Di dunia kultivasi di mana yang kuat memangsa yang lemah, bakat adalah segalanya. Lin Tian, seorang murid luar Sekte Awan Azure, terlahir dengan Akar Spiritual cacat yang membuatnya menjadi bulan-bulanan dan diinjak-injak bagai serangga. Terjebak di dasar rantai makanan, takdirnya seolah sudah dikutuk menjadi batu pijakan bagi para jenius.
Namun, di malam yang dipenuhi darah dan keputusasaan, sebuah entitas misterius bangkit di dalam dirinya: Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi.
Sebuah sistem yang mampu menyerap esensi murni dari segala hal di alam semesta!
Sisa pil beracun yang dibuang? Ekstrak menjadi tetesan Qi murni tanpa cela!
Mayat binatang buas tingkat tinggi? Ekstrak esensi garis keturunannya!
Pemahaman bela diri musuh yang telah mati? Ekstrak dan jadikan milik sendiri!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8: Kemarahan Murid Dalam dan Jurang Kekuatan
Angin kencang menyapu lahan terbuka itu layaknya badai, merobek kanopi pohon dan menerbangkan dedaunan kering ke udara. Tekanan spiritual yang turun dari langit begitu pekat hingga membuat napas Lin Tian seolah tercekat di tenggorokan.
Tahap 9 Pengumpulan Qi! Itu adalah batas mutlak sebelum seseorang melangkah ke ranah Pembentukan Pondasi. Perbedaan antara Puncak Tahap 4 dan Tahap 9 bukanlah celah yang bisa dijembatani dengan sekadar satu atau dua teknik; itu adalah jurang antara semut dan naga.
[Peringatan Kritis! Perbedaan kekuatan terlalu besar. Menyarankan Inang untuk segera memutuskan kontak visual dan menekan aura hingga batas absolut!]
Suara sistem berdering tajam di kepalanya. Lin Tian tidak membuang waktu satu detik pun. Ia mengalirkan seluruh Qi murni di dantian-nya ke telapak kakinya.
Langkah Bayangan Angin!
Kali ini, kecepatannya didorong oleh kultivasi Puncak Tahap 4. Tubuh Lin Tian berubah menjadi bayangan buram, melesat masuk ke dalam celah sempit di bawah formasi akar pohon beringin raksasa yang berjarak seratus meter dari pusat lahan.
Begitu ia meringkuk di dalam celah yang gelap gulita itu, Lin Tian menahan napasnya sepenuhnya. Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi bekerja di latar belakang, menarik sisa-sisa Qi murni Lin Tian ke dalam pusat dantian, tidak membiarkan setitik pun bocor keluar.
WUSSH!
Burung Bangau Putih Raksasa itu akhirnya mendarat dengan suara kepakan sayap yang memekakkan telinga, menghempaskan bangkai Piton Api hingga tergeser beberapa meter.
Dari punggung bangau, sesosok pemuda jangkung melompat turun. Jubah putihnya yang dihiasi sulaman awan perak berkibar anggun, namun wajahnya saat ini sedingin es abadi. Ia memiliki fitur wajah yang mirip dengan Wang Lei, namun dengan garis rahang yang lebih tajam dan aura arogan yang jauh lebih mendominasi.
Pemuda itu adalah Wang Jian, salah satu murid elit di Sekte Dalam, sekaligus kakak kandung Wang Lei.
"Lei'er!"
Suara Wang Jian menggelegar, memancarkan gelombang suara yang mengandung energi spiritual tingkat tinggi, membuat telinga Lin Tian yang bersembunyi di kejauhan berdenging menyakitkan.
Wang Jian bergegas menghampiri mayat adiknya yang terkapar kaku dengan leher terkoyak. Matanya memerah saat ia menyentuh darah yang mulai mengering di tanah. Ia mengamati pedang Wang Lei yang patah dan sayatan presisi yang mematikan di leher adiknya.
"Satu tebasan mematikan. Tidak ada jejak perlawanan berarti," gumam Wang Jian, suaranya bergetar menahan amarah yang siap meledak. Matanya kemudian melirik ke arah batu besar tempat Teratai Api Jantung Bumi seharusnya berada. Hanya tersisa tetesan embun kosong di sana.
"Seseorang mengintai pertempuran Lei'er dengan Piton Api, membunuhnya saat ia lengah, dan mencuri Teratai Api Jantung Bumi," Wang Jian berdiri perlahan.
Tiba-tiba, fluktuasi Qi berwarna biru es meledak dari tubuhnya layaknya gelombang pasang.
BOOM!
Batu besar di dekatnya hancur berkeping-keping hanya karena tekanan auranya. Pepohonan dalam radius lima puluh meter berderit patah, terdorong oleh hembusan Qi yang brutal. Di dalam tempat persembunyiannya, Lin Tian harus menggigit bibirnya hingga berdarah untuk menahan rintihan saat gelombang kejut itu menghantam dada dan menekan organ dalamnya.
"Siapa pun kau..." raung Wang Jian ke arah hutan yang sunyi, suaranya dipenuhi niat membunuh yang pekat. "Berani membunuh darah daging keluarga Wang, berani mencuri milikku... Aku akan mengulitimu hidup-hidup dan membakar jiwamu dalam lentera penderitaan selama seratus tahun!"
Wang Jian memejamkan mata, melepaskan indra spiritualnya sejauh mungkin untuk melacak sisa-sisa energi si pembunuh. Namun, berkat Sistem Pengekstrakan yang telah menekan aura Lin Tian hingga titik nol, serta bau darah Piton Api yang sangat menyengat menutupi segalanya, Wang Jian tidak menemukan apa-apa selain keheningan hutan.
Setelah beberapa menit yang terasa seperti neraka bagi Lin Tian, Wang Jian mengibaskan lengan jubahnya. Ia membungkus mayat adiknya dengan Qi biru esnya, lalu membawanya naik ke atas punggung Bangau Putih Raksasa.
"Turnamen Murid Luar akan diadakan bulan depan. Siapa pun yang mendapatkan Teratai Api itu pasti akan menggunakannya untuk menembus peringkat dan masuk ke Sekte Dalam," gumam Wang Jian dingin sebelum bangau itu lepas landas. "Aku akan menunggumu di sana, tikus keparat."
Dengan kepakan sayap yang kuat, bangau raksasa itu membumbung kembali ke udara dan menghilang di balik awan tebal menuju pusat Sekte Awan Azure.
Keheningan kembali menyelimuti hutan. Sepuluh menit berlalu tanpa pergerakan.
Perlahan, akar gantung beringin itu tersibak. Lin Tian merangkak keluar dengan napas tersengal-sengal dan keringat dingin yang membasahi seluruh tubuhnya. Ia menyeka darah di sudut bibirnya akibat menahan gelombang kejut tadi.
Matanya menatap ke arah langit tempat Wang Jian menghilang. Tidak ada rasa takut di sana, yang ada hanyalah ambisi yang menyala semakin terang dan rasa lapar akan kekuatan yang semakin tak tertahankan.
"Tahap 9 Pengumpulan Qi... begitulah kekuatan murid Sekte Dalam yang sebenarnya," bisik Lin Tian, mengepalkan tangannya kuat-kuat.
Ia memegang dadanya, merasakan tonjolan kecil dari Teratai Api Jantung Bumi yang ia simpan dengan aman.
Tebakan Wang Jian sepenuhnya benar. Lin Tian berniat menggunakan teratai ini untuk menembus batas kultivasinya, menghancurkan Turnamen Murid Luar, dan menginjakkan kaki ke Sekte Dalam. Faksi Wang kini adalah musuh bebuyutannya. Begitu ia masuk ke Sekte Dalam, mereka tidak akan membiarkannya hidup jika mereka tahu dialah pelakunya.
"Waktu sebulan terlalu singkat," gumam Lin Tian. "Jika aku bertemu dengannya sekarang, aku bahkan tidak bisa bertahan satu detik pun. Aku harus segera kembali dan mengasingkan diri."
Menggunakan Langkah Bayangan Angin, Lin Tian segera melesat meninggalkan tempat kejadian, menghapus seluruh jejak kakinya, dan berlari menuju gua rahasianya di Puncak Belakang.
Tiga jam kemudian. Di dalam gua di balik air terjun kering.
Lin Tian duduk bersila di atas batu datar. Di hadapannya, Teratai Api Jantung Bumi memancarkan cahaya merah yang berdenyut layaknya jantung yang hidup. Hawa panas yang ekstrem menguar dari kelopaknya, membuat suhu di dalam gua yang lembap itu naik drastis.
Bagi kultivator elemen angin atau air, memakan teratai ini secara langsung adalah bunuh diri. Energi apinya akan membakar meridian mereka menjadi abu. Bahkan Wang Lei pun membutuhkan pil penawar khusus agar bisa menelannya.
Namun Lin Tian tidak memiliki kekhawatiran itu.
Ia mengulurkan kedua tangannya dan menempatkannya beberapa inci di atas teratai yang menyala tersebut. Mata hitamnya memancarkan ketegasan yang tak tergoyahkan.
"Sistem," perintah Lin Tian dalam hatinya. "Ekstrak esensi kemurnian tertinggi, buang sifat liarnya, dan pertahankan kekuatan intinya!"
[Ding!]
[Mendeteksi Teratai Api Jantung Bumi (Herbal Spiritual Usia 300 Tahun).]
[Memulai proses ekstraksi...]
Seketika, cahaya keemasan dari sistem membungkus teratai tersebut, beradu dengan cahaya merah api. Proses kali ini tidak secepat sebelumnya. Sistem sedang "menjinakkan" hukum elemen api yang liar di dalam herbal berusia ratusan tahun itu, memisahkannya dari kotoran bumi dan mengubahnya menjadi bentuk energi yang paling murni.