Musim ke tiga sequel dari
Omku Suamiku season 1 dan 2
Disarankan membaca
Omku Suamiku season 1 revisi
Omku Suamiku season 2
Julie, terjebak dalam perjanjian dengan tiga orang pemuda Bara, Neo dan Alan karena iklan tipu tipu.
Jadi pembatu ketiganya karena kontrak yang sudah terlanjur disetujui tanpa melihat isi kontrak kerja yang sudah ditandatangani.
Bagaimana Julie menjalani hari hari menghadapi Bara yang dingin dan jutek, Neo yang gak jelas kadang baik kadang lebih jutek dari kembarannya dan Alan yang hobi ngegombal.
Khas playboy cap badak bercula ?
Dan Alana, adik perempuan Alan yang baru berusia enam belas tahun, akan menikahi gurunya sendiri karena rasa dan permintaan sang Opa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9. Ajakan Rujuk
Om Sam yang melihat Aisyah menangis, gegas ia mengikuti Aisyah yang berlari ke dalam toilet, sebelum Aisyah menutup pintu toilet, Om Sam menahan pintu dengan ujung sepatunya , lalu menarik tangan tangan Aisyah sedikit keras agar keluar.
" Maaf jika Abang tidak mengerti perasaanmu "
Om Sam sedikit membungkukkan badannya agar bisa menatap wajah Aisyah yang sudah berurai air mata.
Mendengar kata maaf dari Om Sam, Aisyah semakin menangis, dan Om Sam tidak perduli jika Aisyah akan marah, Om Sam menarik tubuh Aisyah dan memeluknya dengan erat.
" Maafkan Abang, maaf ! Abang hanya bisa memberikan kamu kesedihan, Abang yang salah, sekali lagi Abang minta maaf, karena Abang, bukan hanya kamu yang jadi korban ketidak peka'an Abang, tetapi anak kita juga "
" Kau memang yang salah Bang, harusnya ketika aku marah, Abang membujukku, merayuku, bukan justru mengacuhkan aku "
Suara tangis Aisyah semakin kencang.
Beberapa orang yang akan masuk kedalam toilet menatap keduanya dengan tatapan ingin tahu.
Aisyah yang terus menangis meluapkan kekesalan didalam dada Sam, dia juga tidak berusaha melepaskan diri, karena dekapan itu Aisyah rindukan justru setelah mereka sudah resmi bercerai, Om Sam sendiri ikut menangis dalam diam dengan meletakkan ujung dagunya di atas kepala Aisyah, usia yang semakin tidak muda lagi membuat hati Om Sam mudah tersentuh, menjadi orang tua tunggal bagi putrinya merubah karakter Om Sam.
" Maaf Aish, maaf ! Abang salah, maaf ! Kenapa kau menyia nyiakan masa muda-mu, Aish ? Kenapa kau tidak menikah lagi "
Om Sam melepaskan pelukannya, mengusap sudut matanya yang basah dengan sapu tangan yang baru diambilnya dari saku celananya, lalu mengusap wajah Aisyah yang sudah basah dari tadi, termasuk kemeja yang Om Sam kenakan, sudah basah oleh air mata Aisyah.
" Abang sendiri kenapa tidak menikah lagi "
Aisyah mencebikkan bibirnya.
" Bagaimana Abang bisa menikah lagi, Abang terlalu mencintai putri kita, putri kita sangat cantik, ada wajahmu dan wajah Abang di sana, kamu masih muda Aish, kenapa ? "
Aisyah tidak menjawab pertanyaan Om Sam, dia berjalan kembali ke meja mereka, Om Sam mengikuti langkah kaki Aisyah dari belakang.
" Aish...."
Om Sam menatap lekat lekat wajah Aisyah yang tengah menyedot minumannya, banyak menangis di depan pintu toilet membuat tenggorokannya terasa kering.
" Bagaimana aku bisa menikah lagi, jika aku justru jatuh cinta pada buaya tua di saat buaya itu menjatuhkan talak padaku "
Aisyah memalingkan wajahnya ke arah lain.
Dia tidak mau lagi berpura pura, usianya sudah sangat matang, tidak mungkin Aisyah bertingkah seperti bocah remaja yang ingin dikejar kejar oleh Om Sam seperti dulu.
Usia Om Sam juga tidaklah muda, Aisyah juga yakin jika Om Sam tidak akan mungkin mengejarnya.
" Aish, buaya tua itu...."
Om Sam menyentuh telapak tangan Aisyah, agar mau menatap wajahnya.
" Siapa lagi ? Harusnya jadi suami itu, ketika istri minta cerai bukan dikabulkan, dibujuk atau bagaimana, ini betul betul dikabulkan, dari situ aku bisa menyimpulkan kalau Abang memang hanya menginginkan anak, bukan aku "
Aisyah bangun dari duduknya.
" Aish, mau kemana ? Kita belum selesai bicara "
" Pulang, aku sudah mengatakan apa yang harus aku katakan, apa lagi, untuk menemui Fatimah, aku akan menata hatiku terlebih dahulu, mempersiapkan diri untuk sebuah penolakan dan kebencian dari dirinya "
Aisyah lalu melanjutkan langkah kakinya keluar cafe, Om Sam meletakkan beberapa lembar uang diatas meja untuk membayar minuman yang mereka pesan, gegas mengejar langkah kaki Aisyah yang sudah mendahuluinya.
" Abang akan mengantarkan kamu pulang, sekalian Abang mau meminta mu kembali kepada kedua orang tuamu "
Langkah kaki Aisyah berhenti tepat di depan pintu mobil milik Om Sam.
" Maukah kamu rujuk dengan Abang ? Kita hanya talak satu Aish "
" Abang tidak mencintai aku, untuk apa kita rujuk "
Tanpa sadar tangan Aisyah membuka sudah pintu mobil milik Om Sam.
Om Sam sendiri berjalan melingkari badan mobil, masuk ke kursi pengemudi
" Kesendirian Abang selama hampir delapan belas tahun, apakah itu masih belum cukup untuk menjawab kalau Abang juga mencintai-mu, Aish ? "
Om Sam belum menghidupkan mesin mobilnya, dia masih menatap wajah Aisyah yang juga tengah menatapnya.
" Baiklah bang, mintalah restu pada Fatimah, apakah dia mau menerimaku "
Om Sam menganggukan kepalanya.
...*****...
" Kalau memang begitu, lalu untuk apa kalian bertiga menahan aku ? Biarkan aku keluar mencari tempat yang lain "
Julie menatap Bara, Neo dan Alan secara bergantian.
Mereka makan malam sembari menjelaskan tentang peraturan di rumah ini, sewaktu waktu orang tua atau keluarga mereka akan sekedar mampir untuk melihat keadaan.
" Gak bisa, kau sudah menandatangani kontrak "
Sahut Bara tanpa melihat, dia tetap melanjutkan makannya.
" Kau kan enak di sini, dapat gaji, tugasmu cuma memasakkan kami dan sedikit beberes, mau dirumahmu sendiri atau di kos kos'an, kau akan melakukan itu, gak ada bedanya kan ? "
Sela Neo sembari menambah nasi dan lauk yang baru Julie masak tadi sebelum Magrib.
" Sedikit beberes apanya ? Setiap hari kamar Abang seperti kapal pecah, apa yang Abang lakukan di dalam kamar ? main rumah rumahan atau apa ? "
Sembur Julie sembari melengos.
" Kalau kau mau tahu, kau boleh tidur di kamarku nanti malam "
Ujar Neo asal
Bara melotot, Alan terbatuk batuk.
" Boleh, tapi Abang tidur ditetas ya ! "
Tantang Julie.
" Enak aja "
Neo mencibir.
" Kamu boleh keluar dari rumah ini Juliette, asal ada syaratnya "
Alan ikut bersuara
" Alan "
Teriak Bara dan Neo bersamaan.
" Ckk, kalian berdua, jangan mentang mentang kembar, menyebut namaku jangan kompak gitu, satu satu, aku akan melayani kalian "
Alan berucap santai.
" Syaratnya apa ? "
Julie lebih tertarik dengan tawaran Alan.
" Kau harus jadi pacar Abang "
Alan menaik turunkan alisnya.
Bara dan Neo memutar bola matanya jengah
" Modus "
Umpat Bara dan Neo serentak lagi.
" Sudah jangan pikirkan mau keluar dari sini, tinggal kau berlama lama sedikit di kampus atau bagus juga di mesjid seperti tadi jika orang tua kami datang berkunjung, tidak terlalu merepotkan bukan ? Nanti juga di jemput oleh Alan "
Bara bangun dari duduknya, karena ia sudah menyelesaikan makannya.
" He-eh, kami juga tidak kurang ajar padamu, Anggap saja kami saudara mu juga, hanya saja, kau harus hati hati dengan Alan, jangan sampai kau jatuh dalam rayuannya "
Neo mencibir ke arah Alan yang masih dengan tenang menyelesaikan makannya.
Julie hanya bisa menghembuskan napas kuat
" Makanlah, biar kau cepat besar "
ujar Alan menyodorkan piring nasi milik Julie yang sama sekali belum tersentuh.
...******...
...🌻🌻🌻🌻🌻🌻...