NovelToon NovelToon
DOSENKU, SUAMIKU

DOSENKU, SUAMIKU

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dosen / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:107.5k
Nilai: 5
Nama Author: Silvi Wahyu

“Aku benci dosen perfeksionis.”
Itu kalimat pertama yang Rhea tulis di buku catatannya setelah bertemu Arga...dosen muda favorit kampus yang terkenal dingin, disiplin, dan sulit didekati.
Sayangnya, hidup Rhea perlahan mulai dipenuhi pria itu.
Dari kelas pagi yang melelahkan, bimbingan yang selalu berubah menjadi perdebatan, hingga tatapan-tatapan kecil yang mulai terasa berbeda.
Rhea tidak pernah berniat jatuh cinta pada dosennya sendiri.
Masalahnya…Arga sendiri juga mulai merasa sulit melepaskannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Silvi Wahyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orangnya Di Ruang Tamu

Perjalanan dari kampus menuju rumah Rhea berlangsung jauh lebih lancar daripada yang bayangkan. Jalanan menjelang sore itu memang cukup ramai, tetapi tidak sampai menimbulkan kemacetan.

Mobil merah miliknya melaju lebih dulu membelah jalanan kota, sementara dari kaca spion ia masih bisa melihat mobil hitam milik Arga yang mengikuti beberapa meter di belakangnya.

Entah kenapa pemandangan itu terasa sedikit aneh.

Tak lama kemudian, mobil Rhea berbelok memasuki halaman rumah dan berhenti tepat di depan teras. Mesin kendaraan dimatikan, lalu ia segera melepas sabuk pengamannya sebelum turun dari mobil. Hembusan angin langsung menyambut wajahnya begitu pintu kendaraan terbuka.

Beberapa detik kemudian, suara mesin lain ikut terdengar dari belakang.

Rhea menoleh.

Mobil hitam milik Arga baru saja memasuki halaman dan berhenti tidak jauh dari mobilnya. Pria itu turun dari balik kemudi dengan tenang, membawa ponsel serta kunci mobil di tangannya sebelum mengunci kendaraan tersebut.

Melihat Arga benar-benar ikut turun, Rhea akhirnya berjalan menghampirinya.

"Pak Arga yakin mau izin langsung sama Mamah saya?" tanyanya sambil mendongak menatap pria itu.

Arga balas menatapnya sebentar sebelum menjawab dengan nada datar seperti biasa.

"Apa saya terlihat tidak yakin?"

Rhea langsung terdiam.

Pria itu terlihat terlalu yakin. Seolah sejak awal memang tidak pernah mempertimbangkan pilihan lain selain datang sendiri ke rumahnya. Membuat Rhea akhirnya hanya bisa mengembuskan napas pelan.

"Ya sudah," ucapnya pasrah sambil menggeser tubuhnya sedikit ke samping. "Silakan masuk kalau begitu."

Arga hanya mengangguk kecil.

Keduanya kemudian berjalan berdampingan menuju teras rumah. Langkah mereka menaiki beberapa anak tangga sebelum akhirnya berhenti di depan pintu utama. Rhea segera mendorong pintu ke dalam dengan perlahan.

Rumah itu terasa sejuk dan tenang.

Aroma masakan masih samar terci um dari arah dapur, sementara cahaya matahari yang masuk melalui jendela membuat ruang tamu terlihat hangat.

Sebuah sofa panjang berwarna krem berada di tengah ruangan dengan meja kayu kecil di depannya. Di salah satu sudut, beberapa foto keluarga tersusun rapi di atas lemari pajangan.

Rhea meletakkan tasnya di atas sofa sebelum memanggil seseorang yang sudah bekerja di rumah mereka sejak lama.

"Bi Imas..."

Tak lama kemudian seorang wanita paruh baya keluar dari arah dapur sambil mengelap tangannya menggunakan serbet kecil.

"Eh, Mbak Rhea sudah pulang?" tanyanya sedikit terkejut.

"Iya, Bi." jawab Rhea sambil tersenyum kecil. "Mamah mana?"

"Ibu sedang di kamar, Mbak. Baru pulang."

"Oh..."

Rhea mengangguk pelan sebelum melirik ke arah Arga yang masih berdiri di dekat ruang tamu.

"Ya sudah. Kalau begitu tolong buatkan minum ya, Bi. Ada tamu."

Baru saat itulah Bi Imas menyadari keberadaan Arga. Matanya sempat membesar sedikit sebelum buru-buru mengangguk.

"Oh, iya Mbak. Bibi buatkan dulu."

Rhea lalu menoleh ke arah Arga.

"Pak Arga, silakan duduk. Saya panggil Mamah saya dulu."

"Iya," jawab Arga singkat.

Setelah meninggalkan Arga di ruang tamu, Rhea segera berjalan menuju sayap kanan rumah itu. Langkahnya terdengar pelan di sepanjang lorong yang cukup sepi.

Sesampainya di depan kamar ibunya, ia tidak langsung masuk. Gadis itu sempat berdiri beberapa detik di depan pintu sambil mengatur napasnya.

Rhea akhirnya mendorong pintu kamar yang tidak tertutup rapat itu.

"Mah..."

Suara pelannya langsung membuat Rika yang sedang duduk di atas ranjang menoleh. Di pangkuannya masih terdapat beberapa lembar majalah yang sejak tadi dibacanya untuk mengisi waktu istirahat.

Begitu melihat putrinya berdiri di ambang pintu, wajah wanita itu langsung berubah heran.

"Eeehhh..." ujarnya sambil meletakkan majalah tersebut ke samping. "Anak Mamah tumben sekali jam segini udah pulang."

Rhea langsung memanyunkan bibirnya seperti anak kecil yang hendak mengadu sesuatu. Ia berjalan masuk lalu menghampiri ranjang sebelum menjatuhkan dirinya duduk di samping ibunya.

"Aku besok ke Jogja, Mah."

Kalimat itu membuat alis Rika langsung terangkat.

"Jogja?" ulangnya tidak percaya.

Tatapannya langsung beralih sepenuhnya kepada Rhea.

"Mau ngapain?" tanyanya curiga. "Jangan aneh-aneh ya kamu."

Rhea menghela napas panjang.

"Dosen Rhea ngajak Rhea ke sana buat acara seminar, Mah. Tugas terakhir Rhea jadi asdos."

"Ck..." Rika langsung menggeleng pelan sambil menyandarkan tubuhnya ke kepala ranjang.

"Ada-ada saja."

Ekspresi wajahnya jelas menunjukkan ketidaksetujuan.

"Bilang saja mamah tidak izinkan."

Bukannya panik, Rhea justru terlihat santai. Ia bahkan menyandarkan tubuhnya ke bahu ibunya sambil memainkan ujung lengan bajunya sendiri.

"Ya sudah, bilang saja sendiri sama orangnya."

Rika menoleh. "Mana nomornya? Biar mamah telepon."

"Nggak usah." jawab Rhea cepat dan jawaban itu membuat Rika kembali mengernyit.

Rhea mengangkat satu tangannya lalu menunjuk ke arah luar kamar.

"Tuh orangnya di ruang tamu."

Butuh beberapa detik sampai ucapan itu benar-benar diproses oleh otak Rika. Wanita itu berkedip sekali, lalu dua kali.

"Eh?" ujarnya pelan. "Di ruang tamu?"

"Iya."

Rhea mengangguk tanpa beban.

"Dosen Rhea sekarang di sini. Di ruang tamu. Nunggu mamah."

Rika menatap putrinya cukup lama. Seolah berharap Rhea akan tertawa dan mengatakan bahwa semua itu hanya lelucon. Namun sayangnya tidak.

"Mau minta izin langsung katanya."

"Astaga..."

Rika langsung bangkit dari duduknya. Gerakannya bahkan begitu cepat sampai Rhea refleks ikut menoleh.

"Kenapa kamu gak bilang dari tadi?"

Sambil mengomel pelan, wanita itu buru-buru merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. Tangannya bergerak membenarkan kerah pakaian sebelum melangkah menuju pintu kamar.

Rhea yang masih duduk di atas ranjang hanya bisa memperhatikan semua itu dengan ekspresi datar.

Baru beberapa menit yang lalu ibunya bersikeras mengatakan tidak akan memberi izin. Sekarang setelah mengetahui dosennya sudah berada di ruang tamu, wanita itu justru terlihat jauh lebih panik dibanding dirinya.

1
mrcll rz
konfliknya ga begitu berat
Nia Nara
Ditunggu season 2 nya thor 👍
Sudarsono
Ok kak, aku tunggu season 2nya,, jangan bikin arga selingkuh yakak,, aku gk terima ghea di selingkuh in/Smile/
Cica Aretha
jng ada kata selingkuh ya thor..bikin arga bucin sebucin bucin nya🤭😍
Imas Siti Saadah
keren ceritanya the best ,ditunggu season 2 nya 🙏
Darmina Sembiring
keren semuanya Thor 😍
Imas Siti Saadah
mereka yg mau nikah aku yg baper 🤭
semangat Thor jangan lama" ya penasaran nunggu nikahan nih 🤭🤭
Imas Siti Saadah
makin penasaran aja nih ceritanya ,semangat ya Thor ,jangan lama" up nya 💪🥰
Sudarsono
Ayo kak semangat semangat,, menjelang lamaran/Facepalm//Facepalm/
Sudarsono
kemana sih kakak ini,, kok gk Update2 udh beberapa hari,,apa lagi KKN ya/Facepalm/
Silvi Wahyu: Ngakak banget 😭😭😭 otakku stuck banget kak wkwkkw. Ini lagi edit kok abis ini up
total 1 replies
Imas Siti Saadah
dimanakah dirimu Thor aku lelah menunggumu 🤭
Imas Siti Saadah
bikin kaget aja c rhea kirain mau batal 🤭
semangan ditunggu kelanjutannya 🙏
Imas Siti Saadah
thor ....lama amat up nya
Imas Siti Saadah
pinter banget dirimu Thor ,bikin pembaca penasaran 🤭🤭
Imas Siti Saadah
dimana kah dirimu Thor ?....aku menunggu mu dari kemaren 😔😔
Silvi Wahyu: wait ya kak... kemaren tepar banget abis bikin pesenan donat 😭😭😭
total 1 replies
fujian
kapan up nya ka, tiap hari nunggu up cerita kakak 😌
Imas Siti Saadah
lama banget Thor up nya ,udah bolak balik aku liatin 🤭
Imas Siti Saadah
jangan. lama" up nya ya Thor semangat 💪🙏
fujian
thor kapan up lagi 😌, udah nunggu dari kemarin
Sudarsono
kakak kok blom up,,, dari kemarin /Frown//Frown//Frown/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!