NovelToon NovelToon
Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dan budidaya abadi / Epik Petualangan
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: LEVIATHAN_M.S

“Ayam kecil, berhenti berlari dan kembalikan buah persikku!”

Ladang herbal memenuhi lereng gunung sementara asap putih mengepul dari dapur-dapur besar di berbagai area. Aroma daging panggang memenuhi udara dan di kejauhan ratusan hewan spiritual terlihat berkeliaran bebas di padang rumput pegunungan.

“Mulai hari ini kandang ayam spiritual bagian timur menjadi tanggung jawabmu.”

Di sisi lain, Suara pisau, dentuman panci, dan teriakan para murid dapur bercampur menjadi satu seperti pasar pagi yang kacau. Aroma makanan memenuhi seluruh udara pegunungan.

“Adik kecil! Cepat potong sayuran itu!”

“Siapa yang membakar daging bagian utara?!”

“Tambahkan garam spiritual ke sup nomor tiga!”

Ini adalah kehidupan yang tenang dan penuh kejadian dramatis tak terlupakan dari Sekte Forgotten Blade. Kehidupan beternak ayam Bai Fengxuan sebelum ia tahu kebenaran pahit dari dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LEVIATHAN_M.S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 21 - Kesederhanaan Malam

Bai Fengxuan dan Xu Liang akhirnya tiba di area kandang timur. Udara pegunungan terasa dingin dan lembap, sementara cahaya matahari baru mulai muncul samar di balik lautan awan putih yang menggantung jauh di bawah tebing sekte Forgotten Blade.

Namun pagi itu suasana kandang jauh lebih sibuk dibanding biasanya.

Puluhan peti kayu besar berjajar rapi di depan gudang pakan, sementara para murid luar berjalan ke sana kemari sambil membawa jerami, ember air hangat, serta batu pemanas spiritual kecil yang digunakan untuk menjaga suhu kandang penetasan. Aroma jerami basah bercampur qi spiritual memenuhi udara, dan suara percakapan para murid terdengar hidup di tengah kokok ayam dewasa yang memenuhi seluruh lereng gunung.

Xu Liang langsung menunjuk salah satu peti dengan wajah penuh semangat.

“Itu dia! Telur ayam spiritual generasi baru!”

Bai Fengxuan ikut mendekat dan melihat puluhan telur merah pucat tersusun rapi di atas jerami hangat. Permukaan telur itu dipenuhi garis-garis samar seperti pola alami qi spiritual, dan bahkan tanpa menyentuhnya pun Bai Fengxuan dapat merasakan hawa hangat lembut keluar dari dalam cangkangnya.

“Jumlahnya banyak sekali…” gumamnya pelan.

Xu Liang mengangguk sambil membantu memindahkan salah satu peti kecil ke dekat kandang penetasan. “Katanya hampir seribu butir datang minggu ini. Kalau semuanya berhasil menetas, kandang timur bakal penuh lagi sebelum musim dingin.”

Saat itulah suara langkah berat terdengar dari jalan setapak atas.

Han Gu akhirnya muncul. Tubuh besarnya masih dipenuhi debu perjalanan dan jubah luarnya terlihat sedikit kusut seperti baru menempuh perjalanan jauh tanpa banyak istirahat. Di pundaknya tergantung karung kain besar berisi berbagai barang kebutuhan kandang, sementara aroma samar kota masih menempel di tubuhnya—bau rempah, asap pembakaran, dan jalanan ramai yang sangat berbeda dibanding udara pegunungan Forgotten Blade.

Begitu melihat Bai Fengxuan, Han Gu langsung mengangkat tangannya sambil menyeringai lebar.

“Adik Bai!”

Xu Liang langsung mendekat lebih dulu. “Kakak Han! Bukannya kau turun gunung kemarin?”

Han Gu menjatuhkan karungnya di dekat pagar kandang sebelum meregangkan tubuh panjang-panjang. “Aku baru kembali subuh tadi dari Kota Canglan.”

Mata Xu Liang langsung berbinar.

“Kota Canglan?! Ramai tidak?!”

“Tentu saja ramai.” Han Gu tertawa kecil. “Pasar malamnya penuh pedagang kultivator. Bahkan ada murid sekte lain juga di sana.”

Tatapan Bai Fengxuan sedikit berubah penasaran.

Kota Canglan memang termasuk kota kultivasi terbesar yang berada di wilayah pengaruh Forgotten Blade. Selama ini ia hanya mendengar cerita dari murid lain mengenai tempat itu. Jalan-jalan batu yang dipenuhi lentera merah, pasar spiritual, kedai makanan, pedagang pil, serta kultivator pengembara yang datang dari berbagai tempat.

Han Gu mengeluarkan beberapa tusuk daging panggang dingin dari dalam karung lalu melemparkannya pada Xu Liang.

“Aku beli ini di jalan.”

Xu Liang langsung menangkapnya dengan wajah penuh haru seperti menerima warisan leluhur.

“Kakak Han…” suaranya hampir bergetar, “aku bersedia mengikutimu seumur hidup.”

“Pergi sana.”

Suasana kandang langsung dipenuhi tawa kecil.

Namun Bai Fengxuan memperhatikan sesuatu. Meskipun Han Gu terlihat santai seperti biasa, wajahnya tampak sedikit lebih serius dibanding hari-hari sebelumnya.

“Ada apa?” tanya Bai Fengxuan pelan ketika Xu Liang mulai sibuk memakan daging panggangnya.

Han Gu melirik sekeliling sebentar sebelum menjawab lebih pelan. “Rumor ‘hantu api penunggang babi’ ternyata sampai juga ke Kota Canglan.”

Jantung Bai Fengxuan langsung berkedut.

Han Gu justru menahan tawa kecil. “Katanya ada pedagang arak yang bersumpah melihat roh gunung berkeliaran di sekitar Forgotten Blade.”

Bai Fengxuan langsung memijat pelipisnya sendiri. Untungnya, seperti yang Han Gu bilang kemudian, sebagian besar orang mulai menganggap rumor itu hanya cerita berlebihan para murid malam yang ketakutan. Bahkan para kakak senior di Puncak Awan Pengembara sendiri perlahan mulai kehilangan minat membicarakannya.

Tidak ada yang benar-benar mencurigai Bai Fengxuan. Bagaimanapun, di mata semua orang, ia hanyalah bocah berumur sepuluh tahun yang masih sibuk membersihkan kandang ayam dan belajar kultivasi dasar.

Tak lama kemudian pekerjaan pagi akhirnya dimulai. Berbeda dibanding merawat ayam dewasa, telur-telur spiritual membutuhkan perhatian jauh lebih teliti. Suhu kandang harus stabil, jerami harus selalu kering, dan qi spiritual di sekitar telur harus tetap tenang agar proses penetasan berjalan sempurna.

Bai Fengxuan ditempatkan bersama beberapa kakak senior untuk menjaga area penetasan sisi timur.

Salah satu kakak senior bertubuh tinggi bernama Zhao Lei sedang memasang batu pemanas di sudut kandang ketika Bai Fengxuan datang membawa keranjang jerami.

“Kakak Senior,” tanya Bai Fengxuan sambil menurunkan keranjang, “berapa lama telur-telur ini akan menetas?”

Zhao Lei menyeka keringat di dahinya sebelum menjawab santai. “Kalau qi spiritualnya stabil? Dua minggu paling cepat. Tapi biasanya sekitar tiga minggu.” Ia menunjuk salah satu telur merah di dekatnya.

“Ayam spiritual kecil jauh lebih rapuh dibanding ayam biasa. Kalau salah suhu sedikit saja, qi di dalam telur bisa kacau.”

Xu Liang yang kebetulan lewat sambil membawa ember air langsung ikut nimbrung.

“Makanya kandang penetasan paling merepotkan. Katanya tahun lalu ada murid luar yang tidur saat jaga malam dan setengah telur gagal menetas.”

“Lalu apa yang terjadi padanya?” tanya Bai Fengxuan.

Xu Liang langsung menunjuk Han Gu.

“Kakak Han menyuruh dia membersihkan kandang babi selama dua bulan.”

Han Gu mendengus kecil dari kejauhan. “Itu hukuman ringan.”

Hari itu berlalu cukup sibuk. Bai Fengxuan membantu mengganti jerami, memindahkan telur ke area lebih hangat, dan beberapa kali harus mengejar ayam dewasa yang mencoba masuk ke kandang penetasan. Namun di tengah kesibukan itu, suasana Puncak Awan Pengembara tetap terasa hidup dan hangat.

Para murid luar saling bercanda.

Sebagian duduk di bawah pohon pinus saat istirahat sambil makan roti kukus. Sebagian lain sibuk membicarakan rumor sekte atau cerita perjalanan dari Kota Canglan. Bahkan Han Gu sempat menjadi pusat perhatian ketika menceritakan pasar malam kota kultivasi tersebut.

“Ada pedagang yang menjual pedang spiritual sepanjang dua zhang[1],” katanya sambil duduk di atas pagar kandang. “Dan ada juga restoran yang katanya bisa membuat kultivator lupa pulang.”

Xu Liang langsung membelalakkan mata. “Mahal?”

Han Gu tertawa kecil. “Tentu saja mahal. Harga satu mangkuk mie saja cukup untuk biaya hidup murid luar selama setengah bulan. Tapi bukan itu masalahnya…”

“Lalu apa?”

“Nanti kau akan tahu sendiri.”

Luo Ming yang baru datang dari dapur umum langsung terlihat tersinggung.

“Apa hebatnya makanan kota? Suatu hari nanti aku juga akan membuka restoran terbesar di Kota Canglan.”

Xu Liang langsung tertawa. “Dan semua pelangganmu mati keracunan setelah tiga hari.”

Suara tawa kembali memenuhi kandang.

Bai Fengxuan diam-diam ikut tersenyum kecil sambil melanjutkan pekerjaannya.

Entah kenapa, hari-hari sederhana seperti ini terasa sangat damai. Ketika matahari mulai turun ke arah barat dan kabut sore perlahan bergerak turun dari puncak gunung, pekerjaan mereka akhirnya selesai.

Sebagian besar murid luar mulai meninggalkan kandang satu per satu. Namun tepat sebelum pergi, tatapan Bai Fengxuan perlahan jatuh pada peti telur spiritual di sudut kandang.

Tiga minggu sampai menetas…

Dan tanpa sadar pikiran berbahaya itu muncul lagi. Telur lebih mudah dibawa dibanding ayam.

Bai Fengxuan langsung menatap langit sore beberapa detik seperti sedang mempertanyakan moral hidupnya sendiri. Namun beberapa saat kemudian ia tetap berjalan perlahan mendekati peti itu.

Suasana sekitar mulai sepi. Xu Liang sedang membantu Zhao Lei membereskan kandang, sementara Han Gu masih berbicara dengan beberapa kakak senior di dekat gudang pakan.

Bai Fengxuan bergerak cepat.

Satu butir.

Dua.

Tiga.

Telur-telur hangat itu segera menghilang ke dalam lipatan jubah hitamnya.

Jantungnya berdetak cukup cepat sepanjang perjalanan pulang. Entah kenapa mencuri telur terasa lebih bersalah dibanding mencuri ayam atau babi. Namun rasa bersalah itu perlahan mulai kalah oleh rasa lapar begitu ia tiba di gubuk kayunya.

Malam itu ia mulai menanak nasi dari beras spiritual yang sebelumnya ia dapat dari Luo Ming. Aroma nasi hangat perlahan memenuhi ruangan kecilnya sementara api merah dari Kayu Api Scarlet menyala tenang di dalam tungku batu.

Setelah itu wajan hitam besar kembali diletakkan di atas api.

Kini Bai Fengxuan jauh lebih terbiasa menggunakan wajan tersebut dibanding sebelumnya. Gerakan tangannya menjadi lebih stabil ketika mengatur panas api dan menuangkan minyak ke atas permukaan logam hitam tua itu.

Tanpa ia sadari, penguasaannya terhadap wajan misterius itu perlahan semakin meningkat. Tak lama kemudian tiga telur spiritual mulai pecah di atas permukaan wajan panas.

CRRRKKK…

Suara minyak mendesis memenuhi seluruh gubuk.

Aroma harum langsung menyebar ke udara bersama qi spiritual lembut yang keluar dari telur tersebut. Warna kuning telurnya bahkan tampak seperti emas cair di bawah cahaya api merah Scarlet.

Bai Fengxuan menambahkan sedikit garam dan daun herbal kecil. Dan beberapa saat kemudian aroma sederhana telur goreng dan nasi hangat berubah menjadi sesuatu yang luar biasa.

Ia mulai makan perlahan sambil menikmati keheningan malam pegunungan. Untuk sesaat hidup terasa begitu tenang.

Tidak ada rumor.

Tidak ada kekacauan.

Tidak ada pencurian babi spiritual.

Hanya dirinya, makanan hangat, dan suara angin malam di luar jendela kayu. Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama.

Karena ketika fajar baru mulai muncul keesokan paginya suara teriakan Han Gu kembali mengguncang lereng bawah gunung.

“ADIK BAI! CEPAT BANGUN!”

Bai Fengxuan langsung terbangun kaget. Begitu membuka pintu gubuk, ia melihat Han Gu berdiri sambil membawa pedang kayu latihan di pundaknya dengan wajah penuh semangat.

Kabut pagi masih tebal di sekitar mereka sementara suara lonceng besar Puncak Awan Pengembara mulai bergema di antara pegunungan.

“Ada apa?” tanya Bai Fengxuan bingung.

Han Gu langsung menyeringai lebar.

“Hari ini keberuntungan kita benar-benar bagus.”

Tatapannya berbinar penuh semangat. “Tetua Mu Qing dari Puncak Pedang datang hari ini untuk mengajari dasar beladiri dan kultivasi pedang murid luar.”

Dan untuk pertama kalinya sejak memasuki Forgotten Blade, Bai Fengxuan benar-benar merasa dirinya mulai menyentuh dunia kultivasi yang sesungguhnya.

Note

[1] Dua zhang; sekitar 21 kaki.

1
tariii
hati2 kau tuan ayam.. siapa tau kaulah target Feng berikutnya..😂😂😂
tariii
aduhh.. mau ngambil ayam lagi kah kau, Feng???
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!