NovelToon NovelToon
Menikahi Ipar

Menikahi Ipar

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Duda / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: harsupi fakihudin

Disarankan untuk membaca novel sebelumnya "Jodoh Sang Dokter Duda" karena disana ada silsilah seluruh keluarga ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon harsupi fakihudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Alana menangis sambil duduk, bertutupkan selimut

Hanan duduk dibibir ranjang sambil bingung. Benar yang dipikirkan. Alana belum bisa menerimanya

"Seharusnya aku lebih sabar dan berhati hati"

Hanan menoleh kearah Alana yang masih rapat dengan selimutnya

Hanan melepas selimut yang menutupi Alana, tapi Alana sedikit menahan. Jadi, wajah Alana tetap tertutup selimut

Hanan mulai menata hati dan fikirannya "Alana, maafkan kakak ya.. Tidak seharusnya kakak memaksamu. Kakak tau, menikah denganku adalah paksaan, sama denganku. Aku juga tak ada pilihan, semuanya demi Imran"

Hanan mengusap lengan Alana yang tidak tertutup selimut, karena sudah merosot "Kau tau Alana, kita sudah hampir 4 bulan menikah, kau denganku. Apa kau masih merasa aku adalah kakakmu?"

Alana mulai membuka wajahnya dengan rambut acak acakan,

Hanan masih menatapnya. Sekali lagi, tangan Hanan mengusap lengan kurus Alana, lalu mengusap airmata yang membasahi pipinya, tidak lupa, Hanan menata rambut Alana agar tampak cantik

Hanan berdiri "Sudah, bersihkan badanmu. Hari ini, keluarga kita ada arisan bulanan. Kita harus siap siap kerumah papi"

"Tapi" Alana berdiri

"Kenapa?"

"Tidak apa apa, nggak jadi" Alana berjalan akan meninggalkan Hanan

"Eh eh, kekamarku" Tangan Hanan masih mengulur

Alana menggeleng "Enggak, aku pilih kamar yang biasa saja"

"Tapi ada sesuatu, untukmu"

"Eng, aku tidak mau masuk kekamar kakak"

Hanan terdiam sambil berfikir "Baiklah, tunggu sebentar. Aku ambilkan sesuatu untukmu"

Hanan masuk kekamarnya, lalu mengambilkan sesuatu untuk Alana. Hanan keluar membawa sesuatu "Untukmu, pakailah, itu seragam untuk bulan ini"

Alana menerima "Terima kasih" Alana masuk kekamar Imran

Ceklek

"Imran, Imran.. Sepi"

Alana masuk kamar mandi dulu. Urusan mencari Imran nanti, setelah urusannya beres

-

Mereka sarapan roti bakar isi sosis.. Sarapan ringan saja karena ada pertemuan arisan.

Setelah sarapan usai,

"Mbak, keperluan Imran beres kan?" Hanan

"Beres tuan"

"Baiklah ayo naik" Hanan mempersilakan Rasti si baby sitternya, untuk masuk kemobil dijok belakang yang masih tertutup pintunya

Alana sudah berdiri disamping mobil, sambil menggendong Imran

Hanan membuka pintu depan untuk Alana "Bisa naik?"

"Bisa" Alana menata dirinya dijok

Hanan mengambil Imran, agar Alana bisa duduk dengan benar

"Sudah?" Ucap Hanan

"Sudah, sini in kak" Tangan Alana terangkat meminta Imran kembali

Setelah Imran sudah dipangkuan Alana, Hanan mendekati Alana, untuk menarik sabuk

"Pakai sabuknya dulu ya" Hanan menarik sabuk, dan memakaikan untuk Alana

Alana terdiam menahan nafasnya, karena aroma harum Hanan menyeruak, mengingatkan sewaktu Alana dipeluk

Tiba tiba "Jangan takut" Hanan mengusap rambut Alana, dan mengusap rambut Imran

-

Mobil sudah melaju menuju kekediaman papi Anand

Mereka turun disambut pasangan berbeda 40 tahun

Hanan mengambil Imran dari pangkuan Alana "Ayo turun"

Alana dirangkul Hanan, seperti pasangan romantis lainnya

Anand memeluk Hanan "Apa kabar nak?"

"Alhamdulillah baik pih"

"Lah ini cucu papi, ikut papi yuk" Anand mencoba mengambil Imran dari tangan Hanan

Imran mulai mewek

"Eh, kok mewek. Apa ikut nenek. Eh apa pih panggilnya" Lis mendongak minta pendapat Anand

"Apa, mbah Uti. Tua amat" Anand tersenyum

"Ya kan memang sudah tua pih, ya dengan mbah Uti ya" Tangan Lis ingin mengangkat Imran tapi Imran melengos

"Penakut ini bik Lis" Ucap Hanan sambil masuk berkumpul dengan lainnya yang sudah datang duluan

Fatih dan Husayn sudah duduk bersama istri istri mereka. Dan ternyata, dibelakang Hanan ada pasangan Hawa dan Fariz

"Papiiiiiii" Teriak Hawa mengabaikan putranya. Hawa langsung memeluk Anand "Papi apakabar ??"

"Alhamdulillah baik. Kamu sejak dulu tidak berubah. Tapi semenjak kamu pindah dari sini, kamu cuekin anakmu ya? "

"Eh papi, ngeramalnya sembarangan. Aku tuh kangen sama papi. Kangen duit papi" Senyum Hawa melebar tidak peduli ada bik Lis disampingnya

"Kamu tuh kayak orang nggak punya duit aja. Sama duit ijo. Ntar papi kasih yang warna ijo buat kamu spesial"

"Ih, nggak mau dua puluh ribu, anak udah brojol dua. Masa ngasihnya mrosot" Protes Hawa

Husayn keluar, karena depan terlihat ramai "woi gantian. Yang belakang antri"

"Biarin, orang aku kangen sama papi, ya pih"

"Iya, kamu nggak malu peluk peluk papi. Samping papi sampai capek nungguin kamu" Hanan ikutan protes

"Ah iya lupa. Bik Lis, apa kabar?" Hawa memeluk Lis

"Baik" Lis tersenyum

"Bik, sudah ngisi belum? bibik biasa diisi oleh papi kan?" Goda Hawa, sambil menyenggol lengan Lis

Hawa langsung mendapat hadiah jeweran dari Anang "Mana pak Casbari ya, lakban sisa kemarin masih ada nggak?"

"Buat apaan pih?"

"Meletin mulut kamu yang lemes" Ucap Anand menarik Hawa agar menjauhi Lis

"Ih papi, sekarang anggep Hawa musuh" Hawa langsung lenggak lenggok seakan mengejek Anand.

Anand hanya menggeleng, lalu mengusap punggung Lis "Jangan dianggap"

Lis hanya tersenyum mengangguk

Anand juga menyambut Fariz dan juga kedua anaknya yang sudah akrab dengan Anand.

Terakhir pasangan Ilham dan Sifa

"Ayo masuk" Ajak Anand

Sementara didalam

Hawa masih sibuk bertanya pada Alana "gimana, sudah hamil belum?" Hawa menabok ringan lengan Alana

"Hawa" Tegur Hanan

"Ih bang Hanan kek papi. Aku tanyanya apa coba. Kabar udah Hawa tanyain. Tanya makan ya nggak mungkin, karena kalian pasti sudah makan. Ya tanya hamil dong bang... Eh, kalau Hawa tadi sarapannya dikit"

"Yang nanya siapa?" Selah Husayn

"Ih bang Husayn, Hawa hanya laporan bang. Kita disini tuh, mau ngerampok makanan yang akan disuguhin oleh papi. Bik Lis kan pandai masak tuh, pasti enak enak suguhannya"

"Hawa, buntutmu mana? kamu kayak perawan aja sendirian" Fatih ikut komen

"Sama papi kayaknya bang"

"Hidupmu enak bener Hawa, orang tua disuruh momong" Celetuk Husayn

"Biarin, tua tua juga masih kuat bang. Lihatin wajah papi. Terlihat muda 40 tahun dari umur sesungguhnya"

"Hawa... Nggak usah gibah" Kali ini suara Sifa

"Eh eh, mama" Hawa menyambutnya, begitupun mantu yang lain. Semuanya menyambut, termasuk Alana yang sedikit malu malu

Hawa berbisik pada Alana "Jangan malu malu kaya ulet"

Hawa mendapat jeweran lagi dari Anand "Ini anaknya. Jangan gibah mulu"

Hawa berbelok sambil memegang telinga yang ditarik oleh Anand "Pih, Hawa bukan anak kecil lagi pih. Jangan bikin malu Hawa didepan anak anak pih"

"Bodo, ini anakmu" Anand mendorong Fawas agar diterima Hawa

"Ish papi, mentang mentang papi sudah bisa bikin sendiri ya.. Jadi putra putri Hawa dicuekin"

"Hawaaa.. " Sifa menarik lengan Hawa "Lihat, ketiga iparmu, pada diem. Gimana papi nggak ingin jewer telinga kamu. Kamu menggoda melulu. Duduk sana, jangan dekat dekat dengan papi. Bikin masalah"

"Ih ma, kan lucu ma, papi mau punya anak. Habis itu bang Hanan"

"Hawa!!" Hanan yang berteriak

"Wah, jangan jangan bang Hanan juga bikin anak tiap hari. Biar nyusul papi hihi" Goda Hawa terus tanpa capek

Hanan mengambil topi Fawas, lalu menutupnya kekepala Hawa

Ahahaha

"Lama Lama tambah tuh musuhnya" Celetuk Fariz geleng geleng dengan tingkah istrinya

Ahahaha

BERSAMBUNG.....

1
ika krisdianti
alur ceritanya bagus, tidak vulgar saat ada adegan dewasa.
cerita dan penokohannya bagus2, ceritanya penuh dengan ilmu baru, terutama ttg kesehatan
ika krisdianti
nangis kejer
ika krisdianti
/Sob/mewek lagi, padahal sudah beberapa kali membaca sampai tamat, dan diulang kembali, tapi tetap mewek saja /Sob//Sob/
ika krisdianti
di bab ini mulai deh, kisah sedihnya /Sob/bikin mewek
Safa Almira
bagus
indah
Luar biasa
Suratmi Michele
Biasa
Suratmi Michele
😂😂mamanya lucu.... mana bapak Budi mana ibu Budi...?😂😂😂
Elizabeth Zulfa
gak jdi Ena-ena nya
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
👍👍
Saekhul Game
Aku sukka ceritamu thorrrrrrrr
Saekhul Game
/Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Grin/
Saekhul Game
hhhhhh
Saekhul Game
part ini bikin ngakak
Saekhul Game
Nggak tauuuuuuuu hhhhhhhh
Saekhul Game
😂😂😂😂😂😂😂 apanya yg dijembreng thorrrrr
Saekhul Game
😁😁😁😁 pasiennya jujur. Tp jwbn Hanan okelah sdkt kesal
Saekhul Game
😆😆😆😆😆😆😆😆😆
ika krisdianti
tambah ilmu,
saya suka saya suka saya suka
ika krisdianti
lucu dan seru jika keluarga besar kumpul, papi anand gercep dan mantul, bi Lis sudah hamil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!