IG Author @Arumpicill_94
Follow yaaa
Novel ini hanya diterbitkan di noveltoon ya, jika ada yang menemukan kesamaan itu PLAGIAT !!!!
Berawal dari perjanjian perjodohan antara kedua orang tua mereka, mempertemukan Rere si gadis tomboy yg sering berkelakuan konyol dan kocak dengan seorang CEO tampan Deven Williyam Kiel yg terkenal jutek dan super dingin
Keseruan cerita mereka dimulai saat sering nya Deven memarahi karyawannya termasuk Rere karena pekerjaan yang tidak sesuai keinginannya, Namun hanya Rere yang berani melawan bahkan sering membalas mengerjainya, membuatnya semakin kesal
Perjalanan cinta yang romantis dan seru mewarnai kisah mereka,,membuat Deven yang selalu bersikap jutek akhirnya jatuh cinta dan bucin akut pada gadis itu
Penasaran kaaaannn....!!!!
Ikuti keseruan mereka ya....
Happy Reading...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArumPrysillya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 08
Malam ini Rere memberanikan diri mencari Deven kerumahnya,, setelah meminta alamat rumah Deven dari Om Hendro,,Rere bergegas membawa motor ninja nya menuju kerumah megah Tian Williyam Kiel.
" Maaf permisi pak apa saya boleh masuk???" Rere meminta ijin pada penjaga gerbang
Seorang satpam dgn pakaian kebesarannya menghapiri Rere.
" Cari siapa neng???" tanya satpam itu
" Saya Rere pak,,saya karyawan pak Deven,,bagian marketing,,..." Rere memperkenalkan diri.
Satpam itu langsung membuka gerbang yg menjulang tinggi.
" Masuk neng,,pak Deven di dalam..." satpam mempersilahkan Rere masuk
" Makasih pak,,oya motor saya parkir dimana ya???" tanya Rere
" Taruh sini aja biar nanti saya parkir kan.."
Rere memberikan kunci motornya lalu bergegas masuk kerumah Deven.
Rere begitu takjub,,Rumah yg megah dan mewah,pelataran yg luas,, diluar saja ada 2 satpam dan 2 penjaga pintu masuk,, ada 2 tukang kebun yg tengah sibuk merapikan dan memberesi taman. Dan entah ada berapa Art dirumah sebesar itu.
"wahhh pantesan pak Deven sangat berkuasa,, se kaya ini dia..." gumam Rere sambil masuk kedalam rumah.
" Cari siapa non???" tanya seorang laki laki berbadan kekar memakai kaos hitam dan celana hitam didepan pintu.
" Saya Rere pak karyawan pak Deven bagian marketing,, ada perlu memberikan berkas..." Rere mencari alasan
" Ohh silahkan masuk..."
Rere tersenyum lega,,tidak begitu sulit masuk dirumah dgn penjagaan ketat itu.
Sampai didalam rumah Rere kebingungan,,
"gimana caranya nyari si boss jutek itu,,kamarnya banyak banget..." ucap Rere lirih.
Pak Williyam mengamati ruang tamu lewat cctv yg terpasang diponselnya,,di lihat ada seorang perempuan yg tengah berdiri mematung di dekat sofa,,wajahnya seperti dikenalinya.
"Rere....!!!" pak Williyam menyapa Rere
" Om..." Rere menyalami om Williyam,,
" Tumben kamu datang ke rumah om???"
" Iya om maaf,, Rere nggak punya nomer pak boss jadi kebingungan,,tadi aja minta alamat sama om Hendro..."
" Ada apa nyari Deven...???" Om Williyam terheran,, baru kali ini ada karyawan yg datang mencari anaknya.,,apa mungkin soal perjodohan??? pikir pak Williyam
" Nggak apa apa om,, hanya ada sedikit urusan..." sahut Rere asal
" Urusan??? bukan urusan kantor kan???" selidik pak Williyam
" sepertinya kalian sudah mulai akrab..."
Rere tercekat,, rasanya pipinya merona menahan malu,, bodoh sekali dia harus datang nyamperin Deven sampai kerumahnya,, tapi bagaimana lagi sudah terlanjur datang kerumah nya.
Rere hanya cengengesan
Om Williyam tersenyum lebar.
" Dev diatas dikamar mama nya,,naik lah di kamar no 2 setelah tangga..." Om Williyam memberi instruksi,,Rere mengangguk dan langsung menaiki tangga
thook thookkk...
Rere mengetuk pintu kamar pelan,,, tapi tak ada sahutan
" Permisi..."
Treak Rere lagi,, tetap tidak ada sahutan,, Rere memberanikan diri masuk ke kamar itu,, terlihat seorang wanita paruh baya sedang duduk diam di kursi roda,,wajahnya terlihat sendu,,
Wanita itu menoleh ke arah Rere,,membuat Rere gugup
" Maaf tante,,saya Rere...." Entah kenapa Rere sama sekali tdk merasa canggung,,mungkin dia berfikir krn dia sudah dijodohkan dgn Deven,, Perempuan itu tetap diam.
Rere mencium tangan nya pelan
" saya Rere tante... em... anaknya pak Hanung..." Rere kembali berujar
Tiba tiba senyum di bibir wanita itu tergambar ,,senyum yg begitu manis
Rere ikut tersenyum.
" Apa Dev mengajakmu kemari???" tanya wanita itu girang,,
" Aaaa tidak tante,, Rere sengaja kesini..."
"Betulkah??? aku senang sekali,, sini nak mendekat..." Rere mendekat duduk di pinggir ranjang tepat didepan wanita itu.
" Panggil saja mama yah..." pinta wanita itu pelan,, Rere mengangguk.
" Kamu cantik sekali,, Dev pasti sudah jatuh hati padamu..." puji mama
Rere seolah ingin protes
" Boro boro naksir nglirik aja nggak" gerutu Rere dlm hati
" Ayah mu dan daddy Williyam berteman akrab sejak muda,,ayahmu juga sering membantu kami dulu,,namun saat ayahmu mulai sakit kami tdk bisa menjenguk karena kami masih diluar negri..." Cerita Mama,,
Rere kembali tersenyum seolah ditepisnya bayangan kesedihan tentang ayahnya.
" Kamu bersedia kan menikah dgn Dev???" tanya mama penuh harap
Kali ini Rere terdiam,,dia sendiri belum tau pasti apa yg ia rasakan.
" Mom..." sebuah panggilan membuyarkan pikiran Rere,, Deven menyembul dari balik pintu,,menatap Rere kaget
" Elu.. ngapain disini???" tanya Deven cuek
" Dev... kok nanya nya gitu sihh..." protes mama
" Hai pak Dev aku ada perlu..." Rere menarik tangan Deven keluar kamar
" Mama permisi bentar ya..." Rere mohon pamit,,mama hanya tersenyum sambil menggeleng
Rere membawa Dev ke balkon belakang rumah
" Why...????" tanya Deven sambil ngibasin tangan Rere
" Jawab jujur...!!!" Rere berujar dgn nada menekan, matanya menatap Deven focus
" Jauh jauh gua nyamperin pak boss kesini mau menanyakan hal penting"
Deven mencibir sambil tersenyum tipis
" Bilang aja elu pengen ketemu gua kan???" cibir Deven
" Gua serius...." pekik Rere
" Oke,, apa yg mau elu sampaiin??? mau ngebatalin perjodohan kita??? wah thank you so much,, itu yg emang gua mau..."
Entah kenapa mendengar omongan Dev barusan Rere merasa kecewa,,matanya yg semula berbinar berubah sendu,,wajahnya merengut,,sejenak Rere terdiam
" Kok diem....????" Tanya Deven setelah beberapa saat
" Nggak jadi...!!!" Jawab Rere sambil pergi,,
Deven refleks menarik tangan Rere,,membuat tubuhnya terpelanting jatuh dipelukan nya.Mata mereka kembali bertemu,, dan seperti tersengat listrik berjuta juta watth tubuh Rere gemetar saat berada dipelukan Deven,,jantungnya berdetak tak karuan.Deven membiarkan tubuh Rere menempel hangat ditubuhnya.
" eheemmmm"
Sebuah Deheman membuyarkan mereka,,Rupanya pak Williyam sudah berdiri di belakang mereka sambil tersenyum penuh arti,, Rere langsung mendorong tubuh Deven dan beringsut menjauh,
" Daddy ganggu ya...???" goda daddy Williyam
Rere dan Deven terlihat gugup
" Maaf om ini nggak seperti yg om bayangin..." Rere berusaha memblokir tatapan pak Williyam,,lalu memukul bahu Deven
" elu si Rese...!!!!" umpatnya.
" Nggak papa,, om seneng kalo kalian sudah mulai akrab..."
Rere melengos
" Ohh ya daddy kesini cuman mau ngajak kalian makan bersama,,daddy tunggu dibawah ya..." daddy berlalu meninggalkan mereka sambil melempar senyuman,,Rere menepuk jidat,,
" Katakan apa maumu datang kesini..." kali ini ucapan Deven kembali dingin,,Rere melirik Deven kesal.
" Kalo boss emang nggak setuju dgn perjodohan ini,,kenapa boss harus Cerita ke Candy soal cincin ini..." Rere membelalak sambil menuding cincin dijari Deven
Deven terdiam sejenak
" Aku sama sekali tdk menyampaikan apapun,,Candy aja yg kepo,,cincin orang di ribetin.." sahut Deven santai
Rere makin merajuk,,meninggalkan Deven begitu saja
"kenapa harus gua yg dimarahin kalo Candy yg kepo,, malam malam datang kesini cuman mau nanyain itu....konyol...." gerutu Deven pelan
Bersambung~
Ikuti terus Cerita Rere Dan Deven ya Readers
***♥️***
cape dch
jgn ber tele2 lah alur ceritanya..
maaf cm masukan .. btw ttp semangatt thorrr