NovelToon NovelToon
The Invincible Hero : Reincarnation

The Invincible Hero : Reincarnation

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / Isekai / Barat / Tamat
Popularitas:220.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: Arya Atmareja

"Akan ku gunakan kekuatanku untuk melindungi orang-orang. Meskipun aku harus meminjam kekuatan dari iblis sekalipun."



Bercerita tentang seorang yang menjalani reinkarnasi disebuah dunia fantasi dimana sihir, legenda, dan mahluk mitologi adalah sebuah hal yang biasa ditemui sehari-hari.

Dengan harapan menjalani kehidupan yang aman dan nyaman, ia menjalani hari sebagai pahlawan tanpa tanding, seseorang yang "tak terkalahkan".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arya Atmareja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#8 Upacara | Kekuatan | Keluarga

Dengan ini petualangan ku di ibu kota akan dimulai. apa pun yang akan terjadi nanti padaku, aku yakin aku akan baik-baik saja.

***

Perjalanan pulang

Di beberapa sudut desa para warga masih berbisik-bisik tentang kejadian tadi siang. Aku tahu itu. Hal tersebut tidak akan dengan begitu mudah hilang begitu saja.

Bahkan ketika kami dalam perjalanan pulang, banyak tatapan aneh mengikuti kami. Namun aku yakin semua akan menjadi baik ketika mereka tahu jika aku menjadi murid sang imam.

Dari kejauhan tampak tiga sosok yang sangat kami kenal dengan sangat baik. Ya, itu adalah keluarga Rousell. Windy yang menatapku dengan khawatir berlari ke arahku ketika pandangan mata kami bertemu.

Tap, sebuah tubuh hinggap padaku, terasa lembut, harum dan hangat. Windy berlari kemudian menangkap ku dengan pelukannya. Tak ada kata-kata, hanya pelukan. Aku paham dengan yang dirasakan nya, meskipun awalnya aku sangat malu. Namun aku ingin menghargai perasaannya, aku pun mengelus rambutnya dan mengatakan baik-baik saja.

"Tidak apa-apa, tenanglah, aku baik-baik saja."

Perlahan dia melepaskan pelukannya dengan wajah yang sedikit memerah.

Hal ini tentu akan menjadi kesempatan yang baik bagi ibuku untuk menyiksaku dengan celotehnya, tentu saja.

"Aaahhh,,, seperti sepasang kekasih yang sudah lama tidak bertemu. Mengharukan."

"Ibuuuu."

Aku berteriak kecil

Kemudian keempat orang tua kami tertawa bersama.

"Kalian tidak apa-apa?"

Paman Owen bertanya pada kami.

"Yah, kami baik-baik saja."

Ayahku menjawab Paman Owen.

***

Di rumah keluarga kami

Dua keluarga berkumpul, keluarga kami dan keluarga Windy. Di tengah ruangan yang tak terlalu besar kami duduk berbaris di atas kursi kayu yang terlihat sudah tua. Keluarga kami di sisi ini dan keluarga Windy di sisi lainnya.

Bibi Linda sebelumnya membantu bersama windy untuk menyiapkan makanan diatas meja kami. Tentu mata ibuku berbinar melihat Windy membantu. Dan sudah jelas, kata-kata nya yang menggoda Windy meluncur dari mulutnya dengan riang. "Kau sudah pantas menjadi seorang istri", "windy pasti jadi istri yang baik" atau "serasa dibantu menantu" meluncur deras meninggalkan aku dan Windy yang menahan rasa malu.

Yaah, bukannya aku tidak bersedia menikahinya suatu saat nanti.

Dimeja para lelaki berbincang-bincang ringan. Tapi pada akhirnya, entah mengapa perbincangan mengarah pada cerita aku yang memiliki anak dari Windy. Aaahhh sungguh memalukan. Rasanya aku ingin pergi saja dari sini.

Acara berlanjut dengan makan malam. Setelahnya perbincangan serius nampaknya akan digelar.

"Aahhh lezat sekali. Masakan kalian memang selalu selezat ini."

Paman Owen membuka percakapan setelah makan malam ini.

"Ini semua berkat Windy lho."

Ibuku tentu saja akan mengatakannya. Sementara windy semakin memerah wajahnya.

"Ah tidak, aku hanya membantu sedikit."

Semua tertawa, sebuah keadaan keluarga yang hangat. Jika ku ingat-ingat kembali kehidupan ku yang sebelumnya, aku lebih banyak menghabiskan makan sendirian. Kalaupun aku makan diluar, hanya di tempat nya nenek mio. Memakan mie instan cup di depan komputer sambil menonton anime menjadi ritual ku waktu itu.

"Hey Alfred, sebenarnya apa yang terjadi? Apakah kau benar-benar akan merelakan anakmu ini pergi ke ibu kota?" Yaaah itu bukanlah hal yang buruk tentu saja. Namun melihat sifatmu, apakah kau tidak akan kesepian?"

Paman Owen memulai dengan pertanyaan yang sangat berat.

"Sebenarnya, tidak ingin berpisah dengan anakku milo, kau tahu kan kalau kami berdua sangat menyayanginya?"

Paman owen mengangguk.

"Namun kami tidak boleh egois. Kami sadar akan hal itu. Jika kami menolak, mungkin hal-hal buruk akan menimpa Milo. Jadi ini adalah pilihan terbaik."

Saat ini kulihat ayahku tampak sangat keren. Terlihat berwibawa, yaaah dia memang memiliki darah bangsawan tentunya.

"Aku senang mendengarnya."

Kata Paman Owen lalu mengambil segelas teh di hadapannya

"Lalu bagaimana denganmu Carisa?"

Bibi Linda menatap ibuku.

"Ara,,,aku pasti merindukan Milo ku sayang, tapi aku punya calon menantu disini sekarang. Jadi rasanya aku tidak akan begitu kesepian."

Kemudian melempar senyumannya padaku dan Windy.

Aku sangat yang mendengar kata-kata nya, nampaknya begitu juga dengan Windy. Dasar, ibuku memang menyebalkan. Dan sejak kapan kami berpacaran? Jangan-jangan mereka melakukan pertunangan di belakang kami? Celaka!! Melihat sifat keluarga kami, hal itu sangat mungkin terjadi. Aaahhh memikirkan itu tubuhku menggigil.

"Tapi Milo, apakah kau akan baik-baik saja di ibukota?"

Paman Owen bertanya padaku.

Sepertinya, dia lebih mengkhawatirkan diriku daripada kedua orang tuaku.

"Jangan khawatir, aku akan baik-baik saja. Aku seribu kali lipat lebih kuat daripada beberapa tahun kebelakang."

Aku ingin mereka tenang.

"Syukurlah, aku tahu kamu kuat dan juga baik hati. Itulah sebabnya mengapa kami mempercayakan anak kami padamu."

"Heehhhh???!!!!"

Apakah aku tidak salah dengar??? Sepertinya aku tahu mengarah kemana pembicaraan ini.

"Maafkan kami Milo, Windy, sebenarnya kami belum ingin membicarakan ini. Namun kami memutuskan untuk membicarakan nya sekarang."

Ayahku kembali dengan kewibawaan nya.

Cukup, cukup, aku sudah mengerti. Apa yang aku takutkan ternyata terjadi juga. Mereka benar-benar melakukan nya di belakang kami. Sial!!

"Sebenarnya kami telah sepakat untuk menikahkan kalian."

Akhirnya kata-kata dari paman Owen menjelaskan semuanya. Rasa dingin menjalar di sekujur tubuhku. Bukan artinya aku tidak mau melakukan nya, namun ini terlalu cepat.

Aku memandang Windy, dan sepertinya dia juga merasakan hal yang sama. Namun aku melihat wajahnya dilingkupi kebahagiaan.

"Bagaimana? Apakah kau bersedia Milo? Kalau tidak ibu akan sangat kecewa jika tidak memiliki menantu sebaik Windy."

Aaahhh, pertanyaan jebakan. Kau hanya ingin aku merasa tidak enak untuk menolak. Sebuah pemaksaan terselubung.

Aku termenung sejenak. Aku melemparkan pandangan mata ku terhadap windy, dia tertunduk malu mendengar ucapan ibuku.

Tentu saja aku tidak bisa menolak. Tentu saja aku tidak akan sanggup menyakiti hatinya Windy.

Dengan sedikit terpaksa aku menganggukkan kepala ku. Lalu suara sorakan dari dari paman Owen diikuti ungkapan rasa syukur dari tiga lainnya membahana di ruangan itu.

"Lalu, bagaimana denganmu Windy?" Ayahku melemparkan pertanyaan nya.

Windy tidak bergeming melainkan kepalanya yang semakin menunduk malu.

"Sudah, sudah, kau tidak mengerti sikap seorang anak gadis, tentu saja dia tidak akan sanggup menjawabnya Alfred. Hahahaha."

Paman Owen tertawa setelah mengatakan itu.

Sementara bibi Linda tampak memeluk Windy.

"Jadi sudah diputuskan bukan?"

Bibi Linda menguatkan pendapat.

"Tentu saja!"

Ibuku langsung menjawab.

"Kalau begitu ayo kita rayakan dengan minum-minum."

Paman Alfred berkelakar.

"Ayah, bukannya kau sudah berjanji tidak akan minum-minum lagi?"

Sebuah serangan dilancarkan bibi Linda. Wajahnya mengeluarkan aura yang menakutkan meskipun menampilkan senyuman waktu mengatakan nya.

"Ah iya, maaf."

"Selamat kalin berdua, mulai hari ini kalian resmi bertunangan."

Paman Owen kembali pada keadaan normal nya. Kemudian yang lain juga mengungkapkan selamat kepada kami.

Waktu itu kulihat wajah Windy, dia pun melirik kepadaku lalu melepaskan senyum manis nya. Entah kenapa rasanya malam ini senyumnya begitu indah.

***

Teras rumah.

Kami berdua duduk di teras meninggalkan para orang tua kami yang terus berbincang-bincang di dalam rumah.

Lidahku kelu, aku tidak bisa berkata-kata. Pengalaman ku di dunia sebelum nya hanya berhadapan dengan gadis 2D dari game galge yang kumainkan. Aku belum terlatih menghadapi hal ini.

Aku melirik Windy, seperti nya dia juga mengalami hal yang sama.

"Anuu, malam nya begitu indah yah  bulan nya juga besar."

Aku membuka percakapan. Namun Windy hanya menjawab nya dengan senyum dan mendongakkan kepalanya keatas.

"Heiii, apakah kau tidak apa-apa? Maksudku dengan pertunangan ini?"

"Aku, aku senang. Apakah kau merasa keberatan?"

Dengan tatapan matanya yang tajam dia menekanku dengan pertanyaan ini.

"Tentu saja aku juga senang. Aku senang jika aku bisa terus bisa bersama denganmu di masa depan."

"Tapi,,,tapi kamu besok pergi."

Suaranya berat, dia menahan kesedihannya dalam kata-katanya.

"Yaah begitulah. Tapi aku pasti kembali."

Aku memasang wajah optimis dengan senyuman melingkar di wajah.

"Berjanjilah! berjanjilah kau akan kembali dan menikahiku. Sementara itu aku akan menunggu, tak peduli seberapa lama aku harus menunggu. Akan ku tunggu."

Matanya berkaca-kaca.

"Ya!Aku berjanji."

Kemudian sebuah senyuman tampak merekah. Tak lama kemudian, dia menyandarkan kepalanya di pundakku. Diiringi sebuah ucapan.

"Aku sayang Milo."

"Eh apa?"

"Tidak ada, heheee."

Aku tak mengerti, namun ada perasaan berbunga-bunga di hatiku. Perasaan ini sangat hangat, indah, perasaan yang aneh yang tak pernah ku alami sebelumnya.

Aku tak mengerti apakah ini cinta atau apa, namun aku tahu, Windy adalah orang yang kuinginkan untuk menemaniku di sepanjang perjalanan hidupku. Selama ini, kami telah tumbuh bersama. Aku tahu, aku ingin selalu bersamanya.

Apakah ini cinta ataukah ketergantungan? Entahlah.

1
coco
sungguh kau sangat naif sekali Milo, seharusnya kau sudah bisa bersikap dewasa karna kau sudah mengingat masa lalu mu sebelum reinkarnasi,hahahahah saya sungguh kasihan sekali sama si windy dia menjaga cintanya udah sang MC tapi si MC nya labih hahahahha,mau sangat naif milo
coco
kasian sama si windy,dia yg udah nemenin si MC dari kecil dan dia juga yg duluan tunangan sama si MC ,tapi malah dapet bekas,mcnya udah ngga perjaka hahahahah sangat lucu kali,Windy yg cinta pertama nya ngga dapet apa apa hahahahha,kasian sekali kau Windy di tinggal sama tunangannya,tapi tunangannya malah enak enak kan sama kekasih baru nya hahahaaha
Pendekar New
ternyata mc'nya tolol n o'on..maklum d dunia sebelumnya mc'nya cupu...
Ajan
puas
Habib Joseph
Thor please jangan sama aurelia !
Anomyus
[ Balik lagi yuk, baca karya Author !
Bagi yg suka novel fantasi & romance mampir yuk,,,,
“That Time One Summoned Class In The Another World”
PREMIS:
Mengenai dunia paralel. Mc dibenci oleh Heroine, tapi si Heroine lama-kelamaan suka sama Mc. ]
Raysonic Lans™
selalu
~Fallen•Heart~
terlalu pintar sangat pintar Keren
~Fallen•Heart~
knp Langsung Di skip pagi
~Fallen•Heart~
dah ketebak plotnya pasti Tu cewe jadi istrinya juga
*"_Yinzi06_"*
adeknya mna cok?
Jeffri Hornbill
dah lah malas bacanya poligami Mulu... alasan terpaksalah apalah...
Jeffri Hornbill
ntar.... ini kan dia udah tau kekuatan nya unlimited dan pemikiran nya juga orang dewasa... kenapa masih bego.
Nurul
nyonya apakah anda termasuk shotacon
Nurul
lagi ngambek pasti dia
Nurul
ayahnya Milo terlalu melankolis🤣🤣
Adryan Famz
hahahaha ini yg gua suka kekuatan tanpa batas lanjutkan tor cerita mu membuat darah ku mendidih
Asrianto Anto
kok lama ya upnya, semangat terus thor
Ace: sorri nih mas bro, ane bner2 stuck nih,bdah coba nulis lgi tapi feel nya gk dapet, tapi ini udah mulai kangen lagi nih buat nulis 😊
total 1 replies
Asrianto Anto
lanjut thor
abhank ajha
MC terlalu lemah terhadap perempuan di atur2 trus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!