NovelToon NovelToon
Pendekar API Dan ES

Pendekar API Dan ES

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:28.6k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Terlahir dengan dua elemen sekaligus, Yan Bingchen justru harus menanggung kutukan yang membuatnya kesulitan mengendalikan kekuatannya sendiri.

Dianggap berbahaya bahkan oleh keluarganya, ia tumbuh dalam kesepian dan penolakan sejak kecil.

Namun, ketika kesedihan dan amarahnya mencapai puncak, Yan Bingchen memilih meninggalkan klannya. Pada saat itulah, kekuatan sejatinya akhirnya bangkit sepenuhnya.

Kini, di dunia yang memandangnya sebagai ancaman, mampukah ia membuktikan bahwa dirinya bukanlah bencana … melainkan calon yang akan berdiri di puncak kekuatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Serigala Arwam Kelam

Sepasang mata merah itu perlahan maju, menyingkap sesosok predator yang mengerikan dari balik bayang-bayang pohon pinus.

Itu adalah seekor Serigala Arwah Kelam, binatang buas yang kekuatannya setara dengan Ranah Pengumpulan Qi tingkat lanjut.

Bulunya yang hitam legam tampak berdiri seperti jarum, dan dari sela taringnya yang meneteskan air liur, keluar hawa busuk yang membekukan dedaunan di sekitarnya.

​Yan Bingchen tidak bergerak satu inci pun. Ia melirik Mo Ran yang masih mendengkur, sama sekali tidak menyadari maut sedang mengintai di depan hidungnya.

​Grrr ...

​Serigala itu merendahkan tubuhnya, otot-otot kakinya menegang siap untuk menerjang.

​Wush!

​Dalam sekejap mata, binatang itu melesat bagai anak panah hitam. Namun, Yan Bingchen jauh lebih cepat.

Tanpa berdiri, ia memutar tubuhnya dan menghantamkan telapak tangan kanannya ke udara.

​BOOM!

​Semburan api merah menyambar moncong serigala itu, memaksanya berbelok di udara.

Serigala itu mendarat dengan tangkas, namun bulu di bagian wajahnya sudah hangus. Ia menggeram lebih keras, merasa terhina oleh manusia di depannya.

​Yan Bingchen bangkit berdiri dengan tenang. Ia tidak menggunakan pedangnya.

Tangan kirinya mulai memancarkan uap putih yang sangat dingin, sementara tangan kanannya membara.

Meski ia hanya menguasai teknik dasar dari masa lalunya, pemahamannya tentang dualitas elemen ini sudah melampaui rata-rata pendekar biasa.

​Serigala itu menerjang lagi, kali ini dengan kecepatan ganda. Ia melompat tinggi, mengincar leher Yan Bingchen.

​Sret!

​Yan Bingchen bergeser sedikit, membiarkan cakar serigala itu hanya melewati jubahnya. Pada saat yang sama, ia mencengkeram leher binatang itu dengan tangan kirinya yang berselimut es.

​Krak!

​Suara es yang membeku terdengar seketika. Leher serigala itu mulai tertutup lapisan kristal biru yang kaku.

Binatang itu meronta, mencoba menggigit tangan Yan Bingchen, namun tangan kanan Yan Bingchen yang membara sudah mendarat di perutnya.

​Bugh!

​Ledakan energi panas itu mementalkan sang serigala hingga menghantam pohon besar. Pohon itu bergetar hebat, merontokkan salju dan dedaunan kering.

Serigala itu terkapar, mencoba bangkit namun kakinya gemetar. Hawa dingin telah masuk ke sumsum tulangnya, sementara api telah mengacaukan aliran energinya.

​Yan Bingchen berjalan mendekat. Ia tidak membunuhnya.

Sebaliknya, ia melepaskan sedikit tekanan Qi yang sangat dominan—campuran antara panas yang menekan dan dingin yang menusuk.

​"Kau punya dua pilihan," ujar Yan Bingchen dengan suara rendah yang sangat mengintimidasi. "Mati di sini, atau patuh padaku."

​Serigala itu, yang memiliki kecerdasan dasar, menundukkan kepalanya dalam-dalam ke tanah.

Ekornya terselip di antara kaki belakangnya. Ia mengakui kekalahan mutlak. Predator itu kini telah kehilangan harga dirinya di depan seorang manusia.

​"Bagus. Cari makanan di hutan ini. Kelinci, rusa, apa pun yang bisa dimakan. Jangan kembali dengan tangan kosong."

​Serigala itu segera bangkit, meski gerakannya sedikit kaku karena sisa es di lehernya, dan melesat menghilang ke dalam kegelapan hutan.

​Beberapa jam kemudian, saat fajar mulai menyingsing di ufuk timur, Mo Ran menggeliat dan membuka matanya. Ia mengucek mata, lalu menjerit kaget saat melihat pemandangan di depannya.

​"HUWAA! ANJING HITAM BESAR!" Mo Ran melompat mundur hingga terjatuh dari batang pohon tumbang.

​Di depan mereka, serigala hitam raksasa itu duduk dengan patuh, lidahnya terjulur seperti anjing rumahan yang jinak.

Di depannya bertumpuk tiga ekor kelinci hutan yang gemuk dan seekor rusa kecil yang sudah mati.

​Yan Bingchen sedang duduk santai sambil membersihkan belatinya. "Itu bukan anjing, Mo Ran. Itu babu baru kita."

​Mo Ran mengerjap-ngerjap, menatap serigala itu, lalu menatap Yan Bingchen dengan mulut ternganga. "Kau ... kau menjinakkan monster ini hanya dalam satu malam?! Kak Bingchen, kau benar-benar gila! Aku pikir kau hanya pendekar, ternyata kau juga pawang binatang!"

​Mo Ran mendekat dengan ragu-ragu, mencoba menyentuh bulu serigala itu. Serigala itu menggeram pelan, membuat Mo Ran melompat mundur lagi.

​"Jangan galak-galak, Gukguk! Aku ini teman bosmu!" Mo Ran tertawa, lalu menoleh ke Yan Bingchen dengan wajah berbinar. "Wah, kalau begini kita tidak perlu susah payah berburu atau mencuri lagi. Kita punya mesin pencari makanan otomatis!"

​Yan Bingchen hanya mendengus tipis. "Bersihkan kelinci-kelinci itu. Kita harus sarapan sebelum melanjutkan latihan."

​"Siap, Bos!" Mo Ran dengan riang mulai mengambil kelinci-kelinci itu, sementara si serigala hitam hanya bisa menatap pasrah, menjadi saksi bisu betapa anehnya duo pengembara yang baru saja ia temui ini.

1
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Uraaa
Ibad Moulay
Lanjutkan. 🔥🔥🔥
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos lanjut terus Thor
Ibad Moulay
Uraa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Abil Amar
iy in kyk dicerita dlegenda pendekar sabit yan bingchen bntu shan luo wktu mau dbnuh ayahny mau rebut kristal leluhurny yg dbnuh yan bingchen ayahnya shan feng
Abil Amar
emmmmmm kyk pernah dengar y klu g slah ceritanya ad dbgian menolong shan luo dlegenda pendekar sabit
Arken: satu Dunia
total 1 replies
Ibad Moulay
Merah
Ibad Moulay
Langit
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Surianto Tiwoel
bantai abis,, mantap Ferguso
Marsahhayati
justru yg tidak waras adalah orang yg apa adanya.,👍
Ibad Moulay
Pedang Darah
Ibad Moulay
Sekte
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Uraaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!