Seorang pria mati dengan penyesalan karena gagal menegakkan kebenaran.
Ia terlahir kembali sebagai pengacara magang yang diremehkan...dan mendapatkan Sistem Keadilan Absolut kemampuan untuk melihat kebohongan, mengungkap fakta tersembunyi, dan menentukan putusan paling adil.
Dari kasus kecil hingga konspirasi besar, ia mulai mengguncang dunia hukum yang korup.
Namun satu hal segera ia sadari...
Keadilan sejati tidak selalu sama dengan hukum.
Dan kali ini...dia yang akan menentukan mana yang benar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Arga melanjutkan dengan suara tegas dan tak tergoyahkan,
"Bimo hanya menceritakan pengalaman yang dia alami. Apakah itu disebut melakukan pelecehan online? Ratusan ribu komentar yang menyerang itu adalah tulisan netizen lain. Apa hubungannya dengan Bimo?"
"Saya ingin bertanya pada pengacara lawan, apakah berbagi fakta dan pengalaman pribadi di media sosial sekarang sudah dikategorikan sebagai tindak pidana?"
Pertanyaan logis Arga sekali lagi membuat seluruh ruangan hening dan tak bisa membantah.
Namun Rina Wijaya tetap berusaha memutarbalikkan logika,
"Tapi dampak buruk yang dialami klien saya karena video itu adalah FAKTA! Mental mereka hancur, depresi berat! Itu tidak bisa disangkal! Jadi kalau Bimo tidak upload video, mereka tidak akan menderita! Maka Bimo harus bertanggung jawab!"
Arga tersenyum miring, lalu melontarkan serangkaian pertanyaan yang mematikan logika lawan.
"Pengacara lawan sedang mendistorsi konsep! Kalau logikanya begitu... Jika hari ini Pengacara Rina tidak sengaja nonton video sedih terus jadi depresi, apa harus menyalahkan pembuat videonya? Jika nilai anak jelek, apa harus menyalahkan game online atau TV?"
"Apakah ada orang yang nonton video terus sakit jiwa, lalu menuntut kreatornya? Apakah juga harus menuntut aplikasinya? Kalau alasannya begitu, kenapa tidak tuntut perusahaan pembuat HP sekalian? Kalau gak ada HP, gak bakal lihat videokan?"
"Bimo hanya menceritakan KEJADIAN NYATA! Pelaku bully-nya adalah netizen yang menghujat! Kalau mereka merasa terganggu, lapor polisi tangkap netizennya! Jangan salah target! Atau... pengacara lawan mau menuntut perusahaan TokTok juga?"
Kata-kata Arga sangat masuk akal dan tajam. Netizen di live langsung bersorak!
[GOKIL! LOGIKA NYALA ABANGKUH!]
[BENER BANGET! ITU KAN ORANG LAIN YANG KOMENTAR!]
[JANGAN SALAH KAMBING! BIMO CUMA BICARA FAKTA!]
[GILA, ini mah pengacara jenius! Bukan magang biasa!]
Hakim Santoso mengetuk palu keras-keras.
"Tertib! Cukup perdebatan! Pengacara Penggugat bilang punya bukti baru, apa buktinya? Tunjukkan sekarang!"
Arga mengangguk, lalu meletakkan setumpuk berkas tebal di meja.
"Bukti yang saya maksud adalah ini! Bimo tidak pernah melecehkan siapa pun. Justru sebaliknya, Laras dan Tania lah yang terus menerus melakukan pembantaian nama baik Bimo secara sistematis!"
"Silakan dilihat buktinya!"
Layar besar kembali menyala. Muncul berbagai tangkapan layar dari berbagai akun palsu, grup WhatsApp kampus, forum diskusi, hingga media sosial lain.
"Laras dan Tania menggunakan banyak akun samaran untuk menyebar fitnah! Mereka menulis bahwa Bimo itu pria mesum, suka memotret di bawah rok, bahaya bagi wanita, dan sebagainya!"
"Mereka bahkan menyebarkan foto asli Bimo lengkap dengan nama dan fakultasnya di akun Instagram dan Twitter palsu! Menuduh Bimo tertangkap basah memotret padahal tidak ada bukti satupun!"
"Akibat ulah mereka, nama Bimo hancur total! Teman-teman sekelas menjauhi, dosa punya pandangan buruk, bahkan pihak kampus sampai mengeluarkan surat peringatan dan menunda kelulusan untuk penyelidikan!"
Arga menunjuk layar dengan penuh penekanan,
"Semua postingan ini sudah diverifikasi oleh tim forensik digital! Meskipun pakai nama samaran, alamat IP dan perangkat yang dipakai semuanya tertrace berasal dari HP Laras dan Tania! Jadi yang melakukan fitnah, yang menyebar hoax, yang menghancurkan mental... BUKAN BIMO, TAPI MEREKA BERDUA SENDIRI!"
[APA?! GILA YA?!]
[JAHAT BENER! SENDIRI YANG NYEBAR HOAX TERUS NGERASA KORBAN!]
[TERUS BIMO SAMPAI DISKORS DARI KAMPUS?! NERAKA BANGET SIKAPNYA!]
[INI BARU YANG NAMANYA FITNAH BERAT! PANTESAN BIMO MARAH BESAR!]
[HUKUM MATIIN AJA DEH AKUN MEREKA!]
Hakim Santoso memeriksa hasil verifikasi teknis dari tim pengadilan. Wajahnya semakin serius.
"Bukti dinyatakan SAH dan dapat diterima!"
Begitu keputusan itu keluar...
Arga langsung melangkah maju selangkah, suaranya kini berubah menjadi menggelegar penuh emosi dan wibawa.
"Yang Mulia! Atas bukti-bukti kejahatan yang sangat nyata ini, KAMI MEMINTA PERUBAHAN TUNTUTAN!"
"Awalnya kami hanya ingin permintaan maaf dan ganti rugi. Tapi melihat betapa jahat dan liciknya perbuatan mereka, kami tidak lagi mau main-main!"
"Kami menuntut agar Laras dan Tania dipidana secara maksimal!"
"Mereka dengan sengaja mengarang cerita bohong, memfitnah, dan mencemarkan nama baik Bimo hingga menyebabkan kerugian materiil dan immaterial yang sangat besar! Tulisan fitnah mereka sudah dibaca lebih dari 5 juta orang! Sangat meresahkan masyarakat!"
"Sesuai dengan Pasal 310 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik, jo. Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 3 Undang-Undang ITE, KAMI MENUNTUT HUKUMAN PENJARA SELAMA 7 TAHUN UNTUK KEDUA TERDAKWA! DITERAPKAN SEGERA!"
"Klien saya Bimo MENOLAK permintaan maaf! MENOLAK ganti rugi uang! MENOLAK perdamaian! Dia ingin KEADILAN! Dia ingin melihat penjahat ini masuk bui!"
"Laras dan Tania telah melakukan pencemaran nama baik yang sangat keji! Jika hari ini hukum membiarkan mereka lolos, maka besok akan ribuan orang lain yang berani melakukan hal yang sama!"
"Biaya untuk berbuat jahat tidak boleh murah! Harga untuk menegakkan kebenaran tidak boleh mahal!"
"MEREKA TAHU HUKUM TAPI MELANGGAR HUKUM! MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMBUNUH KARAKTER ORANG LAIN!"
"JIKA HARI INI MEREKA TIDAK DIHUKUM BERAT, DI MANA LETAK KEWIBAWAAN HUKUM?! DI MANA KEADILAN UNTUK RAKYAT KECIL?!!"
"MENUNTUT HUKUMAN! HUKUM SEBERAT-BERATNYA!!!"
semangat author/Determined/
tapi kali ini, saya akan lawan💪
semoga endingnya nggak mengecewakan🤭