Murni dan Samsuri beserta ketiga anaknya tinggal di rumah selama bertahun-tahun lamanya tidak pernah tahu kalau ada kamar kosong di rumahnya .
Salah satu anak dari mereka melihat kamar kosong berada di ruang bawah tanah ketika tidak sengaja membuka lemari pakaian di kamarnya saat sedang merapikan pakaiannya .
Kejadian demi kejadian mereka alami setiap malam dan mereka sangat terganggu sehingga setiap malam terjaga .
Apakah yang akan dilakukan satu keluarga tersebut ketika mengetahui adanya kamar kosong di dalam rumahnya ?
Ikuti kisahnya sampai selesai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Kecurigaan Murni
Malam harinya Alif pergi ke rumah teman satu kelas bernama Jali , ia adalah anak dari Rojak dan Miani seorang ketua Rw . Waktu di perjalanan ia melihat seseorang sedang berdiri di pohon mangga yang berada di samping rumahnya . Alif ingin mendekat namun ada keperluan penting dengan Jali jadi ia urungkan niatnya .
"Asalamualaikum,," sapa Alif begitu sampai depan rumah Jali ."Wa'alaikum Salam," jawab seseorang dari dalam berjalan menuju pintu dan membuka . "Masuk , Lif ," Jali mengajak masuk dan mempersilahkan duduk lalu masuk ke dalam mengambil buku .
Keduanya sedang membuat sebuah tugas dari sekolah yang di kerjakan dua orang dan di kumpulkan besok , berhubung Jali yang mempunyai peralatan lengkap tugasnya di kerjakan di rumah Jali .
"Kita buat kerangkanya ambil contohnya yang ini saja ," kata Jali mengambil beberapa bahan dan membuat kerangka , sedangkan Alif mengikuti kelanjutannya .
"Lif , Manaf sudah gak kumat lagi kan !" kata Jali menyelesaikan tugasnya . "Alhamdulillah sudah tidak ada gangguan lagi ," jawab Alif membereskan peralatan miliknya .
"Kamu tidak takut pulang sendirian , sebelah rumahmu kan kebun tuh dan di sebelah rumah mbah Rami juga kebun kata orang-orang kalau malam sering ada penampakan gitu ," kata Jali tidak bermaksud menakuti Alif .
"Aku sering keluar malam pergi ke warung Alhamdulillah tidak pernah melihat penampakan justru suara burung hantu ," jawab Alif jujur . Jali mengangguk paham . Ia berpamitan pulang Jali mengantar sampai di depan warung milik Fikri .
Alif berjalan santai pulang ke rumah , suara burung hantu menjadi teman malam bagi penduduk desa , bukan sebagai sarana apapun atau pertanda apapun karena burung hantu sudah ada sejak dulu walau pun tidak banyak yang memiliki cuma beberapa saja karena mereka menyukai suaranya dan jenis burung itu sendiri .
Alif berhenti tak jauh dari rumahnya orang yang berdiri di samping rumahnya sudah tidak ada , ia melanjutkan perjalanan masuk ke rumah . Terlihat bapak dan ibunya sedang berbincang di ruang televisi sedangkan ke dua adiknya sudah masuk ke kamar .
"Alif , kok malam banget pulangnya memangnya buat tugas apa ?" tanya ibunya melihat Alif melewati mereka . " Membuat prakarya buat di kumpulin besok ," jawab Alif berjalan masuk ke dalam kamar .
"Bu ayo kita masuk kamar katanya mau dipijitin ," ajak Samsuri beranjak dari tempat duduknya . Murni dengan malas mengikuti suaminya menggerutu kesal , ia tahu kemana arah pembicaraan suaminya .
"Ibu jangan cemberut begitu nanti jelek ," kata suaminya bercanda . "Sudah dari dulu jelek memangnya bapak baru tahu ," kata Murni menatap mata suaminya .
"Itu kan menurutmu kalau menurutku kamu itu cantik semakin tua kamu semakin cantik padahal tidak pernah dandan ," Samsuri memuji istrinya yang cantik .
Murni adalah kembang desa , dia adalah perempuan yang banyak disukai oleh pria sewaktu masih gadis namun Murni menolak dengan alasan belum kepikiran untuk menikah namun ketika ia bekerja di pabrik dan kenal Samsuri mereka memutuskan menikah entah karena apa mereka merasa ingin melangsungkan pernikahan padahal umur mereka masih sangat muda .
Begitulah perempuan desa begitu lulus sekolah ada yang langsung menikah ada yang bekerja dulu baru menikah bahkan banyak yang dijodohkan oleh orang tuanya , Murni juga pernah akan dijodohkan oleh kedua orang tuanya namun Murni dengan kekeh menolaknya begitu Samsuri datang melamar ia langsung menerima dengan senang hati kedua orang tuanya pun menerima lamaran Samsuri .
Alif masih terjaga di kamar sedang membalas chat dari Ilham . “Besok kamu jangan berangkat dulu biar aku ke rumahmu , oke ," kata Ilham . "Oke siap bosku ," jawab Alif dengan emotion tersenyum .
"Oh iya Lif , kamu sudah membuat tugas buat besok belum ?" tanya Ilham . "Sudah sama Jali tadi ," jawab Alif . “Aku belum alatnya kurang jadi kurang sempurna ," kata Ilham sedih .
"Kenapa tidak bilang dari tadi sore kan bisa cari ke tempat lain ," sahut Alif . "Sudah tapi kehabisan ," jawab Ilham . " Tidak apa-apa kalau hasilnya bagus bisa dapat nilai ," Alif menenangkan Ilham .
“Iya kamu benar , ya sudah tidur yuk sudah malam banget nih ," jawab Ilham ."Iya sambung lain waktu ," kata Alif , keduanya menutup ponselnya bersamaan . Alif mulai memainkan mata karena sudah sangat mengantuk .
Di kamar Manaf belum juga tidur , ia membuat tugas sekolah yang sangat susah , meskipun begitu ia tidak pernah meminta tolong kepada kedua kakanya , ia berusaha sebisanya .
Manaf mulai mengantuk padahal tugasnya sedikit lagi selesai namun rasa kantuknya tidak bisa di tahan lagi . Manaf tertidur di meja belajar .
Murni keluar dari kamar mengecek kamar ketiga anaknya satu persatu . Ia masuk ke kamar Manaf yang bersebelahan dengan kamarnya . "Ini anak kalau membuat tugas sekolah kenapa sampai tertidur sih ," katanya sambil merapikan buku lalu membopong Manaf ke tempat tidur .
Manaf membuka mata lalu memejamkan lagi dan meraih selimutnya . Ibu kok belum tidur batin Manaf sebelum keluar kamar Murni melihat jendela kamar Manaf terbuka berjalan kemudian menutup pintu jendela , ia terkejut ketika melihat sosok berdiri di dekat pohon mangga memandang ke rumahnya .
Awalnya Murni ingin tahu wajah sosok tersebut tapi seketika menghilang dengan cepat . Ia menutup jendela dengan cepat lalu keluar dan masuk ke kamar Abdul yang berhadapan dengan kamar Alif .
Abdul sudah tidur Murni melihat kamar Abdul berbeda terlihat sangat rapih seperti kamar perempuan , beda dengan kamar Manaf sedikit berantakan . Ia pun tidak pernah komplen soal kamar anak-anaknya dan membiarkan ketiga anaknya malakukan kegiatan di dalam kamar mereka dengan sesuka hati .
Abdul mengigau berteriak membuat Murni panik dan khawatir . Ia membangunkan Abdul namun sulit , beberapa menit Abdul kembali tenang dengan posisi tidurnya . Murni bernapas lega kemudian keluar kamar menuju kamar Alif .
Saat di pintu kamar Alif , ia mendengar suara orang sedang mengobrol tapi bukan berasal dari kamar Alif melainkan dari arah luar . Murni berjalan ke ruang tamu yang letaknya di samping kamar Alif . Niatnya ke kamar Alif beralih ke pintu ruang tamu dan mengintip di sela jendela .
Tidak nampak siapa - siapa di luar tapi suara orang ngobrol terdengar lirih seperti hampir berbisik ia menajamkan pendengarannya membuat penasaran . Murni terkejut ketika suara itu menyebut nama Alif hatinya bertanya siapa mereka , ada apa dengan Alif batin Murni .
Murni berjalan menuju kamar Alif dan membuka pintu terlihat Alif sudah tidur dengan berselimut seperti orang kedinginan , Murni mendekat nampak memang seperti orang kedinginan ia menyentuh kening Alif tidak panas .
Suara itu masih terdengar jelas di luar kamar Alif . Murni mencari celah di dekat jendela . Di luar terlihat dua orang sedang berbicara dengan serius Murni mengenal mereka dengan baik .