NovelToon NovelToon
Menikahi Bos Mantanku

Menikahi Bos Mantanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:35k
Nilai: 5
Nama Author: Me Akikaze

"Apakah kamu sudah menikah?" tanya Wira, teman satu kantor Binar. Seketika pertanyaan itu membuatnya terdiam beberapa saat. Di sana ada suaminya, Tama. Tama hanya terdiam sambil menikmati minumannya.

"Suamiku sudah meninggal," jawab Binar dengan santainya. Seketika Tama menatap lurus ke arah Binar. Tidak menyangka jika wanita itu akan mengatakan hal demikian, tapi tidak ada protes darinya. Dia tetap tenang meskipun dinyatakan meninggal oleh Binar, yang masih berstatus istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Akikaze, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dearest

"Hati-hati ma" Binar melambaikan tangan saat taksi membawa mamanya kembali menuju bandara. Ibu mertuanya kekeh tidak mau diantar hingga ke bandara. Ada rasa lega saat Ibu mertuanya pulang, tapi banyak luka yang ditinggalkan. Binar merasa menjadi tidak berharga saat ini. Dengan ocehan dan juga rasa tidak puas mertuanya.

Binar hendak mengunci pintu pagarnya, lewatlah salah satu tetangga kompleknya yang juga teman arisan bulanannya.

"Eh Bi, sudah balik ya Ibu mertuanya?" tanya perempuan itu sambil celingukan, takutnya ada yang mendengar, terutama yang sedang dibicarakan.

"Sudah bu, kenapa?" tanya Binar.

"Ih kamu kok betah sih punya mertua julid begitu, iiihhhh kalau aku mah udah aku buang ke laut, julitnya luar biasa. Kemarin sempat ketemu, ngobrol sebentar, idih...isinya cuma menjelekkan kamu selama ini"

Binar membulatkan mata, apakah dia harus percaya pada ibu yang ada di depannya ini atau tidak, secera ibu ini suka ghibah di kompleknya.

"Mama baik kok bu,"

"Kamu masih belain mertua kamu, terbuat dari apa hati kamu Binar..." Ibu itu nampak menatap Binar dengan tatapan kasihan. "Baik bener kamu,"

Binar kembali tersenyum, menutupi rasa lelahnya.

"Kamu baik-baik ya Binar...semoga mertua kamu nggak jahat lagi sama kamu," ungkapnya lagi. "Ya sudah, Ibu mau pulang dulu, habis dari warung beli ini" orang tersebut menenteng detergen beberapa bungkus.

"Iya bu" jawab Binar.

Kalimat demi kalimat yang dia dengar tidak dia cerna semuanya, dia masih menggunakan logikanya. Binar masuk ke dalam rumah, kembali membuka laptopnya. Mencoba megaply beberapa lowongan yang sekiranya masuk ke dalam kemampuannya.

Binar membuka laman pesan, baru teringat jika dia semalam tadi diam-diam menautkan pesan dari ponsel Tama. Binar membuka perlahan pesan yang masuk di ponsel Tama.

Binar membaca satu per satu, tidak ada yang aneh. Namun ada satu pesan yang akhirnya dia temukan. Dengan sebuah nama "Dearest". Di mana banyak berisi chat mesra. Binar membaca satu persatu, kalimat demi kalimat dari atas yang seolah tak ada ujungnya. Hatinya terasa ingin meledak, panas dadanya tidak bisa dipungkiri. Air mata di pelupuk matanya sudah berkumpul dan siap jatuh ke pipinya. Binar masih bisa menahannya. Semakin dia membaca, tulisan itu semakin menyesakkan, seolah dia dihimpit oleh bangunan besar, terasa sedang disayat-sayat dengan sesuatu yang amat tajam.

Binar terdiam setelah melihat semuanya, dia tidak tahu siapa perempuan itu. Yang pasti Tama sudah sangat jatuh cinta pada perempuan itu, mungkin saja dia lebih cantik darinya, dan yang dia tahu perempuan itu juga bekerja. Binar kembali mengecek pesan yang masuk.

"Sampai jumpa besok di kantor"

Dari pesan tersebut dia tahu jika perempuan itu satu kantor dengan suaminya. Binar menutup layar laptopnya, menunduk sejenak, kedua tangannya memijat kepalanya. Terasa sakit, terasa ingin meledak. Tangisan tidak jadi tumpah, entah dia mulai mati rasa meskipun belum tahu kebenarannya seperti apa.

Binar menunggu suaminya pulang, dia duduk di ruang keluarga sambil memperhatikan layar televisi, meskipun sama sekali tidak ada acara yang menarik baginya. Dia melirik jam dinding, menunjukkan pukul 11 malam. Ini adalah pertama kalinya Tama kembali pulang malam, setelah mamanya tidak di rumah ini.

Binar masih menunggunya dengan sabar.

Terdengar suara mobil memasuki garasi rumahnya, Binar memastikan jika memang itu adalah Tama. Terdengar suara seseorang membuka kunci rumah, lalu terdengar suara gesekan sepatu dan lantai.

"Kamu belum tidur Bi?" tanya Tama setengah terkejut Binar berada di ruangan tersebut dalam keadaan lampu gelap.

"Aku menunggumu mas, apa kamu mau minum kopi dulu sebelum mandi?"

"Sudah terlalu larut, aku mau tidur," Tama masuk ke dalam kamar. Binar mematikan televisi dan mengikuti Tama masuk ke dalam kamar. Seperti biasa, Binar mengambil semua pakaian kotor yang ditanggalkan Tama, lalu menaruhnya ke tempat cucian.

Binar kembali masuk kamar, mendapati suaminya sudah berbaring di ranjang dengan selimut menyelimuti tubuhnya. Binar duduk di sampingnya, menatap punggung suaminya.

"Aku sudah apply lamaran kerja, dan mungkin beberapa hari lagi akan wawancara,"

Tama membalikkan badan, menatap istrinya serius.

"Kalau itu inginmu, nggak apa-apa" jawab Tama dingin.

"Mas..."

"Apa?"

"Nggak apa-apa, tidurlah...sudah larut" jawab Binar. Kedua kakinya naik ke atas ranjang dan merapatkan selimut ke tubuhnya. Lalu mencoba tidur.

Binar menyelidiki di mana perempuan itu bekerja, Binar mencari lowongan pekerjaan yang ada di kantor yang sama. Berasa mendapatkan keberuntungan, ada lowongan di perusahaan yang sama. Dia berdoa dengan sangat semoga perusahaan itu berjodoh dengannya. Agar dia bisa mencari tahu siapa perempuan itu.

1
Indriani Kartini
lanjut thor
sunaryati jarum
Akhirnya setelah sekian lama up juga.Terima kasih,Tamu benar-benar benar serakah dan tidak tahu diri.Setelsh ketahuan pengkhiatan pada perusahaan tempat bekerja,ini ingin menguasai perusahaan Helena.Aka jadi perseteruan yang seru.
Me Akikaze: aaa... makasih lho masih ditunggu. iya kakak.... ini author masyaAllah sekali kerjaan di dunia nyata. hihi
total 1 replies
sunaryati jarum
Ini mau lanjut ndak, Thoor .kok lama belum up
sunaryati jarum
Ujian menjelang pernikahan biasanya pertanda kebahagiaan akan datang
Sunaryati
Binar sesuatu yang baik dan dapat banyak rintangan di perjalanan akan meraih kebahagiaan selanjutnya.Jangan bimbang dan ragu,percayakan dan beri dukungan pada Aksa agar segera dapat mengatasi masalah perusahaan yang dibuat Tama.Dengan kerja sama dengan Hanzen yang tahu dan mempunyai bukti pengkhianatan Tama,dan tak akan terseret tok kau juga tidak tahu Nak Binar
Sunaryati
Jangan khawatir Binar Aksa akan melindungi mu.Kebenaran pasti terungkap.
Sunaryati
Kenapa kamu harus memikirkan Tama, biarkan toh dia sudah sengaja, dan menggelapkan dana perusahaan juga, karena berniat mendirikan perusahaan sendiri. Ingin hati menghancurkan Aksa malah hancur berkeping-keping. Membuang o
istri yang setia malah mungut perempuan busuk. 🤣🤣🤣🤭 Bagaimana ya reaksi ibumu yang menghina dan memfitnah Binar dan orang tuanya, ternyata anaknya selain pengkhianat di dalam rumah tangganya juga pengkhianat di perusahaan yang memberinya nafkah. Penjara menantimu, Tama
Sunaryati
Emak selalu tunggu tapi jangan kelamaan, entar lupa alurnya, maklum nenek- nenek. Cerita ini emak suka jangan putus fi tengah jalan. Karmamu otw bukan dari balasan Binar tapi pikiran dan tindakan kamu sendiri yang mengkhianati perusahaan. Ingat bukan kamu yang hancur, mungkin perusahaan Helena sebentar lagi juga akan dihancurkan. Agar kau tidak bisa berlindung di manapun, kecuali PENJARA!!! 🤣🤣🤣✋✋🤭
Sunaryati
Mana upnya Thoor 🙏🙏🙏 jangan putus tengah jalan
Sunaryati
Kamu itu sudah salah dan masuk jebakan Hansen. Tama- Tama kamu tidak merasa ya, jika Hanzen menarik kamu ke dalam jurang kehancuran karirmu, untuk menghancurkan hubungan kamu dengan Helena istrimu yang mengandung anak Hansen
Sunaryati
Tama - Tama selain mengkhianati istri kau juga mengkhianati perusahaan yang telah memberi kehidupan kamu dn ibumu. Karena tindakan kamu kamu pun dibodohi istri barumu. Segera menikah Binar dan Nak Aksa. Kemudian tangkap Tama. Suruh mengembalikan uang perusahaan yang dirugikan dan penjarakan. Emak tak sabar menunggu kehancuran Tama dan Ibunya.
Sunaryati
Kamu ternyata selain bodoh juga berhati kotor, selain jadi pengkhianat di rumah tanggamu juga jadi pengkhianat perusahaan. Kamu akan mendapatkan karma dari tanganmu sendiri. Hanzen Sepak terjang Tama selalu diawasi maka keterlibatan kamu juga diketahui Aksa
Sunaryati
Upnya jangan lama- lama Thoor
Sunaryati
Ternyata kamu siap masuk penjara Tama, jangan kau kira Tuan Aksa tidak tahu, beliau hanya ingin kau digiring masuk jebakan, dan hap tinggal tangkap serahkan polisi.
✋✋✋ emak suka ini Tama tahu hasil lab bahwa dia yang akan tidak bisa memberi anak, kamu mengawasi untuk mengetahui lelaki yang menanam benih fi rahimnya, kau pun diawasi orang kepercayaan Aksa untuk menambah bukti pengkhianatan kamu
Sunaryati
Ingat Tama, kau berani khianat di mana tempat kau memperoleh penghasilan bukan hanya kamu yang hancur tapi perusahaan yang kau bantu juga akan dihancurkan, jika itu perusahaan Helena, bersiaplah jadi gembel. Emak akan bertepuk tangan.
Dilla Fadilla
Thor kapan karmanya Tama 😡
Sunaryati
Ya kalau malu berarti Anda masih waras Ny Ratih yang selingkuh anakmu kok ngelabrak Binar dan besan. Segera menikah dan punya anak, Nak Aksa dan Binar. Emak berharap Hanzen berdebat dengan Helena soal anak yang dikandung Helena, dan Tama mendengarkan
Dilla Fadilla
detik detik kehancuran Tama plus Helena karma otw😡💪
Sunaryati
Semoga keluarga yang sakit segera sembuh pulih sedia kala, Thoor🙏💪
Sunaryati
Duh drama Helena, kamu itu hanya takut ditinggalkan Bima, itu sepertinya akan terjadi bila uang tutup mulut untuk Hansen berhenti. Emak harap setelah pernikahan Nak Aksa dengan Binar, kebenaran tentang kandungan Helena terbongkar, agar tidak merasa di atas angin.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!