(REVISI)
Bagaimana jika ingatan mu di hapus oleh kakakmu dengan alasan bahwa ia mencintaimu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ketua kocheng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kenapa?!
Ledakan begitu dahsyat, Perusahaan Bima ranjaya hancur berkeping keping ratusan karyawan terbakar hidup-hidup di dalam perusahaan, Regan yang merupakan penerus perusahaan hilang semua beranggapan jika Regan sudah menjadi abu bersama karyawan lain
"Tidak!!.." Dave bangun saat mendengar teriakan violet ia langsung duduk di samping Violet dan memeluknya terlihat violet yang begitu ketakutan
Di dalam mimpinya semua yang ia lihat hanya api, lalu para manusia yang berteriak meminta tolong
"Mimpi buruk hm?.." Tanya Dave sembari mengelus puncak kepala violet "Apa yang Vi lupakan? Vi rasa Vi melupakan sesuatu!..."
"Apa alasan Daddy bunuh orang tua aku kenapa hikss... jelasin hikss... kenapa? apa karena obsesi Daddy pada Vi? Hikss... jahat!! Daddy jahat !! Hikss pergi!! Pergi jangan sentuh Vi!!" Cukup lama violet menangis dan Karena lelah ia pun tertidur
"Kamu tau sayang, mereka tidak akan mati jika saja kamu tolak perjodohan itu!!"
Pagi pun tiba violet terbangun saat merasakan elusan tangan di pipinya, karena violet sedang mengumpulkan nyawa jadi ia hanya diam malas untuk membuka mata nya
"Pagi sayang..." Violet terkejut dengan adanya Dave diranjang yang sama dengannya "KYAAAAA!!! DADDY NGAPAIN DISINI!" Dave mengerutkan keningnya apakah violet lupa bahwa ia semalam tidur di kamarnya
"Kamu tidur di kamar Daddy sayang.." Violet langsung ingat bahwa ia tengah berada di kamar Dave dan hanya menghela nafasnya, violet pun bangun dan berjalan keluar kamar
"Kemana kamu akan pergi?..." Tanya Dave saat violet berada di depan pintu "sekolah.." ujar violet dengan tenang,
"Seharusnya kamu liat jam dinding.." violet langsung menoleh ke atas dan ternyata sekarang jam delapan pagi "Daddy!! Kenapa gak bangunin Vi!!..." teriak violet begitu kesal
"Bukannya Daddy sudah bilang jika mulai sekarang kamu home schooling" violet mempoutkan bibirnya ia berjalan dengan menghentakan kakinya masuk ke dalam kamarnya
Ting
Violet terkejut saat mendengar pesan masuk di dalam laci, ia pun membukanya dan heran mengapa hpnya berada disini, kemarin² violet memeriksanya dan tidak ada, Violet membuka pesan yang ia terima ternyata itu nomer tak dikenal
Unknown number : kamu dimana Vi? Tadi aku ke rumahmu tapi katanya kamu sedang tidak dirumah, dan kenapa kamu tidak sekolah padahal sekarang sekolah setengah hari loh 🙁
Yap. Violet langsung tau siapa pengirim pesan ini dia adalah Agra tapi darimana ia bisa dapat nomer violet? Mungkin dari temannya
Violet teringat semalam ia yang terbangun karena mimpinya "Siapa Regan? Kenapa aku lupa.." memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit
violet meraih meja, penglihatannya semakin kabur, kepalanya sangat pusing dan ia pun tak sadarkan diri
Dave mengetuk pintu kamar violet tapi tak ada sahutan, Dave sangat terkejut saat ia membuka pintunya
Violet tergeletak di lantai, dengan cepat Dave membawanya ke atas ranjang
"Bangun vi.." ujar Dave dengan panik sembari menepuk pelan pipi violet agar ia bangun tapi violet tak kunjung bangun
Dave mengambil handphonenya, menelpon dokter pribadinya
Setelah beberapa saat Violet membuka matanya ia bisa melihat Dave yang tengah membelakanginya dan ia juga sedang menelpon seseorang
"Hanya orang sakit saja kau tidak bisa menanganinya!! Cari sampai dapat, dan habisi dia!!" Violet memejamkan kembali matanya saat Dave berbalik dan duduk di sampingnya
Violet hanya refleks memejamkan matanya lalu Dave mulai mengelus rambut violet Dengan begitu lembut
Setelah itu Dave keluar meninggalkan violet sendiri di kamarnya, violet pun bangun dan memandang pintu tempat Dave baru saja pergi
"Siapa yang akan Daddy bunuh? Apakah Cici?!" Violet keluar dari kamarnya menyusul Dave yang sudah tak ada di rumah
violet berlari menuju pintu utama dan terlihat mobil Dave yang baru saja keluar melewati gerbang violet berlari berusaha mengejar Dave tapi saat melewati gerbang para bawahan Dave menghalangi violet dimana mereka memang diperintahkan untuk menjaga violet
"Lepasin!! Vi mau lewat..!! Awas!!..." Violet berusaha untuk berontak tapi kekuatannya sangat berbeda jauh dengan para bodyguardnya
"Maaf nona sebaiknya anda tetap di rumah, ini perintah dari Tuan Dave..." violet dibawa paksa masuk ke dalam rumah ia diseret paksa oleh para bawahan Dave "sakit... lepasin tangan Vi!!..." Pintu utama pun ditutup violet sudah tidak bisa kemana mana lagi
Violet berlari menuju pintu belakang dimana pintu itu tidak dikunci tapi bagaimana violet menuju gerbang sedangkan disana banyak bodyguard
Violet memandang tembok tinggi di hadapannya, ia tidak mungkin bisa memanjat setinggi itu
meraih dahan pohon yang lumayan tinggi Violet berjinjit ia melompat sebelum sebuah tangan menariknya dan menyeretnya masuk ke dalam rumah
"Kamu mau kemana?!!" Bentak Dave setelah mereka sampai di ruang tamu "Dimana Cici?!" Dave terkejut untuk pertama kalinya violet berteriak balik dirinya "Dia sudah tiada violet! dia sudah tewas!.." Violet menggeleng tidak percaya bagaimana teman dekat satu satunya yang ia miliki telah dihabisi
"Nggak!!.. brengsek!..." Kaki violet mendadak lemas ia tak kuat untuk berdiri violet menangis mengeluarkan kesedihan dan kemarahannya "bunuh aku juga cepat bunuh!!.."
apakah pendengaran Dave tidak salah mendengar? Barusan violet mengatainya brengsek lalu ia juga meminta Dave untuk membunuhnya? sungguh kekuatan tak terduga
"Vi dengarkan Daddy dul--"
"Shut up!! jangan bicara lagi aku mohon jangan!!.." violet berdiri menatap tajam Dave "pembunuh seperti kamu gak layak hidup! pergi kamu ke neraka!!..."
"Violet!! Jaga bicara kamu Daddy gak pernah ajarin kamu untuk berbicara seperti itu!!" Violet menyunggingkan senyumnya membuat Dave sangat terkejut
"keberanian dari Mana kamu bisa membantah Daddy seperti ini?!!" Violet pun baru menyadari bahwa ia semarah ini pada Dave dan dari mana ia dapat keberanian ini mungkin karena amarahnya sudah meluap rasa takutnya hilang
"Bunuh aku juga!!.." Dave memegang erat kedua pundak violet dengan kasar hingga sang empu meringis kesakitan
"Jangan uji kesabaranku violet!! Atau kamu tau akibatnya!" Ada dorongan dalam diri violet untuk memberanikan diri bertanya pada Dave "Kalau begitu siapa Regan?!---"
"Dia kakak tirimu! dia mati karena ledakan di kantornya!! dan itu semua ulahku, sekarang kamu puas?" Sekejam inikah dunia hingga orang² terdekat violet mati di tangan sycopat yang sudah tak waras dan di buatkan oleh cinta
Kepala violet mulai sakit semakin sakit semakin banyak ingatan yang kembali pada violet "kenapa kamu bunuh kak Regan dia salah apa?..."
Nada suara violet mulai melemah setetes demi setetes air mata violet jatuh "Jangan menangis vi..." Dave mendekat, memeluk violet dengen begitu erat ia tau jika violet akan segera membencinya
Dave hanya akan sedikit menunggu bagaimana reaksi Violet saat ia bangun nanti dan Dave belum siap untuk kehilangan violet
bahkan ia Takan pernah siap.
heran deehhh