karena kenakalan remaja , Vhanya Marteen hamil di luar nikah dengan kekasihnya .
akhirnya merekapun menikah tanpa restu.
ini bukan cerita CEO CEO kaya ya guys ini terinspirasi dari kehidupan nyata . semoga kalian suka
Maaf kalau kalian cari cerita yang konfliknya berat layaknya sinetron azab bukan disini tempatnya. disini gak ada culik-culikannya.
IG: Vhacaiidrick
Nanti kalau udah tamat aku revisi lagi ya guys bab 1 sampai 25 karena banyak kesalahan tanda baca ,maklum aku baru belajar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vhauna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di kampung
Pagi pukul 06.30, Vha terbangun dari tidur nya. Cuaca yang dingin, udara yang sejuk, benar-benar membuat tidur Vha sangat nyaman. Tidur tanpa pendingin ruangan pun tak masalah, Karena sejuk nya udara disana tidak kalah dengan sejuk nya dengan menggunakan pendingin ruangan.
Kemudian ,ia meraba handphone nya dan menghubungi sang kekasih melalui panggilan Video.
Vha: "Haii hallo....!!
Aven : "Kamu udah bangun?"
Vha: "Kamu yakin" Gak mau ngucapin selamat pagi?" Entar keburu siang lho. sambil tergelak, menggoda Aven.
Aven: "Iya , Selamat pagi sayang". "Iya, udah. "Mandi sana!"
Vha: "Issshhh....! "Ini orang garing banget sih. Oke, aku mau mandi dulu. Nanti kalo gak sibuk , aku telfon lagi ,ya. ucap ,Vhanya. Dan di jawab anggukan oleh Aven.
"Kemudian, Ia pun bangkit dari tempat tidur nya. Berjalan menuju dapur. Mencari keberadaan sang Nenek, namun Ia malah mendapati sang asisten rumah tangga yg sedang memasak.
"Bude, masak apa?"
Sontak wanita paruh baya tersebut kaget.
Eh, ini masak gulai sayur nangka sama dadar jagung, ada juga ikan mujair nduk.
"Oh iya, aku suka bude, nanti aku makan deh.
"Iya udah. aku, mau mandi dulu ya Bude. "Oh, iya. Nana dimana ya?" tanya Vha.
Nana, sedang kasi makan unggas nya, nduk.
Ohh Oke , Terima kasih Bude.
Kemudian, "Vha , pun bergegas menuju kamar mandi, untuk membersihkan diri. Dan dua puluh menit kemudian ia pun selesai.
Setelah berganti pakaian, ia pun menuju kandang unggas Nana untuk berpamitan.
Ia mendapati sang nenek berdiri sembari memberk kan makan pada peliharaan nya
"Nan, Pak wek , masih ngarit?" kok gak kelihatan?
"Iya, Vha, jam sepuluh nanti baru Pak Wek, biasa nya pulang.
Selain berternak sapi , Pak Wek juga memiliki binatang peliharaan seperti kucing , monyet, dan juga burung rangkong. burung rangkong kesayangan nya itu Pak Wek beri nama "Mawar.
Setiap kali Pak Wek, pergi ke kebun, Si mawar juga pasti ikut serta , menemani Pak Wek mencari rumput.
Dan metika Pak Wek selesai ,si Mawar juga akan pulang dengan berdiri diatas rumput yg di muat menggunakan sepeda gayung tua kesayangan nya.
Itu lah alasan nya, mengapa, Nana dan Pak Wek ,tetap memilih tinggal di sini di hari tua nya.
Karena hidup di desa menurut mereka lebih nyaman daripada hidup kota. Udara yang sejuk dan bebas polisi juga mereka jadikan alasan untuk tetap tinggal di desa.
Bahkan berkali kali Bunda menawarkan untuk tinggal di Bali, namun Pak wek dan Nana Menolak.
"Nan, Vha, mau ke rumah ibu ya, sebentar saja. pamit Vha ,kepada sang Nenek.
"Iya, udah sana , ke Ibu kamu dulu.
🌷🌷🌷
Sembari berjalan kaki dari kediaman Nana menuju kediaman ibu, karena jarak rumah Nana dan Ibu tidak terlalu jauh, kira-kira berjarak hanya 800 meter saja. Hitung-hitung olahraga, toh cuaca disana tidak terlalu panas,jadi ia enggan pergi ke rumah ibu menggunakan kendaraan.
"Ibu....! "Ibu lagi apa?" Tanya Vha, sambil memeluk ibu dari belakang. Yang saat itu sang ibu sedang memanen bayam dan kemangi di karang kitri.
"Loh, Anak ibu kapan datang?" ini ibu mau masak sayur bayam. Jawab ibu.
"Ibu apa kabar?" Vha kembali bertanya, sambil membantu ibu memetik sayuran .
"Ibu , baik-baik aja Vha. " Jawab ibu, sembari menatap gadisnya yg sudah menduduki bangku kuliah.
Oh iya, Bapak masih di kebun ya? , kok gak kelihatan?
"Iya, Vha. Nanti jam 10 baru bapak pulang.
Bapak Vha, sendiri pekerja perkebunan karet.
Untuk warga yg bekerja di kebun karet , mereka biasanya berangkat ke kebun karet dari pukul satu dini hari untuk mengiris pohon karet. Kemudian di tampung di wadah mangkok yang plastik khusus , kemudian selesai kira-kira pukul empat pagi.
Lalu, mereka akan mengambil hasil dari getah karet tersebut pukul tujuh pagi, dan selsai pukul sembilan. berhubung Bapak nya Vha, adalah seorang mandor. Jadi iya lah yg menghitung seberapa banyak hasil dari pengambilan getah karet para buruh. Kemudian hasil nya akan di angkut oleh truk untuk di kirim ke pabrik.
Di bawah pohon karet, biasanya terdapat tanaman sayur pakis. Biasanya, tanaman pakis akan tumbuh sendiri nya tanpa perlu di tanam. Sayur pakis sendiri adalah salah satu sayuran Favorit para warga di sana . "Siapa pun yang ingin memasak, hanya perlu datang ke kebun dan memetiknya secara langsung.
Hampir satu jam Vha berbincang-bincang dengan ibu, sang Bapak datang dari pabrik.
"Bapak....!!" ,sembari berlari memeluk lelaki yang berbadan kurus tinggi tersebut. "Kamu kapan datang nya ,Vha?" Kok tiba-tiba pulang? tanya Bapak.
"Kan Aku lagi libur semester, Pak. Makanya aku pulang .sahut Vha .
"Oh, sekarang libur semester ya, Bapak lupa. ucap Bapak sembari menyesap kopi yang ibu buatkan.
"Ingat selalu pesan,Bapak". Kuliah yang benar, supaya bisa mendapatkan pekerjaan yang baik, memang Bapak dan Ibu ga ikut membiayai, semua dari Bunda mu , tapi sebagai orang tua kandung , Bapak mengingatkan kamu, agar Bunda mu juga bangga sama kamu.
"Jangan terpengaruh oleh pergaulan yang gak baik.
Vha, pun langsung menyengir kuda, memamerkan deretan gigi nya. Mengingat bagaimana bebas kehidupan nya bersama teman-teman nya .
Tak terasa sudah beberapa jam Vha disana, ia pun berpamitan untuk pulang ke rumah Nana.
Jika di bandingkan dengan Orang Tua kandung nya , Vha memang tak sedekat dengan Bunda Mena , maklum saja sejak berusia enam bulan Vha sudah di adopsi oleh sang Bunda yang juga adik dari Bapak.
Dengan alasan Bunda Mena sudah menikah lumayan lama, namun belum juga di beri keturunan, yang menurut mitos Orang Jawa, di suruh mengadopsi anak untuk pancingan. Yang di percayai bakal mendapatkan keturunan setelah nya.
"Dan , benar ada nya. Setelah mengadopsi Vha setahun kemudian Bunda hamil, karena itu lah Bunda Mena sangat menyayangi Vha.
Namun bagi Vha , meskipun ia lebih dekat dengan Bunda, namun kasih sayang Vha sama rata ,Tanpa bapak dan ibu Vha tidak akan ada. begitupun dengan Bunda , Tanpa kasih sayang Bunda ia tak akan seperti sekarang .
"Pak, Buk ,Aku, mau pulang dulu ya". Takut nya Pak Wek udah datang dari kebun Aku nya gak ada di rumah, pasti beliau nyariin.
Setelah berpamitan pada Bapak dan Ibu, ia pun berjalan kaki pulang ke kediaman Nana . Di jalan ia bertemu dengan beberapa tetangga, ia pun melempar senyum kemudian menyapa mereka.
aretha
aira
aqiara
amina
maaf y thor ini hnya kritik n saran smoga berkenan... novel u bagus, cm kdang berlbihn klimat g perlu ada klmt ngomong2... trus diawal kata kost ejaanya jg kliru, gofood yg bner y thor bukan gofud🙏🙏🙏
sampe dy hamil dg david, lebih liar dari vanya ternyata
thor knp hampir semua peran brawalan v sih???