Shella namanya, seorang gadis kecil yang tumbuh dilingkungan keluarga yang membenci ibunya, dia dipisahkan dari Lisna sang ibu dengan cara paksa.
Meski demikian, Shella sering diperlakukan tidak adil setelah ayahnya menikah lagi, namun dia enggan kembali pada ibunya. Seiring berjalannya waktu dia sering menghilang tanpa kabar.
Ini menjadi dilema tersendiri bagi anak korban perceraian. Apakah Shella akan ikut membenci Lisna seperti hasutan yang selama ini diberikan oleh keluarga sang ayah? dan apakah Lisna bisa mendapatkan kembali hati anaknya dengan kesabaran yang dia miliki?
Sikahkan simak kisahnya ya.. 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selly setiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 Liburan Pertama dengan Shella
Setelah menikah dengan Dimas, perekonomian kami sedikit lebih baik. Dia orang yang pekerja keras, jika sedang tidak bekerja sesekali dia berjualan sayuran atau apapun yang menghasilkan uang. hingga kami bisa membangun rumah kecil agar tidak terus menumpang di rumah orang tua.
Aku membuka warung kecil didepan jendela sebagai usaha sampingan. Jika Shella berkunjung kerumah kami Dimas selalu memberikan banyak bekal dan makanan untuk dibawanya pulang.
Tapi, selama aku dan Shella berpisah dia tidak pernah menginap dirumahku, entah Shella canggung atau karena kami kurang dekat karena dari kecil Shella tidak dirawat olehku. kami hanya bertemu jika aku kesana atau Shella yang menemuiku.
"Mah, besok pamannya anak-anak mau pergi kepantai. kita ikut ya ajak Shella juga" ujar Dimas.
"Boleh a, mau pergi jam berapa biar nanti kabari Shella dulu."
"Pagi selepas subuh katanya, kita nunggu pinggir jalan aja biar nanti mereka yang jemput."
"Oke kalau gitu biar mama kabarin ayah Shella dulu ya. kita minta izin buat ajak jalan-jalan Shella."
Aku yang begitu senang karena akan pergi berlibur segera menemui puteriku untuk kuajak jalan-jalan. Semenjak menikah dengan a Fahri dulu aku belum pernah liburan sama sekali begitupun dengan Shella. Ibu sambungnya yang sibuk dengan dua orang anak belum lagi mengurusi Shella membuat puteriku tidak pernah merasakan bagaimana indahnya liburan.
"Assalamualaikum " aku mendatangi rumah ayah Shella.
"Waalaikumsalam" Fahri membukakan pintu dan mempersilahkanku untuk masuk.
"Shella kemana a?" tanyaku.
Belum sempat dia menjawab pertanyaanku Shella datang dan mencium tanganku.
"Ada apa mah, tumben kesini sekarang biasanya hari minggu?" Tanya Shella.
"Gini paman kamu besok mau ngajak main kepantai, mama mau sekalian ajak kamu. Selama ini kita belum pernah libur bareng jadi mumpung ada kesempatan kamu juga ikut ya?" aku membujuknya
Shella menoleh kearah ayahnya, aku tahu dia ingin ikut.
"Boleh tapi jangan lama-lama ya," ujar Fahri.
"Horeee...terimakasih ayah."
Shella begitu kegirangan karena ayahnya mengizinkan untuk ikut bersamaku. Dia bergegas pergi kedalam kamar untuk menyiapkan perbekalan. Ku ajak Shella menginap dirumah, dia tidur bersama kedua adiknya dan besoknya kami bergegas pergi.
Kesempatan langka yang kudapatkan saat itu, bisa mengajak Shella dan kedua adiknya berlibur. Sesampainya dipantai kami berisitrahat sejenak. Menikmati indahnya debur ombak ditepian pantai, pemandangan indah yang jarang kami temui. Setelah itu anak-anak berlarian karena tidak sabar untuk bisa mandi dan bermain pasir.
"Mah, aku dapat ini lucu ya" Shella berlari kearahku dan memperlihatkan kumbang laut.
"Ini namanya kumbang laut kalau Shella mau ambil aja bisa dibawa kerumah" kataku.
"Asyiikkkkkk aku mau bawa banyak ah buat oleh-oleh adik Shella yang disana, yuk de main lagi kita cari yang banyak kumbangnya" dia berlarian lagi ketepian pantai bersama adiknya untuk mencari kumbang.
Aku pergi mengikuti mereka untuk menjaga agar tidak mandi ketengah laut.
Ah begitu senangnya aku, bisa melihat pemandangan indah ini.
"Terimakasih ya a, karena telah menyayangi Shella. berkat kamu seharian ini aku bisa bersenang-senang dengan anakku" ujarku pada Dimas sambil duduk disampinya.
"Shella udah seperti anakku sendiri, jadi manamungkin aku mengabaikannya" jawab Dimas sambil tersenyum padaku.
Kami duduk berdua memerhatikan anak-anak yang tengah asyik bermain. Kusandarkan kepalaku dibahunya dan menikmati suguhan alam yang indah.
Hari menjelang sore, anak-anakpun sudah puas bermain seharian. Sebelum pulang kami membeli beberapa oleh-oleh untuk orang rumah. Kebetulan ayahku senang sekali dengan ikan laut yang tipis atau sering kami sebut dengan ikan layur, ku bawakan untuknya dan untuk keluarga Fahri juga.
Tepat jam 9 malam kami sampai dirumah.
Aku langsung masuk menggendong anak-anak yang telah tertidur pulas. Kubaringkan mereka satu persatu kedalam kamar, biarkan mereka beristirahat.
Keesokan harinya kuantar Shella pulang kerumah ayahnya.
"Terimakasih ya mah udah ngajak Shella libur" ujar Shella padaku.
"Iya sayang, kapan-kapan kita main sama-sama lagi ya" aku mengelus rambutnya
"Mama antar sampai sini aja ya, kasih ini keayah sama mama Mira. Shella istirahat dirumah jangan dulu main " Aku mengantarkannya sampai pintu
"iya, hati-hati ya mah" Shella masuk dan aku bergegas pulang.
Bersambung....
Salam kenal 😉💐
mampir juga di karyaku
Salam dari novelku : "Cinta Tulus Viola" bila berkenan, mampir ya kak.. hehe ditunggu😅
likeback ke Who is He ya, dah UP😄💕
dan minta tolong kk komen di sana sebagai kehadirannya yah, hehe😅