NovelToon NovelToon
NEW SAGA WARISAN PRIMORDIAL

NEW SAGA WARISAN PRIMORDIAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Abai Shaden

Ribuan tahun setelah Kaisar Primordial Wang Tian menghilang ke dalam keheningan dimensi untuk menjaga keseimbangan alam, silsilah darahnya telah bercabang menjadi klan-klan besar yang menguasai berbagai penjuru dunia.

​Istri pertama, Lin Xuelan, melahirkan garis keturunan Penjaga Samudra. Istri ketiga, Mora, melahirkan klan Bayangan Langit. Istri keempat, Lin Xia (setelah menjadi manusia sepenuhnya), melahirkan garis Pedang Dewa. Namun, cerita kita kali ini bermula dari garis keturunan istri kedua, Sui Ren, Sang Permaisuri Angin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abai Shaden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8 : Persinggahan di Lembah Kabut

Empat bulan telah berlalu sejak Wang Jian meninggalkan kenyamanan semu Kota Badai. Kini, di perbatasan antara Hutan Besi Gantung dan wilayah terluar Lembah Naga, ia tidak lagi sendirian. Di sampingnya berjalan Lin Meiling, seorang gadis dengan pengetahuan botani dan alkimia yang luar biasa, yang telah menjadi rekan perjalanannya setelah insiden pengejaran Klan Gagak Hitam.

Kehadiran Meiling memberikan dimensi baru dalam petualangan Jian. Jika sebelumnya Jian hanya fokus pada penghancuran dan kekuatan kasar, Meiling mengajarkannya tentang kehalusan. "Energi alam itu seperti aliran air, Jian," ucap Meiling suatu sore saat mereka beristirahat. "Kau bisa menghantamnya dengan batu hingga memercik, atau kau bisa mengalir bersamanya hingga mencapai samudra."

Persiapan di Lembah Kabut Perisai

Sebelum benar-benar memasuki inti Lembah Naga yang memiliki gravitasi kacau, mereka memutuskan untuk berkemah di Lembah Kabut Perisai. Tempat ini relatif aman karena kabut alaminya menyembunyikan hawa keberadaan manusia dari monster pemangsa. Meiling bersikeras bahwa Jian membutuhkan Pil Pemurni Tulang Suci untuk menstabilkan Struktur Bintang di tulangnya sebelum menghadapi tekanan gravitasi yang lebih ekstrem.

"Bunga Es Abadi yang kita dapatkan dari Gua Kristal adalah inti utamanya," jelas Meiling sambil mengeluarkan kuali perunggu kecil miliknya. "Tapi, karena kau tidak memiliki api jiwa, kita akan menggunakan teknik Alkimia Dingin milikmu sebagai motor penggeraknya."

Wang Jian duduk bersila di depan kuali. Tugasnya adalah menciptakan pusaran angin bertekanan tinggi di dalam kuali untuk mengekstrak esensi Bunga Es tanpa membakarnya. Proses ini membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi. Keringat dingin mengucur di dahi Jian saat ia memanipulasi tekanan udara hingga mencapai titik di mana molekul bunga tersebut mulai terpisah.

"Sedikit lagi, Jian! Pertahankan tekanannya!" seru Meiling sambil memasukkan bubuk Akar Langit ke dalam pusaran tersebut.

Di dalam kuali, sebuah kristal biru kecil mulai terbentuk. Inilah bentuk murni dari pil yang mereka buat. Namun, tepat saat pil itu hampir sempurna, sebuah getaran hebat mengguncang tanah di bawah mereka.

Kedatangan Sang Naga Kecil: Long Xin

ROAAARRRR!

Sebuah raungan yang sanggup merobek gendang telinga memecah keheningan lembah. Kabut perisai yang tebal mendadak tersingkap oleh kepakan sayap raksasa. Dari langit, meluncur sesosok makhluk dengan sisik emas pucat yang berkilau di bawah cahaya bulan.

Itu adalah Long Xin, naga muda yang merupakan penjaga gerbang luar Lembah Naga. Long Xin telah merasakan keberadaan "pencuri" yang mengambil Bunga Es Abadi—sumber energi yang seharusnya menjadi miliknya untuk berevolusi.

"Manusia rendahan! Beraninya kalian menyentuh pusaka Lembah Naga!" Long Xin mendarat dengan dentuman keras, menciptakan kawah di depan perkemahan mereka. Mata vertikalnya menatap tajam ke arah kuali yang masih memancarkan aroma obat.

Meiling gemetar hebat. Tekanan aura naga (Dragon Suppressing Aura) membuatnya sulit bernapas. Namun, Wang Jian berdiri dengan tenang. Ia melangkah maju, menghalangi pandangan Long Xin terhadap Meiling dan kualinya.

"Naga kecil, kami hanya mengambil apa yang kami butuhkan untuk bertahan hidup. Hutan ini milik alam, bukan milik klanmu saja," ucap Jian dengan nada dingin.

"Lancang! Seorang praktisi Ranah Penguatan Tulang berani menceramahiku?" Long Xin mengibaskan ekornya yang dilapisi petir biru. BZZZZZT! Sebuah cambuk listrik melesat menuju Jian.

Pertempuran: Kecepatan vs Keagungan

Jian tidak membalas dengan serangan langsung. Ia tahu bahwa secara ranah, ia tertinggal jauh dari Long Xin yang setara dengan Ranah Kristalisasi Inti Bintang 5. Namun, Jian memiliki keunggulan yang tidak dimiliki naga itu: Gaya Berat dan Struktur Bintang.

Saat cambuk listrik itu hampir mengenainya, Jian menggunakan Langkah Angin Kilat. Ia bergerak dengan pola zigzag yang tidak teratur, memanfaatkan medan magnetik dari pohon-pohon besi di sekitar mereka untuk membelokkan arah petir Long Xin.

"Meiling! Selesaikan pilnya! Aku akan menahannya!" teriak Jian.

Jian melompat ke udara, menciptakan pijakan dari tekanan udara yang padat. Ia muncul tepat di atas kepala Long Xin dan mengirimkan pukulan Gaya Berat: Satu Ton.

BOOM!

Tinju Jian menghantam sisik emas Long Xin. Meskipun tidak melukai naga itu secara serius, berat dari pukulan tersebut membuat kepala Long Xin terbenam ke dalam tanah.

"KAU... KAU MEMBUATKU MENYENTUH TANAH?!"

Long Xin mengamuk. Tubuhnya mulai berpendar terang. Ia membuka mulutnya, mengumpulkan energi Nafas Naga yang mematikan.

Kolaborasi Alkimia dan Pertarungan

Di saat yang kritis, Meiling berteriak, "Jian! Pilnya sudah siap! Tapi warnanya tidak stabil, ia butuh katalis elemen petir!"

Jian mendapatkan ide gila. Alih-alih menghindari Nafas Naga, ia justru melesat menuju mulut Long Xin. Ia menggunakan pusaran angin di tangannya untuk "menangkap" sebagian percikan petir dari Nafas Naga tersebut dan mengarahkannya langsung ke dalam kuali yang dipegang Meiling.

KLING!

Kuali itu bergetar hebat dan mengeluarkan cahaya biru yang menyilaukan. Pil Pemurni Tulang Suci telah mencapai tingkat Sempurna.

"Sekarang, rasakan ini!" Jian berbalik dan menendang kuali kosong ke arah mata Long Xin sebagai pengalih perhatian. Di saat yang sama, ia menggunakan Bor Udara yang diperkuat oleh sisa energi petir yang ia serap tadi.

Jian menusuk bagian bawah leher Long Xin, tempat di mana sisik naga biasanya paling tipis.

CRAAAKK!

Long Xin meraung kesakitan saat bor udara Jian menembus pertahanannya. Darah emas naga menetes ke tanah. Terkejut dan terluka oleh manusia yang ia anggap sampah, Long Xin mundur beberapa langkah, menatap Jian dengan kombinasi rasa benci dan hormat yang terpaksa.

"Ini belum berakhir, manusia! Kau telah menumpahkan darah naga. Seluruh Lembah Naga akan memburumu!" Long Xin mengepakkan sayapnya dan terbang kembali ke arah pegunungan, meninggalkan jejak darah emas.

Pasca Pertempuran: Ikatan yang Menguat

Setelah suasana tenang, Jian jatuh berlutut. Tangannya gemetar karena kelelahan setelah memanipulasi energi yang jauh di atas kapasitasnya. Meiling segera berlari menghampirinya, membawa pil biru yang baru saja mereka selesaikan.

"Makanlah ini, Jian. Ini adalah hasil kerja keras kita," ucap Meiling lembut.

Wang Jian menelan pil tersebut. Seketika, rasa dingin yang menyejukkan menjalar ke seluruh tulang belulangnya. Retakan-retakan mikroskopis di tulangnya akibat pertarungan tadi mulai menutup, dan Struktur Bintang di dalamnya kini memancarkan cahaya biru permanen.

"Terima kasih, Meiling. Tanpamu, aku mungkin sudah menjadi abu di bawah Nafas Naga tadi," Jian menatap rekannya itu.

Meiling tersenyum, meski wajahnya masih pucat. "Kita adalah tim sekarang, bukan? Tapi ingat, naga itu tadi bilang dia akan kembali dengan kawanannya. Kita harus segera bergerak."

Malam itu, di bawah perlindungan kabut lembah yang tersisa, Wang Jian dan Lin Meiling melanjutkan perjalanan mereka. Mereka bukan lagi sekadar dua orang yang bertemu secara kebetulan, melainkan dua jiwa yang telah terikat oleh pertempuran dan kesetiaan. Di depan mereka, puncak Lembah Naga menjulang tinggi, menjanjikan rahasia besar tentang silsilah Wang Tian yang selama ini tersembunyi.

Pendakian Tebing Cermin dan Rahasia Suara Angin

Setelah pertemuan dramatis dengan Long Xin, Wang Jian dan Lin Meiling tidak memiliki pilihan selain mempercepat langkah. Mereka menyadari bahwa wilayah luar Lembah Naga sudah tidak lagi aman. Long Xin pasti akan melaporkan keberadaan mereka kepada tetua klan naga atau setidaknya memanggil naga-naga muda lainnya untuk membalas dendam.

Tujuan mereka selanjutnya adalah Tebing Cermin, sebuah dinding batu vertikal setinggi dua ribu meter yang permukaannya sangat halus sehingga bisa memantulkan bayangan seperti cermin asli. Tebing ini adalah satu-satunya jalan masuk rahasia menuju Lembah Naga bagian dalam tanpa harus melewati gerbang utama yang dijaga ketat.

Tekanan Atmosfer dan Ujian Fisik

Semakin tinggi mereka mendaki, udara semakin tipis. Bagi Meiling yang ranah kultivasinya lebih rendah, ini adalah siksaan. Wajahnya membiru karena kekurangan oksigen.

"Jian... aku... tidak bisa... bernapas..." bisik Meiling sambil berpegangan pada tali rami yang diikatkan Jian di pinggangnya.

Wang Jian berhenti sejenak. Ia melihat sekeliling. Di ketinggian ini, angin bertiup sangat kencang, menciptakan suara siulan yang aneh saat melewati celah-celah tebing. Jian teringat pelajaran tentang Manipulasi Tekanan.

"Meiling, pegang tanganku," perintah Jian.

Ia mulai menciptakan kubah udara kecil di sekeliling mereka. Dengan menggunakan teknik Pusaran Angin Terbalik, ia menarik udara tipis dari luar dan memadatkannya di dalam kubah tersebut, menciptakan lingkungan dengan kadar oksigen yang cukup. Ini adalah pertama kalinya Jian menggunakan tekniknya untuk melindungi orang lain dalam durasi yang lama.

"Luar biasa... kau benar-benar bisa mengendalikan udara sesukamu," puji Meiling saat napasnya kembali normal.

Bayangan di Balik Cermin

Saat mereka berada di tengah pendakian, sesuatu yang aneh terjadi. Bayangan mereka di permukaan tebing tidak bergerak mengikuti gerakan mereka. Bayangan Wang Jian di cermin tiba-tiba menghunus pedang (meskipun Jian sendiri tidak membawa pedang) dan menyerang bayangan Meiling.

"Jian! Lihat bayanganmu!" teriak Meiling ketakutan.

Secara ajaib, serangan dari bayangan itu memberikan rasa sakit fisik pada Meiling di dunia nyata. Ini adalah Ilusi Cermin Jiwa, sebuah mekanisme pertahanan kuno yang menguji mental para penyusup.

Jian menyadari bahwa serangan ini bukan berasal dari kekuatan fisik, melainkan dari frekuensi suara angin yang bergema di permukaan tebing. Angin tersebut memanipulasi gelombang otak mereka, menciptakan halusinasi yang terasa nyata.

"Jangan lihat cerminnya, Meiling! Tutup matamu!" seru Jian.

Jian menutup matanya sendiri. Ia mengabaikan semua rasa sakit palsu yang dikirimkan oleh bayangannya. Ia memfokuskan seluruh indranya pada suara angin. Ia mulai bersenandung, menyesuaikan getaran suaranya dengan getaran angin di tebing.

HUMMMMMM....

Suara Jian yang rendah dan dalam mulai meresonansi dengan tebing. Ia menggunakan Teknik Sembilan Putaran Angin untuk "menetralisir" gelombang suara jahat tersebut. Perlahan-lahan, bayangan di cermin kembali normal dan menghilang.

Penemuan Goa Tersembunyi: Jejak Istri Kedua

Di puncak Tebing Cermin, mereka menemukan sebuah gua kecil yang pintunya tertutup oleh lumut kristal. Di atas pintu gua tersebut, terdapat ukiran kuno yang hanya bisa dibaca oleh keturunan langsung klan Wang-Sui.

"Angin tidak memiliki rumah, namun ia selalu tahu ke mana harus kembali."

"Ini... ini adalah tulisan tangan Sui Ren, istri kedua leluhur Wang Tian," bisik Jian dengan penuh hormat.

Di dalam gua, mereka menemukan sebuah altar kecil dengan sebuah botol porselen hijau dan sebuah gulungan kulit naga. Meiling, dengan pengetahuannya sebagai alkemis, segera memeriksa botol tersebut.

"Jian! Ini adalah Cairan Esensi Angin Purba! Jika kau meminum ini, elemen anginmu akan berevolusi menjadi Angin Surgawi, tingkat yang jauh lebih tinggi daripada angin biasa!"

Namun, Wang Jian justru tertarik pada gulungan kulit naga itu. Di dalamnya tertulis teknik Langkah Tanpa Jejak: Tahap Kedua - Menembus Ruang.

"Leluhur Sui Ren tidak hanya menguasai angin, ia menguasai bagaimana angin bisa membelah ruang hampa," gumam Jian.

Latihan Singkat dan Persiapan Akhir

Wang Jian memutuskan untuk tidak langsung meminum esensi tersebut. Ia ingin menyimpannya untuk saat yang paling kritis. Sebaliknya, ia menghabiskan malam itu untuk mempelajari teknik Langkah Tanpa Jejak tahap kedua.

Meiling, sementara itu, menggunakan lumut kristal dari gua untuk meracik pil penahan gravitasi yang lebih kuat. "Jika kita masuk lebih dalam, gravitasi di sana bisa menghancurkan organ dalammu dalam sekejap, Jian. Kita harus siap."

Di dalam gua yang tenang itu, ikatan antara Jian dan Meiling semakin dalam. Mereka bukan lagi sekadar rekan, melainkan dua orang yang berbagi warisan masa lalu yang berat. Jian menyadari bahwa keberuntungan dan kerja kerasnya telah membawanya sejauh ini, namun tantangan sebenarnya di dalam Lembah Naga baru saja dimulai.

Keesokan paginya, saat mereka keluar dari gua, mereka melihat pemandangan yang menakjubkan. Di bawah tebing, terhampar sebuah lembah raksasa yang dikelilingi oleh naga-naga yang beterbangan. Dan di tengah lembah tersebut, berdiri sebuah istana emas yang megah—kediaman Long Wei.

"Kita sudah hampir sampai, Meiling. Bersiaplah," ucap Jian sambil menggenggam tombak hitamnya.

BAB 12: Hutan Gravitasi dan Ujian Persahabatan

Turun dari Tebing Cermin, Wang Jian dan Lin Meiling memasuki wilayah yang dikenal sebagai Hutan Gravitasi Ganda. Sesuai namanya, di tempat ini terdapat dua tarikan gravitasi yang berbeda; satu menarik ke arah tanah, dan satu lagi menarik ke arah langit secara bergantian setiap beberapa menit.

Menyeimbangkan Dua Dunia

"Jian, rasanya tubuhku ingin terbelah!" keluh Meiling saat gravitasi mendadak berubah arah. Ia harus berpegangan kuat pada akar pohon agar tidak melayang jatuh ke langit.

Wang Jian segera beraksi. Ia menggunakan teknik Gaya Berat-nya untuk mengunci berat tubuhnya sendiri ke tanah. Kemudian, ia merangkul pinggang Meiling, menyalurkan sebagian energinya untuk menjaga agar Meiling tetap stabil.

"Tetaplah dekat denganku, Meiling. Gunakan pil penahan gravitasi yang kau buat tadi," perintah Jian.

Mereka berjalan perlahan, melompati dahan-dahan pohon yang tumbuh melintang secara horizontal. Di hutan ini, Jian belajar bahwa kekuatan bukan hanya tentang seberapa besar beban yang bisa kau angkat, tapi seberapa cepat kau bisa beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang ekstrem.

Serangan Monster Gravitasi: Kera Lengan Baja

Di tengah hutan, mereka dihadang oleh sekelompok Kera Lengan Baja, monster Peringkat 2 yang telah beradaptasi dengan gravitasi ganda. Lengan mereka sangat panjang dan kuat, memungkinkan mereka untuk berayun di antara dua gravitasi dengan sangat lincah.

"Meiling, cari tempat berlindung! Aku akan menangani mereka!"

Jian mengayunkan tombak hitamnya. Setiap ayunan menciptakan tekanan udara yang mampu mematahkan tulang kera-kera tersebut. Namun, jumlah mereka terlalu banyak. Satu kera berhasil melompat ke punggung Jian, mencoba mencekiknya.

"Gaya Berat: Lonjakan Massa!"

Seketika, berat tubuh Jian meningkat menjadi lima ratus kilogram. Kera yang ada di punggungnya tidak siap menghadapi perubahan beban yang mendadak itu dan jatuh ke tanah, hancur oleh beratnya sendiri dan berat Jian yang menimpanya.

Meiling tidak tinggal diam. Dari balik pohon, ia melemparkan Bom Bubuk Tidur yang telah ia campur dengan esensi lumut kristal. Bubuk tersebut menyebar dengan cepat berkat bantuan hembusan angin dari Jian. Satu per satu, kera-kera itu jatuh tertidur.

Percakapan di Tepi Sungai Terbalik

Setelah berhasil melewati kawanan kera, mereka sampai di tepi Sungai Terbalik, di mana airnya mengalir dari bawah ke atas menuju puncak gunung. Pemandangan ini begitu indah sekaligus aneh.

Mereka berhenti sejenak untuk beristirahat. Meiling menatap Jian dengan tatapan serius. "Jian, kenapa kau begitu gigih ingin bertemu Long Wei? Bukankah dengan kekuatanmu sekarang, kau sudah bisa hidup makmur di kota mana pun di Benua Tengah?"

Wang Jian menatap sungai yang mengalir ke atas. "Dulu, aku dianggap sampah. Aku ingin membuktikan bahwa 'sampah' ini bisa melampaui mereka yang mengaku jenius. Tapi sekarang... ini lebih dari itu. Aku merasakan tanggung jawab. Darah Wang Tian dan Sui Ren di tubuhku memanggilku untuk memperbaiki dunia yang sudah mulai rusak oleh keserakahan klan-klan besar."

Meiling mengangguk pelan. "Aku mengerti. Itulah sebabnya aku akan terus bersamamu. Karena dunia ini memang butuh seseorang yang bisa mengendalikan angin perubahan."

Mendekati Istana Emas

Saat mereka melanjutkan perjalanan, tekanan aura dari pusat lembah semakin terasa. Naga-naga yang tadinya terbang tinggi kini mulai turun, berputar-putar di atas kepala mereka. Namun, naga-naga itu tidak menyerang; mereka seolah-olah sedang mengamati apakah kedua manusia ini layak untuk menghadap sang penguasa lembah.

Di kejauhan, mereka melihat Long Xin berdiri di depan gerbang istana emas, luka di lehernya sudah dibalut oleh energi emas. Ia menatap Jian dengan tatapan menantang, namun kali ini ada rasa hormat di matanya.

"Akhirnya kalian sampai juga," gumam Long Xin.

Wang Jian menarik napas panjang. Ia menggenggam tangan Meiling, memberinya kekuatan. "Mari kita temui legenda itu."

Pintu istana emas terbuka lebar, memancarkan cahaya yang menyilaukan. Wang Jian dan Lin Meiling melangkah masuk, siap untuk menutup babak petualangan luar mereka dan memulai babak baru sebagai murid dari Sang Naga Sejati, Long Wei.

Status di Akhir Bab 8 :

 * Wang Jian: Ranah Penguatan Tulang Bintang 6 (Mencapai Puncak).

 * Lin Meiling: Rekan Setia (Mulai menguasai Alkimia Gravitasi).

 * Lokasi: Gerbang Istana Emas Long Wei.

 * Hubungan: Kepercayaan mutlak antara Jian dan Meiling.

1
evelyn Syaquita
new saga
adalah bacaan wajib bagi penggemar genre kultivasi yang mencari cerita dengan kedalaman emosional dan aksi yang memukau. Meskipun memiliki beberapa kiasan (tropes) klasik genre Xianxia, eksekusinya tetap terasa segar dan membuat ketagihan.
evelyn Syaquita
Tahapan dari Qi Condensation hingga [Tahap Tertinggi] dijelaskan dengan detail yang memuaskan, membuat pembaca ikut merasakan jerih payah sang protagonis dalam bermeditasi dan menerjang kesengsaraan langit (Heavenly Tribulation).😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!