kisah 3 orang sahabat yang di pertemukan di suatu perusahaan yang ternyata banyak menyimpan misteri.
ternyata salah satu nya bisa melihat yang tak bisa orang lihat pada umumnya..
dapat kah ketiga nya memecahkan misteri yang ada dan tetap bersahabat walau banyak rintangan yang di hadapi...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon astiasri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SI JABRIK
Asti masih dengan kebimbangan mengenai penglihatan yang begitu tiba-tiba,bisakah dia bertahan karena pasti dia akan bertemu dengan sosok-sosok yang menyeramkan dan pasti menggangu aktifitas nya sehari-hari.
Asti membayangkan bagaimana jika nanti dia harus lembur dan pulang malam ketika melewati jalanan yang sepi dan gelap,pemakaman, kebun-kebun yang dipenuhi dengan pepohonan yang rimbun,jembatan beserta sungai,rumah kosong,gudang yang sudah tidak digunakan dan lain-lain.
Asti bergidik ngeri memikirkan nya.
Sewaktu Asti sedang memikirkan itu semua ternyata Lala dan Meli sudah jauh meninggalkan nya.
Asti tersentak kaget ketika ada seorang wanita paruh baya menegurnya.
"MAAF NENG IBU MAU LEWAT,PERMISI YA!"dengan wajah yang tertunduk sambil membawa troli.
Asti langsung menoleh kebelakang,dan ternyata yang dia lihat seorang wanita yang sekujur tubuhnya dipenuhi dengan luka dan darahnya berceceran.Seperti korban tabrak lari,
Deg,,jantung Asti berdegup sangat cepat dia
tidak menjawab dan lebih memilih menghindar dan berjalan menjauhinya.
Untung nya HANTU WANITA itu benar-benar hanya ingin lewat dan pergi begitu saja.
Asti baru tersadar ternyata dia sendirian di tempat itu,Lala dan Meli telah jauh meninggalkan nya.
"Lala sama Meli jahat banget,Asti di tinggal sendirian,tapi bener ya kata Meli, kak Rizki sama yang lain nya kalo gudang itu angker."ucap Asti dalam hati.
Dengan pikiran yang tidak karuan ternyata Asti memilih jalan yang salah,dia malah ingin memasuki ruangan workshop namun dicegah oleh Rizki.
"Kamu mau kemana?"tanya Rizki.
"Eh kok ada kak Rizki,Asti mau ke ruangan kerja Asti tapi kok malah kesini salah jalan kayanya!"jawab Asti.
"Iya emang salah banget,kamu gak baca ini itu WORKSHOP,dan ini ruangan paling belakang kalo ruangan kamu kan paling depan,masa kesasar?"kata Rizki panjang lebar.
"Iya kayanya Asti kesasar,kak Rizki lagi sibuk gak anterin Asti ke ruangan Asti ya,Asti lupa jalan nya!"ucap Asti.
Tidak tahu mengapa Rizki tidak bisa menolak ajakan Asti.
"Ya dah ayo,lagian biasanya kalian kemana-kemana bertiga,ini kok sendirian aja?"kata Rizki.
Baru beberapa langkah berjalan Asti melihat SOSOK ANAK KECIL yang sedang berlarian dan seperti sengaja menabrakkan dirinya ke Asti,Asti menghindar dan tanpa sengaja menggenggam erat tangan Rizki.
Rizki sontak kaget,tapi dia membiarkan saja Asti menggenggam tangan nya.
"Ada apa,,?tanya Rizki singkat.
"Emang kakak gak lihat ya itu ada anak kecil yang lari-lari tapi kaya sengaja menabrakkan dirinya ke Asti,kan Asti jadi risih kak!"jawab Asti sambil terus menggenggam tangan Rizki malah lebih erat dari sebelum nya.
Biasanya Rizki pasti marah jika ada yang berani menggenggam tangan nya tapi kali ini dia malah merasa nyaman dan bahagia.
"Iya kakak juga lihat,tapi jangan digubris ya,kita pura-pura gak lihat terus jalan aja ya,ternyata Asti juga bisa lihat ya kakak kira cuma Lala yang bisa!"kata Rizki.
"Itu yang dari tadi Asti pikirin kak, sebelumnya Asti gak pernah bisa melihat HANTU,Asti cuma bisa ngerasain aja hawa nya,tapi semenjak Asti dari gudang tiba-tiba mulai bisa ngeliat penampakan makhluk-makhluk halus sebenernya Asti takut banget kak!"ucap Asti.
Tidak tahu mengapa Asti juga merasa nyaman untuk bercerita kepada Rizki.
"Gak usah jadi beban,nanti juga terbiasa ya,ini mau sampai kapan tangan kakak di pegangin terus,mau sampai rumah?"seru Rizki sambil meledek karena sosok anak kecil yang tadi sedang berlarian sudah tidak ada.
"Hm maaf ya kak,soal nya ini baru pertama kali buat Asti,ada yang marah ya nantinya?"tanya Asti sambil melepaskan tangan nya.
"Siapa yang bakal marah,tapi kalo di pegangin terus sampai rumah juga gak masalah."jawab Rizki.
Mereka tersenyum bersama,Rizki memandang ke arah Asti begitu manis senyuman nya membuat Rizki ingin terus memandang nya.
Kini Asti dan Rizki berada di ruang PRODUKSI,terlihat begitu ramai dan banyak para karyawan yang berkerumun.
Dalam hati Asti,ada apa ini lagi.
Asti dan Rizki terus berjalan dan mendekati para karyawan yang sedang berkerumun,ternyata disitu juga sudah ada Lala dan Meli.
Asti langsung bergabung dengan Lala dan Meli,sedangkan Rizki terus mendekat kearah keramaian.
"Jahat kalian,kenapa Asti di tinggal sendirian?"kata Asti sambil merengek.
"Kita kira Asti ngikutin kita dibelakang,jadi gak tau kalo ketinggalan,maaf ya,lagian ada yang nemenin gini!"kata Meli.
"Lala juga baru sadar kalo kak Asti gak ada,maaf ya!"kata Lala.
"Ini mah gak salah lagi pasti kerjaan si JABRIK."ucap salah satu karyawan.
Asti Lala dan Meli memberanikan diri maju ke depan,dan ternyata ada 3 sampai 5 karyawan yang kesurupan parah nya lagi mereka mengamuk dan berteriak-teriak hingga berlari ke sana kemari dan melemparkan barang apa saja yang ditemui.
Suasana pun sangat mencekam,para karyawati yang merasa ketakutan lebih memilih ke luar ruangan.
Lala melihat banyak sekali sosok,tapi yang lebih dominan ya memang si JABRIK ini.
Rambut yang gondrong dan berantakan,mata yang merah melotot,wajah yang hitam mulut yang besar dan mempunyai taring,telinga yang lebar dan menggunakan baju serba hitam,sangat menyeramkan.
"Lala,serem ya,kayak nya jahat banget,kita jangan terlalu deket ya!"kata Asti.
"Iya kak Asti,dia lagi marah banget,iya kita disini aja!"ucap Lala.
"Kayak nya kak Rizki lagi manggil pak Isnan,soalnya pak Isnan bisa ngobatinnya!"seru Meli.
Tak berapa lama Rizki dan pak Isnan pun datang.
"Kenapa kamu mengganggu karyawan?"tanya pak Isnan lantang.
Salah satu karyawan yang kesurupan menjawab.
"HM HM HM HA HA HA HA, MEREKA YANG MENGGANGGU KU, MEREKA MEMBUANG PUNTUNG ROKOK YANG MASIH MENYALA DAN MENGENAI WAJAH KU DAN INI SANGATLAH SAKIT!"jawab makhluk tersebut.
"Kami semua disini minta maaf ya,tolong kamu pergi!!!"kata pak Isnan lagi.
"HA HA HA HA TIDAK AKAN AKU LEPASKAN ORANG-ORANG INI!"ucap makhluk itu lagi.
"Kamu berani melawan ya,apa kamu mau tubuhmu terbakar!!!"seru pak Isnan lagi.
"HA HA HA HA BAIKLAH TAPI AKU INGIN MINTA KOPI HITAM DAN ROKOK KALAU TIDAK ADA AKU TIDAK AKAN PERGI!"kata makhluk itu.
Pak Isnan terpaksa menuruti kemauan makhluk tersebut,karena keadaan sudah kacau balau.
Setelah salah satu karyawan membawa kopi hitam dan rokok lalu memberikan kepada karyawan yang kesurupan.
Keadaan pun mulai kembali normal,karyawan lainnya pun yang kesurupan sudah mulai sadar.
Dan seluruh karyawan melanjutkan aktivitas kerjanya.
Beda halnya dengan Lala,dia masih terdiam dan menitikkan air mata.
"Kenapa la,masa lalunya sedih ya?"tanya Asti.
"Iya dia sebenarnya anak yang baik,ibu dan bapaknya sudah meninggal dunia akhirnya dia tinggal dengan pamannya,tapi paman dan bibinya selalu menyiksa nya,rambut yang gondrong dan wajah yang hitam serta mata yang merah pertanda dia tidak pernah diperhatikan dan di kasihi oleh paman dan bibinya,dia yang sudah putus asa dengan kejam nya dunia memutuskan untuk belajar ilmu hitam dan berguru dengan dukun,setelah dia membalaskan dendam nya kepada paman dan bibinya dia mengakhiri hidupnya."ucap Lala dengan nada yang terisak.
"Kasihan banget ya si JABRIK,terus kenapa dia bisa ada disini ya?"tanya Meli.
"Karena dia ingin sekali menjadi karyawan di perusahaan ini,dia tidak akan pernah pergi sampai kapanpun."ujar Lala.
"Sebenarnya ini bukan pertama kalinya,si JABRIK bikin kerusuhan makanya dulu pernah diadakan perjanjian,jika si JABRIK masih ingin disini jangan berani mengganggu begitu pun sebaliknya."sahut kak Rizki yang tiba-tiba nimbrung dengan Asti Lala dan Meli.
"Oh jadi gitu ya,karena ilmu hitam juga si JABRIK jadi arwah penasaran."ujar Asti.
Mereka berempat pun pergi meninggalkan ruangan PRODUKSI,menuju ruangan kerja masing-masing.
Meli melihat kearah Rizki,cinta yang dulu pernah hilang mengapa seperti tumbuh kembali.
Sedangkan Rizki melihat ke arah Asti,seperti ada perasaan tidak ingin berpisah dan ingin selalu bertemu setiap saat.
Kak @Andini Andana yuk mampir.