Aguel Wardhana adalah seorang remaja laki-laki berusia 27 tahun. Ia memiliki seorang saudara kembar yang sangat cantik yaitu Agiel Wardhania.
Mereka lahir dalam lingkungan keluarga yang cukup berada. Umi dan abahnya sangat menyayangi mereka berdua, meskipun mereka terlahir paling bungsu. Ya ... Aguel adalah anak ke-tujuh, sedangkan Agiel anak ke-delapan.
Kehidupan sosialnya cukup dibilang baik, tetapi tidak dengan saudaranya sendiri. Hal itu terlihat jelas saat ia ditinggalkan oleh keluarga besarnya untuk pindah ke kota B, sedangkan ia di kota P.
Semua perlakuan yang mereka berikan padanya berubah 180° sejak mereka tidak tinggal satu kota lagi. Bahkan semua akses informasi ditutup rapat dari Aguel.
Tapi Aguel tak pernah berburuk sangka. Sampai ahirnya semua terbongkar, akankah Agiel dan Aguel mampu menyatukan kembali keutuhan keluarga besar mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MEMULAI BANGKIT
Mungkin karena semuanya berjalan cepat dan terburu-buru, maka mereka semua tidak bisa hadir saat itu. Hanya restu dari umi yang ia dapatkan.
Setelah melewati proses yang menegangkan itu, tibalah Aguel menjalani kehidupan yang baru. Sejak saat itu statusnya sudah berubah bukan single lagi tetapi sudah memiliki istri. Status di KTP pun sudah berubah menjadi menikah.
Alhamdulillah Allah memudahkan urusan cintanya dan mempertemukannya dengan bidadari surganya. Kehidupan terasa sangat sempurna saat itu.
Sebuah pernikahan impian dan tidak pernah terbesit dalam benaknya kini sudah ia rengkuh. Alhamdulillah Allah merestui mereka dan menyatukan cinta mereka sampai jenjang pernikahan.
...***...
Di awal-awal pernikahan Aguel, semuanya berjalan lancar tanpa hambatan. Sudah persis jalan tol, mulus tanpa kendala.
Tetapi memasuki tahun kedua dalam pernikahannya terjadi sebuah musibah. Musibah yang membuat Aguel kembali jatuh dan terpuruk dalam waktu yang lama. Sebuah kenangan yang tidak akan pernah terlupakan dalam perjalanan hidupnya.
Saat itu, Aguel berkeinginan untuk memperkenalkan istrinya pada uminya di kota B. Ya hari itu ia dan istrinya melakukan perjalanan darat menggunakan mobil pribadi Aguel.
Awal perjalanan sangat lancar dan menyenangkan tetapi ditengah perjalanan mereka, malang tak dapat dihindari.
"Mas hati-hati nyetirnya, fokus ke depan ya." Pinta istrinya saat itu.
"Iya sayang, mas fokus kok." Balas Aguel dengan perasaan bahagia.
Perasaan mereka saat itu sangat bahagia. Apalagi sebentar lagi ia akan bertemu umi. Salah satu tangan Aguel fokus menyetir dan satunya lagi menggenggam tangan milik istrinya tersebut.
Tiba-tiba dari arah berlawanan datang sebuah mobil dengan kecepatan tinggi dan menerjang mobil yang dikendarai Aguel.
"Mas, lihat ke depan, awaaasssss..... aaarrgghhhhh..." jerit sang istri.
"Innalillahi ..." teriak Aguel sembari membanting stir mobil ke sisi kiri.
Dan terjadilah hal yang paling ia takutkan....
BRUAAKKKKKKKKKK .... SHITTTTTT..... CIITTT ... BOOOMMMMM....
Aguel pun tak dapat menghindari tabrakan maut yang terjadi. Mobilnya mengalami ringsek dan rusak yang cukup parah.
Dan naasnya bagian mobil yang ringsek tepat disebelah tempat duduk sang istri. Istrinya jatuh pingsan di tempat kejadian dengan berlumuran darah.
Satu hal yang paling membuat hatinya nyeri, adalah istrinya ikut dalam kecelakaan maut itu. Dan dengan mata kepala sendiri menyaksikan orang yang kita cintai terluka itu sangatlah menyakitkan dan mengiris hati.
Sanh istri dan Aguel segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Pertolongan pertama pun dilakukan oleh para tenaga medis disana.
Di rumah sakit itu pula, ia mengetahui sebuah kenyataan yang paling pahit dalam hidupnya. Saat di tempat kecelakaan, istrinya sudah dinyatakan meninggal dunia. Malangnya lagi calon bayi mereka pun ikut meninggal.
Dan dihari itu istrinya berpulang ke Rahmatullah bersama calon baby mereka. Nyeri dan sangat menyakitkan adalah hal yang dirasakan Aguel saat itu.
Bak dihantam petir di siang bolong, seketika tubuh Aguel bergetar hebat. Ia pun kehilangan kekuatan dan semangat hidupnya. Tubuhnya lemas tak berdaya.
Mau menangis pun tak bisa, sungguh kenyataan yang tak pernah ia harapkan menghantam hidupnya sekali lagi. Disaat ia hampir merengkuh kebahagiaan dan impiannya, disaat itulah Allah mengambilnya secara tiba-tiba.
Dari prediksi dokter yang memeriksa jenazah sang istri, ia baru tau kalau sang istri sedang mengandung calon putrinya. Tanpa sepengetahuan Aguel, sang istri sedang mengandung dan jenis kelaminnya perempuan.
Sungguh sebuah kenyataan yang sangat ironis bukan? Kenapa tidak dari dulu ia sadar istrinya sedang mengandung? Setidaknya ia bisa menjaga istri dan anaknya sehingga kejadian hari itu tidak terjadi. Atau setidaknya ia tidak egois dan bisa menunda keinginannya untuk menemui uminya.
Haruskah Aguel bahagia saat itu? sebuah berita yang harusnya menjadi kebahagian untuk keluarga kecilnya harus lenyap begitu saja bersama dikebumikannya jenazah sang istri.
...***...
Setelah selesai pemakaman, Aguel pun kembali ke rumah. Sejak saat itu pula ia berubah menjadi orang yang sangat tertutup. Jika mengingat sang istri, ia hanya akan mengurung diri seharian di kamarnya.
Agiel pun sudah paham dengan perubahan sikap sang kakak. Ia pun tak akan mengganggunya, hanya saja ia akan hadir untuk mengingatkan kakaknya untuk makan dan minum.
Hari-hari yang Aguel lewati bersama sang istri kini hanya menjadi kenangan terindah untuk dirinya. Bagaimanapun kini ia harus ikhlas menghadapi semua ujian ini.
Tetapi kejadian hari itu memang cukup membuat Aguel terjatuh dan terpuruk dalam waktu yang cukup lama. Dan entah sampai kapan ia bisa melupakan kejadian itu.
Sempat terbesit kenapa bukan dirinya saja yang meninggal saat itu juga, kenapa harus istri dan calon anaknya yang pergi? Tapi semua yang tertulis diatas sana jauh melebihi keinginan makhluknya.
...***...
Sejatinya setiap manusia-sekalipun orang beriman-pasti akan mengalami ujian dalam hidupnya. Bahkan dijelaskan dalam surat Al Baqarah ayat 155 Allah menguji manusia dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, dan kehilangan jiwa.
Manusia hanya bisa menjalani garis takdir yang sudah tertulis di lauful mahfudz. Kita hanya bisa menjalani semuanya dengan ikhlas. Mungkin saat ini Allah sedang menguji seberapa kita cinta terhadapNya. Memang kita tidak boleh mencintai seseorang melebihi rasa cinta pada Allah, karena semua yang hidup akan mati dan berpulang ke pangkuanNya.
Orang yang qanaah menurut kiai Masyhuril tidak akan menyalahkan atau berprasangka buruk kepada siapa pun apalagi terhadap Allah dari segala hal yang menimpanya.
Selain itu orang yang beriman akan bersabar dan melafazkan innalilahi wa inna ilaihi rajiun.
Sebagaimana dijelaskan dalam surat al Baqarah ayat 156.
Selain dari itu, Alquran juga memberi petunjuk pada orang-orang yang beriman ketika menghadapi ujian yaitu dengan memperbanyak istighfar sebagaimana dalam surat an nuh ayat 10-12.
Istighfar akan menghapus dosa dan mendatangkan keberkahan. Karena boleh jadi musibah yang menimpa disebabkan karena kelalaian akan dosa.
"Sucikan diri (tazkiyatun nafs) dengan metode takholly mengeluarkan sifat-sifat kotor dan menukarnya dengan tahally artinya memperbaikinya dengan zikir, alquran dan belajar pada ayat-ayat Allah yang terjadi disekitar kita. Kita harus menjadikan musibah ini sebagai itibar, pelajaran berharga, mengambil hikmah-hikmah penting di dalamnya. Sebab setiap musibah itu mesti ada nilai kebaikan di sana,"
...***...
Sejak kepergian kedua orang yang sangat berarti dalam kehidupan Aguel, ia sempat terpuruk kembali. Kali ini keterpurukannya semakin dalam apalagi jika mengingat usia pernikahan mereka belum lama.
Bahkan calon putrinya pun sudah lebih dulu meninggalkannya sebelum ia bisa melihat wajahnya. Dosa apa yang membuatnya mengalami kejadian-kejadian buruk dalam beberapa waktu terahir. Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang menghinggapi Aguel saat itu.
Hari-hari Aguel masih diselimuti awan gelap. Ia pun masih tenggelam dalam kesendiriannya. Agiel sang saudari kembarnya pun tidak bisa berbuat banyak. Kalau soal privasi kakaknya, ia juga tidak bisa ikut terlalu dalam.
...***...
Hari demi hari telah berlalu, bulan pun sudah berganti bulan. Beberapa waktu kemudian ia pun bangkit perlahan. Ia pun mulai menyibukkan hari-harinya dengan bekerja.
Setiap harinya hanya dihabiskan dengan kerja dan kerja. Tak ada hal lain yang ia kerjakan, karena baginya dengan terus bekerja ia bisa sedikit melupakan beban hidupnya begitu pula kejadian-kejadian yang menimpanya beberapa waktu lalu.
...Bersambung~...
.
.
.
.
.
...DUKUNG SELALU AUTHOR DENGAN CARA...
...LIKE...
...KOMEN...
...FAVORIT...
...GIFT/VOTE...
...TERIMAKASIH BANYAK🙏😊...
salam dari berbagi cinta dan My Kids My Hero
salam dari Broken Angel
boom like
Salam dari
GADIS TIGA KARAKTER
salam dari karya terbaruku ☺️