangan.
"Proyeksi Astral." Refleks, aku menyebutkan nama proses yang tengah terjadi di hadapanku. Inilah peristiwa di mana arwah seseorang keluar dari tubuhnya sesuai keinginan sendiri. Namun, rasanya ada yang kurang tepat, aku tidak tahu apa tapi aku yakin, pasti ada.
Roh itu ikut berteriak selama Proyeksi Astral berlangsung. Ketika akhirnya ia telah keluar seutuhnya ke dunia manusia, barulah teriakan berhenti dari kedua belah pihak---si arwah dan pemiliknya sendiri, Kevin.
Aku menahan napas mendapati tubuh Kevin mengering bak kayu busuk. Tinggal tengkorak berbalut kulit tak berdaging. Sementara sang arwah melihat ke arahku.
"Salah satu praktik Proyeksi Astral, benar, tapi bukan yang biasa," ujar Zack. "Menunduk!"
Jeritan panik bertambah keras saat arwah Kevin sekali lagi berteriak lalu menerjangku. Untunglah Zack sudah lebih dulu menarikku supaya menghindar.
"Maaf." Zack tersengal. "Vectors-ku takkan berfungsi pada roh. Aku cuma bisa bantu seadanya saja."
Aku meringis mendengar penuturan tulusnya, "Ada yang mau membantuku saja sudah sangat cukup, kok."
Kemudian aku memunculkan api hitam di telapak tanganku. Dengan sigap aku melempar api itu ke arah arwah Kevin. Namun, gara-gara kurang pengalaman dalam melempar sesuatu secara akurat, ditambah arwah Kevin terlampau gesit menghindar, apiku malah mengenai kandelir raksasa di tengah langit-langit ruang makan. Lampu itu langsung bergoyang, terbakar.
Kerja bagus, Varrel.
Arwah itu kembali tak kalah gesit seperti sebelumnya lalu berusaha menerjangku lagi. Aku buru-buru mendorong tubuhku sendiri ke samping.
Para guru yang tersadar akan insiden ini turut membantu dengan mengerahkan kekuaan mereka pada sang arwah. Aku ragu membantu adalah kata yang tepat. Mungkin mereka cuma panik kalau roh itu membuat kerusakan lebih parah lagi. Intinya kalau aku mati pun mereka tidak bakalan ambil pusing.
"Varrel!" Dari suatu tempat di antara huru-hara, panggilan Pak Albert terdengar. "Roh itu hanya bisa dibunuh oleh sihir hitam!"
"A-apa? Kenapa begi---"
"Tidak sekarang, astaga!"
Oke, bodohnya aku meminta penjelasan di detik-detik krusial seperti sekarang. Aku cuma bingung mesti menggunakan sihir hitam macam apa.
Tembak saja yang kuat-kuat, Zack berkata melalui telepati. Aku sontak menoleh ke arahnya yang, secara teknis, tidak jauh-jauh amat dari lokasiku. Faktanya, kami sedang berhadap-hadapan di bawah meja tempat kami bersembunyi!
Zack kelihatan tersenyum yakin, menularkan semua semangatnya kepadaku yang ragu-ragu. Aku bersyukur melihatnya sedemikian rupa.
Trims, kataku sembari beranjak ke luar meja. Energi hitam kelabu berseliweran di antara jemariku
Dan senyum Zack lenyap. Eh, tunggu dulu—
Saat energi sihir hitam sudah cukup besar, aku segera melontarkannya ke arah sang arwah yang perhatiannya disibukkan oleh para guru.
"Kena!" sorakku antusias. Yah, sayangnya kegirangan itu tak berlangsung lama, sebab ...
Kuperhatikan raga manusia Kevin yang tadi kering kerontang hancur menjadi serpihan debu. Embusan angin membawanya pergi, melewati serangkaian kerusakan parah yang tersebar di sepenjuru ruang makan, semua diakibatkan oleh satu seranganku barusan.
Hanya satu.
***
Ternyata Proyeksi Astral yang dilakukan Kevin dikenal sebagai Proyeksi Astral Terlarang. Terlarang karena praktik tersebut niscaya membunuh orang yang melakukan.
Terus kenapa Proyeksi Astral Terlarang harus ada? Menurut Pak Albert, para penggunanya ingin mencari raga-raga baru dengan cara melepas arwah mereka di tubuh yang lama dan merebut raga orang lain secara paksa. Kuketahui fakta ini selang beberapa jam setelah insiden di ruang makan.
"Jelas, 'kan? Kevin nekat mempraktikan Proyeksi Astral Terlarang karena ia mau mengambil alih ragamu," ucap Pak Albert. Aku sedang bersamanya dengan Zack, masih di ruang makan. Hanya ada tukang bersih-bersih dan kami di sini. Murid lain sudah masuk ke kelas masing-masing, bahkan atap ruang makan juga tidak ada, lenyap bersama puluhan furnitur lain.
"Gara-gara sihir hitam, tentu saja," timpalku lesu.
Zack memberiku pandangan bersalah. “Seharusnya aku tidak melakukan yang barusan.”
“Melakukan apa?”
“Memancing Kevin.”
Pak Albert melempar pelototan galak kepada Zack. "Itu luar biasa nekat. Proyeksi Astral Terlarang dapat langsung membunuh tubuh si pengguna ketika dipraktikan, jadi arwahnya bisa hilang kendali atau bahkan menggila demi mendapatkan raga baru."
"Apa yang terjadi kalau ia tidak menemukan raga baru?" tanyaku.
"Itulah alasan mengapa setiap kota memiliki Hutan Arwah. Tempat itu menahan segala macam arwah yang gentayangan di seluruh negeri."
Aku menarik napas dalam-dalam. Segala kekacauan ini—seorang murid meninggal sia-sia, kehancuran fasilitas sekolah, kepanikan massa, korban luka-luka—bukan salahku ... benar?
"Bukan salah kalian atau siapa pun," ucap Pak Albert, rupanya ia tidak perlu telepati untuk membaca pikiranku. "Aku tahu kau kecewa, tapi sekarang bukan saatnya."
Aku mengangguk. Aku mengerti. Aku tahu. Masalahku takkan berhenti sampai di sini saja.
Beberapa detik kemudian, pintu ruang makan mendadak dibanting terbuka. Kami semua menoleh dengan terkejut tatkala seorang wanita berseragam khas guru muncul, berteriak, mengonfirmasi masalahku selanjutnya: "MANA VARELISSA?! MANA SI PEMBAWA SIAL ITU?!"[]
habis baca ini hatiku kosong serta berat
bener-bener ilang begitu aja ya, Varrel
huhu
mau lanjut simak lagi thor....sepertinya seruuuuuu nih story..🔥🔥🔥❤
habis?😳
masa habis Thor 😳
terus? gimana lagi ini? 😂
tarik nafas panjang..
beneran mati Verrel nya Thor?
itu sihir hitamnya belom ilang gitu 😳
agar dia menjadi kuat sendiri begitu?
aslinya mah dia gak mau tersaingi kan Thor
kreji Napa Thor 😐
kreji up Thor
terjawab sudah siapa yang memberi Zack energi